14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sejarah yang Membuat Saya Bangga jadi Orang Buleleng

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
June 2, 2023
in Esai
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

dr. Ketut Putra Sedana

MOMEN HARI lahirnya Pancasila 1 juni 2023 dan bulan Juni sebagai bulan Bung Karno yang kita peringati bersama adalah momen penting dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Dan dalam perjalanannya, peran Bung Karno memang sangat penting.

Sejarah menyatakan bahwa di dalam diri Bung Karno mengalir darah Buleleng, Bali, karena Bung Karno lahir dari rahim wanita asli buleleng.

Agar kita semua mengerti dan memahami, maka pada tulisan ini, saya akan diuraikan sejarah singkat kelahiran Bung Karno yang dimulai dari perjalanan kisah cinta dari kedua orang tuannya    .

***

Dikisahkan, seorang bernama Raden Soekemi Sosrodiharjo berasal dari Blitar, Jawa Timur. Setelah menerima Surat Keputusan/Besluit dari Pemerintah Belanda tertanggal 10 Oktober 1891, Raden Soekemi di angkat sebagai Guru dan ditugaskan mengajar di Buleleng, (SR No. 1 Banjar Paketan, Sekolah Rakyat Pertama yang ada di Bali/1875, sekarang bernama SD No. 1 Kelurahan Paket Agung).

Berbekal Surat Keputusan tersebut, Raden Soekemi berangkat menuju Buleleng melalui Pelabuhan Buleleng. Setibanya di Buleleng, Raden Soekemi disambut oleh masyarakat Buleleng, salah satunya yaitu Nyoman Peteng yang merupakan Penjaga Sekolah SR No. 1 Banjar Paketan.

Raden Soekemi menempati rumah kontrakan/kost di Jalan Gunung Batu No. 1 Br. Paketan, yang jaraknya kurang lebih 300 m dari tempat beliau mengajar.

Sebagaimana pesan dari Pejabat Pemerintah Belanda, setibanya di Buelelng, Raden Soekemi diminta untuk menemui sesepuh Belanda di Buleleng yang bernama Van der Tuuk.

Van der Tuuk adalah sesepuh Belanda yang menetap di Buleleng. Beliau adalah penekun Sastra Bali/Bahasa Kawi dan Penggemar Falsafah Hindu/Pewayangan.

Raden Soekemi ditemani satu-satunya orang yang setia menemani kemanapun beliau pergi, yaitu Nyoman Peteng. Bersama Nyoman Peteng, ia berkunjung menuju rumah Van der Tuuk di Br. Beratan.

Kunjungan berlanjut hingga Raden Sukemi larut dan tertarik untuk belajar Sastra Bali maupun Falsafah Hindu sebagaimana ditekuni oleh Van der Tuuk.

Dan juga dalam kaitan mencari murid, Raden Sukemi keluar masuk kampung termasuk ke Br. Baleagung.

Suatu hari, ketika ke Br. Baleagung, Raden Soekemi mulai jatuh hati ketika melihat sosok seorang gadis bernama Nyoman Rai Srimben. Namun saat itu, upaya untuk bertemu dengan Nyoman Rai Srimben masih sulit dilakukan.

Selama beraktifitas di Br. Baleagung, Raden Soekemi berkenalan dengan Made Lastri yang merupakan sepupu dari Nyoman Rai Srimben dan putu Kaler dari baleagung. Melihat Raden Sukemi dan Nyoman Rai Srimben saling jatuh hati, Made Lastri dan Putu kaler pun mendukung hubungan mereka.

Suatu hari, ada upacara Piodalan Ageng/Upacara besar di Pura Desa Baleagung, dan Raden Soekemi turut menyaksikan upacara tersebut.

Melihat Nyoman Rai Srimben menari, semakin kuat dorongan, niat dan tekadnya untuk mendapatkan Nyoman Rai Srimben sebagai istrinya. Secara diam-diam hubungan mereka berlanjut semakin dekat semakin dekat, atas perantara Made Lastri

Seiring perjalanan waktu, persoalan muncul pelik dan rumit. Hubungan/pernikahan tidak mendapat restu dari orang tua, keluarga Baleagung. Karena sejatinya, Nyoman Rai Srimben akan dijodohkan dengan beberapa pejabat/tokoh- tokoh terpandang yang ia tidak sukai.

Begitu juga pada pihak Raden Soekemi, Raden Harjodikromo, orang tua Raden Sukemi di Tulungagung, telah menyiapkan wanita-wanita sebagai calon istri Raden Soekemi. Sehingga Raden Sukemi dan Nyoman rai Srimben sepakat memilih jalan kawin lari, walau di rasakan akan banyak rintangan.

Dan pada waktu Menjelang malam tanggal 15 Juni 1897, Raden Soekemi nekat membawa lari Nyoman Rai Srimben, hingga membuat penduduk Br. Baleagung gempar. Dalam pelarian diliputi perasaan gundah, tahu dirinya bahwa, kakek/orang tua/keluarga Baleagung akan marah dan mencarinya.

Raden Soekemi dan Nyoman Rai Srimben berlindung ke Kantor Polisi. Di hadapan Polisi, Raden Soekemi dan Nyoman Rai Srimben menyatakan bahwa dirinya kawin lari atas dasar suka sama suka atau saling mencintai.

Kemudian kakek/orang tua/keluarga Baleagung mendatangi Polisi, meminta agar Nyoman Rai Srimben kembali pulang ke rumah Baleagung. Polisi tak menyetujui hal tersebut dan melimpahkan kasus ini ke Pengadilan Raja.

Sidang Pengadilan raja pun di gelar. Raden Sukemi diputuskan bersalah, karena membuat onar dan kegaduhan di masyarakat, Raden Sukemi pun dikenakan denda sebesar 25 ringgit. Keluarga Br. Baleagung pun hanya bisa pasrah dalam keadaan tersebut sembari merenungi bahwa mungkin ini memang jodohnya Nyoman Rai.

Singkat cerita dan seiring berjalannya waktu, upacara pernikahan Raden Soekemi dan Nyoman Rai Srimben dilangsungkan di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Setelah itu Raden Soekemi kembali mengajar di Buleleng. Raden Soekemi bersama Nyoman Rai kembali menempati rumah kontrakan semula di jalan gunung batur No. 1, Br. Paketan.

Setahun kemudian, tepatnya 29 Maret 1898, Nyoman Rai Srimben melahirkan anak perempuan di Singaraja yang diberi nama Raden Soekarmini.

Selanjutnya, atas keinginan sendiri, Raden Soekemi pindah/kembali ke Surabaya. Ketika itu Nyoman Rai Srimben dalam keadaan hamil mengandung anak kedua, dan pada tgl 6 Juni 1901, Nyoman Rai Srimben melahirkan anak kedua di Surabaya diberi nama Soekarno yang dikenal dengan Putra Sang Fajar.

Kembalinya Raden Soekemi dan Nyoman Rai Srimben ke Surabaya lanjut ke Blitar, hubungan kekerabatan/silahturahmi keluarga Baleagung dengan Raden Soekemi terjalin dengan baik melalui surat-menyurat/kunjung-mengunjung berlanjut sampai generasi sekarang.

***

Masa kecil Soekarno hanya beberapa tahun hidup bersama orang tuanya di Blitar, dan melanjutkan masa hidup dengan melanjutkan pendidikan hingga memperjuangkan kemerdekaan Rakyat Indonesia.

Bung Karno adalah salah satu tokoh nasional yang memiliki peran dalam perjalanan lahirnya Pancasila sebagai dasar negara.

Bermula dari sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang diadakan pada tanggal 28 Mei–1 Juni 1945, dan beberapa tokoh menyampaikan pidatonya terkait perumusan dasar negara, diantaranya Moh Yamin, Soepomo dan Soekarno.

Pada 1 juni 1945, Soekarno memperkenalkan 5 sila yang terdiri dari Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau Peri kemanusiaan, Mufakat atau demokrasi, kesejahtraan sosial dan Ketuhanan Yng Maha Esa. Inilah momen Pancasila dikenalkan pertama kalinya.

Kekuatan dari Pancasila sudah teruji, berbagai masalah kebangsaan yang dihadapi bangsa Indonesia yang mengancam keutuhan Bangsa Indonesia bisa teratasi dan terlewati.

Bung Karno pernah berkata bersama sahabatnya Presiden Yugoslavia Josef Broz Tito, “Aku tidak khawatir, karena aku telah mewarisi bangsaku dengan sebuah way of live, yaitu Pancasila.”

Selamat Hari Lahirnya Pancasila 1 juni 2023, dan Bulan bhakti Bung Karno, kami benar-benar bangga karena penggali dasar negara Pancasila dan proklamator bangsa lahir dari rahim seorang ibu dari Buleleng.[T]

Soekarno Lahir dari Drama Cinta Jawa-Bali yang Romantis
Membaca Soekarno dari Sudut Kontrakan [1]
Membaca Soekarno dari Sudut Kontrakan [2] : Nasionalisme, Islamisme, Marxisme
Tags: Bung KarnoesaiPatung SoekarnoRai SrimbenSoekarno
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tubuh, Kecantikan, dan Tentang Menyusui

Next Post

Puisi-puisi Azman H. Bahbereh | Cinta

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Akrab dipanggil Dokter Caput. Ia adalah dokter spesialis kandungan yang mengelola klinik bersalin Permata Bunda, Singaraja, Bali. Ia juga dosen di Stikes Buleleng.

Related Posts

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
0
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

Read moreDetails

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Azman H. Bahbereh | Cinta

Puisi-puisi Azman H. Bahbereh | Cinta

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co