25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sejarah yang Membuat Saya Bangga jadi Orang Buleleng

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
June 2, 2023
in Esai
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

dr. Ketut Putra Sedana

MOMEN HARI lahirnya Pancasila 1 juni 2023 dan bulan Juni sebagai bulan Bung Karno yang kita peringati bersama adalah momen penting dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Dan dalam perjalanannya, peran Bung Karno memang sangat penting.

Sejarah menyatakan bahwa di dalam diri Bung Karno mengalir darah Buleleng, Bali, karena Bung Karno lahir dari rahim wanita asli buleleng.

Agar kita semua mengerti dan memahami, maka pada tulisan ini, saya akan diuraikan sejarah singkat kelahiran Bung Karno yang dimulai dari perjalanan kisah cinta dari kedua orang tuannya    .

***

Dikisahkan, seorang bernama Raden Soekemi Sosrodiharjo berasal dari Blitar, Jawa Timur. Setelah menerima Surat Keputusan/Besluit dari Pemerintah Belanda tertanggal 10 Oktober 1891, Raden Soekemi di angkat sebagai Guru dan ditugaskan mengajar di Buleleng, (SR No. 1 Banjar Paketan, Sekolah Rakyat Pertama yang ada di Bali/1875, sekarang bernama SD No. 1 Kelurahan Paket Agung).

Berbekal Surat Keputusan tersebut, Raden Soekemi berangkat menuju Buleleng melalui Pelabuhan Buleleng. Setibanya di Buleleng, Raden Soekemi disambut oleh masyarakat Buleleng, salah satunya yaitu Nyoman Peteng yang merupakan Penjaga Sekolah SR No. 1 Banjar Paketan.

Raden Soekemi menempati rumah kontrakan/kost di Jalan Gunung Batu No. 1 Br. Paketan, yang jaraknya kurang lebih 300 m dari tempat beliau mengajar.

Sebagaimana pesan dari Pejabat Pemerintah Belanda, setibanya di Buelelng, Raden Soekemi diminta untuk menemui sesepuh Belanda di Buleleng yang bernama Van der Tuuk.

Van der Tuuk adalah sesepuh Belanda yang menetap di Buleleng. Beliau adalah penekun Sastra Bali/Bahasa Kawi dan Penggemar Falsafah Hindu/Pewayangan.

Raden Soekemi ditemani satu-satunya orang yang setia menemani kemanapun beliau pergi, yaitu Nyoman Peteng. Bersama Nyoman Peteng, ia berkunjung menuju rumah Van der Tuuk di Br. Beratan.

Kunjungan berlanjut hingga Raden Sukemi larut dan tertarik untuk belajar Sastra Bali maupun Falsafah Hindu sebagaimana ditekuni oleh Van der Tuuk.

Dan juga dalam kaitan mencari murid, Raden Sukemi keluar masuk kampung termasuk ke Br. Baleagung.

Suatu hari, ketika ke Br. Baleagung, Raden Soekemi mulai jatuh hati ketika melihat sosok seorang gadis bernama Nyoman Rai Srimben. Namun saat itu, upaya untuk bertemu dengan Nyoman Rai Srimben masih sulit dilakukan.

Selama beraktifitas di Br. Baleagung, Raden Soekemi berkenalan dengan Made Lastri yang merupakan sepupu dari Nyoman Rai Srimben dan putu Kaler dari baleagung. Melihat Raden Sukemi dan Nyoman Rai Srimben saling jatuh hati, Made Lastri dan Putu kaler pun mendukung hubungan mereka.

Suatu hari, ada upacara Piodalan Ageng/Upacara besar di Pura Desa Baleagung, dan Raden Soekemi turut menyaksikan upacara tersebut.

Melihat Nyoman Rai Srimben menari, semakin kuat dorongan, niat dan tekadnya untuk mendapatkan Nyoman Rai Srimben sebagai istrinya. Secara diam-diam hubungan mereka berlanjut semakin dekat semakin dekat, atas perantara Made Lastri

Seiring perjalanan waktu, persoalan muncul pelik dan rumit. Hubungan/pernikahan tidak mendapat restu dari orang tua, keluarga Baleagung. Karena sejatinya, Nyoman Rai Srimben akan dijodohkan dengan beberapa pejabat/tokoh- tokoh terpandang yang ia tidak sukai.

Begitu juga pada pihak Raden Soekemi, Raden Harjodikromo, orang tua Raden Sukemi di Tulungagung, telah menyiapkan wanita-wanita sebagai calon istri Raden Soekemi. Sehingga Raden Sukemi dan Nyoman rai Srimben sepakat memilih jalan kawin lari, walau di rasakan akan banyak rintangan.

Dan pada waktu Menjelang malam tanggal 15 Juni 1897, Raden Soekemi nekat membawa lari Nyoman Rai Srimben, hingga membuat penduduk Br. Baleagung gempar. Dalam pelarian diliputi perasaan gundah, tahu dirinya bahwa, kakek/orang tua/keluarga Baleagung akan marah dan mencarinya.

Raden Soekemi dan Nyoman Rai Srimben berlindung ke Kantor Polisi. Di hadapan Polisi, Raden Soekemi dan Nyoman Rai Srimben menyatakan bahwa dirinya kawin lari atas dasar suka sama suka atau saling mencintai.

Kemudian kakek/orang tua/keluarga Baleagung mendatangi Polisi, meminta agar Nyoman Rai Srimben kembali pulang ke rumah Baleagung. Polisi tak menyetujui hal tersebut dan melimpahkan kasus ini ke Pengadilan Raja.

Sidang Pengadilan raja pun di gelar. Raden Sukemi diputuskan bersalah, karena membuat onar dan kegaduhan di masyarakat, Raden Sukemi pun dikenakan denda sebesar 25 ringgit. Keluarga Br. Baleagung pun hanya bisa pasrah dalam keadaan tersebut sembari merenungi bahwa mungkin ini memang jodohnya Nyoman Rai.

Singkat cerita dan seiring berjalannya waktu, upacara pernikahan Raden Soekemi dan Nyoman Rai Srimben dilangsungkan di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Setelah itu Raden Soekemi kembali mengajar di Buleleng. Raden Soekemi bersama Nyoman Rai kembali menempati rumah kontrakan semula di jalan gunung batur No. 1, Br. Paketan.

Setahun kemudian, tepatnya 29 Maret 1898, Nyoman Rai Srimben melahirkan anak perempuan di Singaraja yang diberi nama Raden Soekarmini.

Selanjutnya, atas keinginan sendiri, Raden Soekemi pindah/kembali ke Surabaya. Ketika itu Nyoman Rai Srimben dalam keadaan hamil mengandung anak kedua, dan pada tgl 6 Juni 1901, Nyoman Rai Srimben melahirkan anak kedua di Surabaya diberi nama Soekarno yang dikenal dengan Putra Sang Fajar.

Kembalinya Raden Soekemi dan Nyoman Rai Srimben ke Surabaya lanjut ke Blitar, hubungan kekerabatan/silahturahmi keluarga Baleagung dengan Raden Soekemi terjalin dengan baik melalui surat-menyurat/kunjung-mengunjung berlanjut sampai generasi sekarang.

***

Masa kecil Soekarno hanya beberapa tahun hidup bersama orang tuanya di Blitar, dan melanjutkan masa hidup dengan melanjutkan pendidikan hingga memperjuangkan kemerdekaan Rakyat Indonesia.

Bung Karno adalah salah satu tokoh nasional yang memiliki peran dalam perjalanan lahirnya Pancasila sebagai dasar negara.

Bermula dari sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang diadakan pada tanggal 28 Mei–1 Juni 1945, dan beberapa tokoh menyampaikan pidatonya terkait perumusan dasar negara, diantaranya Moh Yamin, Soepomo dan Soekarno.

Pada 1 juni 1945, Soekarno memperkenalkan 5 sila yang terdiri dari Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau Peri kemanusiaan, Mufakat atau demokrasi, kesejahtraan sosial dan Ketuhanan Yng Maha Esa. Inilah momen Pancasila dikenalkan pertama kalinya.

Kekuatan dari Pancasila sudah teruji, berbagai masalah kebangsaan yang dihadapi bangsa Indonesia yang mengancam keutuhan Bangsa Indonesia bisa teratasi dan terlewati.

Bung Karno pernah berkata bersama sahabatnya Presiden Yugoslavia Josef Broz Tito, “Aku tidak khawatir, karena aku telah mewarisi bangsaku dengan sebuah way of live, yaitu Pancasila.”

Selamat Hari Lahirnya Pancasila 1 juni 2023, dan Bulan bhakti Bung Karno, kami benar-benar bangga karena penggali dasar negara Pancasila dan proklamator bangsa lahir dari rahim seorang ibu dari Buleleng.[T]

Soekarno Lahir dari Drama Cinta Jawa-Bali yang Romantis
Membaca Soekarno dari Sudut Kontrakan [1]
Membaca Soekarno dari Sudut Kontrakan [2] : Nasionalisme, Islamisme, Marxisme
Tags: Bung KarnoesaiPatung SoekarnoRai SrimbenSoekarno
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tubuh, Kecantikan, dan Tentang Menyusui

Next Post

Puisi-puisi Azman H. Bahbereh | Cinta

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Akrab dipanggil Dokter Caput. Ia adalah dokter spesialis kandungan yang mengelola klinik bersalin Permata Bunda, Singaraja, Bali. Ia juga dosen di Stikes Buleleng.

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Azman H. Bahbereh | Cinta

Puisi-puisi Azman H. Bahbereh | Cinta

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co