2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dari Salam “MERDEKA”, Kita Memaknai Kemerdekaan

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
August 14, 2023
in Esai
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

dr. Ketut Putra Sedana

SETIAP BULAN Agustus kita disibukkan dengan beragam kegiatan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Dan kegiatan-kegiatan ini adalah  wujud rasa syukur dan terima kasih kepada para pahlawan yang sudah berhasil memerdekakan bangsa Indonesia.

Thomas Carlyle seorang ahli falsafah pernah berkata, “Pelajarilah sejarah perjuanganmu sendiri yang sudah lampau, agar supaya tidak tergelincir dalam perjuanganmu yang akan datang.”

Sejarah perjalanan bangsa kita sangat panjang, maka belajarlah dari sejarah sehingga kita tidak akan jatuh di lubang yang sama. Jika kita meninggalkan sejarah, maka kita akan berdiri dalam kevakuman, berdiri dan berjalan tanpa arah yang jelas dan sudah pasti perjuangan dan perjalanan yang dilakukan akan gagal.

Mengerti dan memahami sejarah kita sangat penting, bahkan Bung Karno pun mengingatkan kita dengan ‘JAS MERAH”nya, jangan sekali kali melupakan sejarah yang tentunya memiliki makna yang sangat mendalam.

Dan dalam perjalanan sejarah perjuangan kita, khususnya di era revolusi Indonesia yang dipimpin oleh Bung Karno yang selalu mengumandangkan salam dengan pekikan ‘MERDEKA”.

Pekikan “Merdeka” itu kita rasakan memiliki kekuatan magis religius yang mampu membakar semangat para pejuang kemerdekaan saat itu, hingga kita merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945.

Dan pada tanggal 31 Agustus 1945 dalam maklumat pemerintah ditetapkan “MERDEKA” sebagai salam nasional bangsa Indonesia, dan salam nasional ini resmi berlaku mulai tanggal 1 September 1945, yang pada pengucapannya dilakukan dengan mengangkat tangan setinggi bahu, telapak tangan menghadap ke muka dan bersamaan dengan itu memekikkan kata “MERDEKA”.

Makna-makna dari semua itu adalah; mengepalkan tangan dengan menyatukan 5 jari adalah menunjukkan lima sila dalam pancasila, yang berada setinggi bahu atau pundak yang menunjukkan rasa tanggung jawab, dan teriakan “MERDEKA” yang artinya Negara Republik Indonesia dapat berdiri tegak hanya karena berlandaskan Pancasila, bukan oleh ideologi-ideologi lain.

Pada tahun 1933 Bung Karno menulis sebuah risalah yang berjudul “Mencapai Indonesia Merdeka” dijelaskan bahwa syarat utama untuk bisa lepas dari stelsel kapitalisme dan imperialisme adalah Indonesia harus merdeka, sehingga kita bisa leluasa mendirikan suatu masyarakat baru tanpa kapitalisme dan imperialisme.

Jadi kemerdekaan adalah syarat utama untuk lepas dari penjajahan. Dan saat ini kita sudah merdeka bahkan sudah 78 tahun kita merasakan udara kemerdekaan itu, dan sudah bebas menentukan arah baru negeri ini sesuai kehendak kita sendiri tanpa intervensi negara-negara lain.

Sebagai warga masyarakat Indonesia tentunya sangat bangga karena dalam merebut kemerdekaan, Indonesia adalah satu-satunya negara didunia ini yang merdeka karena mengusir penjajah bukan karena hadiah, walaupun sebelumnya Indonesia dijanjikan akan diberi kemerdekaan oleh Jepang pada 24 Agustus.

Kemerdekaan yang kita dapat adalah muncul dari kesadaran kolektif pahlawan-pahlawan kita pentingnya bersatu, dengan bersatu kita akan maju. Setelah kita merdeka bukan berarti bebas sebebas-bebasnya tapi ada suatu aturan (Konstitusi) yang mengikat demi cita-cita kemerdekaan itu tercapai, yaitu UUD 1945 dan dasar negara yaitu Pancasila.

Saat ini semangat merebut kemerdekaan semestinya harus tetap sama dengan semangat mengisi kemerdekaan ini, salah satu yang nyata yang mempengaruhi semangat merebut kemerdekaan adalah salam “MERDEKA“.

Salam “MERDEKA” Ini sudah semakin jarang terdengar baik di muka umum atau kegiatan-kegiatan resmi pemerintahan, bahkan terkesan salam tersebut hanya sebagai salam dari salah satu organisasi partai politik. Padahal sampai saat ini salam “MERDEKA” yang tertuang dalam maklumat presiden tanggal 31 Agustus 1945 oleh pemerintah belum dicabut, sehingga secara yuridis hukum ketatanegaraan masih resmi menjadi salam nasional bangsa Indonesia.

Dalam momen menyambut HUT RI ke 78 tahun 2023 ini salam kebangsaan “MERDEKA” haruslah kembali digalakkan atau digaungkan, tidak saja dalam merebut kemerdekaan, namun dalam mengisi kemerdekaan ini yang kita tahu tantangannya sangat besar.

Dan dalam alam kemerdekaan ini, musuh terberat adalah bukan bangsa-bangsa lain, tapi bangsa kita sendiri. Seperti apa yang pernah disampaikan oleh Bung Karno Sang Proklamator bahwa “musuh yang terberat saat ini adalah rakyat itu sendiri, rakyat yang mabuk akan budaya luar, yang kecanduan agama, yang rela membunuh bangsa sendiri demi menegakkan budaya asing, tetaplah bersatu untuk membangun negeri ini tanpa pertumpahan darah.“  

Dari pernyataan itu kita menyadari nutrisi utama untuk kita bisa maju adalah bersatu. Bersatu dalam perbedaan menjadi sebuah benteng utama untuk melawan pengaruh asing yang ingin membuat Indonesia hancur dan tidak maju.

Sehingga dalam kondisi keterkinian salam “MERDEKA” haruslah kembali digalakkan atau digaungkan, karena salam “MERDEKA” adalah salam yang menyentuh semua golongan tanpa batasan, bukan seperti salam keagamaan yang tentunya memiliki batasan-batasan. Salam “MERDEKA” adalah salam sebagai salam pemersatu yang mutlak diperlukan ditengah ancaman disintegrasi, sekaligus dapat membangkitkan semangat kebangsaan kita.

Di samping itu salam “MERDEKA” sebagai salah satu bentuk komitmen kita untuk mewarisi semangat para pahlawan pendahulu kita, untuk bisa menjadi pahlawan pengisi kemerdekaan di jaman ini.

Dirgahayu Republik Indonesia ke 78, tetap melaju menuju Indonesia maju.  Salam “ MERDEKA”. [T]

  • BACA artikel lain dari penulis DOKTER CAPUT atau DR. DR. KETUT PUTRA SEDANA, SP.OG
Hamil Sebelum Menikah
Politik itu Kehidupan
Sejarah yang Membuat Saya Bangga jadi Orang Buleleng
ORHIBA : Olah Raga, Spiritualitas dan Kesehatan
Kita Sukses Karena Proses, Bukan Protes
Tags: Dokter CaputHari Kemerdekaan RI
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Showcase Regenerasi Bernyali: Knowladge dari Proses Karya, Penciptaan dan Manage

Next Post

Aksara Bali 350 Tahun Lampau & Koleksi Lontar Kuno Rsi Bhujangga

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Akrab dipanggil Dokter Caput. Ia adalah dokter spesialis kandungan yang mengelola klinik bersalin Permata Bunda, Singaraja, Bali. Ia juga dosen di Stikes Buleleng.

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Aksara Bali 350 Tahun Lampau & Koleksi Lontar Kuno Rsi Bhujangga

Aksara Bali 350 Tahun Lampau & Koleksi Lontar Kuno Rsi Bhujangga

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co