2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Aksara Bali 350 Tahun Lampau & Koleksi Lontar Kuno Rsi Bhujangga

Sugi Lanus by Sugi Lanus
August 14, 2023
in Esai
Aksara Bali 350 Tahun Lampau & Koleksi Lontar Kuno Rsi Bhujangga

— Catatan Harian Sugi Lanus, 13 Agustus 2023

SEJARAH perkembangan bentuk aksara Bali — berdasarkan pengalaman saya semasa saya belajar secara formal di Jurusan Bahasa Bali, Universitas Udayana — hanya dijelaskan secara umum belaka.

Prof Semadi Astra adalah tokoh yang saya kagumi ketekunannya mengulik duduk perkara perkembangan aksara Bali yag dipakai dalam piagam raja-raja Bali kuno dari era tahun 1000an sampai tahun 1200san masehi atau abad 11 sampai abad 12. Namun setelah itu seakan terputus; bagaimana perkembangan aksara dari Bali kuno ke Bali setelah Majapahit menguasai Bali?

Muncul beberapa pertanyaan:

— Apa yang terjadi dengan perkembangan aksara setelah masuknya kekuasaan Majapahit? Bagaimana perkembangan atau perubahan rupa aksara Bali era itu?

— Apakah aksara Bali dalam piagam-piagam raja Bali kuno yang ditulis di atas lembar tembaga tetap dipakai di atas lontar era Majapahit? Ataukah aksara dan lontar-lontar Majapahit yang dipakai atau menjadi tren penulisan lontar selanjutnya?

— Apakah rupa aksara Bali kuno dalam prasasti sama dengan rupa aksara untuk penulisan lontar era itu? Apakah yang di piagam atau prasasti tegak lurus dan ketika itu lontar kursif atau bulat seperti lontar-lontar era Gelgel?

Karena pertanyaan ini mengemuka di dalam kepala saya, maka kemanapun saya diundang merawat atau memeriksa lontar-lontar selalu semangat dengan minat untuk melihat dan berjumpa dengan rupa aksara dalam lontar-lontar era kerajaan Gelgel — atau lontar-lontar dari abad 15 sampai abad 17.

.

.

Salah satu yang cukup menarik adalah lontar yang ditulis 315 tahun lalu ini. Jelas dituliskan dalam lontar ini bahwa lontar ditulis tahun Śaka 1630 atau 1708 Masehi. 

Lontar bertahun ini Śaka 1630 adalah lontar Ślokantara. Koleksi Griya Batan Cempaka, Liligundi, Buleleng, milik Ida Pedanda Gede Ngenjung yang berpulang tahun 1955, kini disimpan oleh pewarisnya. Ida Pedanda Gede Ngenjung tercatat juga lontar-lontarnya disimpan di Gedong Kirtya. Mungkin disumbangkan atau diibahkan.

Dari lontar ini saya bisa membayangkan rupa aksara Bali tiga setengah abad (350 tahun).

Sebelum 350 tahun lampau bagaimana rupa aksara?

Untuk menjawab pertanyaan ini tentu saya harus terus rajin “membongkar-bongkar” koleksi tua di rumah-rumah penduduk di Bali.

Sebenarnya ada beberapa koleksi lain yang bertahun seputaran tahun lontar ini, seperti lontar-lontar Puja yang dikoleksi Rsi Bhujangga Pagan, Denpasar, yang kini dipegang oleh keluarga besar Guru Putu Suasta. Ada beberapa yang berusia 300 tahunan.

.

.

Koleksi keluarga lain adalah koleksi keluarga Rsi Bhujangga Banyuatis, Buleleng, yang konon leluhurnya bersama-sama dengan Mpu Wiraga Sandhi, putra dari Danghyang Nirartha, kesah/hijrah dari Gelgel.

Saya berhipotesis dari beberapa lontar di sana kemungkinan bisa menjadi contoh rupa aksara yang dipakai era akhir kerajaan Gelgel sebelum dipindahkan ke sekitar pusat kota Smarapura sekarang.

Koleksi lontar keluarga yang sangat luar biasa menarik adalah koleksi Rsi Bhujangga Banyuning (Bejuning), Buleleng, yang saya perkirakan sejaman dengan berdirinya kerajaan Buleleng, yaitu tahun 1660 Masehi. Koleksi keluarga Rsi Bhujangga Temukus, Buleleng, tidak kalah tuanya. Keluarga Rsi Bhujangga di Tabanan juga demikian.

Menjadi pertanyaan khusus: Ada apa dengan keluarga Rsi Bhujangga yang semuanya mengaku “kesah” (terpental secara politik dan hijrah) keluar dari pusat kerajaan Gelgel?

Ada informasi salah satu lontar menyebutkan bahwa keluarga Rsi Bhujangga terlibat dengan “pemberontakan” pada pusat kekuasaan. Selanjutnya mereka dieleminasi dari pusat kekuasaan dan dibuatkan “kisah penjatuhan” bahwa keluarga ini tidak lagi brahmana lingkar kerajaan (?).

Untuk pencarian bentuk asara era kerajaan Gelgel, informasi tentang keluarga Rsi Bhujangga terus saya telusuri karena semuanya memiliki sejarah lisan yang sama bahwa leluhur mereka dulunya berada di pusat pemerintahan dan disingkirkan.

.

.

Lontar-lontar tua sekitar era akhir Gelgel yang diwarisi keluarga ini mengkonfirmasi bahwa mereka memang dahulunya adalah para pandita di pusat kerajaan. Puja Bwat Sora dan Arga Patra, dan puja lainnya, yang dikoleksi keluarga Rsi Bhujangga ini tidak main-main, menunjukkan bahwa puja dan pengetahuannya adalah kelas purohita (pandita penasehat kerajaan).

Perjalanan saya menjawab dan membuat kronologi perkembangan aksara Bali belum selesai di sini. Sekalipun data lapangan dan foto-foto lontar-lontar tua yang saya miliki telah bisa dikatakan lebih dari mencukupi, catatan pendek ini bisa dikatakan hanyalah langkah permulaan, pemanasan belaka. [T]

  • BACA artikel dan esai lain dari penulis SUGI LANUS
Kepala Kelamin & Pusat Kendali Padmahṛdaya
Makian Tertinggi Bahasa Bali: Pirata Tendas Teli/Keleng
BERKABUNG DI BALI
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
HINDU BALI LEBIH MIRIP HINDU NEPAL
Tags: aksara baliHindu BaliRsi BujanggaSugi Lanus
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dari Salam “MERDEKA”, Kita Memaknai Kemerdekaan

Next Post

Showcase: Ini Ujaran Musikal, Klimaks dari Kolaborasi Panjang Regenerasi Bernyali

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Showcase: Ini Ujaran Musikal, Klimaks dari Kolaborasi Panjang Regenerasi Bernyali

Showcase: Ini Ujaran Musikal, Klimaks dari Kolaborasi Panjang Regenerasi Bernyali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co