15 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Warga Buleleng Merayakan Hasil-Hasil Pembangunan di Hari Kemerdekaan

Jaswanto by Jaswanto
August 30, 2024
in Liputan Khusus
Warga Buleleng Merayakan Hasil-Hasil Pembangunan di Hari Kemerdekaan

Hasil-hasil pembangunan di bidang pendidikan yang dipamerkan di BDF 2024 | Foto: Istimewa

SEBAGAI kota yang berambisi melaju cepat sebagaimana wilayah selatan, Buleleng seperti tak mau diam. Program-program terkait pembangunan dipikir-konsepkan, dirancang, disetujui, lalu digalakan dengan pertimbangan-pertimbangan dengan harapan dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Salah satu program yang mendapat sorotan adalah Buleleng Development Festival (BDF) 2024 yang kembali hadir dengan tema lebih besar dan berdampak, berfokus pada pembangunan berkelanjutan, dan pemberdayaan masyarakat lokal. Visi-misi besar Pemerintah Buleleng seolah hendak ditampung dalam wadah berdurasi seminggu itu.

Festival yang diadakan di Kabupaten Buleleng ini telah menjadi ajang tahunan yang dinantikan oleh masyarakat Bali dan wisatawan, sebab menampilkan berbagai kegiatan yang menggambarkan kekayaan budaya serta potensi ekonomi daerah. Dan yang spesial adalah festival tersebut diselenggarakan dalam rangka memeriahkan rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79.

“Festival ini diadakan dengan semangat partisipasi dari seluruh perangkat daerah dan masyarakat, baik materil maupun non-materil, secara gotong-royong dan penuh rasa kebersamaan,” ucap Koordinator Pelaksanaan Pameran BDF 2024—yang dalam hal ini sekaligus dijabat oleh Kepala Dinas Kominfosanti Buleleng—Ketut Suwarmawan.

Pj. Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana menyapa warga yang sedang menikmati hasil-hasil pembangunan di bidang komunikasi

Festival yang telah lewat beberapa hari yang lalu itu mengambil tema “Membangun Bersama Alam: Kearifan Lokal Menuju Masa Depan Berkelanjutan”. Sebagaimana tema yang dipacak, program ini bertujuan untuk mempromosikan praktik-praktik pembangunan yang selaras dengan pelestarian lingkungan dan kearifan lokal. Berbagai seminar dan diskusi panel telah diadakan, dan melibatkan tokoh-tokoh pembangunan, akademisi, serta komunitas lokal untuk berbagi pengetahuan dan strategi dalam mengembangkan Buleleng secara berkelanjutan.

BDF 2024 juga menghadirkan pameran produk-produk lokal yang ramah lingkungan, mulai dari kerajinan tangan hingga produk pertanian organik. Selain itu, banyak pertunjukan seni tradisional, lomba-lomba kreatif, dan kuliner khas Buleleng yang memikat lidah pengunjung.

Seperti yang dikatakan Suwarmawan sebelumnya, partisipasi aktif masyarakat lokal menjadi kunci sukses BDF 2024. Penduduk Buleleng diajak untuk terlibat langsung dalam berbagai kegiatan festival, baik sebagai peserta maupun penyelenggara. Hal ini tidak hanya mendorong semangat gotong-royong, tetapi juga memberikan peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.

Dari festival ini diharapkan Buleleng dapat semakin dikenal sebagai destinasi wisata yang tidak hanya indah secara alamiah, tetapi juga sebagai contoh daerah yang berhasil mengintegrasikan pembangunan dengan pelestarian budaya dan lingkungan. Festival ini juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor pariwisata yang berkelanjutan.

Menurut PJ Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana, Buleleng Development Festival 2024 adalah langkah nyata Pemerintah Buleleng dalam mewujudkan visi-misi yang maju dan sejahtera, sekaligus melestarikan nilai-nilai luhur yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Bali sejak lama.

“Pelaksanaan BDF Tahun 2024 menjadi bukti kuatnya komitmen pemerintah untuk memajukan UMKM Buleleng. Dengan diikutsertakannya UMKM pada berbagai festival, termasuk BDF, maka UMKM akan semakin bergeliat. Saya juga menekankan bahwa UMKM yang berdagang di BDF sama sekali tidak dipungut biaya stan,” ujar Lihadnyana.

Melalui laporan ketua panitia pelaksanaan BDF, bahwa selama pelaksanaan terdapat 28 UMKM yang telah dikurasi dan menjadi bagian dari pelaksanaan BDF 2024. Transaksi Ekonomi atau penjualan produk dari segenap UMKM tercatat mencapai lebih dari 40 juta perhari. Demikian, estimasi perputaran ekonomi selama BDF berlangsung mencapai 280 juta rupiah.

Generasi belia Buleleng di tengah-tengah festival yang memamerkan hasil-hasil pembangunan di Taman Bung Karno Singaraja | Foto: tatkala.co

Namun, pembangunan yang ideal pada dasarnya mencakup pembangunan secara keseluruhan. Tidak hanya pembangunan ekonomi saja yang perlu ditingkatkan oleh suatu wilayah, tetapi pembangunan manusia juga menjadi suatu keharusan untuk dilaksanakan. Hal inilah yang mendorong para pimpinan daerah, termasuk Buleleng, untuk merubah paradigma bahwa fokus pandang dari pembangunan ekonomi tidak hanya berdasarkan pada perhitungan pendapatan nasional, tetapi berorientasi pada pembangunan manusia sebagai makhluk sosial.

Sebagai kabupaten dengan wilayah yang paling luas di Provinsi Bali, Buleleng mempunyai sumber daya alam yang melimpah sehingga memiliki peluang yang cukup besar untuk tumbuh dan mengembangkan berbagai sektor perekonomian. Permasalahan terbesar terletak pada kesiapan sumber daya manusia yang dimiliki.

Tetapi tidak perlu khawatir, dalam lima tahun terakhir (2019-2023), Buleleng mengalami peningkatan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) yang relatif tinggi. Jika pada tahun 2019 IPM Buleleng berada di angka 72,30, maka pada tahun 2023 sudah meningkat menjadi 73,97. Capaian ini menunjukkan Buleleng sudah memiliki angka IPM dengan kategori tinggi, yakni berada dalam rentang angka 70 hingga kurang dari 80.

Selain itu, laju pertumbuhan IPM tahun 2023 yang lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya juga menunjukkan bahwa tingkat pembangunan manusia di Kabupaten Buleleng mengalami peningkatan dibandingkan lima tahun ke belakang—dan ini cukup membanggakan.

Dari sembilan kabupaten/kota di Provinsi Bali, Kabupaten Buleleng memiliki laju pertumbuhan IPM terendah ketiga pada tahun 2023, yakni sebesar 0,71 persen. Nilai tersebut tepat di atas laju pertumbuhan IPM Kabupaten Jembrana dan Kota Denpasar dengan laju pertumbuhan IPM masing-masing bernilai 0,63 dan 0,43 persen.

Dengan capaian Kabupaten Buleleng yang berada pada posisi keenam, ini merupakan tantangan bagi pemerintah untuk lebih berorientasi pada pembangunan manusia ke depannya—karena manusia adalah kekayaan bangsa yang sesungguhnya dalam proses pembangunan daerah.

Jelas itu bukan sebuah pekerjaan yang semalam jadi, tentu saja. Awal tahun, dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) tahun 2025-2045 dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2025, Pemerintah Buleleng telah berkomitmen, sepakat, bahwa pemerataan dan peningkatan kualitas pembangunan serta peningkatan produktivitas untuk penguatan daya saing daerah harus menjadi fokus utama.

Warga Buleleng menikmati air mancur di Taman Bung Karno Singaraja | Foto: tatkala.co

Masih segar dalam ingatan, sebagai Penjabat Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana mengatakan bahwa Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) bertujuan untuk menyerap aspirasi dan membangkitkan rasa memiliki terhadap pembangunan di Buleleng.

Ia menyebut bahwa seluruh program dan kegiatan yang direncanakan akan difokuskan pada kelompok masyarakat miskin dan marjinal dengan pendekatan terpadu dan terintegrasi yang bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Buleleng.

“Musrenbang akan menjadi masukan penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan serta pedoman dalam penyusunan anggaran tahun 2025. Rancangan RPJPD ini akan dijadikan bingkai sesuai dengan kubutuhan dan tututan masyarakat,” ujar Lihadnyana di Gedung Mr. I Gusti Ketut Pudja, Rabu (27/3/2024).

Sementara Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Buleleng, Putu Ayu Reika Nurhaeni, mengungkapkan rancangan RPJPD tahun 2025-2045 ini memuat visi dan misi arah kebijakan serta sasaran pokok yang ingin dicapai oleh Kabupaten Buleleng dalam jangka waktu 20 tahun.

“Meliputi empat tahapan pembangunan, yakni penguatan pondasi pembangunan, akselerasi pembangunan, perkuatan dan pemantapan pembangunan, serta perwujudan pembangunan,” ucapnya. Reika juga mengatakan, RKPD tahun 2025 difokuskan dalam peningkatan produktivitas untuk penguatan daya saing daerah dengan menekankan pemulihan ekonomi, integrasi sektor pertanian, pariwisata, dan UMKM, serta dukungan pada investasi dan infrastruktur. Dan sekarang, melalui Buleleng Development Festival rasanya Kabupaten Buleleng sedang mengarah ke sana. [T][Adv]

Reporter/Penulis: Jaswanto
Editor: Made Adnyana

Catatan: Artikel ini ditulis dan disiarkan atas kerjasama tatkala.co dan Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfosanti) Kabupaten Buleleng.

Jejak Ragam Patriotisme pada Hari Kemerdekaan di Buleleng
Sukses Kuatkan Kompetensi UMKM, Sukses Entaskan Kemiskinan Ekstrem di Buleleng
Kisah Sukses Buleleng Turunkan Stunting, Ada Edukasi untuk Calon Pengantin
Deyana, Devita dan Novita: Kartini-kartini Muda Kebanggaan Buleleng Dalam Pelestarian Gong Kebyar Bali Utara
Sosok-sosok Kartini Buleleng, Dari Segala Lini Menebar Inspirasi Bagi Perempuan Buleleng
Gong Kebyar Desa Kedis, Setelah 32 Tahun Mati Suri
Tags: Dinas Kominfosanti BulelengHUT Kemerdekaan RIKominfosanti BulelengPemkab Buleleng
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Situs Nyoman Rai Srimben: Penanda Penting Lahirnya Pendiri Bangsa dan Inspirasi Bersatunya Nusantara

Next Post

Di Balik Pemberlakuan MBKM di Perguruan Tinggi, Sudahkah Mahasiswa Merdeka?

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Spirit Panji Sakti, Spirit Membangun Buleleng —Catatan dari Denyut Perayaan 422 Tahun Singaraja

by Jaswanto
April 14, 2026
0
Spirit Panji Sakti, Spirit Membangun Buleleng —Catatan dari Denyut Perayaan 422 Tahun Singaraja

PERAYAAN Hari Ulang Tahun (HUT) ke-422 Kota Singaraja tahun 2026 berlangsung sepanjang Maret dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat luas....

Read moreDetails

Kisah Hari Raya Nyepi Umat Hindu di Surabaya

by Jaswanto
March 20, 2026
0
Kisah Hari Raya Nyepi Umat Hindu di Surabaya

“SAYA belum pernah merasakan Nyepi di Bali; tapi sering diberitahu orang-orang kalau Nyepi di Bali itu kebanyakan tidak diisi dengan...

Read moreDetails

Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [3]: Hikayat Tenun di Kawasan Tejakula dan Pewarna Alaminya

by Jaswanto
January 28, 2026
0
Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [3]: Hikayat Tenun di Kawasan Tejakula dan Pewarna Alaminya

HINGGA saat ini, di daerah Tejakula, sebut saja seperti Sembiran, Pacung, Julah, dan Bondalem, masih banyak perajin tenun. Tentu saja...

Read moreDetails

Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [2]: Hikayat Niaga Kapas di Bali Utara  

by Jaswanto
January 28, 2026
0
Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [2]: Hikayat Niaga Kapas di Bali Utara  

PADA tulisan sebelumnya, saya telah uraikan bukti-bukti kuat yang menyatakan bahwa Bali Utara—khususnya wilayah Tejakula dan sekitarnya—merupakan jalur dagang pada...

Read moreDetails

Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [1]: Hikayat Jalur Dagang Bali Utara

by Jaswanto
January 28, 2026
0
Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [1]: Hikayat Jalur Dagang Bali Utara

DALAM sejarah, Singaraja (Buleleng) di Bali Utara tercatat sebagai jalur perdagangan yang semarak dan hidup. Apalagi saat wilayah yang didirikan...

Read moreDetails

Melihat Gambuh dari Kacamata Hitam dan Percakapan yang Menerus

by Agus Wiratama
January 9, 2026
0
Melihat Gambuh dari Kacamata Hitam dan Percakapan yang Menerus

BERJUMPA dengan pelaku Gambuh Batuan, membuat saya bertanya: “Tubuh yang membentuk tari, atau tari yang membentuk tubuh? Karya yang membentuk...

Read moreDetails

Kontak Sosial Singaraja-Lombok: Dari Perdagangan, Perkawinan hingga Pendidikan

by Jaswanto
February 28, 2025
0
Kontak Sosial Singaraja-Lombok: Dari Perdagangan, Perkawinan hingga Pendidikan

SEBAGAIMANA Banyuwangi di Pulau Jawa, secara geografis, letak Pulau Lombok juga cukup dekat dengan Pulau Bali, sehingga memungkinkan penduduk kedua...

Read moreDetails

Kisah Pilu Sekaa Gong Wanita Baturiti-Kerambitan:  Jawara Tabanan Tapi Jatah PKB Digugurkan

by Made Adnyana Ole
February 13, 2025
0
Kisah Pilu Sekaa Gong Wanita Baturiti-Kerambitan:  Jawara Tabanan Tapi Jatah PKB Digugurkan

SUNGGUH kasihan. Sekelompok remaja putri dari Desa Baturiti, Kecamatan Kerambitan, Tabanan—yang tergabung dalam  Sekaa Gong Kebyar Wanita Tri Yowana Sandhi—harus...

Read moreDetails

Relasi Buleleng-Banyuwangi: Tak Putus-putus, Dulu, Kini, dan Nanti

by Jaswanto
February 10, 2025
0
Relasi Buleleng-Banyuwangi: Tak Putus-putus, Dulu, Kini, dan Nanti

BULELENG-BANYUWANGI, sebagaimana umum diketahui, memiliki hubungan yang dekat-erat meski sepertinya lebih banyak terjadi secara alami, begitu saja, dinamis, tak tertulis,...

Read moreDetails

Kekerasan Seksual Terhadap Anak dan Kasus Pencabulan pada Taraf Gawat: Di Buleleng Tertinggi | Podcast Lolohin Malu – tatkala dotco

by Jaswanto
February 3, 2025
0
Kekerasan Seksual Terhadap Anak dan Kasus Pencabulan pada Taraf Gawat: Di Buleleng Tertinggi  |  Podcast Lolohin Malu – tatkala dotco

ADA kisah pilu pada pertengahan Oktober 2023 lalu. Gadis (23) penyandang disabilitas rungu wicara diperkosa oleh kerabatnya sendiri yang berumur...

Read moreDetails
Next Post
Di Balik Pemberlakuan MBKM di Perguruan Tinggi, Sudahkah Mahasiswa Merdeka?

Di Balik Pemberlakuan MBKM di Perguruan Tinggi, Sudahkah Mahasiswa Merdeka?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan
Bahasa

Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan

PERNAHKAH Anda memperhatikan penulisan atau ejaan konten seseorang saat sedang berselancar di media sosial? Kesalahan tik atau saltik yang populer...

by I Made Sudiana
May 15, 2026
Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co