2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kenduri: Upaya Penyadartahuan Anti Terorisme dan Radikalisme yang Mengasyikkan

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
October 17, 2024
in Khas
Kenduri: Upaya Penyadartahuan Anti Terorisme dan Radikalisme yang Mengasyikkan

Salah satu kelompok peserta saat melakukan presentasi di acara Kenduri. Foto: Dede

SEDARI pagi, Balai Banjar Geriya di Desa Kawan, Bangli, sudah dipadati oleh para warga dan pemuda-pemudi. Sejak pukul 08.00 Wita, mereka sudah mengantre untuk registrasi keikutsertaan. Seusai mencatatkan namanya di buku registrasi, mereka pun duduk lesehan di karpet yang telah digelar, mereka saling bencengkerama satu sama lain sembari menanti acara dimulai.

Kala itu, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bekerja sama dengan Forum Koordinasi Pencegahan Paham Radikal Terorisme (FKPT) Provinsi Bali, menyelenggarakan kegiatan Kenali dan Peduli Lingkungan Sendiri (Kenduri) pada 15 Oktober 2024, di Banjar Geriya, Desa Kawan, Bangli. Pelaksanaan kali ini mengambil tajuk “Kenduri untuk Wujudkan Desa Siaga dengan Resiliensi”.

Tepat pukul 09.00 Wita, acara pun dimulai dengan pembukaan secara formal, seperti acara-acara sosialisasi pada umumnya. Kegiatan Kenduri juga turut dihadiri oleh Kaban Kesbangpol Provinsi Bali, Kaban Kesbangpol Kabupaten Bangli, Kakan Kemenag Kabupaten Bangli, Camat Bangli, Kapolsek Bangli, Danramil 1626-01 Kecamatan Bangli, Lurah Kawan, Bendesa Adat Kawan, Kelian Banjar Adat Geriya, dan Kelian Dinas Banjar Adat Geriya.

Setelah melewati acara pembukaan yang begitu singkat, acara beralih dengan sesi penyampaian materi yang diisi oleh beberapa narasumber, mulai dari Ir. I Made Kirmanjaya (Kepala Badan Kesbangpol Bangli), Maira Himadhani, S.T., M.Sc. (Sub. Koordinator Partisipasi Masyarakat, BNPT), dan Dyah Kusumawati (Akademisi, penggiat media). Penyampaian materi pada sesi pertama oleh Ir. I Made Kirmanjaya dan Maira Himadhani, dipandu dengan hangat oleh I Made Adnyana, S.H., M.H.

Terlihat dari raut wajah para peserta, banyak di antara mereka yang masih terbawa suasana tegang akibat acara pembukaan yang begitu formal. Adnyana pun membuka sesi penyampaian materi dengan lebih santai. Ia melontarkan beberapa pantun, sesekali juga diisi sedikit celetukan bercanda untuk mencairkan suasana.

Drs. I Nyoman Suarsa, M.Pd. (salah satu warga) bertanya kepada narasumber | Foto: Dede

Sehabis penyampaian materi yang lumayan berat nan padat, Made Adnyana kemudian mempersilakan Dyah Kusumawati untuk mengisi sekaligus memandu acara berikutnya. Berbeda dari dua narasumber sebelumnya, Dyah Kusumawati melanjutkan kegiatan dengan mengajak seluruh peserta dan tamu undangan untuk berdiskusi bersama dengan cara yang mengasyikan.

Sebelum memulai diskusi, ia mengajak seluruh peserta melakukan ice breaking, selain untuk mencairkan suasana, juga untuk meregangkan badan yang terlampau lama duduk. Semua peserta diarahkan berdiri kemudian membentuk lingkaran besar.  

Mereka diajak bermain games perkenalan, yaitu berkenalan dengan cara menyenangkan lewat permainan. Dyah Kusumawati berada di tengah-tengah mereka untuk memberikan instruksi seraya menunjuk beberapa orang untuk mulai memperkenalkan diri.

Dyah Kusumawati saat memandu Ice Breaking | Foto: Dede

Seusai melakukan ice breaking, Dyah membagi seluruh peserta menjadi lima kelompok untuk mendiskusikan berbagai ancaman yang bisa menyebabkan radikalisme tumbuh subur. Semua peserta tampak begitu antusias mengikuti arahannya. Berbagai kalangan membaur menjadi satu, mulai dari anak muda, dewasa, hingga para tamu undangan juga ikut bermain dan berdiskusi bersama. Mereka terlihat seperti murid sekolah dasar yang tengah diajarkan oleh gurunya.

Mereka kemudian melangsungkan diskusi dengan duduk melingkar bersama kelompok masing-masing. Sebelum berdiskusi, mereka diberikan waktu makan bersama untuk memupuk rasa keakraban serta membangun chemistry antar anggota kelompok.

Seusai makan bersama, Masing-masing kelompok diberikan secarik kertas manila dan sebuah spidol untuk menggambar pohon yang menggambarkan pemetaan masalah. Pohon yang digambar wajib berisi akar, batang, ranting, hingga daun. Kemudian, bagian-bagian pohon tersebut dianalogikan dengan berbagai ancaman dan resiko yang bisa memunculkan sikap radikal. Selain itu, mereka juga diminta untuk memberikan solusi atau langkah pencegahan yang dapat dilakukan.

Setiap kelompok juga diminta menampilkan yel-yel kreatif nan aktraktif saat membuka dan menutup presentasi. Seluruh peserta nampak sangat bersemangat, khususnya bapak-bapak warga banjar Geriya. Yel-yel dan presentasi tidak hanya sekadar tampil, tetapi juga dipilih tiga kelompok terbaik untuk menerima hadiah.

Suasana ketika setiap kelompok berdiskusi dan menyiapkan peranti presentasi | Foto: Dede

Keseruan Kenduri tak hanya sampai di situ, setelah selesai menyajikan presentasi dan menampilkan yel-yel, seluruh peserta diajak untuk melakukan cerdas cermat atau disebut juga dengan kuis ala tiktokers. Seluruh peserta berbaris memanjang ke belakang untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar Indonesia secara bergantian. Dalam waktu yang singkat, tampak banyak peserta yang gugur karena tidak bisa menjawab. Hingga pada akhirnya, hanya menyisakan tiga orang untuk berebut juara 1, 2, dan 3.  

Suasana saat seluruh peserta mengikuti cerdas cermat atau kuis ala tiktokers | Foto: Dede

Foto bersama pemenang yel-yel, presentasi, dan cerdas cermat | Foto: Dede

Kegiatan Kenali dan Peduli Lingkungan Sendiri alias Kenduri ini dilaksanakan sebagai upaya penyadartahuan kepada masyarakat, khususnya warga banjar Geriya dan sekitarnya. Agar senantiasa waspada, serta meningkatkan daya tangkal terhadap pengaruh radikalisme dan terorisme yang tak dapat terdeteksi benih-benihnya.

“Radikalisme dan Terorisme bisa muncul dari kelengahan, jadi kita harus selalu waspada!” ucap Drs. I Gusti Ngurah Wiryanata, M.Si. selaku Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bali sekaligus Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Bali saat memberikan sambutan sebelum membuka acara secara resmi.

Wiryanata juga mengatakan, Bangli merupakan daerah dengan indeks potensi terorisme dan radikalisme yang rendah. Akan tetapi, justru daerah-daerah seperti inilah yang menjadi sasaran empuk. Menurutnya, di tempat-tempat setenang inilah mereka bisa menyemaikan benih-benih radikalisme.

“Meski tidak ada kegiatan terror sepanjang tahun 2023, kita tidak boleh lalai. Dari segi kuantitas mungkin tidak ada, tetapi dari segi kualitas ia begitu meningkat. Kini pelaku bom tidak hanya laki-laki, tetapi sudah melibatkan kaum perempuan, dalam hal ini yang dimaksud adalah istri maupun satu keluarga,” sambungnya.

Wiryanata juga menyampaikan bagaimana memilukannya tragedi yang pernah terjadi di tanah pulau dewata pada 22 tahun silam. “Kemarin dalam sebuah kesempatan, ketika para penyintas menyampaikan testimoni masing-masing, rasa traumatis mereka tidak bisa hilang. Mereka mendengar ban meledak saja di pinggir jalan takutnya luar biasa. Itu sudah 22 tahun traumanya tidak bisa hilang, ketika itu mereka menjadi saksi hidup karena kebetulan berdekatan dengan tempat kejadian. Mereka menyaksikan bagaimana kacaunya situasi pada saat itu, bergelimpangan mayat dan lain sebagainya,” tuturnya.

“Jadi jangan sampai terjadi lagi, cukup bom Bali 2002 dan bom Bali 2005. Kita berharap itu yang terakhir,” tandas Wiryanata sebelum mengakhiri sambutannya.[T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Sinergi TNI-Polri dan Pemkab Buleleng: Dari Bangun Jembatan, Tanam Cabai, Hingga Bendung Radikalisme  
Tags: BangliDesa Kawan Bangliterorisme
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Usaha Asyik Narapidana Lapas Singaraja: Ada Cuci Motor, Coffee Shop, dan Barbershop

Next Post

Gelar Pameran ke-18, Edi Bonetski Sebut Diri Bukan Pelukis

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Gelar Pameran ke-18, Edi Bonetski Sebut Diri Bukan Pelukis

Gelar Pameran ke-18, Edi Bonetski Sebut Diri Bukan Pelukis

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co