2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Resonansi Keberadaan: Pameran Tunggal Aprililia di Sika Gallery Ubud

tatkala by tatkala
October 17, 2024
in Pameran
Resonansi Keberadaan: Pameran Tunggal Aprililia di Sika Gallery Ubud

Aprililia di Sika Gallery Ubud

PERUPA otodidak Aprililia mengajak para pecinta seni rupa memasuki ruang kontemplasi eksistensial melalui pameran tunggal bertajuk ‘Resonansi Keberadaan’ (Resonance of Being) di Sika Gallery, Ubud, Bali.

Pameran akan dibuka Made Kaek, seniman yang juga pemilik Rumah Paros pada Sabtu, 19 Oktober 2024, pukl 16.00 Wita. Pameran berlangsung hingga 14 November 2024.

Menurut Aprililia karya monokromatik di atas kanvas yang menyajikan figur-figur soliter dalam pameran ini merupakan metafora kemanusiaan yang terbebani beratnya kesadaran individual maupun kolektif.

“Saya berusaha menangkap paradoks fundamental eksistensi kita, yakni dualitas yang menjadikan kita sekaligus partikel tak berarti dan gelombang kosmik dalam samudra waktu yang tak bertepi,” kata Aprililia di sela-sela persiapan pameran, Selasa 15 Oktober 2024.

Karya Aprililia | Reconnaissance | 2024 | 79×109

Dia menyebut setiap sapuan kuas adalah upaya untuk menjembatani jurang antara naivitas dan kebijaksanaan, antara realitas empiris dan abstraksi metafisik, menantang batas-batas ontologis antara kreator dan kreasi.

“Melalui bahasa visual hitam putih ini, saya mengundang pecinta seni menelusuri lorong-lorong kesadaran untuk merenungkan esensi keberadaan dalam ruang liminal antara ada dan ketiadaan,” ujarnya.

Aprililia menjelaskan ‘Resonansi Keberadaan’ bukan sekadar pameran seni rupa belaka, melainkan undangan untuk melakukan perjalanan introspektif ke dalam labirin eksistensi yang diharapkan menjadi katalis bagi refleksi mendalam tentang makna keberadaan kita.

Aprililia, yang menyebut dirinya sebagai penjelajah eksistensi visual, lahir di Talu, sebuah nagari di Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat pada 19 April 2000.

Seni Aprililia berbicara tentang dikotomi eksistensi manusia, sebuah entitas yang secara bersamaan merupakan partikel tak signifikan dan gelombang dahsyat dalam samudra waktu yang tak terbatas.

Karyanya menantang kita untuk merenungkan posisi ontologis manusia di alam semesta, mengaburkan batas antara sang pencipta dan yang diciptakan.

Pegamat seni Richard Hosrtman mengatakan Aprililia memiliki bakat unik yang memberi kontribusi signifikan pada kekayaan kreativitas kesenirupaan kita.

Pendidikan formal di jurusan Pendidikan Informatika, Universitas PGRI Padang membawa Aprililia ke prinsip ilmu komputer dan analisis matematika untuk desain, pengujian, pengembangan, dan evaluasi sistem operasi, perangkat lunak, dan kinerja komputer.

Karya Aprililia | Stay by my side | 2024 | 79×109

Didorong oleh rasa ingin tahu yang alami, pikiran kritis Lily —demikian ia akrab disapa— adalah gerbang menuju praktik artistiknya yang dimulai dengan menjahit dan membuat patung di masa remajanya.

Pada 2017, Lily mulai bereksperimen dengan berbagai media lukis, kini ia telah menyempurnakan praktiknya dengan menggunakan tinta cina, arang, dan percikan cat akrilik gelap di atas kertas.

“Gambar-gambarnya yang tidak berjudul berkisar dari yang memiliki interpretasi literal hingga yang ambigu dan didefinisikan oleh serangkaian makhluk hidup dan komposisi abstrak,” kata Richard.

Penggambaran burung dan hewan yang megah olehnya sangat puitis dan indah. Gambar-gambar konflik menggambarkan hewan-hewan dalam konfrontasi yang dinamis. Komposisi Lily yang menghibur membangkitkan respons yang menyenangkan.

Richard menyebut beberapa gambar mengungkapkan penjaga dunia bawah dengan benda-benda menyerupai senjata. Yang lain adalah makhluk organik yang telah berevolusi dari sel-sel embrio.

“Karya-karya tertentu lebih figuratif, dengan subjek yang duduk dalam pemikiran kontemplatif. Sebagai perbandingan, gambar-gambar buram yang hidup dan sangat emosional menangkap potongan-potongan gerakan dan tarian yang ekspresif,” tuturnya.

Ia menilai gambar-gambar Lily dipenuhi dengan kekuatan dan kualitas kasar dan jujur yang khas. Mereka berasal dari alam bawah sadar yang dalam, tempat mimpi buruk dan mimpi indah.

Kepiawaian Lily terungkap dalam ledakan cepat goresan-goresan; komposisinya yang memikat selesai dalam waktu dua hingga tiga menit. Diam dan misterius, mereka berbicara banyak namun berkomunikasi tanpa kata-kata.

Karya Aprililia | Mother | 2024 | 109×158

Latar belakang Lily adalah budaya Minangkabau yang tradisional dan besar di lingkungan Islam moderat. “Orang tua saya selalu memberi saya kebebasan untuk memilih jalan hidup saya. Sejak pertama kali saya mulai melukis, mereka sepenuhnya mendukung, membantu kebutuhan belajar saya, dan mempertahankan antusiasme artistik saya hingga hari ini,” kata Lily seperti diungkap Richard.

Lily mengatakan proses kreatifnya melibatkan pengumpulan ide dari buku-buku sejarah, filsafat dan benda-benda primitif. Kemudian ia mengolah informasi tersebut, dan ketika pikiran saya penuh, saya secara otomatis merespons, menuangkan semuanya dalam karya.

Pada akhirnya, Richard berpendapat seniman otodidak sering memiliki kualitas tersendiri yang membedakan mereka dari rekan-rekan akademis mereka.

“Seperti Lily, mereka tidak memiliki pengondisian kebiasaan dalam sistem pendidikan seni yang dapat membebani pembelajaran teknis, meredam karunia terbesar seniman, yaitu saluran terbuka dan jernih ke sumber kreatif universal,” tutur Richard. [T][Rls]

BUILD UP di ARTspace ARTOTEL Sanur: Empat Perupa dengan Beragam Gagasan
Dewi Sri dan Spirit Kemerdekaan dalam Pameran Seni Rupa di Undiksha Singaraja
Tulang, Tubuh, dan Puisi dalam Ruang-Waktu | Dari Pameran Seni Instalasi Sampi Duwe di Desa Tambakan
Sisa-Sisa yang Menjadi Rupa : Catatan Pameran Tunggal Sidzia Madvox di Warung Kota, Kota Mataram
Tags: Pameran Seni RupaSeni Rupasika gallery
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lakalantas di Bali: Warisan Tata Kelola Pariwisata yang Salah Arah

Next Post

Usaha Asyik Narapidana Lapas Singaraja: Ada Cuci Motor, Coffee Shop, dan Barbershop

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur

Sore itu, suasana hotel sudah semakin gelap. Pameran bertajuk “Udhar Banda Karma: Unshackling the Karma of Tradition” belum juga dibuka....

Read moreDetails

“The Wings of the Sanghyang Dance” Kalahkan Ribuan Lukisan dari 85 Negara

by tatkala
September 17, 2026
0
“The Wings of the Sanghyang Dance” Kalahkan Ribuan Lukisan dari 85 Negara

JAKARTA | TATKALA.CO -- Lukisan berjudul The Wings of the Sanghyang Dance (2026) karya Putu Fajar Arcana, berhasil mengalahkan ribuan...

Read moreDetails

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
0
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

Read moreDetails

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
0
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

Read moreDetails

Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri

by Satria Aditya
August 30, 2026
0
Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri

SELAMA hampir tiga bulan, sejak awal Juni 2026, empat perupa muda asal Bali yaitu Made Ari, Made Arsana, Reka Biambara...

Read moreDetails

Pameran “Impulse”, Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Pameran “Impulse”, Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati

TIGA perupa asal Sukawati, I Made Mahendra Mangku, I Wayan Arnata, dan Made Galung Wiratmaja, mempertemukan karya mereka dalam pameran...

Read moreDetails

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

by Nyoman Budarsana
August 5, 2026
0
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

Read moreDetails

27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

by Nyoman Budarsana
July 29, 2026
0
27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

JAKARTA | TATKALA.CO -- Niluh Swati Indonesian Art Program (NSIAP) akan memamerkan karya 27 pelukis Indonesia dalam ajang ARTe Kunstmesse...

Read moreDetails

Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

by Dede Putra Wiguna
July 24, 2026
0
Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

DI tengah denting musik elektronik yang berpadu dengan aroma dupa dan canang, Gotawa berdiri di depan kanvas. Tangannya bergerak, menumpahkan...

Read moreDetails

Agung Pramana Hadirkan “After Exotic 1931” di ARTJOG 2026 —Menelisik Jejak Kolonial di Balik Eksotisme Bali

by Dede Putra Wiguna
July 19, 2026
0
Agung Pramana Hadirkan “After Exotic 1931” di ARTJOG 2026 —Menelisik Jejak Kolonial di Balik Eksotisme Bali

BALI selama bertahun-tahun dikenal dunia sebagai pulau yang eksotis. Namun, di balik citra itu, tersimpan sejarah panjang tentang bagaimana representasi...

Read moreDetails
Next Post
Usaha Asyik Narapidana Lapas Singaraja: Ada Cuci Motor, Coffee Shop, dan Barbershop

Usaha Asyik Narapidana Lapas Singaraja: Ada Cuci Motor, Coffee Shop, dan Barbershop

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co