23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menikmati Kehangatan Akulturasi Budaya di Desa Pegayaman Bersama Mahasiswa Norwegia

Yudi Setiawan by Yudi Setiawan
May 4, 2024
in Khas
Menikmati Kehangatan Akulturasi Budaya di Desa Pegayaman Bersama Mahasiswa Norwegia

Anak-anak mengerumini salah satu mahasiswa asal Norwegia | Foto::Yudi Setiawan

MELIHAT perawakan tubuh yang berbeda dengan mereka, anak-anak itu sampai tidak memperdulikan jam istirahatnya. Pagi itu, mereka tidak lagi mengisi waktu istirahatnya untuk berbelanja atau sekadar bermain dengan teman-temannya. Melainkan, mereka tampak lebih berminat untuk mengerumini beberapa orang yang berpostur tubuh jangkung, berambut pirang dan berbadan putih itu.

Tak hanya sekadar mengerumuni saja, meski anak-anak itu berbeda bahasa dengan mereka—tidak bisa Bahasa Inggris—anak-anak itu tetap nekat bercengkrama dengan segala keterbatasan. “Wahh, ada Bule,” ujar salah satu dari mereka. “Iya, saya sudah dapat tanda tangannya,” sahut yang lain.

Ini merupakan hal baru bagi anak-anak SDN 1 Pegayaman. Antusiasme dari anak-anak itu tidak dapat dibendung lagi. Bahkan, mereka sampai meminta tanda tangan dari beberapa mahasiswa asing itu. Meski beberapa guru telah mengingatkan mereka untuk tidak “mengganggu” mahasiswa asing yang berkunjung ke desanya itu.

Ya, pagi itu, Jum’at, 3 Mei 2024, sekolah yang berada di desa, yang oleh beberapa media disebut sebagai desa dengan potret harmoni dan toleransi itu, menjadi tempat penyambutan sembilan mahasiswa asing beserta rombongannya.

Sembilan mahasiswa asing itu berasal dari Norwegia. Mereka datang bersama rombongan dari Fakultas Ilmu Budaya, Universtias Udayana (Unud), Bali. Kedatangan mereka ke desa Pegayaman merupakan sebuah agenda dari Goes Study­—mitra dari Unud—melalui program sosial-antropologi guna untuk mengenalkan kekayaan budaya yang ada di Bali.

Mahasiswa asal Norwegia sedang menyaksikan pertunjukan seni burdah | Foto: Yudi Setiawan

Kedatangan mereka disambut dengan kesenian burdah khas Desa Pegayaman. Tentu, sesaat setelah rebana-rebana itu dibunyikan, para bule-bule itu tampak sedikit menggeleng-nggelengkan kepalanya ke kiri dan ke kanan mengikuti alunan irama burdah Desa Pegayaman.

Selain itu, ketika dua lelaki pemain burdah itu berdiri dan sejurus kemudian berlaga layaknya dua pendekar yang sedang beradu keahlian, membuat bule-bule itu tercengang untuk beberapa saat.

Menurut Vilde Brager Larsen, salah satu mahasiswa asing yang mengikuti program pagi itu, melalui penerjemahnya, ia mengatakan bahwa hari itu adalah suatu pengalaman yang sangat menarik baginya. “Ini merupakan pengalaman yang baru bagi saya, dan ini menarik sekali,” katanya dalam bahasa Inggris.

Ia mengaku tertarik untuk memperlajari lebih lanjut tentang budaya yang ada di Desa Pegayaman. Terlebih lagi, di Desa Pegayaman, ia merasasakan sebuah ketenangan dengan nuansa pegunungan yang masih asri.

“Disini—di Desa Pegayaman, maksudnya—tidak seperti di tempat-tempat wisata lain yang ada di Bali. Saya merasakan ketenangan di sini. Dan kehangatan anak-anak kecil di sini sangat luar biasa,” jelas Vilde.

Sebagai mahasiswa antropologi, Vilde mengaku sangat terpukau dengan aksi kesenian burdah tersebut. Ia mengaku bahwa setelah kembali ke negara asalnya, ia akan menceritakan tentang budaya yang ia saksikan di Desa Pegayaman.

Mengenai hal tersebut, Ketut Muhammad Suharto, salah satu tokoh dan pendiri FPSI—Forum Pemerhati Sejarah Indonesia—Desa Pegayaman, menjelaskan alasan ditampilkannya kesenian burdah dalam penyambutan mahasiswa asing tersebut.

Menurutnya, di Desa Pegayaman banyak akulturasi yang sangat menarik jika tampilkan. Selain kehidupan masyarakat yang notabennya bergama Islam dengan karakteristik kehidupan masyarakat Bali, kesenian burdah mengandung unsur-unsur akulturasi budaya yang sangat menarik untuk dijadikan objek penelitian.

“Burdah itu sisi akulturasinya sangat ketal. Itu bisa dilihat dari pakaian para penabuhnya, kidungnya yang mirip dengan kidung Bali, dan ini yang membuat keunikan dan keaslian akulturasi Bali-Islam di Pegayaman,” jelasnya.

Benar, jika berbicara tentang kesenian burdah Desa Pegayaman, banyak penelitian yang menjadikan kesenian yang diciptakan oleh Imam Al Busiri asal Mesir itu sebagai objek riset akademik maupun non akademik. 

Sedangkan menurut Ida Bagus Oka Weda Santara, selaku ketua panitia dalam kegiatan pagi itu, bahwa kegiatan tersebut diselenggarakan oleh FIB Unud yang bekerja sama dengan Goes Study untuk mempelajari sosial-antropolgi di Bali.

Mahasiswa Norwegia beserta rombongan berfoto dengan para pemain burdah | Foto : Yudi Setiawan

Sebanyak sembilan mahasiswa asal Norwegia itu akan mempelajari tentang sosial-antropologi dengan cara mengunjungi desa-desa unik yang ada di Bali dengan waktu selama satu semester. “Ini salah satu field trip, dan ada case study penelitian mereka,” jelas Oka.

Menurt Oka, mengenalkan budaya akulturasi secara langsung kepada mahsiswa-mahasiswa asing tersebut merupakan langkah yang baik untuk menjabarkan kekayaan harmonisasi kehidupan masyarakat di Indonesia, khususnya di Bali.

Dengan begitu, Oka meyakini bahwa ke depannya Bali tidak lagi dikenal dengan pariwisata hingar bingarnya saja, melainkan juga dikenal dengan budaya yang patut dijadikan contoh sebagai wajah keharmonisan di kehidupan yang modern ini.

“Jadi, ketika mereka kembali ke negara asalnya nanti, mereka ada bekal tentang pengetahuan kekayaan budaya yang ada di Bali. Mereka juga pada akhirnya tahu kalau Bali tidak hanya berbicara tentang budaya yang hinduistik, melainkan ada juga budaya asli Bali yang bernuansa keislaman,” jelasnya.

Tidak hanya untuk menyaksikan kesenian saja, mahasiswa-mahasiswa asing itu akan terjun langsung dan berbaur dengan masyarakat Pegayaman. Menurut Oka, hal itu akan lebih efektif bagi mereka untuk menanyakan segala sesuatu tentang budaya yang ada di Desa Pegayaman.

“Nanti mereka akan door to door, ke rumah-rumah warga, agar mereka merasakan lebih dekat tentang, baik kehidupan maupun kebudayaan masyarakat Pegayaman,” terang Oka.

Selain melakukan riset tentang kebudayaan, menurut Suharto, para mahasiswa asal Norwegia beserta rombongan dari Unud itu juga melakukan pembagian sembako kepada para penabuh kesenian burdah dan beberapa guru ngaji yang ada di desa tersebut. “Ini merupakan sebuah bentuk apresiasi kepada mereka yang tetap berusaha menjaga kekayaan budaya yang ada di Desa Pegayaman,” pungkas Suharto.[T]

Reporter/Penulis: Yudi Setiawan
Editor: Jaswanto

Tradisi Desa Pegayaman di Bulan Ramadan: Salat Tarawih di Masjid Pukul Sepuluh Malam
Tradisi Tadarus Al-Qur’an Bersama di Rumah-Rumah Warga Saat Bulan Puasa
Wajah Desa (Muslim) Pegayaman Saat Bulan Ramadan (1)
Wajah Desa (Muslim) Pegayaman Saat Bulan Ramadan (2)
Tags: burdahDesa Pegayaman
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“The Blessing of Siva-Visvapujita”, Drama Tari Kolaborasi Bali-India yang Memikat di ISI Denpasar

Next Post

I Marya di Belakang Panggung: Membicarakan Sisi Kemanusiaan I Ketut Marya

Yudi Setiawan

Yudi Setiawan

Penulis tinggal di Singaraja

Related Posts

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026
0
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

Read moreDetails

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
0
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

Read moreDetails

Mengagumi Mobil Mini

by Jaswanto
June 22, 2026
0
Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

Read moreDetails

Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

by Dede Putra Wiguna
June 21, 2026
0
Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

 “Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama,...

Read moreDetails

Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

by Dede Putra Wiguna
June 20, 2026
0
Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

SORE itu, Senin, 15 Juni 2026, suasana di Toko Kopi TUKU Renon tampak lebih ramai dari biasanya. Di antara antrean...

Read moreDetails

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 6, 2026
0
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya,...

Read moreDetails

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

by I Wayan Artika
June 6, 2026
0
Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

Read moreDetails

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
0
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

Read moreDetails

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
0
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

Read moreDetails

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails
Next Post
I Marya di Belakang Panggung: Membicarakan Sisi Kemanusiaan I Ketut Marya

I Marya di Belakang Panggung: Membicarakan Sisi Kemanusiaan I Ketut Marya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

DRAMA gong ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Bali. Hal itu terlihat saat Sanggar Seni Nong Nong Kling dari...

by Nyoman Budarsana
June 23, 2026
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara
Budaya

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

by tatkala
June 23, 2026
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng
Khas

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026
’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co