25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengarungi Lautan Indonesia: Menapaki Surga Banda Neira

Ni Komang Deviana by Ni Komang Deviana
January 16, 2024
in Tualang
Mengarungi Lautan Indonesia: Menapaki Surga Banda Neira

Menikmati keindahan Banda Neira | Foto: Komang Deviana

“yang patah tumbuh
Yang hilang berganti
Yang hancur lebur akan terobati
Yang sia-sia akan jadi makna
Yang terus berulang suatu saat henti”

SIAPA yang akrab dengan penggalan lirik satu ini? Tentu saja banyak yang angkat tangan. Ya, lagu yang bergenre indie ini dipopulerkan oleh Band Banda Neira, dan memang akrab di telinga banyak orang.

Sedari SMA saya sangat mencintai lagu-lagi bernuansa indie karena saya suka menjadi anak senja. Banda Neira – Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti, adalah lagu indie pertama yang saya dengarkan ketika masih menginjak bangku SMA.

Saya suka mendengarkan kumpulan lagu Banda Naira sambil duduk di teras rumah, atau mendengarkannya dengan headphone sembari menikmati senja di Pantai Segara Wilis dekat rumah saya.

Sudah lama semenjak band favorit lokal saya itu dinyatakan bubar, saya tidak pernah mendengarkan lagu Banda Neira lagi. Hingga pada tahun 2022, kekuatan sosial media melejitkan kembali sang indie Banda Neira dan membuat lagu tersebut dinikmati lebih banyak orang lagi.

Terlintas pertanyaan di benak saya, “Apa itu Banda Neira? Apakah itu hanya sebatas nama?”

Sudah lama mendengarkan lagunya, namun di tahun 2022 lalu saya baru mengetahui bahwa Banda Neira merupakan salah satu pulau di Kepulauan Banda, yang menjadi pusat administratif di Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku.

Bung Sjahrir berkata, “Jangan mati sebelum ke Banda Neira”. Apa maksud ungkapannya itu?

Dari Pulau Bali, sebuah pulau yang tak henti memikat saya dengan perpaduan seni, budaya, dan keindahan alamnya, saya memilih beranjak memulai perjalanan menaklukkan lautan Indonesia, melintasi perairan yang berkilauan dan menantang diri menelusuri keindahan lain.

Ya, Banda Neira adalah tujuan saya. Dari tempat yang memiliki nilai sejarah hingga puncak gunung yang megah, setiap langkah membawa saya menuju petualangan tak terlupakan, menuju Surga Banda Naira.

Selama perjalanan ini, saya menapaki jejak historis yang membentang sepanjang perjalanan, menggali cerita-cerita yang tersembunyi dalam ruang dan waktu, dan merasakan getaran sejarah yang hidup di setiap sudut pulau.

Terpancar dari panorama alam yang menakjubkan, membius hati dengan pesona laut yang tenang dan menyajikan kesejukan yang mempesona, juga harmonisasi dengan masyarakat setempat menjadi puncak pengalaman, di mana budaya dan kearifan lokal menyatu dalam perjumpaan yang mendalam.

Melalui tulisan ini, saya ingin mengingat kembali tentang keajaiban Banda Naira, mengarungi lautan Indonesia menuju surga Indonesia yang tersembunyi. Entah bagaimana bisa bangsa-bangsa asing bisa menemukan Banda Neira yang menjadi salah satu penghasil rempah-rempah terbesar di Indonesia ini, sampai saya takjub dibuatnya.

Suasana penyeberangan di Banda Neira | Foto: Komang Deviana

Saat matahari merunduk di ufuk timur, saya merasakan kehadiran sejarah yang hidup di Banda Neira. Menelusuri bekas-bekas benteng kolonial yang menghiasi pulau, meresapi cerita tentang perdagangan rempah yang menjadi bagian tak terpisahkan dari jejak waktu.

Di setiap jalan kecil, dinding-dinding bersejarah menceritakan kisah kejayaan masa lalu, menyapa setiap langkah dengan nostalgia yang membangkitkan.

Namun, Banda Neira juga bukan hanya tentang masa lalu, melainkan tentang kehidupan sehari-hari yang terjalin erat dengan kearifan lokal.

Saya merasakan kehangatan sapaan ramah penduduk setempat, terlibat dalam ritual adat, dan menyatu dengan tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Tidak lupa, alam Banda Neira memberikan pelukan hangatnya. Dengan setiap hembusan angin, aroma rempah-rempah yang khas memeluk dan membawa saya dalam petualangan ini.

Keindahan bawah laut yang memukau mengundang saya untuk menyelami keajaiban laut Banda, di mana ikan-ikan kecil menari-nari dan kehidupan laut yang melimpah menjadi saksi bisu keagungan alam pulau cantik ini.

Dalam harmonisasi ini, saya merasakan bahwa keindahan alam dan warisan sejarah bisa bersatu, menciptakan kekayaan yang melebur dalam kesatuan yang memukau.

Mengarungi lautan Indonesia menuju Banda Neira, saya tak hanya menemukan surga yang tersembunyi, tapi juga menyadari bahwa setiap langkah kita dalam perjalanan ini adalah sebuah refleksi kebesaran Indonesia yang memiliki pesona tak terhingga.

Pemandangan di Banda Neira | Foto: Komang Deviana

Inilah kisah perjalanan yang mengajarkan saya arti kehidupan, keindahan sejati, dan makna dari menjalin harmoni dengan alam dan manusia. Di pelukan kehangatan matahari senja Banda Neira, saya mengakhiri perjalanan ini dengan rasa syukur dan nostalgia.

Menapaki setiap sudut pulau, saya menyadari bahwa Surga Banda Naira bukan hanya destinasi wisata, melainkan juga sekolah kebijaksanaan yang tak terbatas. Setiap detik di sini adalah guru yang memberikan pelajaran tentang keberagaman, kehidupan yang sederhana namun kaya makna, dan kekayaan budaya yang menjadi mahkota Nusantara.

Melalui jejak historis, keindahan alam, dan harmoni dengan masyarakat setempat, Banda Neira mengajarkan bahwa kita dapat menjadi saksi hidup perjalanan waktu, menyaksikan evolusi sebuah pulau dari panggung sejarahnya hingga pesona alamnya yang abadi.

Dengan hati yang penuh rasa, saya melangkah meninggalkan Banda Neira, membawa pulang tidak hanya kenangan, tetapi juga inspirasi untuk menjaga dan merawat keajaiban alam serta warisan sejarah yang telah diberikan Indonesia. [T]

  • BACA artikel-artikel tentang TUALANG yang lain
Bukit Ser, Tempat Terbaik untuk Menenangkan Diri
Ziarah ke Makam R.M. Djojo Poernomo, Guru Spiritual Laskar Diponegoro dan Pendiri Parikunan Purwa Ayu Mardi Utomo
Air Terjun Putri Nglirip: Surga di Tuban yang Sayang untuk Dilewatkan
Mulailah Perjalanan Penuh Emosi  | Catatan dari Philadelphia [1]
Menemukan Cerita Toleransi di Puncak Gunung Tapak | Catatan Pendakian Sispala SMAN 1 Singaraja
Tags: Banda Neiraperjalananwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mendaki Gunung Tempat Para Dewa Berstana

Next Post

Osing, Santet, dan Lain Sebagainya

Ni Komang Deviana

Ni Komang Deviana

Ni Komang Deviana, S.Par., seorang individu yang melihat pertama kali sinar matahari pada tanggal 8 Desember 1999 di Kabupaten Gianyar Melalui perjalanan pendidikan yang penuh lika-liku, ia menyelesaikan pendidikan terakhir yakni S1 Pariwisata Budaya dan Keagamaan di STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Selain menjadi karyawan swasta, saat ini masih aktif bergerak dalam dunia organisasi kepemudaan dan relawan sosial. Bisa saling terhubung dengannya melalui instagram @nkadeviana

Related Posts

Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

by Ahmad Sihabudin
October 12, 2026
0
Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

SUDAH cukup lama saya ingin menuliskan kembali tiga kali perjalanan saya ke Ambon, Maluku. Setiap perjalanan memiliki tujuan yang berbeda....

Read moreDetails

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails
Next Post
Osing, Santet, dan Lain Sebagainya

Osing, Santet, dan Lain Sebagainya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co