25 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengarungi Lautan Indonesia: Menapaki Surga Banda Neira

Ni Komang Deviana by Ni Komang Deviana
January 16, 2024
in Tualang
Mengarungi Lautan Indonesia: Menapaki Surga Banda Neira

Menikmati keindahan Banda Neira | Foto: Komang Deviana

“yang patah tumbuh
Yang hilang berganti
Yang hancur lebur akan terobati
Yang sia-sia akan jadi makna
Yang terus berulang suatu saat henti”

SIAPA yang akrab dengan penggalan lirik satu ini? Tentu saja banyak yang angkat tangan. Ya, lagu yang bergenre indie ini dipopulerkan oleh Band Banda Neira, dan memang akrab di telinga banyak orang.

Sedari SMA saya sangat mencintai lagu-lagi bernuansa indie karena saya suka menjadi anak senja. Banda Neira – Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti, adalah lagu indie pertama yang saya dengarkan ketika masih menginjak bangku SMA.

Saya suka mendengarkan kumpulan lagu Banda Naira sambil duduk di teras rumah, atau mendengarkannya dengan headphone sembari menikmati senja di Pantai Segara Wilis dekat rumah saya.

Sudah lama semenjak band favorit lokal saya itu dinyatakan bubar, saya tidak pernah mendengarkan lagu Banda Neira lagi. Hingga pada tahun 2022, kekuatan sosial media melejitkan kembali sang indie Banda Neira dan membuat lagu tersebut dinikmati lebih banyak orang lagi.

Terlintas pertanyaan di benak saya, “Apa itu Banda Neira? Apakah itu hanya sebatas nama?”

Sudah lama mendengarkan lagunya, namun di tahun 2022 lalu saya baru mengetahui bahwa Banda Neira merupakan salah satu pulau di Kepulauan Banda, yang menjadi pusat administratif di Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku.

Bung Sjahrir berkata, “Jangan mati sebelum ke Banda Neira”. Apa maksud ungkapannya itu?

Dari Pulau Bali, sebuah pulau yang tak henti memikat saya dengan perpaduan seni, budaya, dan keindahan alamnya, saya memilih beranjak memulai perjalanan menaklukkan lautan Indonesia, melintasi perairan yang berkilauan dan menantang diri menelusuri keindahan lain.

Ya, Banda Neira adalah tujuan saya. Dari tempat yang memiliki nilai sejarah hingga puncak gunung yang megah, setiap langkah membawa saya menuju petualangan tak terlupakan, menuju Surga Banda Naira.

Selama perjalanan ini, saya menapaki jejak historis yang membentang sepanjang perjalanan, menggali cerita-cerita yang tersembunyi dalam ruang dan waktu, dan merasakan getaran sejarah yang hidup di setiap sudut pulau.

Terpancar dari panorama alam yang menakjubkan, membius hati dengan pesona laut yang tenang dan menyajikan kesejukan yang mempesona, juga harmonisasi dengan masyarakat setempat menjadi puncak pengalaman, di mana budaya dan kearifan lokal menyatu dalam perjumpaan yang mendalam.

Melalui tulisan ini, saya ingin mengingat kembali tentang keajaiban Banda Naira, mengarungi lautan Indonesia menuju surga Indonesia yang tersembunyi. Entah bagaimana bisa bangsa-bangsa asing bisa menemukan Banda Neira yang menjadi salah satu penghasil rempah-rempah terbesar di Indonesia ini, sampai saya takjub dibuatnya.

Suasana penyeberangan di Banda Neira | Foto: Komang Deviana

Saat matahari merunduk di ufuk timur, saya merasakan kehadiran sejarah yang hidup di Banda Neira. Menelusuri bekas-bekas benteng kolonial yang menghiasi pulau, meresapi cerita tentang perdagangan rempah yang menjadi bagian tak terpisahkan dari jejak waktu.

Di setiap jalan kecil, dinding-dinding bersejarah menceritakan kisah kejayaan masa lalu, menyapa setiap langkah dengan nostalgia yang membangkitkan.

Namun, Banda Neira juga bukan hanya tentang masa lalu, melainkan tentang kehidupan sehari-hari yang terjalin erat dengan kearifan lokal.

Saya merasakan kehangatan sapaan ramah penduduk setempat, terlibat dalam ritual adat, dan menyatu dengan tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Tidak lupa, alam Banda Neira memberikan pelukan hangatnya. Dengan setiap hembusan angin, aroma rempah-rempah yang khas memeluk dan membawa saya dalam petualangan ini.

Keindahan bawah laut yang memukau mengundang saya untuk menyelami keajaiban laut Banda, di mana ikan-ikan kecil menari-nari dan kehidupan laut yang melimpah menjadi saksi bisu keagungan alam pulau cantik ini.

Dalam harmonisasi ini, saya merasakan bahwa keindahan alam dan warisan sejarah bisa bersatu, menciptakan kekayaan yang melebur dalam kesatuan yang memukau.

Mengarungi lautan Indonesia menuju Banda Neira, saya tak hanya menemukan surga yang tersembunyi, tapi juga menyadari bahwa setiap langkah kita dalam perjalanan ini adalah sebuah refleksi kebesaran Indonesia yang memiliki pesona tak terhingga.

Pemandangan di Banda Neira | Foto: Komang Deviana

Inilah kisah perjalanan yang mengajarkan saya arti kehidupan, keindahan sejati, dan makna dari menjalin harmoni dengan alam dan manusia. Di pelukan kehangatan matahari senja Banda Neira, saya mengakhiri perjalanan ini dengan rasa syukur dan nostalgia.

Menapaki setiap sudut pulau, saya menyadari bahwa Surga Banda Naira bukan hanya destinasi wisata, melainkan juga sekolah kebijaksanaan yang tak terbatas. Setiap detik di sini adalah guru yang memberikan pelajaran tentang keberagaman, kehidupan yang sederhana namun kaya makna, dan kekayaan budaya yang menjadi mahkota Nusantara.

Melalui jejak historis, keindahan alam, dan harmoni dengan masyarakat setempat, Banda Neira mengajarkan bahwa kita dapat menjadi saksi hidup perjalanan waktu, menyaksikan evolusi sebuah pulau dari panggung sejarahnya hingga pesona alamnya yang abadi.

Dengan hati yang penuh rasa, saya melangkah meninggalkan Banda Neira, membawa pulang tidak hanya kenangan, tetapi juga inspirasi untuk menjaga dan merawat keajaiban alam serta warisan sejarah yang telah diberikan Indonesia. [T]

  • BACA artikel-artikel tentang TUALANG yang lain
Bukit Ser, Tempat Terbaik untuk Menenangkan Diri
Ziarah ke Makam R.M. Djojo Poernomo, Guru Spiritual Laskar Diponegoro dan Pendiri Parikunan Purwa Ayu Mardi Utomo
Air Terjun Putri Nglirip: Surga di Tuban yang Sayang untuk Dilewatkan
Mulailah Perjalanan Penuh Emosi  | Catatan dari Philadelphia [1]
Menemukan Cerita Toleransi di Puncak Gunung Tapak | Catatan Pendakian Sispala SMAN 1 Singaraja
Tags: Banda Neiraperjalananwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mendaki Gunung Tempat Para Dewa Berstana

Next Post

Osing, Santet, dan Lain Sebagainya

Ni Komang Deviana

Ni Komang Deviana

Ni Komang Deviana, S.Par., seorang individu yang melihat pertama kali sinar matahari pada tanggal 8 Desember 1999 di Kabupaten Gianyar Melalui perjalanan pendidikan yang penuh lika-liku, ia menyelesaikan pendidikan terakhir yakni S1 Pariwisata Budaya dan Keagamaan di STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Selain menjadi karyawan swasta, saat ini masih aktif bergerak dalam dunia organisasi kepemudaan dan relawan sosial. Bisa saling terhubung dengannya melalui instagram @nkadeviana

Related Posts

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

by Made Wirya
June 21, 2026
0
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

Read moreDetails

Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

by Wahyu Mahaputra
June 11, 2026
0
Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

DARI balik kaca bus berkapasitas empat puluh lima kursi saya melihat malam hari di Banyuwangi, Jawa Timur, cukup gemerlap. Lampu-lampu...

Read moreDetails

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
0
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

Read moreDetails

Ke Pacet Mereka Kembali

by Jaswanto
June 2, 2026
0
Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

Read moreDetails

Mereka Menunggu di Setia Darma 

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
0
Mereka Menunggu di Setia Darma 

LANGIT mendung siang itu terasa menenangkan. Sepasang turis asing berjalan pelan menyusuri jalan kecil yang dikelilingi semak dan rimbun pohon....

Read moreDetails

Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

by I Nyoman Tingkat
May 27, 2026
0
Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se-Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Kamis Umanis Gumbreg,...

Read moreDetails

Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

by Chusmeru
May 25, 2026
0
Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

MENYIMPAN jejak sejarah panjang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mungkin tak setenar kota-kota besar di Indonesia. Namun keberadaan Kebumen tak bisa...

Read moreDetails

Kota Tua Tak Pernah Mati

by I Nyoman Tingkat
May 24, 2026
0
Kota Tua Tak Pernah Mati

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se- Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Jumat Paing...

Read moreDetails

Oleh-Oleh dari Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 23, 2026
0
Oleh-Oleh dari Baduy Luar

MENGIKUTI rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan Study Tiru ke Baduy Luar, Provinsi Banten, Jumat Paing Gumbreg 15 Mei 2026,...

Read moreDetails

Berguru ke Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 21, 2026
0
Berguru ke Baduy Luar

SETELAH rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan persembahyangan di Pura Aditya Jaya Rawangun Jakarta Timur pada Kamis Umanis Gumbreg, 14...

Read moreDetails
Next Post
Osing, Santet, dan Lain Sebagainya

Osing, Santet, dan Lain Sebagainya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pengabdian Internasional Undiksha & Ubon Ratchathani University —Perkuat Kesadaran Antarbudaya Bali-Thailand
Pendidikan

Pengabdian Internasional Undiksha & Ubon Ratchathani University —Perkuat Kesadaran Antarbudaya Bali-Thailand

SINGARAJA – TATKALA.CO | Tim Pengabdi Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Undiksha sukses menggelar International Community Service-Based Workshop bertajuk “PROMOTING...

by tatkala
June 25, 2026
Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket
Bahasa

Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket

BAGI orang awam di bidang kargo seperti saya, kata kargo selalu memantik imajinasi tentang gudang yang pengap, deru mesin, aroma...

by I Made Sudiana
June 25, 2026
Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?
Khas

Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?

DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang...

by Dede Putra Wiguna
June 25, 2026
‘A Night of Broadway’: Ketika Anak-Anak Janawati Academy of Performing Arts (JAPA) Bawakan Kisah-Kisah Dunia dalam Satu Panggung Musikal
Panggung

‘A Night of Broadway’: Ketika Anak-Anak Janawati Academy of Performing Arts (JAPA) Bawakan Kisah-Kisah Dunia dalam Satu Panggung Musikal

PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini...

by Dede Putra Wiguna
June 25, 2026
Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska
Khas

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)  pada Selasa, 23 Juni 2026...

by I Nyoman Tingkat
June 24, 2026
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil
Persona

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

by Jaswanto
June 24, 2026
Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring
Esai

Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut...

by Azhari M. Latief
June 24, 2026
‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Pentas

‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026

RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di...

by Yudi Laksana
June 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Topeng Politik dan Ujian Demokrasi Indonesia

SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan...

by I Made Pria Dharsana
June 24, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Membaca Demokrasi Abu-Abu Indonesia

LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis...

by Chusmeru
June 24, 2026
Duri Akar dan “Sungga”
Bahasa

Duri Akar dan “Sungga”

SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan...

by Komang Berata
June 24, 2026
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi
Opini

Penangguhan Tahanan dan Ujian Kesetaraan Hukum

PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam...

by Ruben Cornelius Siagian
June 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co