25 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengarungi Lautan Indonesia: Menapaki Surga Banda Neira

Ni Komang Deviana by Ni Komang Deviana
January 16, 2024
in Tualang
Mengarungi Lautan Indonesia: Menapaki Surga Banda Neira

Menikmati keindahan Banda Neira | Foto: Komang Deviana

“yang patah tumbuh
Yang hilang berganti
Yang hancur lebur akan terobati
Yang sia-sia akan jadi makna
Yang terus berulang suatu saat henti”

SIAPA yang akrab dengan penggalan lirik satu ini? Tentu saja banyak yang angkat tangan. Ya, lagu yang bergenre indie ini dipopulerkan oleh Band Banda Neira, dan memang akrab di telinga banyak orang.

Sedari SMA saya sangat mencintai lagu-lagi bernuansa indie karena saya suka menjadi anak senja. Banda Neira – Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti, adalah lagu indie pertama yang saya dengarkan ketika masih menginjak bangku SMA.

Saya suka mendengarkan kumpulan lagu Banda Naira sambil duduk di teras rumah, atau mendengarkannya dengan headphone sembari menikmati senja di Pantai Segara Wilis dekat rumah saya.

Sudah lama semenjak band favorit lokal saya itu dinyatakan bubar, saya tidak pernah mendengarkan lagu Banda Neira lagi. Hingga pada tahun 2022, kekuatan sosial media melejitkan kembali sang indie Banda Neira dan membuat lagu tersebut dinikmati lebih banyak orang lagi.

Terlintas pertanyaan di benak saya, “Apa itu Banda Neira? Apakah itu hanya sebatas nama?”

Sudah lama mendengarkan lagunya, namun di tahun 2022 lalu saya baru mengetahui bahwa Banda Neira merupakan salah satu pulau di Kepulauan Banda, yang menjadi pusat administratif di Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku.

Bung Sjahrir berkata, “Jangan mati sebelum ke Banda Neira”. Apa maksud ungkapannya itu?

Dari Pulau Bali, sebuah pulau yang tak henti memikat saya dengan perpaduan seni, budaya, dan keindahan alamnya, saya memilih beranjak memulai perjalanan menaklukkan lautan Indonesia, melintasi perairan yang berkilauan dan menantang diri menelusuri keindahan lain.

Ya, Banda Neira adalah tujuan saya. Dari tempat yang memiliki nilai sejarah hingga puncak gunung yang megah, setiap langkah membawa saya menuju petualangan tak terlupakan, menuju Surga Banda Naira.

Selama perjalanan ini, saya menapaki jejak historis yang membentang sepanjang perjalanan, menggali cerita-cerita yang tersembunyi dalam ruang dan waktu, dan merasakan getaran sejarah yang hidup di setiap sudut pulau.

Terpancar dari panorama alam yang menakjubkan, membius hati dengan pesona laut yang tenang dan menyajikan kesejukan yang mempesona, juga harmonisasi dengan masyarakat setempat menjadi puncak pengalaman, di mana budaya dan kearifan lokal menyatu dalam perjumpaan yang mendalam.

Melalui tulisan ini, saya ingin mengingat kembali tentang keajaiban Banda Naira, mengarungi lautan Indonesia menuju surga Indonesia yang tersembunyi. Entah bagaimana bisa bangsa-bangsa asing bisa menemukan Banda Neira yang menjadi salah satu penghasil rempah-rempah terbesar di Indonesia ini, sampai saya takjub dibuatnya.

Suasana penyeberangan di Banda Neira | Foto: Komang Deviana

Saat matahari merunduk di ufuk timur, saya merasakan kehadiran sejarah yang hidup di Banda Neira. Menelusuri bekas-bekas benteng kolonial yang menghiasi pulau, meresapi cerita tentang perdagangan rempah yang menjadi bagian tak terpisahkan dari jejak waktu.

Di setiap jalan kecil, dinding-dinding bersejarah menceritakan kisah kejayaan masa lalu, menyapa setiap langkah dengan nostalgia yang membangkitkan.

Namun, Banda Neira juga bukan hanya tentang masa lalu, melainkan tentang kehidupan sehari-hari yang terjalin erat dengan kearifan lokal.

Saya merasakan kehangatan sapaan ramah penduduk setempat, terlibat dalam ritual adat, dan menyatu dengan tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Tidak lupa, alam Banda Neira memberikan pelukan hangatnya. Dengan setiap hembusan angin, aroma rempah-rempah yang khas memeluk dan membawa saya dalam petualangan ini.

Keindahan bawah laut yang memukau mengundang saya untuk menyelami keajaiban laut Banda, di mana ikan-ikan kecil menari-nari dan kehidupan laut yang melimpah menjadi saksi bisu keagungan alam pulau cantik ini.

Dalam harmonisasi ini, saya merasakan bahwa keindahan alam dan warisan sejarah bisa bersatu, menciptakan kekayaan yang melebur dalam kesatuan yang memukau.

Mengarungi lautan Indonesia menuju Banda Neira, saya tak hanya menemukan surga yang tersembunyi, tapi juga menyadari bahwa setiap langkah kita dalam perjalanan ini adalah sebuah refleksi kebesaran Indonesia yang memiliki pesona tak terhingga.

Pemandangan di Banda Neira | Foto: Komang Deviana

Inilah kisah perjalanan yang mengajarkan saya arti kehidupan, keindahan sejati, dan makna dari menjalin harmoni dengan alam dan manusia. Di pelukan kehangatan matahari senja Banda Neira, saya mengakhiri perjalanan ini dengan rasa syukur dan nostalgia.

Menapaki setiap sudut pulau, saya menyadari bahwa Surga Banda Naira bukan hanya destinasi wisata, melainkan juga sekolah kebijaksanaan yang tak terbatas. Setiap detik di sini adalah guru yang memberikan pelajaran tentang keberagaman, kehidupan yang sederhana namun kaya makna, dan kekayaan budaya yang menjadi mahkota Nusantara.

Melalui jejak historis, keindahan alam, dan harmoni dengan masyarakat setempat, Banda Neira mengajarkan bahwa kita dapat menjadi saksi hidup perjalanan waktu, menyaksikan evolusi sebuah pulau dari panggung sejarahnya hingga pesona alamnya yang abadi.

Dengan hati yang penuh rasa, saya melangkah meninggalkan Banda Neira, membawa pulang tidak hanya kenangan, tetapi juga inspirasi untuk menjaga dan merawat keajaiban alam serta warisan sejarah yang telah diberikan Indonesia. [T]

  • BACA artikel-artikel tentang TUALANG yang lain
Bukit Ser, Tempat Terbaik untuk Menenangkan Diri
Ziarah ke Makam R.M. Djojo Poernomo, Guru Spiritual Laskar Diponegoro dan Pendiri Parikunan Purwa Ayu Mardi Utomo
Air Terjun Putri Nglirip: Surga di Tuban yang Sayang untuk Dilewatkan
Mulailah Perjalanan Penuh Emosi  | Catatan dari Philadelphia [1]
Menemukan Cerita Toleransi di Puncak Gunung Tapak | Catatan Pendakian Sispala SMAN 1 Singaraja
Tags: Banda Neiraperjalananwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mendaki Gunung Tempat Para Dewa Berstana

Next Post

Osing, Santet, dan Lain Sebagainya

Ni Komang Deviana

Ni Komang Deviana

Ni Komang Deviana, S.Par., seorang individu yang melihat pertama kali sinar matahari pada tanggal 8 Desember 1999 di Kabupaten Gianyar Melalui perjalanan pendidikan yang penuh lika-liku, ia menyelesaikan pendidikan terakhir yakni S1 Pariwisata Budaya dan Keagamaan di STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Selain menjadi karyawan swasta, saat ini masih aktif bergerak dalam dunia organisasi kepemudaan dan relawan sosial. Bisa saling terhubung dengannya melalui instagram @nkadeviana

Related Posts

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
0
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

Read moreDetails

Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

by I Nyoman Tingkat
August 7, 2026
0
Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

Sejak dahulu, Jimbaran, Kedonganan, Kelan, dan Kuta adalah daerah nelayan. Namun, yang terkenal hanya Jimbaran dan Kuta. Ketika Asosiasi Kepala...

Read moreDetails

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
0
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

Read moreDetails

Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

by Ahmad Sihabudin
July 27, 2026
0
Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

"Perjalanan yang baik bukan sekadar memindahkan tubuh dari satu kota ke kota lain. Ia memindahkan cara pandang kita terhadap kehidupan."...

Read moreDetails

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

by Chusmeru
July 13, 2026
0
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

Read moreDetails

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

by Made Wirya
June 21, 2026
0
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

Read moreDetails
Next Post
Osing, Santet, dan Lain Sebagainya

Osing, Santet, dan Lain Sebagainya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Karnaval dan Kemacetan Sosial
Esai

Karnaval dan Kemacetan Sosial

ADA sesuatu yang terasa ganjil setiap kali bulan Agustus tiba. Bendera Merah Putih berkibar di depan rumah, umbul-umbul menghiasi gang,...

by Ahmad Fatoni
August 24, 2026
“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup
Ulas Rupa

“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup

PADA tahun 2023, terdapat sebuah pameran seni rupa yang mengangkat tentang laut dan ekosistemnya. Pameran tersebut berjudul “Surya Segara Rupa”...

by Savitri Sastrawan
August 24, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [6]: Algoritma sebagai Kurator yang Tak Pernah Membaca

ADA satu paradoks yang jarang diucapkan dalam diskusi tentang ekosistem sastra digital, bahwa kurator terbesar sastra Indonesia hari ini adalah...

by Andre Syahreza
August 24, 2026
105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih
Ekonomi

105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih

PELAKSANAAN Buleleng Festival 2026 resmi ditutup Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna dari Panggung Utama Kawasan...

by tatkala
August 24, 2026
Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas
Opini

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026
Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah
Ulas Pentas

Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah

SEBAGAI penari, aku bergerak dari kode satu ke kode gerak lainnya, sementara ayahku yang merupakan seorang pematung, bergerak dalam duduknya....

by Yanik Parta
August 24, 2026
Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan
Pendidikan

Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan

TIKUNGAN dengan jarak pandang terbatas menjadi titik yang membutuhkan perhatian lebih dari pengguna jalan. Karena itu, sejumlah tikungan di Desa...

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo
Pop

“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo

SETELAH pop upbeat menjadi langkah pertamanya, Thalia Gunawan memilih koplo untuk melanjutkan perjalanan. Penyanyi muda asal Denpasar, Bali, itu menghadirkan...

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma
Esai

Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

Bali Sebagai Rumah yang Terbuka Bali sejak dahulu dikenal sebagai ruang perjumpaan. Laut yang mengelilinginya bukanlah tembok yang memisahkan, melainkan...

by Agung Sudarsa
August 24, 2026
Telenovela
Esai

Mengantar Saut Situmorang ke Salon

MENJADI panitia Kongres Cerpen II di Negara, Jembrana, Bali, pada 2001, ada satu kejadian yang hingga kini masih saya ingat....

by Angga Wijaya
August 24, 2026
Keringnya Iklim Diskursif Seni Rupa Bali Hari Ini
Kritik Seni

Keringnya Iklim Diskursif Seni Rupa Bali Hari Ini

“Everybody In Bali Seems to be an artist” Kutipan itu persis terlontar 89 tahun lalu dari Miguel Covarrubias. Seorang seniman...

by Made Chandra
August 24, 2026
Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026
Budaya

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

by tatkala
August 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co