3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mulailah Perjalanan Penuh Emosi  | Catatan dari Philadelphia [1]

Luh Putu Anggreny by Luh Putu Anggreny
June 21, 2023
in Tualang
Mulailah Perjalanan Penuh Emosi  | Catatan dari Philadelphia [1]

Saya bersama teman-teman dalam perjalanan ke Philadelphia

INI SEJARAH. Selasa, 20 Juni 2023,  adalah hari bersejarah bagi saya dan delapan teman lain dari Indonesia. Secara emosional, sambil menangis gembira, saya katakana lagi:  Ini merupakan hari paling penting, bisa dibilang paling bersejarah dalam hidup kami.

Kami berjanji bertemu di Bandar Udara Soekarno Hatta. Saya berangkat seorang diri dari Denpasar, menggunakan pesawat Garuda.

 Saya berangkat dari rumah di Singaraja, hingga ke Denpasar, hingga sampai di Bandara Soekarno Hatta,  dengan membawa emosi campur aduk yang terus membuncah di dada. Senang, sedih dan takut. Saya harus katakana, saya berderai air mata saat berpisah dengan orang tua.

Sebelum berangkat, di rumah, ayah hanya berpesan, “Jalan yang jauh, harus ingat jalan pulang”. Ya, saya berjalan jauh, untuk pertama kalinya dalam hidup saya. Saya memberanikan diri, akhirnya saya sampai di Bandara Soekarno Hatta.

Di Bandara Soekarno Hatta saya menuruni pesawat, lalu mengelilingi lobby untuk mencari teman saya Egi, yang juga baru saja tiba.  Pandangan mata saya berkeliaran mengelilingi tempat saya berdiri, depan lobby.

“Kak Egiii…!” Begitu teriak saya ketika Egi terlihat menuju ke arah saya. Dengan celana jeans biru panjang dan jaket hitam khas seorang eginuari – dia mahasiswa hukum asal Universitas Muhammadiyah Malang. Saya sendiri adalah mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Mpu Kuturan Singaraja.

Saya dan Egi, berjalan beriringan menuju ke tempat keberangkatan internasional. Yang ternyata, dua  orang teman pada “topik yang sama” dengan kami, sudah menunggu di sana.

Oh, ya, soal “topik yang sama”, harus saya jelas dulu, apa yang kami maksud “topik yang sama”.  

Begini. Melalui seleksi yang cukup ketat, saya bersama Egi dan teman-teman lain dari Indonesia itu terpilih mengikuti program SUSI, Study of the US Institut Student Leaders selama 5 minggu dengan biaya operasional ditanggung oleh US Department of State. Ini adalah program kepenulisan di bidang jurnalistik.

Saya dan tiga  orang lainnya mendapatkan “topik yang sama” dalam program itu, yakni topik  Religious Diversity and Democracy Topic, yang ditempatkan di Temple University, Philadelphia. Untuk itulah kami brangkat menuju Philadelphia.

Lima teman saya lainnya mendapatkan topik yang berbeda, mereka berada pada topik lingkungan.  

Saya dan Egi yang mendapatkan topik yang sama bertemu dengan Farah dan Yusuf yang berada dalam topik yang sama. Kami tentu sama-sama berangkat ke Philadelphia. Farah, seorang mahasiswa semester akhir dari UIN Gus Dur, dan Yusuf mahasiswa semester akhir juga dari STABN Raden Wijaya.

Sebenarnya Egi juga sama, seorang mahasiswa semester akhir.  Saya jadi merasa dejavu, sama seperti saat pertama kali saya naik pesawat menuju Samarinda untuk program jurnalistik, tepatnya pers kampus, sebelumnya. Saya merupakan mahasiswa termuda yang ikut program.

“Akhirnya saya punya tiga kakak lagi, hehehe,” begitu pikir saya.

Pukul 18.00 WIB, kami berempat bersiap menuju tempat chek in bagasi. Pertama kalinya saya memegang paspor dan kelengkapan lainnya untuk bepergian keluar negeri. Ada saja hal unik yang terjadi untuk setiap hal pertama yang saya alami. Mulai dari teman saya yang lupa menukar jenis uang, saya yang kebelet pipis, teman lainnya yang berbelanja sembari mengantri di tempat bagasi, hahaha, unik sekali.

Satu jam berlalu, antri pun sampai di depan pintu keberangkatan. Pertama kami akan pergi ke Haneda, Tokyo. Pengumuman pramugari terdengar nyaring di sekeliling kami, mulai dari bahasa Inggris sampai bahasa Jepang. Hingga tiba saat pesawat kami dipanggil, kami bersorak saking senangnya, dan segera antri kembali untuk chek in.

Tidak bisa dibayangkan, akhirnya kami duduk di kursi penumpang. Benar-benar masih terasa mimpi, kalau ternyata pesawat yang kami naiki sudah lepas landas. Mengusir kebosanan, saya bermain tablet yang disediakan di setiap kursi penumpang. Sampai tidak sadar bahwa saya sudah terlelap begitu nyenyaknya. Hingga saya dibangunkan oleh pramugari karena waktu menyuguhkan hidangan teh dan makanan lainnya.

Suhu di tablet pesawat sudah menunjukkan -64°F. Pantas saja dingin sekali. Tapi saya sudah menggunakan jaket, dan juga selimut yang disediakan di tiap kursi penumpang. Tokyo, Jepang pun kami lewati. kali ini kami berangkat menuju bandara Chicago, dan selanjutnya akan menuju ke Philadephia.

Perjalanan panjang selama 12 jam menguras cukup banyak keringat. Bila diingat, kami ternyata tidak mandi, hahaha. Sekian perjalanan hari ini, nanti akan ada update lagi. Karena sebenarnya, perjalanannya baru saja dimulai. [T]

Diskon Hotel dan Jaket Baru | Terima Kasih, Pemerintah Jepang
Jepang, Aku Kembali! Tadaimaaa | Ini Cerita Awal Tentang Kota Atami
London: Riuh Wisatawan dan Atmosfer Diskusi | Catatan dari Inggris [3]
Tags: Amerika SerikatjurnalistikPendidikanperjalananPhiladelphiaSTAHN Mpu Kuturan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mengenang Kembali Fragmentari “Krtaning Panarajon”: Berani Berbeda Demi Makna Tanpa Meninggalkan Jati Diri

Next Post

Obati Kerinduan akan Bali dengan 3 Film Terbaik yang Berlatar di Bali

Luh Putu Anggreny

Luh Putu Anggreny

Penikmat kata dan halaman-halaman sunyi. Menyukai menulis dan membaca, serta hal-hal kecil yang sering terlewat. Sejak lama jatuh cinta pada senja—karena dari sanalah ia belajar bahwa keindahan sering datang bersama kefanaan. Dapat dijumpai di Instagram: @pt.anggreny_

Related Posts

Ke Pacet Mereka Kembali

by Jaswanto
June 2, 2026
0
Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

Read moreDetails

Mereka Menunggu di Setia Darma 

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
0
Mereka Menunggu di Setia Darma 

LANGIT mendung siang itu terasa menenangkan. Sepasang turis asing berjalan pelan menyusuri jalan kecil yang dikelilingi semak dan rimbun pohon....

Read moreDetails

Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

by I Nyoman Tingkat
May 27, 2026
0
Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se-Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Kamis Umanis Gumbreg,...

Read moreDetails

Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

by Chusmeru
May 25, 2026
0
Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

MENYIMPAN jejak sejarah panjang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mungkin tak setenar kota-kota besar di Indonesia. Namun keberadaan Kebumen tak bisa...

Read moreDetails

Kota Tua Tak Pernah Mati

by I Nyoman Tingkat
May 24, 2026
0
Kota Tua Tak Pernah Mati

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se- Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Jumat Paing...

Read moreDetails

Oleh-Oleh dari Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 23, 2026
0
Oleh-Oleh dari Baduy Luar

MENGIKUTI rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan Study Tiru ke Baduy Luar, Provinsi Banten, Jumat Paing Gumbreg 15 Mei 2026,...

Read moreDetails

Berguru ke Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 21, 2026
0
Berguru ke Baduy Luar

SETELAH rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan persembahyangan di Pura Aditya Jaya Rawangun Jakarta Timur pada Kamis Umanis Gumbreg, 14...

Read moreDetails

BTR Ultra 2026 dan Hal-hal yang Menjadikannya Prestisius

by Julio Saputra
May 20, 2026
0
BTR Ultra 2026 dan Hal-hal yang Menjadikannya Prestisius

Roses are red Violets are blue 106,20 KM? WTF is wrong with you? SEBUAH papan merah bertuliskan kata-kata di atas...

Read moreDetails

Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

by Chusmeru
April 30, 2026
0
Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

NAMA Kabupaten Banyumas selalu identik dengan bahasa “Ngapak” yang sering dijadikan lelucon dalam film dan komedi. Banyumas lantas seolah mendapat...

Read moreDetails

Pantai Mertasari Sanur, Ruang Kelas Bagi Toska   

by I Nyoman Tingkat
April 19, 2026
0
Pantai Mertasari Sanur, Ruang Kelas Bagi Toska   

JUMAT, 17 April 2026, sebanyak 67 siswa,  guru, dan tenaga kependidikan SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) melaksanakan pembelajaran di...

Read moreDetails
Next Post
Obati Kerinduan akan Bali dengan 3 Film Terbaik yang Berlatar di Bali

Obati Kerinduan akan Bali dengan 3 Film Terbaik yang Berlatar di Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co