2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jepang, Aku Kembali! Tadaimaaa | Ini Cerita Awal Tentang Kota Atami

Riris Sanjaya by Riris Sanjaya
June 27, 2022
in Khas
Jepang, Aku Kembali! Tadaimaaa | Ini Cerita Awal Tentang Kota Atami

Setelah bekerja selama 2 tahun 3 bulan di Niseko, Hokkaido, Jepang, akhirnya keluarga dan saya memutuskan agar diri saya kembali melanjutkan karir di Jepang. Kali ini di lain prefektur, tepatnya di Shizuoka, Kota Atami. Kota tepi laut, yang panasnya hampir sama dengan Bali, hanya saja Bali tak punya musim gugur dan musim dingin. 

Pulang ke Bali selama satu bulan seusai bekerja di Niseko kemudian kembali ke Jepang, membuat saya masih terbawa-bawa suasana di rumah. Masih ingin lebih lama merasakan kehangatan bersama keluarga. Maka itu, di sini saya menolak kesepian. Saya menyibukkan diri dengan kursus omotenashi (hospitality), meningkatkan kemampuan korespondensi, serta mengumpulkan informasi tentang Atami. 

Tiba! Stasiun Atami | Foto: Riris Sanjaya

Ini shopping street di sebelah stasiun Atami. Tapi sayangnya toko-toko sudah tutup ketika saya sampai. | Foto: Riris Sanjaya

Akhirnya melihat motor di Jepang, hihiii | Foto: Riris Sanjaya

Saya tiba di Kota Atami 1 minggu lebih awal dari hari pertama bekerja. Saya ingin meng-explore daerah sekitar, terutama objek wisata dan sarana transportasi yang tersedia di Atami. Kali ini, saya berusaha menjalani hari-hari mengikuti pola orang lokal.

Saya akhirnya sudah punya sim-card jepang, dan pertama kalinya mengurus kartu identitas ke shiyakusho (balai kota) tanpa ditemani. Kali ini saya satu-satunya orang Indonesia di perusahaan saya bekerja. Dan rekan-rekan kerja pun tidak cakap berbicara bahasa Inggris seperti di Niseko yang pegawainya campuran dari berbagai negara meskipun tetap didominasi warga Jepang.

Terbayang kan betapa saya ingin ngopi sambil ngerumpi dengan teman-teman berbahasa Indonesia? Setidaknya, dalam bahasa Inggris.

Ini pemandangan dari salah satu sudut lantai paling atas hotel | Foto: Riris Sanjaya

Hotel tempat saya bekerja kali ini adalah 100 % perusahaan Jepang. Saya sudah nervous semenjak lulus interview karena akan full berbahasa Jepang. Termasuk baca dan tulis huruf kanji, yang saya sudah tidak ingat lagi.

Sistemnya baru, seragamnya baru, rekan-rekan kerja baru, semuanya baru. Semuanya sesuai dengan film-film dan drama-drama jepang yang pernah saya tonton. Semuanya jelas, teratur, dan disiplin. Untuk orang yang asalnya dari Indonesia, saya harus benar-benar ubah pola pikir dan kebiasaan. Paham kan maksudnya ya? Hahaaa…

Ini adalah Atami Castle, foto yang saya ambil langsung dari jendela kamar saya. Bagus ya! | Foto: Riris Sanjaya

*****

Di Atami inilah saya jelas melihat hal yang pernah terkabar di media, adanya permasalahan gap antara generasi usia dini dan usia lanjut. Dominan penduduk di sini adalah para kakek dan nenek dan paruh baya. Atau, apa hanya karena saya tidak pergi ke daerah yang banyak anak mudanya? 

Kepala auto-pusing melihat jadwal busnya, belum paham rute yang mana ke mana | Foto: Riris Sanjaya

Ketika saya pergi jalan-jalan ke daerah dekat stasiun kereta, kecuali Sabtu dan Minggu, yang ada hanya para paman dan bibi pemilik kedai dan para pembelinya. Tapi jangan salah, tampilannya tidak seperti yang diduga. Mereka sunguh awet muda. Atami akan ramai oleh para pasangan muda-mudi ketika akhir pekan atau liburan musim panas. Terutama saat malam kembang api yang diselenggarakan pemerintah kota. 

Saat pergi ke sebuah kissaten (kedai kopi) yang terlihat cantik dari luar, di dalamnya penuh dengan para nenek. Beruntung saya ke sana. Yukiko-san, pemiliknya yang sekaligus penyaji kopinya sangat ramah dan baik hati. Para nenek lainnya pun melibatkan saya dalam obrolan mereka. Saya bahkan mendapat banyak petuah untuk bertahan di negeri orang, untuk menjadi nyaman di Atami. Senangnya. 

Atami terkenal akan seafoodnya karena kota tepi laut | Foto: Riris Sanjaya

Segaaaaarrr semuaaa | Foto: Riris Sanjaya

Lain hari saya mencoba pergi ke yakitori-ya (kedai sate) yang juga menyuguhkan minuman beralkohol. Di sini sate adalah peneman minum. Saya pesan segelas bir, dan segelas air putih dengan es batu. Tempatnya sangat sempit, menunya semua ditulis dalam huruf kanji di atas papan-papan kayu yang ditata di atas tembok.

Saya pura-pura membaca dan asal tunjuk saja menu satenya hahhaaaa…. Kemudian setelah saya yang adalah tamu pertama, sekitar pukul 5 sore mulailah para tamu lain berdatangan. Lagi-lagi, 2 orang kakek, dan 1 orang nenek. Sudah tua semua.

Kami seketika menjadi akrab dan bercengkrama seakan sudah kenal lama dan berusia sama. Entah saya yang menjadi tua atau mereka yang berjiwa muda.

Ini adalah Yukiko-san, pemilik Kedai Kopi Kuronbo.| Foto: Riris Sanjaya

Sayang fotonya terlambat, beberapa nenek lainnya sudah pulang duluan | Foto: Riris Sanjaya

Setelah saya perhatikan, tamu-tamu yang datang menginap ke hotel pun separuhnya adalah kakek dan nenek. Mungkin karena Atami terkenal akan ofuro onsen (pemandian air panas) yang disukai para lansia, berbeda dengan Niseko yang adalah area terkenal untuk skiing dan snowboarding. Bahkan sering juga ada kunjungan makan siang dari nenek-nenek yang tinggal di panti jompo sekitar.

Pertanyaan saya dalam hati, apakah karena penduduknya dominan adalah lansia, atau saya yang berjiwa nenek ini suka pergi ke tempat-tempat yang sama? Di mana-mana lansia. Herannya, aktivitas para lansia d isini sungguh berbeda dengan di asal saya. Mereka berdandan dan punya waktu khusus untuk bercengkrama. 

Yeaaayy! Makan abalone sebagai streetfood 😂 | Foto: Riris Sanjaya

Ini kedai satenya, sungguh sempit kan? Makanannya disajikan menggunakan papan kayu panjang dari tempat kokinya berdiri! | Foto: Riris Sanjaya

Begitulah kesan awal saya tinggal di Atami. Meskipun sudah pernah tinggal selama 2 tahun di Jepang, tetapi karena berbeda pulau, sepertinya akan ada banyak kisah yang menarik ke depannya. Atami Shizuoka, saya ijin tinggal di sini ya. [T]

_____

BACA KABAR LAIN DARI JEPANG BERSAMA PENULIS RIRIS SANJAYA

Tags: JepangPariwisataperjalananRiris Sanjaya
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Yang Tumbuh Pada Tanah Tubuh | Catatan Proses Latihan Metode Suzuki Untuk Pelatihan Aktor di Indonesia

Next Post

Jejak I Dewa Kompiang Pasek Sebagai Juru Suling Gambuh Gaya Batuan

Riris Sanjaya

Riris Sanjaya

Lahir di Singaraja, kini bekerja di Jepang

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Jejak I Dewa Kompiang Pasek Sebagai Juru Suling Gambuh Gaya Batuan

Jejak I Dewa Kompiang Pasek Sebagai Juru Suling Gambuh Gaya Batuan

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co