3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Diskon Hotel dan Jaket Baru | Terima Kasih, Pemerintah Jepang

Riris Sanjaya by Riris Sanjaya
October 21, 2022
in Esai
Diskon Hotel dan Jaket Baru | Terima Kasih, Pemerintah Jepang

Riris Sanjaya (penulis) nampang dengan jaket baru

Tahun 2019, tepatnya 14 Desember, saya memulai karir awal saya di sebuah resort management di kawasan Niseko, Hokkaido, Jepang. Saat itu banyak sekali hal-hal baru yang pertama kali saya lihat dan rasakan langsung di Negara itu, bukan hanya melalui anime ataupun manga.

Banyak pelajaran yang saya dapatkan mulai dari ritme dan pola kerja orang Jepang, karakter orang Jepang, budaya dan etika orang Jepang, dan tentu saja masakan Jepang.

Saya baru tahu kalau saya pada dasarnya paling suka makan Ramen! Ramen favorit saya adalah tonkotsu (kaldu kental dari tulang babi yang direbus berjam-jam), kemudian miso ramen (kaldu yang terbuat dari rebusan fermentasi kedelai). Keduanya memiliki kuah kaldu yang kental dibandingkan dengan shoyu (bisa dibilang kecap asin) dan shio (garam). Kalau memesan ramen, biasanya ditemani gyoza. Lengkap sudah. 

Setelah bekerja selama 2 tahun di kawasan ski dan snowboard Niseko, Hokkaido, yang terkenal dengan Japan Powder, yaitu salju segar yang bertaburan bagaikan serbuk putih cantik yang langsung turun di pegunungan, saya mendapat kesempatan untuk pindah bekerja di Atami, Shizuoka. Masih di negara yang sama, di Negeri Sakura.

Tonkotsu Ramen, harganya super murah, lokasinya di dalam stasiun Mishima.

Yeaay, Tonkotsu Ramen lagi! Ini dekat stasiun Numazu. Kalau jam makan siang, antriannya bagaikan antrian pompa bensin sehari sebelum harganya dinaikkan.

Pertama kali ke Ibu kota Shizuoka. Aku datang, Ibu!

Niseko adalah daerah terdingin di Jepang, sementara Atami adalah daerah terhangat di Jepang. Entah ini kebetulan atau memang sudah jodoh, saya berada di kawasan paling dingin dan paling hangat. Niseko adalah kawasan salju terkemuka, sementara Atami adalah kawasan bunga sakura mekar paling pertama di Jepang.

Tidak seperti di Niseko yang berada di pegunungan, Atami malah adalah kota tepi laut. Cuacanya jauh berbeda. Berbeda dengan Niseko, berbeda pula dengan Bali walaupun sama-sama panas.

Saat musim panas, suhu sehari-hari bisa mencapai 40°. Tetapi tidak ada hembusan angin seperti di Bali. Panasnya serius.

Nah, parahnya adalah ketika hujan turun di musim panas, saat di dalam ruangan, badan justru lengket karena keringat. Itu adalah kondisi cuaca yang paling tidak nyaman bagi saya yang baru mengalaminya. Belum terbiasa mungkin. Tetapi rekan-rekan kerja lain pun meski terbiasa juga tidak merasa nyaman. Heheee samalah ya, masalah cuaca dimana-mana. Kan memang itu seninya. Makanya ada tukang AC dan tukang penghangat ruangan. Dan pakaian juga jadi bisa dibuat bermacam-macam bahan dan modelnya mengikuti cuaca. 

Selain cuaca, lokasi kota yang berbeda juga sangat berpengaruh pada kegiatan saya sehari-hari. Dulu di Niseko kalau sudah pulang kerja dan balik ke asrama, akan susah untuk bepergian walaupun hanya ingin membeli cemilan atau nasi instan.

Sekarang di Atami, untuk pergi ke minimarket ataupun supermarket bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Akses kereta ke kota lain juga sangat mudah dan tersedia dalam banyak pilihan waktu. Maka itulah saya punya lebih banyak kesempatan untuk belajar bepergian sendiri saat hari libur.

Ini shoyu ramen. Bukan favorit, tapi enak kok.

Karena akses kereta mudah, ke kota-kota sebelah sangat cepat tertempuh. Ini Kota Mishima, hanya 15 menit dari Kota Atami.

Saat libur dan tidak tahu harus melakukan apa, saya memutuskan ikut les biola. Karena dekat sekolahnya ada di Kota Mishima. Hanya 2 kali perhentian stasiun dari Kota Atami.

Menyinggung topik bepergian, saya sebagai seorang karyawan hotel sangat bersentuhan dengan kebijakan yang diambil pemerintah dalam perbaikan ekonomi, yang saya khususkan dalam bidang industri pariwisata/keramahtamahan. Hampir menyerupai program yang diluncurkan pemerintah Jepang pada tahun sebelumnya yaitu GO TO TRAVEL, pada tahun ini telah dirilis program REGION PAY.

Pada garis besarnya, pemerintah Jepang ingin menggeliatkan kembali pergerakan ekonomi dalam negeri, dengan memberikan subsidi travelling bagi para penduduk Jepang ataupun orang asing yang berdomisili di Jepang.

Ada diskon khusus yang mencapai 40% untuk harga kamar hotel dan tambahan voucher belanja sebesar 3.000 yen per orang, kecuali Sabtu dan libur nasional lebih rendah menjadi 1.000 yen per orang. 

Sebagai karyawan hotel, sejak mengetahui program diskon tersebut akan dirilis pada 11 Oktober 2022 lalu, saya sudah ketar-ketir karena harus memahami bagaimana cara mengurus registrasi dan pembayaran diskon tersebut bagi para tamu. Apalagi, tamu yang booking last minute. Kalau tamu melakukan reservasi pada waktu kantor bagian reservasi sudah tutup, duuh ribet sekalilah. 

Beritanya mungkin kurang hangat karena baru dibahas saat ini, tapi baru semingguan berjalan, masih menariklah ya. Terutama, karena saya juga tidak sabar mendapatkan keuntungan dari program pemerintah tersebut.

Aduh, gambarnya gelap karena melawan cahaya. Hahaaa… ini sign Region Pay – Fujino Kuni. Kalau ada tanda ini di toko atau restoran, bisa menggunakan voucher belanja.

Ini dia! Voucher belanja 3.000yen!

Hello, Shizuoka!

Shopping street dekat stasiun Shizuoka sangat lengkap, saatnya melipir sebentar untuk main game!

Bertepatan dengan saat saya menerima kartu konfirmasi dari kantor imigrasi bahwa permohonan perpanjangan visa saya sudah disetujui, saya memutuskan bermalam di ibukota Shizuoka seusai shift saya berakhir kemarin.

Saya yang biasanya melakukan reservasi hotel dengan akun online travel agent langganan, harus memesan kamar melalui website resmi hotel yang saya pilih, ataupun melalui online travel agent resmi Jepang. Dalam website resmi hotel, terdapat opsi untuk menggunakan Region Pay diskon.

Tentu saja ada syarat dan ketentuan yang berlaku untuk mendapatkan keuntungan tersebut. Syaratnya adalah menunjukkan bukti 3 kali vaksin Covid-19 dan validasi alamat domisili Jepang dengan menunjukkan kartu identitas, diikuti dengan melengkapi surat pernyataan.

Sepeda masih sangat nyata penggunaannya di Jepang.

Kawasan belanja dekat Stasiun Shizuoka.

Terima kasih jaketnya, pemerintah Jepang!

Dengan melengkapi syarat-syarat tersebut, harga hotel menjadi jauh lebih murah, dan saya mendapatkan voucher belanja sebesar 3.000 yen. Vouchernya saya pakai membeli jaket baru deh! Hihiiii, terima kasih pemerintah Jepang. [T]

Ini tambahan ya, saya sangat terinspirasi melihat 4 sekawan nenek-nenek yang sedang afternoon tea bersama di sebuah cafe saat menunggu jadwal kereta selanjutnya. Yuk, kita semua juga tetap quality time dengan sahabat hingga masa mendatang!

[][][]

BACA kabar tentang Jepang dari penulis Riris Sanjaya

Jepang, Aku Kembali! Tadaimaaa | Ini Cerita Awal Tentang Kota Atami
Mobilnya Sih 5 Jutaan, SIM-nya yang 30 Jutaan… | Kabar dari Jepang
Jangan Menyerah pada Usia, Lakukanlah Segala Hal Semasih Bisa | Kabar dari Jepang
Tags: Pariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bersatu Kita Lahir, Bersatu Kita Hidup

Next Post

Jadi, Begitulah, Banjir Bukan Hanya Persoalan Jakarta, Tapi Juga Bali

Riris Sanjaya

Riris Sanjaya

Lahir di Singaraja, kini bekerja di Jepang

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Jadi, Begitulah, Banjir Bukan Hanya Persoalan Jakarta, Tapi Juga Bali

Jadi, Begitulah, Banjir Bukan Hanya Persoalan Jakarta, Tapi Juga Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co