2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Diskon Hotel dan Jaket Baru | Terima Kasih, Pemerintah Jepang

Riris Sanjaya by Riris Sanjaya
October 21, 2022
in Esai
Diskon Hotel dan Jaket Baru | Terima Kasih, Pemerintah Jepang

Riris Sanjaya (penulis) nampang dengan jaket baru

Tahun 2019, tepatnya 14 Desember, saya memulai karir awal saya di sebuah resort management di kawasan Niseko, Hokkaido, Jepang. Saat itu banyak sekali hal-hal baru yang pertama kali saya lihat dan rasakan langsung di Negara itu, bukan hanya melalui anime ataupun manga.

Banyak pelajaran yang saya dapatkan mulai dari ritme dan pola kerja orang Jepang, karakter orang Jepang, budaya dan etika orang Jepang, dan tentu saja masakan Jepang.

Saya baru tahu kalau saya pada dasarnya paling suka makan Ramen! Ramen favorit saya adalah tonkotsu (kaldu kental dari tulang babi yang direbus berjam-jam), kemudian miso ramen (kaldu yang terbuat dari rebusan fermentasi kedelai). Keduanya memiliki kuah kaldu yang kental dibandingkan dengan shoyu (bisa dibilang kecap asin) dan shio (garam). Kalau memesan ramen, biasanya ditemani gyoza. Lengkap sudah. 

Setelah bekerja selama 2 tahun di kawasan ski dan snowboard Niseko, Hokkaido, yang terkenal dengan Japan Powder, yaitu salju segar yang bertaburan bagaikan serbuk putih cantik yang langsung turun di pegunungan, saya mendapat kesempatan untuk pindah bekerja di Atami, Shizuoka. Masih di negara yang sama, di Negeri Sakura.

Tonkotsu Ramen, harganya super murah, lokasinya di dalam stasiun Mishima.

Yeaay, Tonkotsu Ramen lagi! Ini dekat stasiun Numazu. Kalau jam makan siang, antriannya bagaikan antrian pompa bensin sehari sebelum harganya dinaikkan.

Pertama kali ke Ibu kota Shizuoka. Aku datang, Ibu!

Niseko adalah daerah terdingin di Jepang, sementara Atami adalah daerah terhangat di Jepang. Entah ini kebetulan atau memang sudah jodoh, saya berada di kawasan paling dingin dan paling hangat. Niseko adalah kawasan salju terkemuka, sementara Atami adalah kawasan bunga sakura mekar paling pertama di Jepang.

Tidak seperti di Niseko yang berada di pegunungan, Atami malah adalah kota tepi laut. Cuacanya jauh berbeda. Berbeda dengan Niseko, berbeda pula dengan Bali walaupun sama-sama panas.

Saat musim panas, suhu sehari-hari bisa mencapai 40°. Tetapi tidak ada hembusan angin seperti di Bali. Panasnya serius.

Nah, parahnya adalah ketika hujan turun di musim panas, saat di dalam ruangan, badan justru lengket karena keringat. Itu adalah kondisi cuaca yang paling tidak nyaman bagi saya yang baru mengalaminya. Belum terbiasa mungkin. Tetapi rekan-rekan kerja lain pun meski terbiasa juga tidak merasa nyaman. Heheee samalah ya, masalah cuaca dimana-mana. Kan memang itu seninya. Makanya ada tukang AC dan tukang penghangat ruangan. Dan pakaian juga jadi bisa dibuat bermacam-macam bahan dan modelnya mengikuti cuaca. 

Selain cuaca, lokasi kota yang berbeda juga sangat berpengaruh pada kegiatan saya sehari-hari. Dulu di Niseko kalau sudah pulang kerja dan balik ke asrama, akan susah untuk bepergian walaupun hanya ingin membeli cemilan atau nasi instan.

Sekarang di Atami, untuk pergi ke minimarket ataupun supermarket bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Akses kereta ke kota lain juga sangat mudah dan tersedia dalam banyak pilihan waktu. Maka itulah saya punya lebih banyak kesempatan untuk belajar bepergian sendiri saat hari libur.

Ini shoyu ramen. Bukan favorit, tapi enak kok.

Karena akses kereta mudah, ke kota-kota sebelah sangat cepat tertempuh. Ini Kota Mishima, hanya 15 menit dari Kota Atami.

Saat libur dan tidak tahu harus melakukan apa, saya memutuskan ikut les biola. Karena dekat sekolahnya ada di Kota Mishima. Hanya 2 kali perhentian stasiun dari Kota Atami.

Menyinggung topik bepergian, saya sebagai seorang karyawan hotel sangat bersentuhan dengan kebijakan yang diambil pemerintah dalam perbaikan ekonomi, yang saya khususkan dalam bidang industri pariwisata/keramahtamahan. Hampir menyerupai program yang diluncurkan pemerintah Jepang pada tahun sebelumnya yaitu GO TO TRAVEL, pada tahun ini telah dirilis program REGION PAY.

Pada garis besarnya, pemerintah Jepang ingin menggeliatkan kembali pergerakan ekonomi dalam negeri, dengan memberikan subsidi travelling bagi para penduduk Jepang ataupun orang asing yang berdomisili di Jepang.

Ada diskon khusus yang mencapai 40% untuk harga kamar hotel dan tambahan voucher belanja sebesar 3.000 yen per orang, kecuali Sabtu dan libur nasional lebih rendah menjadi 1.000 yen per orang. 

Sebagai karyawan hotel, sejak mengetahui program diskon tersebut akan dirilis pada 11 Oktober 2022 lalu, saya sudah ketar-ketir karena harus memahami bagaimana cara mengurus registrasi dan pembayaran diskon tersebut bagi para tamu. Apalagi, tamu yang booking last minute. Kalau tamu melakukan reservasi pada waktu kantor bagian reservasi sudah tutup, duuh ribet sekalilah. 

Beritanya mungkin kurang hangat karena baru dibahas saat ini, tapi baru semingguan berjalan, masih menariklah ya. Terutama, karena saya juga tidak sabar mendapatkan keuntungan dari program pemerintah tersebut.

Aduh, gambarnya gelap karena melawan cahaya. Hahaaa… ini sign Region Pay – Fujino Kuni. Kalau ada tanda ini di toko atau restoran, bisa menggunakan voucher belanja.

Ini dia! Voucher belanja 3.000yen!

Hello, Shizuoka!

Shopping street dekat stasiun Shizuoka sangat lengkap, saatnya melipir sebentar untuk main game!

Bertepatan dengan saat saya menerima kartu konfirmasi dari kantor imigrasi bahwa permohonan perpanjangan visa saya sudah disetujui, saya memutuskan bermalam di ibukota Shizuoka seusai shift saya berakhir kemarin.

Saya yang biasanya melakukan reservasi hotel dengan akun online travel agent langganan, harus memesan kamar melalui website resmi hotel yang saya pilih, ataupun melalui online travel agent resmi Jepang. Dalam website resmi hotel, terdapat opsi untuk menggunakan Region Pay diskon.

Tentu saja ada syarat dan ketentuan yang berlaku untuk mendapatkan keuntungan tersebut. Syaratnya adalah menunjukkan bukti 3 kali vaksin Covid-19 dan validasi alamat domisili Jepang dengan menunjukkan kartu identitas, diikuti dengan melengkapi surat pernyataan.

Sepeda masih sangat nyata penggunaannya di Jepang.

Kawasan belanja dekat Stasiun Shizuoka.

Terima kasih jaketnya, pemerintah Jepang!

Dengan melengkapi syarat-syarat tersebut, harga hotel menjadi jauh lebih murah, dan saya mendapatkan voucher belanja sebesar 3.000 yen. Vouchernya saya pakai membeli jaket baru deh! Hihiiii, terima kasih pemerintah Jepang. [T]

Ini tambahan ya, saya sangat terinspirasi melihat 4 sekawan nenek-nenek yang sedang afternoon tea bersama di sebuah cafe saat menunggu jadwal kereta selanjutnya. Yuk, kita semua juga tetap quality time dengan sahabat hingga masa mendatang!

[][][]

BACA kabar tentang Jepang dari penulis Riris Sanjaya

Jepang, Aku Kembali! Tadaimaaa | Ini Cerita Awal Tentang Kota Atami
Mobilnya Sih 5 Jutaan, SIM-nya yang 30 Jutaan… | Kabar dari Jepang
Jangan Menyerah pada Usia, Lakukanlah Segala Hal Semasih Bisa | Kabar dari Jepang
Tags: Pariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bersatu Kita Lahir, Bersatu Kita Hidup

Next Post

Jadi, Begitulah, Banjir Bukan Hanya Persoalan Jakarta, Tapi Juga Bali

Riris Sanjaya

Riris Sanjaya

Lahir di Singaraja, kini bekerja di Jepang

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Jadi, Begitulah, Banjir Bukan Hanya Persoalan Jakarta, Tapi Juga Bali

Jadi, Begitulah, Banjir Bukan Hanya Persoalan Jakarta, Tapi Juga Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co