23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Diskon Hotel dan Jaket Baru | Terima Kasih, Pemerintah Jepang

Riris Sanjaya by Riris Sanjaya
October 21, 2022
in Esai
Diskon Hotel dan Jaket Baru | Terima Kasih, Pemerintah Jepang

Riris Sanjaya (penulis) nampang dengan jaket baru

Tahun 2019, tepatnya 14 Desember, saya memulai karir awal saya di sebuah resort management di kawasan Niseko, Hokkaido, Jepang. Saat itu banyak sekali hal-hal baru yang pertama kali saya lihat dan rasakan langsung di Negara itu, bukan hanya melalui anime ataupun manga.

Banyak pelajaran yang saya dapatkan mulai dari ritme dan pola kerja orang Jepang, karakter orang Jepang, budaya dan etika orang Jepang, dan tentu saja masakan Jepang.

Saya baru tahu kalau saya pada dasarnya paling suka makan Ramen! Ramen favorit saya adalah tonkotsu (kaldu kental dari tulang babi yang direbus berjam-jam), kemudian miso ramen (kaldu yang terbuat dari rebusan fermentasi kedelai). Keduanya memiliki kuah kaldu yang kental dibandingkan dengan shoyu (bisa dibilang kecap asin) dan shio (garam). Kalau memesan ramen, biasanya ditemani gyoza. Lengkap sudah. 

Setelah bekerja selama 2 tahun di kawasan ski dan snowboard Niseko, Hokkaido, yang terkenal dengan Japan Powder, yaitu salju segar yang bertaburan bagaikan serbuk putih cantik yang langsung turun di pegunungan, saya mendapat kesempatan untuk pindah bekerja di Atami, Shizuoka. Masih di negara yang sama, di Negeri Sakura.

Tonkotsu Ramen, harganya super murah, lokasinya di dalam stasiun Mishima.

Yeaay, Tonkotsu Ramen lagi! Ini dekat stasiun Numazu. Kalau jam makan siang, antriannya bagaikan antrian pompa bensin sehari sebelum harganya dinaikkan.

Pertama kali ke Ibu kota Shizuoka. Aku datang, Ibu!

Niseko adalah daerah terdingin di Jepang, sementara Atami adalah daerah terhangat di Jepang. Entah ini kebetulan atau memang sudah jodoh, saya berada di kawasan paling dingin dan paling hangat. Niseko adalah kawasan salju terkemuka, sementara Atami adalah kawasan bunga sakura mekar paling pertama di Jepang.

Tidak seperti di Niseko yang berada di pegunungan, Atami malah adalah kota tepi laut. Cuacanya jauh berbeda. Berbeda dengan Niseko, berbeda pula dengan Bali walaupun sama-sama panas.

Saat musim panas, suhu sehari-hari bisa mencapai 40°. Tetapi tidak ada hembusan angin seperti di Bali. Panasnya serius.

Nah, parahnya adalah ketika hujan turun di musim panas, saat di dalam ruangan, badan justru lengket karena keringat. Itu adalah kondisi cuaca yang paling tidak nyaman bagi saya yang baru mengalaminya. Belum terbiasa mungkin. Tetapi rekan-rekan kerja lain pun meski terbiasa juga tidak merasa nyaman. Heheee samalah ya, masalah cuaca dimana-mana. Kan memang itu seninya. Makanya ada tukang AC dan tukang penghangat ruangan. Dan pakaian juga jadi bisa dibuat bermacam-macam bahan dan modelnya mengikuti cuaca. 

Selain cuaca, lokasi kota yang berbeda juga sangat berpengaruh pada kegiatan saya sehari-hari. Dulu di Niseko kalau sudah pulang kerja dan balik ke asrama, akan susah untuk bepergian walaupun hanya ingin membeli cemilan atau nasi instan.

Sekarang di Atami, untuk pergi ke minimarket ataupun supermarket bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Akses kereta ke kota lain juga sangat mudah dan tersedia dalam banyak pilihan waktu. Maka itulah saya punya lebih banyak kesempatan untuk belajar bepergian sendiri saat hari libur.

Ini shoyu ramen. Bukan favorit, tapi enak kok.

Karena akses kereta mudah, ke kota-kota sebelah sangat cepat tertempuh. Ini Kota Mishima, hanya 15 menit dari Kota Atami.

Saat libur dan tidak tahu harus melakukan apa, saya memutuskan ikut les biola. Karena dekat sekolahnya ada di Kota Mishima. Hanya 2 kali perhentian stasiun dari Kota Atami.

Menyinggung topik bepergian, saya sebagai seorang karyawan hotel sangat bersentuhan dengan kebijakan yang diambil pemerintah dalam perbaikan ekonomi, yang saya khususkan dalam bidang industri pariwisata/keramahtamahan. Hampir menyerupai program yang diluncurkan pemerintah Jepang pada tahun sebelumnya yaitu GO TO TRAVEL, pada tahun ini telah dirilis program REGION PAY.

Pada garis besarnya, pemerintah Jepang ingin menggeliatkan kembali pergerakan ekonomi dalam negeri, dengan memberikan subsidi travelling bagi para penduduk Jepang ataupun orang asing yang berdomisili di Jepang.

Ada diskon khusus yang mencapai 40% untuk harga kamar hotel dan tambahan voucher belanja sebesar 3.000 yen per orang, kecuali Sabtu dan libur nasional lebih rendah menjadi 1.000 yen per orang. 

Sebagai karyawan hotel, sejak mengetahui program diskon tersebut akan dirilis pada 11 Oktober 2022 lalu, saya sudah ketar-ketir karena harus memahami bagaimana cara mengurus registrasi dan pembayaran diskon tersebut bagi para tamu. Apalagi, tamu yang booking last minute. Kalau tamu melakukan reservasi pada waktu kantor bagian reservasi sudah tutup, duuh ribet sekalilah. 

Beritanya mungkin kurang hangat karena baru dibahas saat ini, tapi baru semingguan berjalan, masih menariklah ya. Terutama, karena saya juga tidak sabar mendapatkan keuntungan dari program pemerintah tersebut.

Aduh, gambarnya gelap karena melawan cahaya. Hahaaa… ini sign Region Pay – Fujino Kuni. Kalau ada tanda ini di toko atau restoran, bisa menggunakan voucher belanja.

Ini dia! Voucher belanja 3.000yen!

Hello, Shizuoka!

Shopping street dekat stasiun Shizuoka sangat lengkap, saatnya melipir sebentar untuk main game!

Bertepatan dengan saat saya menerima kartu konfirmasi dari kantor imigrasi bahwa permohonan perpanjangan visa saya sudah disetujui, saya memutuskan bermalam di ibukota Shizuoka seusai shift saya berakhir kemarin.

Saya yang biasanya melakukan reservasi hotel dengan akun online travel agent langganan, harus memesan kamar melalui website resmi hotel yang saya pilih, ataupun melalui online travel agent resmi Jepang. Dalam website resmi hotel, terdapat opsi untuk menggunakan Region Pay diskon.

Tentu saja ada syarat dan ketentuan yang berlaku untuk mendapatkan keuntungan tersebut. Syaratnya adalah menunjukkan bukti 3 kali vaksin Covid-19 dan validasi alamat domisili Jepang dengan menunjukkan kartu identitas, diikuti dengan melengkapi surat pernyataan.

Sepeda masih sangat nyata penggunaannya di Jepang.

Kawasan belanja dekat Stasiun Shizuoka.

Terima kasih jaketnya, pemerintah Jepang!

Dengan melengkapi syarat-syarat tersebut, harga hotel menjadi jauh lebih murah, dan saya mendapatkan voucher belanja sebesar 3.000 yen. Vouchernya saya pakai membeli jaket baru deh! Hihiiii, terima kasih pemerintah Jepang. [T]

Ini tambahan ya, saya sangat terinspirasi melihat 4 sekawan nenek-nenek yang sedang afternoon tea bersama di sebuah cafe saat menunggu jadwal kereta selanjutnya. Yuk, kita semua juga tetap quality time dengan sahabat hingga masa mendatang!

[][][]

BACA kabar tentang Jepang dari penulis Riris Sanjaya

Jepang, Aku Kembali! Tadaimaaa | Ini Cerita Awal Tentang Kota Atami
Mobilnya Sih 5 Jutaan, SIM-nya yang 30 Jutaan… | Kabar dari Jepang
Jangan Menyerah pada Usia, Lakukanlah Segala Hal Semasih Bisa | Kabar dari Jepang
Tags: Pariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bersatu Kita Lahir, Bersatu Kita Hidup

Next Post

Jadi, Begitulah, Banjir Bukan Hanya Persoalan Jakarta, Tapi Juga Bali

Riris Sanjaya

Riris Sanjaya

Lahir di Singaraja, kini bekerja di Jepang

Related Posts

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails
Next Post
Jadi, Begitulah, Banjir Bukan Hanya Persoalan Jakarta, Tapi Juga Bali

Jadi, Begitulah, Banjir Bukan Hanya Persoalan Jakarta, Tapi Juga Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co