23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

London: Riuh Wisatawan dan Atmosfer Diskusi | Catatan dari Inggris [3]

Shinta Prastyanti by Shinta Prastyanti
June 12, 2023
in Esai
London: Riuh Wisatawan dan Atmosfer Diskusi | Catatan dari Inggris [3]

Wisatawan memadati kota London | Dokumentasi Pribadi

BAGI SEBAGIAN ORANG, bisa mengikuti training di luar negeri adalah hal yang biasa. Mungkin karena memang aktif mencari peluang ataupun kemudahan yang diperolehnya dari institusinya karena beberapa faktor. Ada juga yang mengatakan, “….ahhhh…itu kan cuma sebuah keberuntungan saja”.

Keberuntungan bisa jadi menjadi salah satu faktor yang turut berkontribusi. Namun bagi saya keberuntungan adalah tahap terakhir setelah melalui usaha yang sangat panjang dan berliku. Apalagi bisa memperoleh kesempatan berpartisipasi dalam training yang dilaksanakan oleh the British Academy, yang sangat bergengsi di Eropa. Menempatkan keberuntungan pada posisi pertama sepertinya hanya sebuh mimpi saja untuk bisa dapat award tersebut.

Keterbatasan dalam banyak hal, karena hanya mengandalkan semangat untuk berusaha; saya mulai merintis jejaring dengan professor-profesor di luar negeri sejak delapan tahun yang lalu. Dari beberapa professor tersebut tampaknya professor saya sekaranglah yang paling memiliki “chemistry” sehingga kami intens dalam berkomunikasi melalui email yang pada akhirnya mengantarkan saya sampai Leeds dan London. Meski sejujurnya pada waktu itu saya “tidak terlalu berani  berharap”  untuk mendapatkan award ini karena seleksinya yang sangat ketat.

Agak berbeda dengan training-training yang saya ketahui di Indonesia, training yang diadakan di London selama 3 hari ini memang benar-benar diikuti oleh peserta dari berbagai negara di dunia. Rata-rata hanya 1-2 saja peserta yang berasal dari negara yang sama dari sekitar 30 peserta yang berpartisipasi. Kebetulan dari Indonesia cuma saya saja. Background  keilmuannya pun berbeda-beda. Prosentase antara perempuan dan laki-laki juga relatif sama karena memang semboyannya adalah equality and equity.

                                                            ***

Sejak proses pendaftaran hingga semua fasilitas, seperti hotel, venue acara, resources, dan sebagainya sudah tersedia dengan lengkap sampai kegiatan selesai. Bahkan pengeluaran untuk transport dari dan ke London serta makan selama di London pun (kecuali breakfast karena sudah disediakan di hotel) bisa di-reimburst.

Akomodasi yang disediakan juga bukan murahan, tapi hotel bintang 4 yang berlokasi di jantungnya kota London sehingga sangat dekat ke mana-mana. Trafalgar Square, Buckingham Palace, Picadilly Square, sungai Thames, London Eye, dan beberapa stasiun bawah tanah hanya dalam jangkauan berjalan kaki.

Saya tidak akan mungkin mampu menginap di hotel tersebut kalau harus membayar sendiri. Kalau dilihat di websitenya, kamar yang saya tempati dibanderol 180 poundsterling atau hampir 3,4 juta rupiah per malam. Nominal tersebut kemungkinan masih ditambah dengan pajak yang entah berapa. Wajar juga sih karena letaknya yang sangat strategis.

Bahkan jika kita minta agar kamar tidak usah dibersihkan (dengan memasang pemberitahuan di pegangan pintu kamar) kita akan mendapatkan voucher sebesar tujuh poundsterling. Lumayan juga ya. Sayangnya saya dan beberapa teman lainnya baru mengetahuinya di malam saat paginya kami harus check out.

Sudut kota London yang begitu rapi dan bersih | Foto: Dokumentasi Pribadi

Sebenarnya jarak dari hotel ke tempat pelatihan tidak terlalu jauh. Tapi karena ramainya wisatawan dari seluruh penjuru dunia yang tumpah ruah dan kota London yang belokannya super banyak, membuat hampir semua peserta kesasar dalam perjalanan ke lokasi training.

Durasi normal sebenarnya kurang lebih hanya 20 menit dengan berjalan kaki dari hotel melalui tempat-tempat wisata yang ekonik. Ibaratnya kalau “cuma” Trafalgar Square dan Sungai Thames serta London Eye sih udah kami lewati setiap saat. Tapi karena berputar-putar (padahal ada juga teman yang sudah selalu melihat map di handphone) maka satu jam kami baru sampai lokasi.

Meskipun demikian, daya tarik kota London yang dipenuhi bangunan-bangunan bersejarah dengan arsitektur yang luar biasa di sepanjang mata memandang, maka meski kesasar, tapi tetap bisa cuci mata. Seperti kesasar membawa nikmat.

Kalau diamati tampaknya ada yang berbeda dengan Trafalgar Square. Beberapa waktu yang lalu ketika saya ke sana Trafalgar Square dipenuhi oleh burung-burung merpati yang luar biasa banyak. Tampaknya pemandangan tersebut sudah jauh berbeda karena sekarang wisatawanlah yang justru riuh memadati tempat tersebut. Burung merpati hanya tinggal terlihat 1-2 saja, entah pada ke mana mereka. Mungkin mencari tempat yang lebih nyaman karena “tergusur” oleh manusia.

                                                                        ***

Leadership Training yang dibuka dengan gala dinner dilaksanakan satu hari sebelumnya dari jam 18.00-21.30 GMT di kantor the Britsh Academy. Jangan dibayangkan yang namanya gala dinner itu bakal dapat nemuin makanan yang berlimpah dengan aneka pilihan sampai kita kebingungan mau pilih yang mana. Gala dinner ternyata seperti welcoming party, kenalan dengan seluruh peserta dan instruktur sambil sedikit-sedikit disampaikan materi dan apa yang akan dipelajari selama training.

Menu yang disajikanpun ya standar bule; hanya beberapa kudapan dan  minuman. Entah bagaimana mereka mengartikan istilah “gala”. Ataukah mungkin kita yang terbiasa menterjemahkan gala dengan pemahaman atas sesuatu yang serba wow.., entahlah.

Panitia training yang diikuti sekitar 30 peserta dari berbagai negara di dunia ini pun juga tidak banyak. Sepertinya hanya dua orang plus dua instruktur. Dengan personal yang sangat terbatas mereka dapat menghandle kegiatan dengan lancar sejak pendaftaran hingga penutupan. Bayangkan jika di negara kita. Bisa-bisa jumlah panitia melebihi jumlah peserta karena menjadi panitia akan mendapatkan benefit tersendiri.

Training berlangsung dari jam 09.15-15.30 GMT di lokasi yang berbeda dengan gala dinner, yakni di the Royal Society, gedung yang super indah. Apalagi atapnya….wah…benar-benar seperti di kerajaan. Belum lagi lukisan-lukisan megah di sepanjang dinding yang tentu tampak sangat bernilai.

Begitu masuk ruangan mata kami semua langsung tertuju pada atap gedung dan deretan lukisan yang memang tidak mungkin untuk tidak dikagumi. Betapa senangnya mendapatkan kesempatan melihat mahakarya di depan mata secara langsung. Ahhhh…..nikmat apa lagi yang belum saya terima.

                                                                        ***

Materi pelatihan di hari pertama yang disampaikan terkait konsep bagaimana menjadi seorang leader dalam sebuah proyek penelitian. Pemahaman tentang kepemimpinan yang efektif, dimensi dan manajemen kepemimpinan, menjadi pemimpin dan manajer yang kreatif, dan sebagainya menjadi titik fokus pada hari itu.

Pada hari kedua mulai mengerucut pada bagaimana mempengaruhi dan melakukan negosiasi, cara menghadapi tantangan dan hambatan, self-leadership, dan sebagainya. Setiap sesi rata-rata berdurasi 45 menit dengan pemaparan secara bergantian dari kedua instruktur. Semua materi juga langsung bisa diunduh di website. Sedikit pemahaman tentang komunikasi persuasif ternyata sangat membantu dalam memahami materi pelatihan. Mungkin inilah yang disebut keberuntungan.

Dalam pelaksanaannya tentu saja kami tidak hanya sekedar mendengarkan penyampaian materi dari instruktur. Diskusi dalam kelompok-kelompok kecil (kadang berlima, kadang cuma berdua) dilaksanakan secara intens sehingga menantang setiap peserta untuk menyampaikan gagasan serta pengalamannya.

Setelah itu barulah hasil dari diskusi masing-masing kelompok kecil tersebut disampaikan ke seluruh peserta. Pada suatu sesi setiap kelompok mendapatkan satu gambar tentang leadership style, kemudian setiap peserta melihat leadership style yang ada di kelompok lain. Dari situ peserta mendiskusikan dengan pasangannya leadership style yang mana yang paling ideal menurut kami dan mengapa kami memilihnya.

Wisatawan memadati kota London | Foto: Dokumentasi Pribadi

Atmosfer diskusi menjadi sangat menarik karena setiap peserta memiliki background yang berbeda, baik dalam hal keilmuan maupun negara asal. Dengan kemampuan bahasa Inggris yang biasa-biasa saja membuat saya harus bekerja keras untuk memahami apa yang disampaikan oleh peserta lain dengan aksen bahasa Inggris yang beragam.  Duh…, benar-benar saya harus membuka telinga lebar-lebar ketika mereka sedang berbicara.

 Berbeda dengan saya, kebanyakan mereka menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa sehari-hari. Jika tidak, mereka sudah tinggal di Inggris setidaknya dua tahun.  Meskipun demikian kami tetap saling menghargai kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Perbedaan latar belakang budaya dan dasar keilmuan tidak menghalangi kami untuk cepat saling mengenal dan akrab satu sama lain karena hampir setiap diskusi kami berganti-ganti pasangan/ kelompok. Memang tujuan dari training ini selain belajar tentang leadership juga untuk memperluas jaringan diantara sesama peserta.

                                                            ***

Satu hal yang menjadi “topik utama” setiap kali training selesai dan kami dalam perjalanan kembali ke hotel adalah kami semua merasa masih kelaparan meski setiap hari disediakan lunch oleh panitia. Bagaimana tidak, menu lunch sangat tidak memadai (setidaknya karena tidak terbiasa dengan menu tersebut), sehingga dalam perjalanan pulang ke hotel ataupun malamnya kami ramai-ramai mencari makan untuk menebus makan siang yang tidak memenuhi “standar” kami. Bahasa gaulnya makan siang cuma sekedar numpang lewat saja, alias sama sekali tidak ada efek.  

Meskipun demikian training yang berdurasi tiga hari tersebut sangat membekas di hati dan pikiran kami semua peserta. Pengalaman luar biasa yang dapat menjadi jembatan kami untuk lebih percaya diri dalam melangkah ke depan berbekal pengetahuan baru serta jaringan-jaringan kerjasama dengan teman-teman dari berbagai negara. Sebuah aset sangat berharga yang tidak dapat dikuantifikasi dengan uang. Setidaknya mimpi-mimpi sudah mulai bermunculan di benak setiap peserta.

Dari segi penyelenggaraan event, memang dibutuhkan kemampuan manajemen komunikasi yang memadai untuk bisa mengeloa sebuah aktifitas yang melibatkan berbagai stakeholder dengan bermacam-macam latar belakang. Tidak hanya bagaimana membuat materi/ pesan tersampaikan kepada peserta, namun juga bagaimana membuat semua pihak yang terlibat menjadi nyaman dan merasa terhubung satu sama lain.

 Simpul-simpul yang tadinya tidak terbayangkan untuk terhubung kini terbuka luas kesempatan untuk mengaitkannya, bahkan mengikatnya menjadi lebih erat. Yah…perjuangan untuk mencapai London langsung terbayar lunas. Terimakasih the British Academy. Terimakasih Ogo, Fernanda, Deona, Niki, Mike, Majid, Steve, Olofumi, dan lain-lain atas tiga hari yang luar biasa…. See you next month guys!!!! [T]

  • BACA JUGA:
Persepsi Lintas Budaya yang Sering Keliru | Catatan dari Inggris [1]
Komunikasi sebagai Kunci Interaksi Lintas Budaya | Catatan dari Inggris [2]

                                                      

Tags: InggriskomunikasiLondonPendidikanperjalanan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mantra ke Danau Paisu Pok, Wisata Alam Nan Indah di Sulawesi Tengah

Next Post

Raden Akria Buana, Kades Senaru di Lombok yang Sukses Kembangkan Wisata Desa 

Shinta Prastyanti

Shinta Prastyanti

Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah.

Related Posts

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails
Next Post
Raden Akria Buana, Kades Senaru di Lombok yang Sukses Kembangkan Wisata Desa 

Raden Akria Buana, Kades Senaru di Lombok yang Sukses Kembangkan Wisata Desa 

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co