2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Persepsi Lintas Budaya yang Sering Keliru | Catatan dari Inggris [1]

Shinta Prastyanti by Shinta Prastyanti
June 10, 2023
in Esai
Persepsi Lintas Budaya yang Sering Keliru | Catatan dari Inggris [1]

Ilustrasi Tatkala.co

SEJAK DULU KALA seperti sudah terpatri di otak kita bahwa orang Barat (Eropa, Amerika, termasuk juga Australia meski bukan berada di sebelah Barat Indonesia) adalah sosok yang sangat individualis, tidak peduli dengan orang lain karena mereka asyik dengan kehidupannya sendiri.

Sebaliknya, kita—orang Timur—mengklaim diri kita merupakan makhluk yang masuk dalam klaster ramah, suka tolong menolong, sangat berempati dengan kondisi orang lain dan berbagai atribut positif lainnya.

Entah sejak kapan dan dari mana asalnya pemahaman tersebut sehingga potret terhadap orang Barat tidaklah berubah. Sayangnya pola pikir seperti itu terjadi secara “turun temurun”. Lantas, apakah “warisan perspektif lintas budaya” yang seperti itu benar adanya?

Sepertinya buku maupun film-film yang kita maupun orang tua kita tontonlah yang menjadi pembentuk perspektif yang keliru tersebut—karena sejatinya apa yang terjadi di buku maupun film belum tentu mencerminkan realita yang sebenarnya terjadi di masyarakat.

Salah satu metode sahih yang bisa membuktikannya adalah melalui pengalaman dengan berinteraksi secara langsung dengan mereka yang berbeda budaya.

***

Pembuktian berlangsung dalam perjalanan saya ke Inggris, salah satu negara yang menjadi kiblat tidak hanya Eropa tapi juga dunia.

Nyatanya, pengalaman berabad-abad melakukan penjajahan di berbagai negara tidak menjadikan orang Inggris menjadi jumawa, egois, dan mengabaikan orang lain ketika berinteraksi dengan orang yang budaya dan latar belakangnya jauh berbeda.

Saya membuktikannya sendiri. Saya kaget, dan tidak menyangka, bahwa seorang guru besar dan istrinya yang juga berpendidikan tinggi bersedia menjemput saya di bandara, seseorang yang belum pernah mereka temui sama sekali.

Lambaian tangan dan senyum yang hangat dari mereka berdua menyambut saya begitu keluar dari pintu keluar bandara setelah menunggu bagasi. Rasanya seperti ketemu sahabat atau saudara yang memang sudah sering bertemu dan mengenal satu sama lain dengan baik. Padahal, ini merupakan pertemuan pertama kami setelah bertahun-tahun hanya berkomunikasi melalui email. Aksi foto bertiga di bandara pun langsung kami lakukan buat kenang-kenangan pertemuan pertama.

Setelah itu, dan ini yang membuat saya kaget untuk kedua kalinya, tidak canggung-canggung, sang guru besar langsung meminta koper saya dan memasukkannya ke bagasi mobilnya sembari minta maaf karena birokrasi yang berbelit sehingga menunda kedatangan saya ke Inggris.

Tidak kalah gesitnya, si istri juga melakukan hal yang sama dengan tas punggung saya. Mereka juga bilang, ”Shinta, kamu pasti capek sekali ya, karena perjalanan yang sangat panjang.” Belum sempat saya jawab, ia kembali berkata, “Dalam perjalanan bisa tidur apa tidak, Shinta?”

Mereka juga mempersilakan saya duduk di kursi depan, sebuah kehormatan bagi seorang tamu. Duhhhh……jadi malu sendiri.

Sekilas pertanyaan-pertanyaan tersebut memang sederhana dan tidak bermakna apa-apa. Namun bagi saya semua itu sangat berarti dan membuat saya langsung betah begitu menginjakkan kaki di Leeds sekaligus membalikkan persepsi yang sudah tertanam di benak saya tentang karakter orang barat.

***

Di sepanjang perjalanan terjadi percakapan-percakapan ringan seputar keluarga, seperti bagaimana anak-anak saya (karena saya tinggal di Inggris), usia dan sekolah mereka, suami kerja di mana, dan sebagainya.

Mereka juga antusias memberi tahu lokasi kampus, rute dan pemberhentian bus dari rumah ke kampus, serta yang tak kalah penting adalah, groceries, alias toko sembako yang ternyata hanya beberapa langkah dari akomodasi tempat saya tinggal.

Setelah perjalanan kurang lebih setengah jam, tibalah saya di rumah yang akan saya tempati selama 4,5 bulan ke depan. Syukurlah, letak rumah sangat strategis, di tengah kota. (Jangan bayangkan tengah kota di sini sama dengan tengah kota di Indonesia yang bising dan macet.)

Di sini semuanya serba teratur sehingga tidak ada cerita tentang nyerobot jalan maupun kebut-kebutan. Kendaraan antre di perempatan hanya di satu barisan saja meski sebenarnya sebelah kanan dan kiri masih kosng. Sesuatu yang bakal tidak disia-siakan untuk segera tancap gas jika di negara kita. Betapa tertibnya mereka dengan budaya antre.

Begitu sampai di rumah, tuan rumah langsung mengajak saya touring ke seisi rumah sambil menjelaskan fungsi berbagai peralatan yang ada di rumah tersebut. Jadi ketahuan ndesitnya karena banyak hal baru yang belum pernah saya coba.

Tetapi semangat untuk bisa segera beradaptasi mengalahkan rasa ndesit saya. Tuan rumah juga mempersilakan saya menggunakan semua peralatan yang ada beserta bahan makanan yang ada di dapur termasuk bumbu-bumbu, pasta, gula, teh, kopi, selai, dan sebaginya. Waduh saya jadi bingung mau diapain bumbu sebanyak itu. Seperti melihat acara Master Chef secara langsung karena lengkapnya pantry.

Ketika saya dan tuan rumah sedang di kamar yang nantinya akan saya tempati, tiba-tiba sang guru besar datang dan membawa koper saya yang beratnya 20 kg melalui tangga spiral dari besi—yang hanya cukup untuk satu orang. Bukan pekerjaan mudah tentu saja. Wowww… sesuatu yang hampir mustahil terjadi di negara kita.

Seorang guru besar yang sangat dihormati dan memiliki jabatan struktural–yang tinggi pula di kampus—mau-maunya ngangkut koper saya?

Kejutan belum berhenti sampai di situ. Tidak berapa lama beliau menyerahkan tas berwarna merah dari sebuah supermarket yang ternyata berisi sembako. “This is for you,” katanya. Sampai bingung saya harus bilang apa. Sampai segitunya beliau memikirkan saya yang pastinya belum mempunyai apa-apa untuk dikonsumsi.

Saya memang tidak membawa secuil pun makanan dari Indonesia karena khawatir bermasalah di bandara.  Inggris memang terkenal keras dengan larangan membawa makanan dan bahan olahan lainnya dari negara lain.

Istrinya juga langsung mempunyai ide untuk membuat WhatsApp grup yang berisi kami berempat (saya, tuan rumah, pak professor dan istrinya). Katanya kalau saya ada kendala atau perlu apa-apa kapanpun biar mereka bisa langsung bantu.

Sebelum berpamitan, pak professor juga menyampaikan kalau saya kerjanya lusa saja, besok biar saya istirahat total setelah perjalanan yang panjang. Ketika tulisan ini sedang saya buat pak professor juga mengirim pesan melalui WhatsApp dan menanyakan kepada saya apakah saya baik-baik saja.

Beliau juga akan menjemput saya besok pagi dan menemani naik bus agar saya tidak bingung dalam menggunakan moda transportasi tersebut. Segitunya mereka memperdulikan saya. Sungguh kenikmatan yang luar biasa.

***

Rentetan peristiwa-peristiwa di atas menepis persepsi lintas budaya yang seringkali keliru. Bahwa egois, individualis, maupun humanis, suka menolong, dan sebagainya, tidak bisa disematkan begitu saja dan dijadikan patokan akan karakter sebuah budaya.

Persepsi yang bersifat turun temurun tanpa divalidasi dengan pengalaman empiris secara langsung hanya akan menjauhkan kita dari interaksi global yang masing-masing aktor tidak lepas dari akar budayanya masing-masing.

Justru pergaulan dengan dunia luar membuat mata dan pikiran kita semakin terbuka bahwa ternyata kita tidak selalu benar, bahwa budaya kita tidak selalu lebih baik disbanding budaya lain, begitu pula sebaliknya.[T]

Tradisi Bayen di Wonosobo: Komunikasi Antarpersona Mewujudkan Women Support Women
Menjaga Reputasi Melalui Interaksi dengan Netizen
Tags: BudayaesaiInggrisperjalanan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Literasi Dasar: Hubungan Abadi Antara Manusia dan Pengetahuan, Konstruksi dan Konsumsi

Next Post

Kontroversi Marketplace Guru: Guru Bukan Barang Dagangan!

Shinta Prastyanti

Shinta Prastyanti

Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah.

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Kontroversi Marketplace Guru: Guru Bukan Barang Dagangan!

Kontroversi Marketplace Guru: Guru Bukan Barang Dagangan!

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co