23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bermain Teater di Akhir Semester | Cerita “Kasih Sekampung” Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Jambi

Yessi Al Ma’wa by Yessi Al Ma’wa
June 20, 2023
in Panggung
Bermain Teater di Akhir Semester | Cerita “Kasih Sekampung” Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Jambi

Pemain dan tim produksi teater Kasih Sekampung dari mahasiswa Sastra Indonesia FKIP Universitas Jambi | Foto: Ist

“BAHWA SUMBER SEGALA KISAH ADALAH KASIH”. Begitulah ungkapan yang bisa menggambarkan pengalaman malam itu. Menutup tahun ajaran genap tahun 2023, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Univeristas Jambi menggelar pentas teater berjudul “Kasih Sekampung”, selama satu hari, 10 Juni 2023.

Penonton sangat dibuat penasaran sekaligus terhibur dengan kelucuan penampilan mahasiswa dan mahasiswi Program S1 Sastra Indonesia itu.

“Kasih Sekampung” berkisah tentang kepercayaan animisme yang kental di Jambi, yang dibumbui dengan tragedi komedi yang ringan, namun berhasil membuat satu gedung berisi dengan tawa riang penonton.

Cerita tentang Tono, lelaki miskin yang ingin menikahi gadis bernama Haryati. Namun, keiinginan Tono terhalang oleh ibunya, Hayati, yang gila akan harta. Tuduhan dari Maimunah tentang mantra pengasih yang dipakai Haryati pun memunculkan berbagai konflik di dalam alur cerita teater ini.

Maqrifatun Qiftiya selaku sutradara menyatakan bahwa seluruh pemain merupakan mahasiswa Sastra Indonesia (FKIP), UNJA, yang rata-rata semuanya belum pernah bermain teater, semuanya pemain pemula.

Saat sesi tanya jawab di akhir pertunjukan, sutradara mengatakan bahwa pertunjukan itu merupakan pertunjukan pertama mereka dalam bermain teater.

Bagaimana perasaan mereka saat pertama kali di atas panggung dengan dua kali penampilan sekaligus, di jam yang berbeda di sore hari pukul 15:30 dan di malam hari pukul 19:30 untuk pertama kalinya, dengan ratusan penonton yang mencapai kurang lebih 500 penonton?

Berikut adalah pernyataan pengalaman dari beberapa pemain:

Takut tapi Percaya Diri

Yessa Juliana selaku penulis naskah dan pemeran Mak Leha mengatakan, naskah teater itu sebenarnya sudah ditulis pada tahun 2022. Saat itu naskah berjudul “Haryati”.

“Naskah itu kjemudian direvisi kembali pada Februari 2023. Lalu diambil keputusan dengan mengambil judul “Kasih Sekampung”. Judul itu merupakan peleburan dari kosa kata Pengasih.

“Tanpa adanya teman-teman dan guru kami Wak Edi, naskahnya tersebut tidak akan dibawakan dalam pementasan,” tutur Yessa.

Yessa mengaku, pementasan ini benar-benar luar biasa. “Yang mana awalnya saya takut dalam pengolahan setting yang terlalu banyak di naskah tersebut, tetapi diakhirnya pertunjukan itu berjalan dengan lancar padahal belum pernah punya pengalaman di bidang penulisan naskah lakon dan sampai dipentaskan,”. Kata Yessa.

Maqfiratun dan Yessa selaku Sutradara dan Penulis mengucapkan terimakasih banyak kepada Wak Edi yang telah melatih mereka sampai akhirnya bisa tampil di depan umum. Terima kasih juga disampiakn kepada jajaran dosen, dan seniman Jambi dengan sukses.

“Haryati, aku tetap cinta engkau, walau kau gila Hayati,” ucap pemeran Tono, yaitu Angga di ending cerita teater malam itu. Angga mengaku senang dan sekaligus bersemangat dalam project pementasan teater di lain waktu lagi.

Lebih Baik Improvisasi dari pada Sekedar Menghapal

“Tidak mudah meresapi kegilaan disamping kewarasan, itu tantangan tersendiri sebagai penokohan dari Haryati,” ujar Desi pemeran Haryati.

Selama latihan yang hanya bepaut dua setengah bulan saja bukanlah hal yang mudah untuk Desi dan teman-teman. Bermain teater bukan hanya berfokus pada menghapal naskah, tetapi dengan sedikit improvisasi membuat alur cerita lebih hidup.

Pemain harus bisa menyampaikan isi pesan dari naskah tersebut dengan mimik wajah, vokal, dan gimik yang terutama, bukan hal yang mudah. Desi dan teman-teman berusaha melakukan yang terbaik dari awal latihan hingga akhir pertunjukan.

“Saya sangat senang dengan respon penonton, terutama menyatakan “saya tunggu kolaborasi naskah selanjutnya. Terimaksih!” ucap Yessa, pemeran Mak Leha sekaligus penulis naskah.

Chemistery

Yessa yang berperan sebagai Mak Leha, sudah memiliki pengalaman akting sebelumnya. Jadi ini bukan pertama kalinya dia tampil di atas panggung.

“Ini bukan pertama kalinya saya berhadapan langsung dengan penonton, tetapi rasa gugup akan selalu ada pada setiap penampilan, tetapi tampil di Gedung sebesar ini dan ditonton dengan penonton yang kurang lebih 500 orang hampir membuat saya mual dan muntah dan besoknya para pemain jatuh sakit semua,” ungkap Yessa dengan penuh tawa.

Dalam teater ini, karakter Mak Leha khususnya adalah tokoh kesukaan Yessa karena memiliki sifat antagonis dan sedikit lebai merupakan hal yang sangat ia disukai.

“Tetapi ada kegugupan sebenarnya, namun karena melihat penonton yang banyak, gairah dan semangat untuk memerankan tokoh Mak Leha menjadi begitu menyatu dengan diri saya,” kata Yessa.

Tetapi semua terlunasi ketika mendengar gelak tawa penonton dan dari raut wajah mereka yang sangat menikmati alur dari teater ini. Pementasan teater ini juga menjadi suatu bentuk reuni dari para alumni Sastra Indonesia, khususnya yang terdahulu hal ini sangat lah berkesan dan berharga bagi mahasiswa Sastra Indonesia satu sama lain.

Lagu “Kasih Sekampung”

Dalam teater “Kasih Sekampung” terdapat satu adegan dimana ada bagian alunan lagu yang diciptakan, dan dinyanyikan langsung oleh Ananda salah satu mahasiswi Sastra Indonesia Angkatan 21 pada teater tersebut.

Kasih sekampung
Mencari mangsa
Pada siapa yang dirayunya
Mendakap perlahan dipeluknya
Sampai ia terbuai dengannya
Ha ha ha
Wu wu wu
Haryati, Haryati..
Kasih Sekampung
Mendapat Mangsa.

Lagu Kasih Sekampung dalam teater ini merupakan hasil ciptaan dari penulis naksah yaitu Yessa Yuliana. Lagu tersebut terinspirasi dari alunan musikalisasi puisi AriReda. Untuk intrumen dari lagu ini dibuat secara langsung oleh Bang Wendi, salah satu alumni Sastra Indonesia pada saat hari-H, penampilan pertama mereka pukul 15:30 sore Sabtu.

“Kami semua sangat-sangat berterima kasih kepada Bang Wendi atas partisipasinya sehingga membuat pertunjukan itu lebih hidup,” tutur Yessa.

Sekaligus Peluncuran Antologi Puisi “Semua Rasa”

Bukan penampilan teater “Kasih Sekampung” saja yang digelar pada acara itu. Juga dilakukan Peluncuran Antologi Puisi “Semua Rasa” dari 28 mahasiswa UNJA dari jurusan Sastra Indonesia. Angkatan 2021.

Antologi puisi “Semua Rasa” adalah antologi puisi yang bertemakan tentang semua rasa yang ada di kehidupan manusia.

Suatu kesempatan yang luar biasa bagi mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FKIP Univeristas Jambi yang berkesempatan didampingi oleh sastrawan dan budayawan Jambi, EM Yogiswara, yang membantu dan mengarahkan para mahasiswa untuk menulis puisi yang bisa menyentuh hati pembaca.

Penutup yang Bikin Bahagia

“Sungguh, rasanya semua rasa yang kami rasakan dari sore awal tampil hingga malam penutupan pementasan teater Kasih Sekampung seperti tergambar juga lewat buku Antologi puisi kami yang kami luncurkan malam ini, Semua Rasa,” tutur Yessa.

Kesuksesan pementasan teater ini tidak hanya diraih oleh para pemain lakonnya saja tetapi, teman-teman di belakang layar, tim kreatif dan perlengkapan seluruh tim yang membuat teater ini sukses. Mereka semua mempersiapkan segalanya mulai dari lighting, Gedung, panggung, perlengkapan bahkan make up dan lain-lain. Sehingga teater “Kasih Sekampung” sukses, [T]

Kisah Pulang Kampung Mahasiswa Universitas Jambi Asal Samosir : Menginap 2 Hari 1 Malam di Bus  
Menjelajahi Laku Jongkok dalam Koreografi “The (Famous) Squatting Dance : Jung Jung te Jung” di Teater Salihara
Teater Sebagai Produksi Memori | Dari Pertunjukan “Semalam Masa Silam Mengunjungiku” Teater Satu Lampung
Dunia Tak Selalu Hitam-Putih, Bisa Juga Hijau-Pink | Ulasan Pertunjukan Maas Theater en Dans di Indonesia
Monolog “Aku, Istri Munir”: Dari Ingatan Keluarga ke Ingatan Kolektif Bangsa
Tips Menulis dan Proses Kreatif Kurnia Effendi – Dari Koleksi Judul hingga Ilham & Buku
Tags: Sastra Indonesiaseni pertunjukanTeaterUniversitas Jambi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pesan-pesan Megawati Kepada Wayan Koster

Next Post

Bima Muda dari Yogyakarta Menari di Ardha Candra Taman Budaya Bali

Yessi Al Ma’wa

Yessi Al Ma’wa

Lahir di Jambi. Hobi menonton Anime dan film genre Fantasy Thiller. Saat ini berkuliah di prodi Sastra Indonesia Universitas Jambi.

Related Posts

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails
Next Post
Bima Muda dari Yogyakarta Menari di Ardha Candra Taman Budaya Bali

Bima Muda dari Yogyakarta Menari di Ardha Candra Taman Budaya Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co