8 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tiongkok di BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Perpaduan Seni Musik Pertunjukan, Tarian Tradisional hingga Pameran Warisan Budaya Tak Benda

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
June 18, 2026
in Panggung
Tiongkok di BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Perpaduan Seni Musik Pertunjukan, Tarian Tradisional hingga Pameran Warisan Budaya Tak Benda

Sajian delegasi seni Tiongkok di BWCC Pesta Kesenian Bali 2026

MUSIK tradisional Opera Beijing “Gong dan Drum Tradisional Hakka” membuat penonton terkesima dengan perpaduan luar biasa antara kekuatan ritme yang menggelegar, sinkronisasi koreografi yang dinamis, dan makna filosofis yang mendalam di setiap permainan tabuhnya. Kesenian perkusi tradisional Tiongkok itu memainkan dentuman drum yang bukan sekadar musik, melainkan representasi dari detak jantung, kekuatan, dan semangat hidup. Penonton seakan menahan nafas panjang, lalu melepas bersama tepuk tangan diakhir pentas itu.

Ya, panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) serangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48 itu memang dibuat beda, Senin 15 Juni 2026. Di Gedung Ksirarnawa, Art Center, Taman Budaya Denpasar, delegasi seniman dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang difasilitasi oleh Konsulat Jenderal RRT, Hongkong, dan Jiangxi menyajikan akulturasi budaya yang kental dan memukau. Permainan musik dan sajian tarian mereka sukses memikat penonton lewat pementasan kesenian klasik.

Tak hanya drum, para pemain music juga menyajikan permainan alat musik pukul sejenis simbal yang sering disebut Cengceng atau Chazi yang mampu memberikan daya tarik magis. Ceng-ceng itu dimainkan dengan harmoni ritme yang menghentak, pukulan akrobatik yang presisi, dan kemampuannya membangun ketegangan dramatis, walau tidak ada tarian.

Dalam penyajiannya, pemain cengceng itu menggunakan partitur mengubah pendekatan musikal ini secara signifikan. Partitur tentu memberikan panduan visual yang jelas kapan ceng-ceng harus berhenti, berdentum lambat, dimainkan untuk menghasilkan suara mati, digesek atau melakukan akselerasi cepat. Sajian ini tentu sangat krusial, namun mampu membuat penonton terdiam untuk menikmati setiap tempo yang dimainkan.

Sajian Trio Perkusi – Drama (Xi): Bagian ke-6 untuk tiga pasang simbal dan suara pemain (Karya Guo Wenjing) juga tampil menawan. Selanjutnya Ensembel Drum Tiongkok: “Seratus Tahun Kesunyian” (Karya Zhou Zhantong), ada Duet Drum Tiongkok: “Sapi Melawan Harimau” (Aransemen Wang Guojie, Wang Baocan), lalu Ensembel Perkusi: “Dialog Kulit Genderang” (Karya Mark Ford), selanjutnya Konserto Perkusi: “Naga Terbang dan Harimau Melompat” (Karya Li Minxiong) serta Ensembel Perkusi: “Bebek yang Bertengkar” (Karya An Zhishun), “Harimau yang Menggerus Gigi” (Karya An Zhishun), dan “Ayam Pegar Emas Terbang Keluar dari Gunung” (Musik Tradisional Suku Tujia).

Penonton juga dikejutkan dengan Kevin Truck yang menyajikan Sistem Suara Tabuhan Suku. Permainan dan suara yang dihasilkan sangat memikat hati setiap penonton. Apalagi, ketika Seni Teh Tradisional Tiongkok yang mengisahkan “Keanggunan Budaya Klasik Tiongkok” yang penuh inspirasi. Lalu, pertunjukan Nyanyian Solo: dengan iringan musik Guzheng dan tarian “Meja Giok Hijau – Malam Festival Lampion”, Tarian Tradisional Khas Tiongkok: “Kuda-Kuda yang Berlari Kencang” dan Tarian Tradisional: “Ribuan Biji Padi dalam Lukisan – Merayakan Asal Usul Beras”.

Penampilan tari-tarian klasik ini kaya akan kisah sejarah dan legenda. Hampir semua tarian Klasik Tiongkok yang disajikan itu sangat menginspirasi karena memadukan sejarah, estetika seni, dan ekspresi emosional yang mendalam. Gerakannya yang anggun, dinamis, dan kaya akan makna spiritual sering menjadi inspirasi bagi banyak koreografi dunia.

Di bagian selanjutnya, tim kesenian Cina ini juga menyuguhkan demonstrasi pembuatan payung kertas minyak, seni keramik, dan pameran kaligrafi. Semua itu dikemas pameran Warisan Budaya Tak Benda. Pembuatan Payung Kertas Minyak dan Kaligrafi Tiongkok dibuat dengan ekpresi yang sangat indah. Pratek keseharian budaya Tiongkok itu menjadi sajian seni yang sangat indah diatas panggung.

Gubernur Bali, Wayan Koster, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Ida Bagus Alit Suryana, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas partisipasi aktif delegasi Tiongkok. Kehadiran seniman internasional ini dinilai strategis dalam memperkuat dialog budaya antarbangsa.

Partisipasi Tiongkok menjadi bukti nyata persahabatan dan kerja sama kebudayaan antara Bali dan Republik Rakyat Tiongkok. Seni mampu melampaui batas geografis untuk membangun rasa persaudaraan. “Melalui perjumpaan budaya ini diharapkan dapat melahirkan inspirasi baru bagi para seniman lokal serta memperkuat kerja sama berkelanjutan di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis budaya,” katanya.

Kurator Pesta Kesenian Bali, Prof. Dr. I Made Bandem, memberikan pujian tinggi terhadap karakteristik seni yang ditampilkan oleh delegasi Tiongkok. Menurutnya, Tiongkok berhasil menjadi contoh negara yang sukses menyelaraskan akar tradisi dengan sentuhan modernitas.”Untuk Tiongkok, kebudayaan tradisinya sangat kuat. Mereka menampilkan drama tradisi yang sangat kuno, namun dikembangkan dengan pola klasik sehingga tampilannya lebih modern,” sebutnya.

Prof. Bandem sangat bangga melihat perkembangan BWCC yang setiap tahunnya konsisten menjadi wadah pertemuan budaya internasional. Kehadiran ragam seni klasik Tiongkok ini tidak hanya memperkaya variasi tarian dan musik di PKB XLVIII, tetapi juga mempererat hubungan emosional dan persaudaraan masyarakat Bali dengan masyarakat Tiongkok. [T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Tags: Bali World Culture Celebrationkesenian tiongkokPesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

‘Lamak’ dan ‘Maceniga’:Tantangan Praktik Budaya di Tengah Modernitas

Next Post

Fragmen Peristiwa pada Pameran ‘Dialog Ferdi dan Opus Sastra’ Minggu Pertama di Palembang

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 2, 2026
0
Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

Di tengah ketegangan geopolitik global, perpecahan, dan krisis kemanusiaan yang terus membayangi dunia hari ini, ruang pertemuan budaya yang tulus...

Read moreDetails

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

Read moreDetails

Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

by Dede Putra Wiguna
August 25, 2026
0
Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

UBUD Writers & Readers Festival (UWRF) 2026 segera digelar. Memasuki tahun ke-23, salah satu festival sastra terbesar dan paling berpengaruh...

Read moreDetails

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
0
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

Read moreDetails

150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

KEMEGAHAN menyambut malam pembukaan Buleleng Festival 2026. Sebanyak 150 penari tampil memukau dalam kolaborasi akbar, mengawali peresmian festival yang dibuka...

Read moreDetails

Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

LELAKI muda duduk di sebuah kursi panjang di bawah pohon kamboja di Palemahan Kangin, Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja,...

Read moreDetails

“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

by I Putu Gede Pradipta Utama
August 17, 2026
0
“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

DI tengah kehidupan masyarakat Desa Metra, Yang Api, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, masih lestari sebuah seni pertunjukan ritual yang memiliki...

Read moreDetails

Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

MATAHARI perlahan muncul ketika alunan musik mulai mengisi udara pagi di Pantai Sanur. Di antara suara ombak dan cahaya matahari...

Read moreDetails

Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari

by Nyoman Budarsana
August 28, 2026
0
Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari

ANAK-ANAK bergerak mengikuti irama. Ada yang mengepakkan tangan seperti burung, melangkah dalam barisan, memainkan properti, hingga berpindah formasi bersama teman-temannya....

Read moreDetails

Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

by Nyoman Budarsana
August 16, 2026
0
Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

ANAK-ANAK itu menebar senyum ceria. Di tengah halaman hijau yang teduh, mereka berlari, bermain, bernyanyi, dan berinteraksi bersama teman-temannya. Ruang...

Read moreDetails
Next Post
Fragmen Peristiwa pada Pameran ‘Dialog Ferdi dan Opus Sastra’ Minggu Pertama di Palembang

Fragmen Peristiwa pada Pameran ‘Dialog Ferdi dan Opus Sastra’ Minggu Pertama di Palembang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”
Esai

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?
Khas

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

by tatkala
September 7, 2026
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten
Tualang

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia
Cerpen

Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

MUSIM kemarau di kampung kami tidak datang dengan membawa angin kering atau debu jalanan yang mengepul. Ia datang lewat suara...

by Nur Kamilia
September 6, 2026
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian
Puisi

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

by Salman Alade
September 6, 2026
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot
Esai

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

by Adwan SA
September 6, 2026
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam
Khas

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul
Khas

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
Ubud Art Collect: Antara Batas dan Persimpangan
Kritik Seni

Ubud Art Collect: Antara Batas dan Persimpangan

MULANYA saya kira peristiwa akbar semacam art fair hanya bisa dijangkau oleh orang-orang berduit, tentunya dari para kolektor yang siap...

by Made Chandra
September 6, 2026
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’
Opini

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
Topi Para Penyintas Kanker
Esai

Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

by Angga Wijaya
September 5, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co