31 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kisah Pulang Kampung Mahasiswa Universitas Jambi Asal Samosir : Menginap 2 Hari 1 Malam di Bus  

Nurdiana Simbolon by Nurdiana Simbolon
June 11, 2023
in Khas
Kisah Pulang Kampung Mahasiswa Universitas Jambi Asal Samosir : Menginap 2 Hari 1 Malam di Bus  

Mahasiswa UNJA asal Samosir saat ingin pulang kampung | Dok penulis

PULANG KAMPUNG adalah hal paling menyenangkan bagi perantau. Seperti yang dilakukan mahasisiwa asal Samosir Sumatera Utara yang selama ini kuliah di Universitas Jambi.

Orang Samosir memang banyak yang merantau. Berbagai alasan digunakan untuk merantau seperti  kerja dan belajar. Belajar, bagi para muda di  kampung di Samosir, tentu memiliki tantangan untuk menjalaninya, salah satunya adalah jarak, tetapi jarak dan waktu bukan penghambat mahasisiwa asal Samosir untuk terus belajar.

Mahasiswa dan mahasiswi di Universitas Jambi atau Unja berjumlah sekitar 200 orang dengan berbagai fakultas dan jurusan. Layaknya mahasisiwa pada umumnya, setelah selesai melaksanakan ujian akhir semester, maka akan disambut oleh libur.

Libur yang cukup panjang membuat para pelajar memilih untuk pulang. Berbagai alasan diutarakan untuk pulang, seperti mau membantu orang tua, rindu keluarga, ada acara keluarga, dipaksa pulang karena sudah tidak pulang dua tahun, dan lain sebagainya.

Jarak antara kampus Unja dengan Samosir, lewat rute terbaik sekitar 1.021 Km. Jarak ini ditempuh sekitar dua hari satu malam dengan menggunakan bus. Meski perjalanan dengan jarak jauh, mahasiswa Unja banyak memilih untuk pulang.

Di perjalanan bus akan berhenti saat jam-jam makan, seperti makan pagi, siang dan malam. Pada saat perjalanan juga sering terjadi hal yang tidak terduga, seperti ban bocor, mesin rusak, bongkar muat, antrian panjang POM bensin  dan lain sebagainya, yang menunda penjalanan sehingga waktu tempuh bisa lebih lama dari waktu yang seharusnya.

Dua hari satu malam merupakan hal yang cukup membosankan bagi para penumpang.Gangguan tidur pun sering terjadi karena ketidaknyamanan. Lain daripada itu sering juga terjadi muntah, kaki bengkak, pinggang terasa pegal dan lain sebagainya.

Kaki bengkak dalam perjalanan pulang | Dok Penulis

Dalam perjalanan tentu saja penumpang jarang mandi, tetapi menyempatkan untuk sekadar cuci muka, gosok gigi dan hal ringan lainnya, sekadar untuk menyegarkan badan. Hal ini terjadi karena keterbatasan waktu, ketika bus berhenti maka akan digunakan sebaik-baiknya.

Pulang kampung oleh mahasiswa Unja asal Samosir dilakukan dua kali dalam setahun. Tidak seperti teman-teman lainnya yang jarak rumahnya dua, tiga sampai enam jam saja, untuk tiba di rumah masing-masing. Mereka yang rumahnya dekat kampus, pulang kampung bisa dilakukan  lebih dari enam kali untuk sekedar tegur sapa dengan keluarga.

Mahasisiwa asal Samosir pulang kampung pada masa semester telah selesai. Kadangkala pulang kampung tidak bisa dilakukan karena beberapa faktor seperti harus magang, keterbatasan uang, dan kepentingan lain yang mendesak.

Ketika mahasiswa pulang kampung, biasa menggunakan bus. Terdapat pula tariff-tarif bus, sepeprti bus ekonomi mempunyai ongkos kisaran Rp.320.000 dan bus AC berkisar Rp.360.000.

Selain ongkos jam-jam keberangkatan juga beda. Ada yang berangkat jam 10:00 AM, 13:30 PM dan lain sebagainya. Waktu tempuh ke rumah saya biasanya lebih lama karena saya harus menaiki angkot atau kapal dan dijemput lagi oleh saudara atau orangtua saya.

Hal-hal yang dialami oleh mahasiswa Unja untuk datang dan pulang dari Jambi sudah menjadi hal biasa. Pulang bersama teman dan duduk bersama bercerita semuanya tentang kampus, rumah dan lain sebagainya. Itu semua dirasa cukup menarik.

Ketika bahan obrolan habis maka pilihan yang baik adalah untuk tidur. Tidak jarang juga masing-masing orang tua, saudara, sering menelepon untuk sekedar tahu posisi kita sudah dimana. Dering telpon sering terdengar dan bergonta-ganti penumpang mengangkat teleponnya.

Di dalam bus tentu bukan hanya menumpang mahasiswa, tidak jarang ada juga orang tua yang membawa anak,anak yang menangis karena panas dan bosan riuh terdengar. Para teman, orang tua dan penumpang lainnya banyak yang menghibur dan banyak lagi kisah yang terjadi dalam bus. Sering juga apa yang terjadi dalam bus membuat haru hingga ada kesan pesan perjalanan yang memuat makna tersirat untuk pengajaran hidup.

Saya akan membuat tips dan hal yang diperlukan dalam perjalanan menggunakan bus dalam waktu lama dan jarak cukup jauh ,sebagai berikut :

  1. Memilih bus atau transfortasi aman dan nyaman
  2. Memilih jam keberangkatan dengan memikirkan jam tiba dirumah dengan tepat
  3. Memilih loket pembelian tiket dan bus dengan kualitas pelayanan yang bagus untuk meminimalisir terjadinya pergantian trasfortasi di jalan dengan hitungan tak wajar
  4. Memastikan keadaan tubuh dalam kondisi yang sehat
  5. Kondisi perut tidak dalam keadaan kosong dari keberangkatan atapun dalam perjalanan
  6. Meggunakan pakaian yang nyaman dan tidak menggunakan jins atau pakaian ketat lainnya
  7. Membawa makanan ringan dan minuman
  8. Membawa obat obat emergency seperti obat mabuk,minyak angin bahkan mempersiapkan plastik
  9. Memilih tempat duduk yang nyaman
  10. Meminimalisir barang bawaan
  11. Membawa selimut atau kain jika sewaktu waktu merasa dingin saat perjalanan
  12. Membawa alat  kebersihan tubuh dengan ukuran kecil
  13. Membawa power bank atau charger
  14. Menghindari makanan berkuah
  15. Jangan merokok
  16. Jika membawa barang elektronik seperti laptop maka disarankan untuk menempatkan ditempat yang aman dan menghindari meletakkan di bagian bawah tanpa pengawasan
  17. Memperhatikan barang bawaan ketika bus sedang dalam perjalanan dan ketika bus berhenti untuk istirahat.
  18. Meletakkan uang dalam saku celana atau menempatkan pada dua tempat berbeda.
  19. Memperhatikan ketika yang bukan penumpang masuk kedalam bus misalkan para penjual jajanan,pengamen atau pengemis.

Sejauh mana pun kita merantau tetap harus pulang, bukan karena kesuksesan dan banyak uang untuk pulang tetapi sekedar menyapa orang tua, sanak saudara dan mencium aroma masakan ibu, pemandangan kampung hingga nostalgia merupakan hal yang cukup membuat bahagia dan itu menarik.

Orang tua tidak pernah memaksa untuk membawa oleh oleh, tetapi sekedar mendengar suara secara langsung pun sudah menjadi syukur yang tiada tara. Mencari ilmu dan uang bisa dilakukan kembali tapi untuk melihat orang tua dan sanak saudara merupakan hal yang sangat jarang.

Apakah kamu  tidak rindu masakan ibu? Atau sekadar mendengar namamu dipanggil oleh ayah? Atau kamu dengan saudaramu bertengkar hanya karena hal sepele?

Sudahkah kamu pulang kampung? [T]

Tujuan Pulang Kampung yang Tidak Terduga
Maha Berat Beban Sosial Seorang Sarjana untuk Pulang ke Kampung Halaman
Lulus Kuliah Tak Pulang, Putu Angga Mayobhayu Jual Sate Lilit di Kota Malang
Tags: mahasiswapulang kampungSamosirSumatera UtaraUniversitas Jambi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jeruk Siam Kintamani Bisa Diolah Jadi Selai

Next Post

Mantra ke Danau Paisu Pok, Wisata Alam Nan Indah di Sulawesi Tengah

Nurdiana Simbolon

Nurdiana Simbolon

Lahir di Sumatera Utara, tepatnya di Samosir. Pendidikan SD hingga SMA ditempuh di kampung halaman. Kini menempuh pendidikan di Universitas Jambi angkatan tahun 2020 jurusan Sastra Indonesia.

Related Posts

Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

by I Nyoman Tingkat
May 28, 2026
0
Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)menggelar acara pelepasan Angkatan V pada Selasa Pon Waregadian, 26 Mei 2026, di Aula Jove...

Read moreDetails

Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

by I Wayan Artika
May 27, 2026
0
Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

DESA Pedawa di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, terkenal dengan gula Pedawa. Gula ini sejatinya adalah gula merah atau gula...

Read moreDetails

Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

by Dede Putra Wiguna
May 27, 2026
0
Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

BAGI sebagian siswa SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja, hari itu menjadi pengalaman pertama mengenal Canva. Ada yang masih bingung...

Read moreDetails

Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 26, 2026
0
Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

AULA SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pagi itu tidak seperti biasanya. Tidak ada suasana tegang ujian, tidak pula wajah-wajah...

Read moreDetails

Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

by Dede Putra Wiguna
May 25, 2026
0
Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

BAGI sebagian siswa, menulis puisi dan cerpen mungkin bukan perkara sulit. Namun membuatnya dalam bentuk kolektif dan memiliki benang merah...

Read moreDetails

Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

by Kardanis Mudawi Jaya
May 24, 2026
0
Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

SEJAK tahun 2018, saya tidak pernah lagi bertemu dan mengobrol lama sambil menikmati kopi dan kacang dalam satu lingkup kerja...

Read moreDetails

In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali

by Made Adnyana Ole
May 21, 2026
0
In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali

IA fotografer, ia mencintai kesenian Bali. Maka hidupnya diabdikan untuk mengabadikan segala bentuk kesenian Bali melalu foto-foto yang eksotik sekaligus...

Read moreDetails

Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

by Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti
May 20, 2026
0
Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

PANTAI Kedonganan di kawasan Kuta, Badung, Bali, perlahan hidup kembali. Menjelang sore, deretan meja di tepi pantai mulai terisi. Aroma...

Read moreDetails

Wisata Orang Bali: ‘From Healing To Eling’

by I Nyoman Tingkat
May 19, 2026
0
Wisata Orang Bali: ‘From Healing To Eling’

DALAM salah satu bukunya, I Gde Aryantha Soethama menulis bahwa orang Bali tidak punya tradisi berwisata ala Barat. Berwisata dalam...

Read moreDetails

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails
Next Post
Mantra ke Danau Paisu Pok, Wisata Alam Nan Indah di Sulawesi Tengah

Mantra ke Danau Paisu Pok, Wisata Alam Nan Indah di Sulawesi Tengah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Membaca Racauan Arman Dhani
Ulas Buku

Membaca Racauan Arman Dhani

Judul               : 30 Tahun dan Gagal Penulis            : Arman Dhani Tahun terbit    : Februari 2026 Penerbit          : EA Books...

by Wayan Esa Bhaskara
May 30, 2026
Pria-Pria yang Kau Semayamkan di Awan Kita
Cerpen

Pria-Pria yang Kau Semayamkan di Awan Kita

PRIA-PRIA yang kau semayamkan di awan kita, tak satu pun Mas kenal—awalnya. Setelah Mas membaca jejak hatimu yang kau tinggalkan...

by Hidayatul Ulum
May 30, 2026
Puisi-puisi Eddy Pranata PNP | Pusat Cahaya
Puisi

Puisi-puisi Eddy Pranata PNP | Pusat Cahaya

CANGKIR TEH YANG MENUA kita masuki rumah baru, AC yang tidak dinginrapikan dapur dan kamar, bersihkan kamar mandi: "au, kita...

by Eddy Pranata PNP
May 30, 2026
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha
Esai

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia
Persona

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
Memang Pasar Malam
Esai

Memang Pasar Malam

BUKAN di sebuah kota kabupaten di Jawa. Bukan pula di lapangan alun-alun yang hanya ramai ketika ada perayaan tertentu. Pasar...

by Angga Wijaya
May 30, 2026
Hikayat Tuak
Liputan Khusus

Hikayat Tuak

KAKEK tua itu memanjat pohon lontar—yang tinggi—sesantai menaiki anak tangga. Meski sudah berumur, tangannya masih kuat mencengkeram, sedang sedikit pun...

by Jaswanto
May 30, 2026
Dari Laut hingga Ladang, Ubud Food Festival 2026 Resmi Dibuka dengan Semangat Menjaga Pangan
Panggung

Dari Laut hingga Ladang, Ubud Food Festival 2026 Resmi Dibuka dengan Semangat Menjaga Pangan

MALAM baru saja turun di Taman Kuliner Ubud, Kamis, 28 Mei 2026. Di hadapan para tamu undangan, pelaku industri kuliner,...

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
The Octopus Queen di Kawasan Broken Beach Nusa Penida, Jadi Magnet Even Internasional
Budaya

The Octopus Queen di Kawasan Broken Beach Nusa Penida, Jadi Magnet Even Internasional

Kemegahan karya seni “The Octopus Queen” di kawasan Broken Beach, Nusa Penida, sukses mencuri perhatian salah satu perhelatan dunia dalam...

by Nyoman Budarsana
May 30, 2026
Arsip Visual Ada, Arsip Pemikiran Tiada
Esai

Kuta dan Peradaban Palegongan: Radikalisme Estetika di Ambang Pesisir

KETIKA dunia menyebut Kuta hari ini, ingatan kolektif yang muncul hampir selalu seragam, pesisir yang riuh, lanskap global pariwisata, komodifikasi...

by I Gusti Made Darma Putra
May 29, 2026
Ubud Food Festival 2026 Dibuka dengan Seruan Menjaga Tanah dan Pangan Indonesia
Panggung

Ubud Food Festival 2026 Dibuka dengan Seruan Menjaga Tanah dan Pangan Indonesia

MEMASUKI tahun kesebelas penyelenggaraannya, Ubud Food Festival kembali digelar di Taman Kuliner Ubud dengan mengusung tema “Farmers: Guardians of Land...

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
Mereka Menunggu di Setia Darma 
Tualang

Mereka Menunggu di Setia Darma 

LANGIT mendung siang itu terasa menenangkan. Sepasang turis asing berjalan pelan menyusuri jalan kecil yang dikelilingi semak dan rimbun pohon....

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co