6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pembelajaran Moral dari Buku “Kisah Seekor Camar dan Kucing yang Mengajarinya Terbang” Karya Luis Sepulveda

Satria Aditya by Satria Aditya
June 1, 2023
in Ulas Buku
Pembelajaran Moral dari Buku “Kisah Seekor Camar dan Kucing yang Mengajarinya Terbang” Karya Luis Sepulveda

Buku Kisah Seekor Camar Dan Kucing Yang Mengajarinya Terbang karya Luis Sepulveda

“Bahwa hanya mereka yang berani terbang yang bisa terbang.”

CERITA INI DIMULAI dari seekor kucing hitam gemuk bernama Zorbas yang sedang berjemur di balkon rumahnya mendapati seekor burung camar terjatuh kepayahan di dekatnya.

Sekujur tubuh camar itu dipenuhi dengan minyak yang membuatnya tak bisa terbang lagi.  Sebelum meninggal, ia menitipkan tiga pesan kepada Zorbas. Yang pertama adalah jangan makan telurnya, kedua adalah berjanji untuk merawat anaknya dan ketiga adalah mengajarinya terbang sedelah dewasa.

Janji satu kucing pelabuhan adalah janji semua kucing di sana. Zorbas lantas bergegas mencari temannya yang mungkin bisa menolong. Ia ke sebuah restoran Italia di dekat dermaga, di sana ada kucing yang bernama Secretario dan juga Kolonel –kucing paling tua di Pelabuhan sampai banyak kucing yang masih mengira bahwa umur Kolonel sama dengan ketika restoran itu baru berdiri dan ada yang mengira lebih tua dari itu—setelah bertemu mereka berdua, Zorbar lantas menceritakan kejadian yang terjadi di balkon rumahnya ketika ia sedang asik berjemur.

Secretario dan Kolonel tak bisa banyak membantu, mereka mengusulkan untuk mencari Profesor–kucing yang paling pintar dan menguasai banyak buku Ensiklopedia—sampai di sebuah toko barang antik yang di jaga oleh Simpanse pemabuk dan di dalam Profesor tengah asik mencari buku-buku Ensoklopedianya, lantas ia menyambut ketiga kucing itu.

Zorbas kembali menceritakan apa yang terjadi di balkon rumahnya ketika ia berjemur. Profesor setelah mendengar cerita Zorbas langsung mencari solusi dalam buku Ensiklopedia. Setelah menemukan solusi itu, mereka berempat langsung menuju balkon rumah Zorbas. Tetapi naas, camar itu tidak bisa diselamatkan. Di sebelah camar itu, Zorbas menemukan sebuah telur putih bersih. Camar mati setelah melahirkan telur itu.

Lantas Zorbas muali menepati janjinya. Telur itu ia sembunyikan di sebuah pot tepat di balkon rumahnya, agar tak ada manusia yang mengetahui ada telur camar di sana. Pikir Zorbas, telur itu bisa-bisa digoreng oleh manusia. Gangguan demi gangguan dilewati telur itu. Zorbas sangat hati-hati, bepikir bahwa balkon bukan tempat yang aman lagi, ia kadang menyembunyikan telur itu di bawah sofa, kadang juga di bawah perutnya.

Sampai akhirnya, telur itu menetas dan melahirkan seekor camar. Zorbas lantas membawa camar kecil itu ke tempat Profesor, di sana ia pikir adalah tempat yang paling aman untuk menyembunyikan camar itu.

Kolonel dan Secretario datang ikut menyambut kelahiran camar itu. Kolonel, Secretario dan juga Zorbas berhari-hari tinggal di sana. Kadang mereka pulang hanya saat jam makan mereka, agar pemilik mereka tak curiga ketika mereka meninggalkan rumah berhari-hari.

Mereka sempat bingung dengan jenis kelamin camar itu, apakah ia betina atau jantan. Kolonel lantas menyarankan lagi untuk mencari Banyubiru –kucing dermaga yang sering ikut melaut dan menembus banyak badai—sesampainya Banyubiru di tempat Profesor, ia lantas menyimpulkan bahwa camar itu adalah betina. Setelahnya, kelima kucing itu memikirkan nama untuk camar itu. Sampai akhirnya diputuskan bahwa nama camar itu adalah Fortuna.

Singkat cerita, camar itu siap untuk terbang. Kelima kucing itu kembali berdiskusi. Dan akhirnya Profesor siap mengajarinya terbang. Dengan tertumpu tetap pada buku Ensiklopedianya, ia membuka halaman dengan mengulas “Leonardo Da Vinci” dengan gambar aneh yang dinamakan “Mesin Terbang”.

Tak kunjung mendapatkan hasil yang baik, akhirnya mereka membuat sebuah keputusan besar dengan melanggar pemali untuk berbicara kepada manusia. Zorbas mencari seekor kucing bernama Bubulina–kucing betina yang selalu berjemur di balkon rumahnya.

Zorbas menceritakan hal yang terjadi di rumah professor, sampai akhirnya, Bubulina marah dan tak mengizinkan Zorbas untuk berbicara dengan pemiliknya yang seorang penyair.

Zorbas tak meperdulikan Bubulina, ia lantas mendobrak masuk dan berbicara dengan penyair itu. Setelah percakapan Panjang dan ketidakpercayaan penyair itu, akhirnya ia setuju untuk membantu Zorbas.

Malam hari, tibalah waktunya untuk memulai sebuah pekerjaan besar. Penyair itu tiba di rumah Profesor saat hujan dan mencari Zorbas juga camar itu. Sedikit percakapan di sana, sampai akhirnya penyair itu memutuskan untuk menuju ke puncak menara yang ada di kota itu.

Di atas menara itu, penyair melepaskan camar itu, Zorbas sangat khawatir dan sabar menyakinkan camar bahwa ia akan bisa terbang. “Terbang!” teriak Zorbas. Camar itu secara tak sadar mengepakkan sayapnya dan terbang mengitari menara.

***

Ini adalah cerita yang sangat menarik untuk dibaca oleh semua kalangan, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Di dalam cerita itu juga, kita bisa mempelajari banyak hal. Tentang persahabat kucing Zorbas, Kolonel, Secretario, Profesor dan juga Banyubiru yang selalu saling menguntungkan satu sama lain.

Yang sangat aku kagumi dari cerita ini adalah ketika mereka mengajari seekor camar untuk terbang, karena mereka tentu saja tidak bisa terbang. Tetapi dengan segala macam pemikiran dan juga penemuan yang menarik, mereka dengan tidak sengaja selalu mengajari camar itu terbang walaupun selalu gagal.

Tak hayal juga bahwa janji satu kucing Pelabuhan adalah janji semua kucing. Mereka sangat menepati janji, sampai-sampai melanggar sebuah pamali untuk berbicara kepada manusia.

Luis Sepelveda sangat menarik menuliskan novel ini. Dengan bahasa yang mudah dipahami dan dapat dibaca sebuah kalangan, ia juga dapat menuliskan pesan yang begitu dalam pada setiap pembaca.

Dari perusakan laut yang terus terjadi hingga saat ini, dari tumpahan minyak, limbah pabrik, sampah dan perusakan lingkungan di dalam laut yang selalu terjadi setiap harinya. Lalu tentang sebuah kesetiaan, persahabatan dan menepati janji yang memang harus ditanamkan pada setiap orang.

Jika buku ini juga tersebar di dalam sekolah-sekolah, guru tentu juga dapat memberikan sebuah imajinasi kepada anak didik untuk menumbuhkan nilai-nilai persahabatan, kesetiaan dan juga menepati janji di dalam lingkungan mereka.

Sastra selalu dapat mengajarkan banyak hal dalam Pendidikan. Walaupun sampai sekarang, sastra masih dikesampingkan keberadaannya. Perpustakaan di sekolah-sekolah tak pernah ramai, pun juga setiap hari senin yang selalu dilaksanakan literasi tak begitu efektif karena mereka hanya membaca buku itu-itu saja yang ada di dalam kelas mereka.[T]

Sastra Merekam dan Melahirkan Kemungkinan-kemungkinan | Catatan Membaca Buku Kumpulan Naskah Drama Raya-raya Cinta  
Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas: Potret Kekerasan Terhadap Perempuan
Novel Sutasoma Karya Cok Sawitri dan Bingkai Kebhinekaan
Tags: Bukunovelresensi bukusastra
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Cerita Daun dan Warna Alami: Pagi Moetly, Slow Fashion dan Mindfull Fashion | Catatan Tatkala May May May 2023

Next Post

Jaranan di Tanah Borneo, “Kesurupan” dan Perpindahan Budaya

Satria Aditya

Satria Aditya

Alumni Universitas Pendidikan Ganesha. Kini tinggal di Denpasar, jadi guru

Related Posts

Catatan Kecil Tentang ‘Dokter Gila’ Karya Putu Arya Nugraha

by Putu Lina Kamelia
February 28, 2026
0
Catatan Kecil Tentang ‘Dokter Gila’ Karya Putu Arya Nugraha

Judul Buku : Dokter Gila Penulis : dr. Putu Arya Nugraha Penerbit : Tatkala Tahun : 2025 RUMAH itu mungil...

Read moreDetails

Membaca ‘Lampah Sang Pragina’, Membicarakan Kasta yang Itu-itu Saja  

by Wayan Esa Bhaskara
February 20, 2026
0
Membaca ‘Lampah Sang Pragina’, Membicarakan Kasta yang Itu-itu Saja  

Judul Buku: Lampah Sang Pragina Penulis: Ketut Sugiartha Penerbit: Pustaka Ekspresi Cetakan: Pertama, November 2025 Tebal: 116 halaman ISBN: 978-634-7225-31-3...

Read moreDetails

Catatan Seorang Pembaca atas ‘Epigram 60’ Karya Joko Pinurbo

by Luqi Aditya Wahyu Ramadan
February 11, 2026
0
Catatan Seorang Pembaca atas ‘Epigram 60’ Karya Joko Pinurbo

SUDAH setahun lebih maestro puisi Indonesia, Joko Pinurbo, berpulang ke rumah yang sesungguhnya, meninggalkan jejak yang sunyi namun abadi dalam...

Read moreDetails

“Jangan Mati Dulu, Mie Ayam Masih Enak” – Membaca Keputusasaan dan Harapan dalam ‘Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati’ Karya Brian Khrisna

by Dede Putra Wiguna
January 31, 2026
0
“Jangan Mati Dulu, Mie Ayam Masih Enak” – Membaca Keputusasaan dan Harapan dalam ‘Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati’ Karya Brian Khrisna

“Aku belajar bahwa kunci untuk bertahan hidup bukanlah selalu berpikir positif, tetapi mempunyai kemampuan untuk menerima.” Demikian salah satu penggalan...

Read moreDetails

Belajar Menerima Konsekuensi –Catatan Setelah Membaca Buku 23;59

by Radha Dwi Pradnyani
January 29, 2026
0
Belajar Menerima Konsekuensi –Catatan Setelah Membaca Buku 23;59

Judul Buku: 23:59 Penulis Buku: Brian Khrisna Penerbit: Media Kita Tahun Terbit: 2023 Halaman: 232 hlm “Tidak ada yang lebih...

Read moreDetails

Terapi Bagi Dokter yang Normal –Catatan Buku Cerpen ‘Dokter Gila’ karya Putu Arya Nugraha

by Yahya Umar
January 26, 2026
0
Terapi Bagi Dokter yang Normal –Catatan Buku Cerpen ‘Dokter Gila’ karya Putu Arya Nugraha

Judul Buku : Dokter Gila Penulis : dr. Putu Arya Nugraha Penerbit : Tatkala Tahun : 2025 DOKTER seperti apa...

Read moreDetails

Risalah Rindu dan Ranting — Membaca Buku Puisi ‘Memilih Pohon Sebelum Pinangan’ karya Made Adnyana Ole

by I Nengah Juliawan
January 20, 2026
0
Risalah Rindu dan Ranting — Membaca Buku Puisi ‘Memilih Pohon Sebelum Pinangan’ karya Made Adnyana Ole

Aksamayang atas kedangkalan yang saya miliki. Saya mencoba menantang diri dengan membaca dan memberikan pandangan pada buku kumpulan puisi "Memilih...

Read moreDetails

Mengepak di Tengah Badai 

by Ahmad Fatoni
January 19, 2026
0
Mengepak di Tengah Badai 

Judul : Kepak Sayap Bunda: “Anak Merah Putih Tak Takut Masalah!” Penulis : A. Kusairi, dkk. Editor : Dyah Nkusuma...

Read moreDetails

Dentang yang Tak Pernah Sepenuhnya Hilang: Membaca ‘Broken Strings’ dalam Cermin Feminisme Perempuan Bali

by Luh Putu Anggreny
January 13, 2026
0
Dentang yang Tak Pernah Sepenuhnya Hilang: Membaca ‘Broken Strings’ dalam Cermin Feminisme Perempuan Bali

ADA jenis luka yang tidak berdarah, tetapi bergaung lebih lama dari suara jeritan. Ia hidup dalam ingatan, dalam rasa bersalah...

Read moreDetails

Jeda di Secangkir Kopi

by Angga Wijaya
January 2, 2026
0
Jeda di Secangkir Kopi

SIANG di Dalung, Badung, Bali, di penghujung 2025, bergerak pelan. Jalanan tidak benar-benar lengang, tapi cukup memberi ruang bagi pikiran...

Read moreDetails
Next Post
Jaranan di Tanah Borneo, “Kesurupan” dan Perpindahan Budaya

Jaranan di Tanah Borneo, “Kesurupan” dan Perpindahan Budaya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co