24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pembelajaran Moral dari Buku “Kisah Seekor Camar dan Kucing yang Mengajarinya Terbang” Karya Luis Sepulveda

Satria Aditya by Satria Aditya
June 1, 2023
in Ulas Buku
Pembelajaran Moral dari Buku “Kisah Seekor Camar dan Kucing yang Mengajarinya Terbang” Karya Luis Sepulveda

Buku Kisah Seekor Camar Dan Kucing Yang Mengajarinya Terbang karya Luis Sepulveda

“Bahwa hanya mereka yang berani terbang yang bisa terbang.”

CERITA INI DIMULAI dari seekor kucing hitam gemuk bernama Zorbas yang sedang berjemur di balkon rumahnya mendapati seekor burung camar terjatuh kepayahan di dekatnya.

Sekujur tubuh camar itu dipenuhi dengan minyak yang membuatnya tak bisa terbang lagi.  Sebelum meninggal, ia menitipkan tiga pesan kepada Zorbas. Yang pertama adalah jangan makan telurnya, kedua adalah berjanji untuk merawat anaknya dan ketiga adalah mengajarinya terbang sedelah dewasa.

Janji satu kucing pelabuhan adalah janji semua kucing di sana. Zorbas lantas bergegas mencari temannya yang mungkin bisa menolong. Ia ke sebuah restoran Italia di dekat dermaga, di sana ada kucing yang bernama Secretario dan juga Kolonel –kucing paling tua di Pelabuhan sampai banyak kucing yang masih mengira bahwa umur Kolonel sama dengan ketika restoran itu baru berdiri dan ada yang mengira lebih tua dari itu—setelah bertemu mereka berdua, Zorbar lantas menceritakan kejadian yang terjadi di balkon rumahnya ketika ia sedang asik berjemur.

Secretario dan Kolonel tak bisa banyak membantu, mereka mengusulkan untuk mencari Profesor–kucing yang paling pintar dan menguasai banyak buku Ensiklopedia—sampai di sebuah toko barang antik yang di jaga oleh Simpanse pemabuk dan di dalam Profesor tengah asik mencari buku-buku Ensoklopedianya, lantas ia menyambut ketiga kucing itu.

Zorbas kembali menceritakan apa yang terjadi di balkon rumahnya ketika ia berjemur. Profesor setelah mendengar cerita Zorbas langsung mencari solusi dalam buku Ensiklopedia. Setelah menemukan solusi itu, mereka berempat langsung menuju balkon rumah Zorbas. Tetapi naas, camar itu tidak bisa diselamatkan. Di sebelah camar itu, Zorbas menemukan sebuah telur putih bersih. Camar mati setelah melahirkan telur itu.

Lantas Zorbas muali menepati janjinya. Telur itu ia sembunyikan di sebuah pot tepat di balkon rumahnya, agar tak ada manusia yang mengetahui ada telur camar di sana. Pikir Zorbas, telur itu bisa-bisa digoreng oleh manusia. Gangguan demi gangguan dilewati telur itu. Zorbas sangat hati-hati, bepikir bahwa balkon bukan tempat yang aman lagi, ia kadang menyembunyikan telur itu di bawah sofa, kadang juga di bawah perutnya.

Sampai akhirnya, telur itu menetas dan melahirkan seekor camar. Zorbas lantas membawa camar kecil itu ke tempat Profesor, di sana ia pikir adalah tempat yang paling aman untuk menyembunyikan camar itu.

Kolonel dan Secretario datang ikut menyambut kelahiran camar itu. Kolonel, Secretario dan juga Zorbas berhari-hari tinggal di sana. Kadang mereka pulang hanya saat jam makan mereka, agar pemilik mereka tak curiga ketika mereka meninggalkan rumah berhari-hari.

Mereka sempat bingung dengan jenis kelamin camar itu, apakah ia betina atau jantan. Kolonel lantas menyarankan lagi untuk mencari Banyubiru –kucing dermaga yang sering ikut melaut dan menembus banyak badai—sesampainya Banyubiru di tempat Profesor, ia lantas menyimpulkan bahwa camar itu adalah betina. Setelahnya, kelima kucing itu memikirkan nama untuk camar itu. Sampai akhirnya diputuskan bahwa nama camar itu adalah Fortuna.

Singkat cerita, camar itu siap untuk terbang. Kelima kucing itu kembali berdiskusi. Dan akhirnya Profesor siap mengajarinya terbang. Dengan tertumpu tetap pada buku Ensiklopedianya, ia membuka halaman dengan mengulas “Leonardo Da Vinci” dengan gambar aneh yang dinamakan “Mesin Terbang”.

Tak kunjung mendapatkan hasil yang baik, akhirnya mereka membuat sebuah keputusan besar dengan melanggar pemali untuk berbicara kepada manusia. Zorbas mencari seekor kucing bernama Bubulina–kucing betina yang selalu berjemur di balkon rumahnya.

Zorbas menceritakan hal yang terjadi di rumah professor, sampai akhirnya, Bubulina marah dan tak mengizinkan Zorbas untuk berbicara dengan pemiliknya yang seorang penyair.

Zorbas tak meperdulikan Bubulina, ia lantas mendobrak masuk dan berbicara dengan penyair itu. Setelah percakapan Panjang dan ketidakpercayaan penyair itu, akhirnya ia setuju untuk membantu Zorbas.

Malam hari, tibalah waktunya untuk memulai sebuah pekerjaan besar. Penyair itu tiba di rumah Profesor saat hujan dan mencari Zorbas juga camar itu. Sedikit percakapan di sana, sampai akhirnya penyair itu memutuskan untuk menuju ke puncak menara yang ada di kota itu.

Di atas menara itu, penyair melepaskan camar itu, Zorbas sangat khawatir dan sabar menyakinkan camar bahwa ia akan bisa terbang. “Terbang!” teriak Zorbas. Camar itu secara tak sadar mengepakkan sayapnya dan terbang mengitari menara.

***

Ini adalah cerita yang sangat menarik untuk dibaca oleh semua kalangan, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Di dalam cerita itu juga, kita bisa mempelajari banyak hal. Tentang persahabat kucing Zorbas, Kolonel, Secretario, Profesor dan juga Banyubiru yang selalu saling menguntungkan satu sama lain.

Yang sangat aku kagumi dari cerita ini adalah ketika mereka mengajari seekor camar untuk terbang, karena mereka tentu saja tidak bisa terbang. Tetapi dengan segala macam pemikiran dan juga penemuan yang menarik, mereka dengan tidak sengaja selalu mengajari camar itu terbang walaupun selalu gagal.

Tak hayal juga bahwa janji satu kucing Pelabuhan adalah janji semua kucing. Mereka sangat menepati janji, sampai-sampai melanggar sebuah pamali untuk berbicara kepada manusia.

Luis Sepelveda sangat menarik menuliskan novel ini. Dengan bahasa yang mudah dipahami dan dapat dibaca sebuah kalangan, ia juga dapat menuliskan pesan yang begitu dalam pada setiap pembaca.

Dari perusakan laut yang terus terjadi hingga saat ini, dari tumpahan minyak, limbah pabrik, sampah dan perusakan lingkungan di dalam laut yang selalu terjadi setiap harinya. Lalu tentang sebuah kesetiaan, persahabatan dan menepati janji yang memang harus ditanamkan pada setiap orang.

Jika buku ini juga tersebar di dalam sekolah-sekolah, guru tentu juga dapat memberikan sebuah imajinasi kepada anak didik untuk menumbuhkan nilai-nilai persahabatan, kesetiaan dan juga menepati janji di dalam lingkungan mereka.

Sastra selalu dapat mengajarkan banyak hal dalam Pendidikan. Walaupun sampai sekarang, sastra masih dikesampingkan keberadaannya. Perpustakaan di sekolah-sekolah tak pernah ramai, pun juga setiap hari senin yang selalu dilaksanakan literasi tak begitu efektif karena mereka hanya membaca buku itu-itu saja yang ada di dalam kelas mereka.[T]

Sastra Merekam dan Melahirkan Kemungkinan-kemungkinan | Catatan Membaca Buku Kumpulan Naskah Drama Raya-raya Cinta  
Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas: Potret Kekerasan Terhadap Perempuan
Novel Sutasoma Karya Cok Sawitri dan Bingkai Kebhinekaan
Tags: Bukunovelresensi bukusastra
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Cerita Daun dan Warna Alami: Pagi Moetly, Slow Fashion dan Mindfull Fashion | Catatan Tatkala May May May 2023

Next Post

Jaranan di Tanah Borneo, “Kesurupan” dan Perpindahan Budaya

Satria Aditya

Satria Aditya

Alumni Universitas Pendidikan Ganesha. Kini tinggal di Denpasar, jadi guru

Related Posts

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

by Hartanto
October 21, 2026
0
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

Read moreDetails

Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari

by Ahmad Hirzan Anwari
October 13, 2026
0
Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari

BUKU Rusdi Mathari berjudul Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya, genap berusia 10 tahuan. Buku Mojok, sebagai penerbit, merayakan ulang...

Read moreDetails

Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti

by Emi Suy
October 8, 2026
0
Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti

KITA sering berangkat dengan tujuan yang telah ditentukan, seolah jalan hanya perlu mengantar tubuh sampai ke sebuah tempat. Padahal, perjalanan...

Read moreDetails

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026
0
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

Read moreDetails

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

by Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
0
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

Read moreDetails

Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

by Chusmeru
September 3, 2026
0
Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

Judul Buku: HERMENEUSICAL Menafsir Musik dalam Komunikasi Manusia Penulis      : Prof.Dr. Ahmad Sihabudin, M.Si Penerbit    : Indigo Media, Kota Tangerang...

Read moreDetails

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

by IRZI
August 3, 2026
0
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

Read moreDetails

Tuhan Yang Maha Puisi

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
0
Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

Read moreDetails

SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

by I Wayan Sujana Suklu
July 26, 2026
0
SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

SEBUAH buku yang selesai dibaca ketika halaman terakhir ditutup. Ada pula buku yang baru mulai dibaca justru setelah kita menutupnya....

Read moreDetails

Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

by Azwar
July 17, 2026
0
Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

Singkarak, Riang dan Sendunya merupakan kumpulan cerpen karya Ragdi F Daye yang diterbitkan Rumahkayu Pustaka pada Mei 2026. Buku ini...

Read moreDetails
Next Post
Jaranan di Tanah Borneo, “Kesurupan” dan Perpindahan Budaya

Jaranan di Tanah Borneo, “Kesurupan” dan Perpindahan Budaya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co