14 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cerita Daun dan Warna Alami: Pagi Moetly, Slow Fashion dan Mindfull Fashion | Catatan Tatkala May May May 2023

Kadek Sri Widiastuti by Kadek Sri Widiastuti
June 1, 2023
in Khas
Cerita Daun dan Warna Alami: Pagi Moetly, Slow Fashion dan Mindfull Fashion | Catatan Tatkala May May May 2023

Andika Putra saat menjadi narasumber Tatkala May May May 2023 (28/05) | Foto: Dok. Tatkala.co

SERANGKAIAN ACARA Tatkala May May May 2023, Minggu, 28 Mei 2023, kemarin—yang merupakan sesi terakhir—Tatkala.co menghadirkan pengelola usaha Pagi Moetly, Andika Putra, untuk bercerita tentang “Daun dan Warna Alami” di Rumah Belajar Komunitas Mahima, Singaraja.

Andika merupakan seorang pengusaha yang bergerak di bidang jasa pencelupan pewarnaan kain. Ia mendirikan usahanya semenjak 2019 silam dengan menggunakan pewarna dari bahan alami. Produk yang dihasilkannya mampu menarik banyak minat konsumen internasional.

Berbeda dari pengusaha yang bergelut di bidang pewarnaan kain lainnya—yang biasanya lebih mengambil jalan praktis dengan menggunakan bahan dasar zat pewarna tekstil sintesis—Pagi Moetly lebih mengutamakan zat pewarna yang berasal dari alam.

Hal ini tentu memiliki dampak yang baik terhadap lingkungan, karena limbah yang dihasilkan dari proses pewarnaan tersebut tidak merusak lingkungan. Selain itu, limbah yang dihasilkan dari proses pembuatan pewarna tersebut juga dapat digunakan sebagai kompos. Dan limbah yang berupa cairannya juga mudah terurai dan tidak mempengaruhi kesuburan tanah.

Andika Putra mulai menekuni bidang pewarnaan kain alami ini sejak tahun 2002—saat itu ia masih kelas tiga Sekolah Menengah Atas (SMA). Dan mengawalinya dengan melakukan research warna dari tumbuh-tumbuhan. Kemudian mulai mendapat referensi pewarna alami lain dari berbagai daerah di luar Bali.

“Belajar tentang pewarnaan alami saya lakukan secara otodidak, dan beberapa referensi pembelajaran yang saya dapatkan berasal dari Sumba dan Jawa. Akan tetapi, yang tetap diterapkan pada produk Pagi Moetly adalah pewarnaan alami yang ada di Bali, karena tidak mungkin saya terapkan hal yang sama dari produk lain terhadap produk Pagi Moetly,” ungkap Andika, menjelaskan.

Andika Putra, saat menjadi narasumber di Tatkala May May May 2023 / Foto: Dok. Tatkala.co

Hal ini menjadi sesuatu yang unik di tengah maraknya perkembangan fashion pada kalangan masyarakat. Khususnya trend fashion dari luar negeri yang memiliki kesan vintage dan oversize trend fashion yang booming di tahun 2022 itu.

Pagi Moetly mempunyai ciri khasnya sendiri dengan tetap mementingkan bagaimana produk yang diciptakannya lebih menyatu dengan alam, dan dari segi kualitasnya tanpa terpengaruh dari riak trend instan fashion yang terjadi.

Slow Fashion dan Mindfull Fashion

Jika pada perusahaan lain memiliki sistem produksi yang menghasilkan produk dalam jumlah yang besar, sehingga mampu meminamalkan biaya produksinya, berbeda halnya dengan Pagi Moetly, mereka lebih memilih untuk menerapkan slow fashion.

Hal ini memiliki arti bahwa dalam produksi yang dilakukan Pagi Moetly lebih berfokus pada bagaimana kualitas produk tersebut diciptakan, dibandingkan dengan jumlah produksinya. Sehingga, produknya dapat lebih tahan lama. Selain itu, Slow Fashion ini juga merupakan proses produksi yang dapat dikatakan sebagai aktifitas praktik produksi yang menjunjung tinggi etika ramah lingkungan.

Maka dari itu, Pagi Moetly dapat dikatakan sebagai salah satu perusahaan produksi penyelamat bumi, yang bergerak di bidang tekstil tanpa mengurangi estetika dan nilai dari produknya.

“Apa yang dilakukan Andika ini termasuk slow fashion atau mindfull fashion,” ujar Kadek Sonia Piscayanti, saat menjadi moderator.

Kadek Sonia Piscayanti saat menjadi moderator / Foto: Dok. Tatkala.co

Menurut Sonia, Pagi Moetly selalu memperhatikan dampak dari proses produksinya terhadap lingkungan. Dan tentu saja, kualitas produk kainnya tidak dapat dianggap remeh, oleh perusahaan lain yang masih menggunakan zat pewarna tekstil sintesis.

Mindfull Fashion, Sonia menjelaskan, yang diterapkan Pagi Moetly, mampu memberikan kesadaran bagi masyarakat terhadap lingkungan di sekitarnya. Terkait dengan kasus pembuangan limbah pabrik tekstil yang menjadi pembicaraan pada tahun 2021 silam, yang tentu dapat memberikan dampak buruk berupa pencemaran lingkungan.

Pagi Moetly dengan kesadaran penuh terhadap lingkungan memberikan contoh yang baik dengan memanfaatkan limbah sisa produksi sebagai kompos, dan kebetulan juga zat pewarna yang digunakan berasal dari bahan alami, sehingga tidak mencemari lingkungan.

Dalam dunia fashion, hal inilah yang perlu dipertahankan, bagaimana menumbuhkan kesadaran para pengusaha dalam menggunakan zat pewarna yang lebih ramah lingkungan. Untuk mendukung terjaganya kesuburan tanah, menghindari pencemaran air dan lain sebagainya, yang berhubungan dengan alam.

Konsep Unik Pagi Moetley

Produk Pagi Moetly memiliki nilai yang berbeda dari yang lain, karena memang lebih mengutamakan kelestarian alam. Sehingga, produknya akan tetap dapat berkembang hingga tahun-tahun berikutnya.

Selain masih mempertahankan prinsipnya dalam menggunakan bahan-bahan alami, Pagi Moetly juga memperhatikan bagaimana alam dapat memberikan dampak yang positif terhadap karyanya melalui produksi yang tidak mengakibatkan kerusakan bagi lingkungan tersebut.

“Ada tiga jenis pengelompokan produk yang diciptakan Pagi Moetly, seperti di bidang fashion, aksesoris dan interior,” kata Andika.

Andika menjelaskan, aksesorisnya dalam bentuk selendang dan pernak-pernik seperti bandana dan yang lainnya. Untuk interiornya ada sarung bantal dan beberapa produk lainnya yang sering dicari sebagai pelengkap interior. Kemudian di fashion, ia memproduksi kain dan juga baju.

Dalam hal marketing, Pagi Moetly menggunakan konsep Storry Telling Marketing, di mana produk satu memiliki cerita yang berbeda dari produk lainnya. Seperti misalnya motif yang ada pada salah satu kain, mengandung nilai-nilai mitologi Hindu atau memiliki cerita bagaimana motif tersebut dapat dihasilkan melalui teknik-teknik yang digunakan.

Namun, tak ada kesuksesan yang tanpa kendala. Andika membangun Pagi Moetly dari nol, dan tentu penuh dengan tantangan.

“Pada awalnya pasar produk saya ada di daerah Canggu, dan awal pertama memulai usaha ini kendala yang dialami adalah susahnya mencari bahan untuk membuat pewarna alami karena kebutuhan produksi semakin tinggi, hingga kami melakukan kerjasama dengan petani untuk mengumpulkan bahan-bahan dasar pewarna alam. Sehingga selanjutnya kendala tersebut dapat diatasi dan sekaligus membantu perekonomian petani-petani desa,” ujar Andika Putra.

Secara tidak langsung, Pagi Moetly juga menjadi salah satu penggerak perekonomian masyarakat desa, khususnya petani. Dengan cara mengajak mereka bekerjasama dalam mengumpulkan bahan-bahan dasar yang digunakan dalam pembuatan zat pewarna alami. Seperti misalnya, daun ketapang, sabut kelapa, kayu secang dan tanaman indigo.

Pagi Moetly juga mengadakan workshop di Ubud, mulai dari pemetikan daun, proses mewarnai, hingga menjadi kain yang siap digunakan dan memiliki corak-motif menarik. Workshop ini biasanya di ikuti oleh turis-turis asing yang memiliki minat dalam mempelajari proses pewarnaan kain alami.

“Konsumen kami lebih banyak dari internasional, bisa dibilang sekitar 90 persennya merupakan orang-orang dari luar negeri. Dan beberapa konsumen berasal dari Jakarta, sebagian anak muda yang sudah mulai memiliki kesadaran terhadap produk tekstil ramah lingkungan,” terang Andika.[T]

Cerita, Buku dan Komunitas | Pidato Penutupan Tatkala May May May 2023
Pers Kampus Hari Ini: Wadah Berpikir Kritis, tapi Darurat Perlindungan! | Catatan Tatkala May May May 2023
Tatkala May May May 2023 Sesi 2: Membaca Film Merangkai Kata Bersama Minikino
Tags: diskusiPagi Motleywarna bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

MK dan KPK dalam Pusaran Politik

Next Post

Pembelajaran Moral dari Buku “Kisah Seekor Camar dan Kucing yang Mengajarinya Terbang” Karya Luis Sepulveda

Kadek Sri Widiastuti

Kadek Sri Widiastuti

Lahir di Singaraja, tahun 2002. Saat ini sedang menempuh pendidikan di STAH N Mpu Kuturan Singaraja, Program Studi Ilmu Komunikasi

Related Posts

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
0
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

Read moreDetails

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails
Next Post
Pembelajaran Moral dari Buku “Kisah Seekor Camar dan Kucing yang Mengajarinya Terbang” Karya Luis Sepulveda

Pembelajaran Moral dari Buku "Kisah Seekor Camar dan Kucing yang Mengajarinya Terbang" Karya Luis Sepulveda

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co