4 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cerita Daun dan Warna Alami: Pagi Moetly, Slow Fashion dan Mindfull Fashion | Catatan Tatkala May May May 2023

Kadek Sri Widiastuti by Kadek Sri Widiastuti
June 1, 2023
in Khas
Cerita Daun dan Warna Alami: Pagi Moetly, Slow Fashion dan Mindfull Fashion | Catatan Tatkala May May May 2023

Andika Putra saat menjadi narasumber Tatkala May May May 2023 (28/05) | Foto: Dok. Tatkala.co

SERANGKAIAN ACARA Tatkala May May May 2023, Minggu, 28 Mei 2023, kemarin—yang merupakan sesi terakhir—Tatkala.co menghadirkan pengelola usaha Pagi Moetly, Andika Putra, untuk bercerita tentang “Daun dan Warna Alami” di Rumah Belajar Komunitas Mahima, Singaraja.

Andika merupakan seorang pengusaha yang bergerak di bidang jasa pencelupan pewarnaan kain. Ia mendirikan usahanya semenjak 2019 silam dengan menggunakan pewarna dari bahan alami. Produk yang dihasilkannya mampu menarik banyak minat konsumen internasional.

Berbeda dari pengusaha yang bergelut di bidang pewarnaan kain lainnya—yang biasanya lebih mengambil jalan praktis dengan menggunakan bahan dasar zat pewarna tekstil sintesis—Pagi Moetly lebih mengutamakan zat pewarna yang berasal dari alam.

Hal ini tentu memiliki dampak yang baik terhadap lingkungan, karena limbah yang dihasilkan dari proses pewarnaan tersebut tidak merusak lingkungan. Selain itu, limbah yang dihasilkan dari proses pembuatan pewarna tersebut juga dapat digunakan sebagai kompos. Dan limbah yang berupa cairannya juga mudah terurai dan tidak mempengaruhi kesuburan tanah.

Andika Putra mulai menekuni bidang pewarnaan kain alami ini sejak tahun 2002—saat itu ia masih kelas tiga Sekolah Menengah Atas (SMA). Dan mengawalinya dengan melakukan research warna dari tumbuh-tumbuhan. Kemudian mulai mendapat referensi pewarna alami lain dari berbagai daerah di luar Bali.

“Belajar tentang pewarnaan alami saya lakukan secara otodidak, dan beberapa referensi pembelajaran yang saya dapatkan berasal dari Sumba dan Jawa. Akan tetapi, yang tetap diterapkan pada produk Pagi Moetly adalah pewarnaan alami yang ada di Bali, karena tidak mungkin saya terapkan hal yang sama dari produk lain terhadap produk Pagi Moetly,” ungkap Andika, menjelaskan.

Andika Putra, saat menjadi narasumber di Tatkala May May May 2023 / Foto: Dok. Tatkala.co

Hal ini menjadi sesuatu yang unik di tengah maraknya perkembangan fashion pada kalangan masyarakat. Khususnya trend fashion dari luar negeri yang memiliki kesan vintage dan oversize trend fashion yang booming di tahun 2022 itu.

Pagi Moetly mempunyai ciri khasnya sendiri dengan tetap mementingkan bagaimana produk yang diciptakannya lebih menyatu dengan alam, dan dari segi kualitasnya tanpa terpengaruh dari riak trend instan fashion yang terjadi.

Slow Fashion dan Mindfull Fashion

Jika pada perusahaan lain memiliki sistem produksi yang menghasilkan produk dalam jumlah yang besar, sehingga mampu meminamalkan biaya produksinya, berbeda halnya dengan Pagi Moetly, mereka lebih memilih untuk menerapkan slow fashion.

Hal ini memiliki arti bahwa dalam produksi yang dilakukan Pagi Moetly lebih berfokus pada bagaimana kualitas produk tersebut diciptakan, dibandingkan dengan jumlah produksinya. Sehingga, produknya dapat lebih tahan lama. Selain itu, Slow Fashion ini juga merupakan proses produksi yang dapat dikatakan sebagai aktifitas praktik produksi yang menjunjung tinggi etika ramah lingkungan.

Maka dari itu, Pagi Moetly dapat dikatakan sebagai salah satu perusahaan produksi penyelamat bumi, yang bergerak di bidang tekstil tanpa mengurangi estetika dan nilai dari produknya.

“Apa yang dilakukan Andika ini termasuk slow fashion atau mindfull fashion,” ujar Kadek Sonia Piscayanti, saat menjadi moderator.

Kadek Sonia Piscayanti saat menjadi moderator / Foto: Dok. Tatkala.co

Menurut Sonia, Pagi Moetly selalu memperhatikan dampak dari proses produksinya terhadap lingkungan. Dan tentu saja, kualitas produk kainnya tidak dapat dianggap remeh, oleh perusahaan lain yang masih menggunakan zat pewarna tekstil sintesis.

Mindfull Fashion, Sonia menjelaskan, yang diterapkan Pagi Moetly, mampu memberikan kesadaran bagi masyarakat terhadap lingkungan di sekitarnya. Terkait dengan kasus pembuangan limbah pabrik tekstil yang menjadi pembicaraan pada tahun 2021 silam, yang tentu dapat memberikan dampak buruk berupa pencemaran lingkungan.

Pagi Moetly dengan kesadaran penuh terhadap lingkungan memberikan contoh yang baik dengan memanfaatkan limbah sisa produksi sebagai kompos, dan kebetulan juga zat pewarna yang digunakan berasal dari bahan alami, sehingga tidak mencemari lingkungan.

Dalam dunia fashion, hal inilah yang perlu dipertahankan, bagaimana menumbuhkan kesadaran para pengusaha dalam menggunakan zat pewarna yang lebih ramah lingkungan. Untuk mendukung terjaganya kesuburan tanah, menghindari pencemaran air dan lain sebagainya, yang berhubungan dengan alam.

Konsep Unik Pagi Moetley

Produk Pagi Moetly memiliki nilai yang berbeda dari yang lain, karena memang lebih mengutamakan kelestarian alam. Sehingga, produknya akan tetap dapat berkembang hingga tahun-tahun berikutnya.

Selain masih mempertahankan prinsipnya dalam menggunakan bahan-bahan alami, Pagi Moetly juga memperhatikan bagaimana alam dapat memberikan dampak yang positif terhadap karyanya melalui produksi yang tidak mengakibatkan kerusakan bagi lingkungan tersebut.

“Ada tiga jenis pengelompokan produk yang diciptakan Pagi Moetly, seperti di bidang fashion, aksesoris dan interior,” kata Andika.

Andika menjelaskan, aksesorisnya dalam bentuk selendang dan pernak-pernik seperti bandana dan yang lainnya. Untuk interiornya ada sarung bantal dan beberapa produk lainnya yang sering dicari sebagai pelengkap interior. Kemudian di fashion, ia memproduksi kain dan juga baju.

Dalam hal marketing, Pagi Moetly menggunakan konsep Storry Telling Marketing, di mana produk satu memiliki cerita yang berbeda dari produk lainnya. Seperti misalnya motif yang ada pada salah satu kain, mengandung nilai-nilai mitologi Hindu atau memiliki cerita bagaimana motif tersebut dapat dihasilkan melalui teknik-teknik yang digunakan.

Namun, tak ada kesuksesan yang tanpa kendala. Andika membangun Pagi Moetly dari nol, dan tentu penuh dengan tantangan.

“Pada awalnya pasar produk saya ada di daerah Canggu, dan awal pertama memulai usaha ini kendala yang dialami adalah susahnya mencari bahan untuk membuat pewarna alami karena kebutuhan produksi semakin tinggi, hingga kami melakukan kerjasama dengan petani untuk mengumpulkan bahan-bahan dasar pewarna alam. Sehingga selanjutnya kendala tersebut dapat diatasi dan sekaligus membantu perekonomian petani-petani desa,” ujar Andika Putra.

Secara tidak langsung, Pagi Moetly juga menjadi salah satu penggerak perekonomian masyarakat desa, khususnya petani. Dengan cara mengajak mereka bekerjasama dalam mengumpulkan bahan-bahan dasar yang digunakan dalam pembuatan zat pewarna alami. Seperti misalnya, daun ketapang, sabut kelapa, kayu secang dan tanaman indigo.

Pagi Moetly juga mengadakan workshop di Ubud, mulai dari pemetikan daun, proses mewarnai, hingga menjadi kain yang siap digunakan dan memiliki corak-motif menarik. Workshop ini biasanya di ikuti oleh turis-turis asing yang memiliki minat dalam mempelajari proses pewarnaan kain alami.

“Konsumen kami lebih banyak dari internasional, bisa dibilang sekitar 90 persennya merupakan orang-orang dari luar negeri. Dan beberapa konsumen berasal dari Jakarta, sebagian anak muda yang sudah mulai memiliki kesadaran terhadap produk tekstil ramah lingkungan,” terang Andika.[T]

Cerita, Buku dan Komunitas | Pidato Penutupan Tatkala May May May 2023
Pers Kampus Hari Ini: Wadah Berpikir Kritis, tapi Darurat Perlindungan! | Catatan Tatkala May May May 2023
Tatkala May May May 2023 Sesi 2: Membaca Film Merangkai Kata Bersama Minikino
Tags: diskusiPagi Motleywarna bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

MK dan KPK dalam Pusaran Politik

Next Post

Pembelajaran Moral dari Buku “Kisah Seekor Camar dan Kucing yang Mengajarinya Terbang” Karya Luis Sepulveda

Kadek Sri Widiastuti

Kadek Sri Widiastuti

Lahir di Singaraja, tahun 2002. Saat ini sedang menempuh pendidikan di STAH N Mpu Kuturan Singaraja, Program Studi Ilmu Komunikasi

Related Posts

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
0
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

Read moreDetails

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails

Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

by Emi Suy
June 1, 2026
0
Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

Catatan tentang AI, media sosial, dan manusia yang semakin sulit mendengar suara hatinya sendiri. KADANG-KADANG saya merasa bahwa perubahan terbesar...

Read moreDetails

Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

by I Nyoman Tingkat
May 28, 2026
0
Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)menggelar acara pelepasan Angkatan V pada Selasa Pon Waregadian, 26 Mei 2026, di Aula Jove...

Read moreDetails

Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

by I Wayan Artika
May 27, 2026
0
Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

DESA Pedawa di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, terkenal dengan gula Pedawa. Gula ini sejatinya adalah gula merah atau gula...

Read moreDetails

Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

by Dede Putra Wiguna
May 27, 2026
0
Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

BAGI sebagian siswa SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja, hari itu menjadi pengalaman pertama mengenal Canva. Ada yang masih bingung...

Read moreDetails

Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 26, 2026
0
Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

AULA SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pagi itu tidak seperti biasanya. Tidak ada suasana tegang ujian, tidak pula wajah-wajah...

Read moreDetails

Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

by Dede Putra Wiguna
May 25, 2026
0
Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

BAGI sebagian siswa, menulis puisi dan cerpen mungkin bukan perkara sulit. Namun membuatnya dalam bentuk kolektif dan memiliki benang merah...

Read moreDetails

Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

by Kardanis Mudawi Jaya
May 24, 2026
0
Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

SEJAK tahun 2018, saya tidak pernah lagi bertemu dan mengobrol lama sambil menikmati kopi dan kacang dalam satu lingkup kerja...

Read moreDetails
Next Post
Pembelajaran Moral dari Buku “Kisah Seekor Camar dan Kucing yang Mengajarinya Terbang” Karya Luis Sepulveda

Pembelajaran Moral dari Buku "Kisah Seekor Camar dan Kucing yang Mengajarinya Terbang" Karya Luis Sepulveda

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat
Panggung

‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat

SOROT lampu panggung perlahan menghangatkan Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, Sabtu malam, 30 Mei 2026. Setelah denting gamelan...

by Dede Putra Wiguna
June 4, 2026
Cukup Telulas?
Bahasa

Cukup Telulas?

BISA jadi telanjur terbentuk stigma tiga belas identik dengan celaka, sial, dan segala bentuk ketidakberuntungan maka sangat penting diupayakan menghindari...

by Komang Berata
June 4, 2026
Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin
Esai

Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

DI tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat, generasi muda Bali menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Mereka...

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 4, 2026
Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?
Esai

Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

SIANG hari beberapa waktu lalu saat pulang kampung, saya membuka sebuah kotak lama berisi tumpukan surat. Kertas-kertas itu mulai menguning....

by Angga Wijaya
June 4, 2026
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten
Tualang

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co