4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cerita Daun dan Warna Alami: Pagi Moetly, Slow Fashion dan Mindfull Fashion | Catatan Tatkala May May May 2023

Kadek Sri Widiastuti by Kadek Sri Widiastuti
June 1, 2023
in Khas
Cerita Daun dan Warna Alami: Pagi Moetly, Slow Fashion dan Mindfull Fashion | Catatan Tatkala May May May 2023

Andika Putra saat menjadi narasumber Tatkala May May May 2023 (28/05) | Foto: Dok. Tatkala.co

SERANGKAIAN ACARA Tatkala May May May 2023, Minggu, 28 Mei 2023, kemarin—yang merupakan sesi terakhir—Tatkala.co menghadirkan pengelola usaha Pagi Moetly, Andika Putra, untuk bercerita tentang “Daun dan Warna Alami” di Rumah Belajar Komunitas Mahima, Singaraja.

Andika merupakan seorang pengusaha yang bergerak di bidang jasa pencelupan pewarnaan kain. Ia mendirikan usahanya semenjak 2019 silam dengan menggunakan pewarna dari bahan alami. Produk yang dihasilkannya mampu menarik banyak minat konsumen internasional.

Berbeda dari pengusaha yang bergelut di bidang pewarnaan kain lainnya—yang biasanya lebih mengambil jalan praktis dengan menggunakan bahan dasar zat pewarna tekstil sintesis—Pagi Moetly lebih mengutamakan zat pewarna yang berasal dari alam.

Hal ini tentu memiliki dampak yang baik terhadap lingkungan, karena limbah yang dihasilkan dari proses pewarnaan tersebut tidak merusak lingkungan. Selain itu, limbah yang dihasilkan dari proses pembuatan pewarna tersebut juga dapat digunakan sebagai kompos. Dan limbah yang berupa cairannya juga mudah terurai dan tidak mempengaruhi kesuburan tanah.

Andika Putra mulai menekuni bidang pewarnaan kain alami ini sejak tahun 2002—saat itu ia masih kelas tiga Sekolah Menengah Atas (SMA). Dan mengawalinya dengan melakukan research warna dari tumbuh-tumbuhan. Kemudian mulai mendapat referensi pewarna alami lain dari berbagai daerah di luar Bali.

“Belajar tentang pewarnaan alami saya lakukan secara otodidak, dan beberapa referensi pembelajaran yang saya dapatkan berasal dari Sumba dan Jawa. Akan tetapi, yang tetap diterapkan pada produk Pagi Moetly adalah pewarnaan alami yang ada di Bali, karena tidak mungkin saya terapkan hal yang sama dari produk lain terhadap produk Pagi Moetly,” ungkap Andika, menjelaskan.

Andika Putra, saat menjadi narasumber di Tatkala May May May 2023 / Foto: Dok. Tatkala.co

Hal ini menjadi sesuatu yang unik di tengah maraknya perkembangan fashion pada kalangan masyarakat. Khususnya trend fashion dari luar negeri yang memiliki kesan vintage dan oversize trend fashion yang booming di tahun 2022 itu.

Pagi Moetly mempunyai ciri khasnya sendiri dengan tetap mementingkan bagaimana produk yang diciptakannya lebih menyatu dengan alam, dan dari segi kualitasnya tanpa terpengaruh dari riak trend instan fashion yang terjadi.

Slow Fashion dan Mindfull Fashion

Jika pada perusahaan lain memiliki sistem produksi yang menghasilkan produk dalam jumlah yang besar, sehingga mampu meminamalkan biaya produksinya, berbeda halnya dengan Pagi Moetly, mereka lebih memilih untuk menerapkan slow fashion.

Hal ini memiliki arti bahwa dalam produksi yang dilakukan Pagi Moetly lebih berfokus pada bagaimana kualitas produk tersebut diciptakan, dibandingkan dengan jumlah produksinya. Sehingga, produknya dapat lebih tahan lama. Selain itu, Slow Fashion ini juga merupakan proses produksi yang dapat dikatakan sebagai aktifitas praktik produksi yang menjunjung tinggi etika ramah lingkungan.

Maka dari itu, Pagi Moetly dapat dikatakan sebagai salah satu perusahaan produksi penyelamat bumi, yang bergerak di bidang tekstil tanpa mengurangi estetika dan nilai dari produknya.

“Apa yang dilakukan Andika ini termasuk slow fashion atau mindfull fashion,” ujar Kadek Sonia Piscayanti, saat menjadi moderator.

Kadek Sonia Piscayanti saat menjadi moderator / Foto: Dok. Tatkala.co

Menurut Sonia, Pagi Moetly selalu memperhatikan dampak dari proses produksinya terhadap lingkungan. Dan tentu saja, kualitas produk kainnya tidak dapat dianggap remeh, oleh perusahaan lain yang masih menggunakan zat pewarna tekstil sintesis.

Mindfull Fashion, Sonia menjelaskan, yang diterapkan Pagi Moetly, mampu memberikan kesadaran bagi masyarakat terhadap lingkungan di sekitarnya. Terkait dengan kasus pembuangan limbah pabrik tekstil yang menjadi pembicaraan pada tahun 2021 silam, yang tentu dapat memberikan dampak buruk berupa pencemaran lingkungan.

Pagi Moetly dengan kesadaran penuh terhadap lingkungan memberikan contoh yang baik dengan memanfaatkan limbah sisa produksi sebagai kompos, dan kebetulan juga zat pewarna yang digunakan berasal dari bahan alami, sehingga tidak mencemari lingkungan.

Dalam dunia fashion, hal inilah yang perlu dipertahankan, bagaimana menumbuhkan kesadaran para pengusaha dalam menggunakan zat pewarna yang lebih ramah lingkungan. Untuk mendukung terjaganya kesuburan tanah, menghindari pencemaran air dan lain sebagainya, yang berhubungan dengan alam.

Konsep Unik Pagi Moetley

Produk Pagi Moetly memiliki nilai yang berbeda dari yang lain, karena memang lebih mengutamakan kelestarian alam. Sehingga, produknya akan tetap dapat berkembang hingga tahun-tahun berikutnya.

Selain masih mempertahankan prinsipnya dalam menggunakan bahan-bahan alami, Pagi Moetly juga memperhatikan bagaimana alam dapat memberikan dampak yang positif terhadap karyanya melalui produksi yang tidak mengakibatkan kerusakan bagi lingkungan tersebut.

“Ada tiga jenis pengelompokan produk yang diciptakan Pagi Moetly, seperti di bidang fashion, aksesoris dan interior,” kata Andika.

Andika menjelaskan, aksesorisnya dalam bentuk selendang dan pernak-pernik seperti bandana dan yang lainnya. Untuk interiornya ada sarung bantal dan beberapa produk lainnya yang sering dicari sebagai pelengkap interior. Kemudian di fashion, ia memproduksi kain dan juga baju.

Dalam hal marketing, Pagi Moetly menggunakan konsep Storry Telling Marketing, di mana produk satu memiliki cerita yang berbeda dari produk lainnya. Seperti misalnya motif yang ada pada salah satu kain, mengandung nilai-nilai mitologi Hindu atau memiliki cerita bagaimana motif tersebut dapat dihasilkan melalui teknik-teknik yang digunakan.

Namun, tak ada kesuksesan yang tanpa kendala. Andika membangun Pagi Moetly dari nol, dan tentu penuh dengan tantangan.

“Pada awalnya pasar produk saya ada di daerah Canggu, dan awal pertama memulai usaha ini kendala yang dialami adalah susahnya mencari bahan untuk membuat pewarna alami karena kebutuhan produksi semakin tinggi, hingga kami melakukan kerjasama dengan petani untuk mengumpulkan bahan-bahan dasar pewarna alam. Sehingga selanjutnya kendala tersebut dapat diatasi dan sekaligus membantu perekonomian petani-petani desa,” ujar Andika Putra.

Secara tidak langsung, Pagi Moetly juga menjadi salah satu penggerak perekonomian masyarakat desa, khususnya petani. Dengan cara mengajak mereka bekerjasama dalam mengumpulkan bahan-bahan dasar yang digunakan dalam pembuatan zat pewarna alami. Seperti misalnya, daun ketapang, sabut kelapa, kayu secang dan tanaman indigo.

Pagi Moetly juga mengadakan workshop di Ubud, mulai dari pemetikan daun, proses mewarnai, hingga menjadi kain yang siap digunakan dan memiliki corak-motif menarik. Workshop ini biasanya di ikuti oleh turis-turis asing yang memiliki minat dalam mempelajari proses pewarnaan kain alami.

“Konsumen kami lebih banyak dari internasional, bisa dibilang sekitar 90 persennya merupakan orang-orang dari luar negeri. Dan beberapa konsumen berasal dari Jakarta, sebagian anak muda yang sudah mulai memiliki kesadaran terhadap produk tekstil ramah lingkungan,” terang Andika.[T]

Cerita, Buku dan Komunitas | Pidato Penutupan Tatkala May May May 2023
Pers Kampus Hari Ini: Wadah Berpikir Kritis, tapi Darurat Perlindungan! | Catatan Tatkala May May May 2023
Tatkala May May May 2023 Sesi 2: Membaca Film Merangkai Kata Bersama Minikino
Tags: diskusiPagi Motleywarna bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

MK dan KPK dalam Pusaran Politik

Next Post

Pembelajaran Moral dari Buku “Kisah Seekor Camar dan Kucing yang Mengajarinya Terbang” Karya Luis Sepulveda

Kadek Sri Widiastuti

Kadek Sri Widiastuti

Lahir di Singaraja, tahun 2002. Saat ini sedang menempuh pendidikan di STAH N Mpu Kuturan Singaraja, Program Studi Ilmu Komunikasi

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
Pembelajaran Moral dari Buku “Kisah Seekor Camar dan Kucing yang Mengajarinya Terbang” Karya Luis Sepulveda

Pembelajaran Moral dari Buku "Kisah Seekor Camar dan Kucing yang Mengajarinya Terbang" Karya Luis Sepulveda

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co