2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

MK dan KPK dalam Pusaran Politik

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
May 31, 2023
in Esai
MK dan KPK dalam Pusaran Politik

Ilustrasi tatkala.co

Kawan             : Ais, masa jabatan KPK diperpanjang jadi 5 tahun.

Saya                : Wah, Pemilu 2024 makin seru, nih.

MAHKAMAH KONSTITUSI (MK) pada akhirnya memutuskan menerima permohonan uji materiil terhadap Pasal 34 UU KPK yang berisi soal masa jabatan pimpinan KPK.

Gugatan tersebut sebelumnya diajukan langsung oleh Wakil Ketua KPK periode 2019-2023 Nurul Ghufron.

Dalam permohonannya, ia meminta agar majelis memperpanjang masa jabatan dari dari yang semula 4 tahun, menjadi 5 tahun. Artinya, putusan MK nomor 112/PUU-XX/2022 sudah berlaku dan memiliki kekuatan mengikat sejak selesai diucapkan dalam sidang pleno pengucapan putusan. Setidaknya itulah yang sudah diatur dalam UU 7 tahun 2020 tentang MK.

Apakah putusan ini dapat diterima langsung oleh publik? Oh, tentu saja tidak. Putusan tersebut berhasil membikin publik heboh, memang di tahun-tahun politik seperti hari ini, banyak sekali hal yang membikin heboh.

Respon cukup keras datang dari DPR yang menjadi tempat melahirkan segala bentuk undang-undang, termasuk di dalamnya UU KPK yang disahkan pada tahun 2019 silam.

Beberapa anggota DPR di Komisi III yang membidangi hukum, HAM, dan keamanan langsung angkat bicara terkait putusan MK yang mengabulkan permohonan perpanjangan masa jabatan pimpinan KPK menjadi 5 tahun.

Sebut saja Ahmad Sahroni, Taufik Basari dari Partai Nasdem, dan Benny K. Harman dari Partai Demokrat. Mereka kompak mempertanyakan kapasitas MK dalam putusan tersebut. Mereka juga menyebut bahwa kewenangan merubah isi undang-undang berada di tangan pembuat undang-undang, dalam hal ini adalah DPR.

Preseden Buruk

Kalau dilihat ke masa-masa sebelumnya, ternyata MK sudah pernah menangani gugatan terkait dengan masa jabatan. Tepatnya di tahun 2020, MK menangani gugatan dari salah satu dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Allan Fatchan terkait UU Nomor 7 tahun 2020 tentang MK.

Pada saat itu, Allan menggugat masa jabatan hakim MK yang bisa mencapai 15 tahun. Namun dalam kasus tersebut, MK justru menyatakan bahwa terkait masa jabatan merupakan wewenang pembuat undang-undang atau open legal policy. Lah, kalau dulu putusannya begitu, kenapa sekarang begini?

Melihat fakta bahwa dalam konteks kasus yang sama, MK menghasilkan amar putusan yang berbeda tentu menimbulkan tanda tanya publik. Apalagi ini bisa saja menjadi preseden yang buruk ke depannya.

Saya juga berpikir bahwa masa jabatan lembaga negara yang dibentuk oleh undang-undang tidak diputuskan secara asal-asalan. Segala aspek pasti sudah dipertimbangkan.

Lalu, apakah dengan alasan masa jabatan pimpinan KPK yang lebih singkat dibanding beberapa lembaga non kementerian lain—yang kemudian memunculkan anggapan kalau kedudukan KPK lebih rendah dibanding dengan lembaga non kementerian lainnya—tanpa didukung dengan bukti yang cukup, MK kemudian dengan entengnya mengabulkan permohonan tersebut?

Jika jawabannya “iya”, maka MK harus berlaku sama apabila di masa yang akan datang lembaga-lembaga non kementerian lain, seperti Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Komisi Informasi (KI), Komnas HAM, dll mengikuti jejak dari KPK untuk meminta “kesetaraan” dengan lembaga lainnya dan meminta agar masa jabatan pimpinannya ditambah menjadi 5 tahun. Bener nggak sih?

Jujur saja saya agak curiga ketika melihat peristiwa ini. Respon keras terhadap putusan MK terkait perpanjangan masa jabatan pimpinan KPK hanya didominasi oleh para anggota DPR yang berasal dari Koalisi Perubahan Untuk Persatuan, seperti Nasdem dan Demokrat.

Apakah perpanjangan masa jabatan pimpinan KPK hari ini melibatkan tangan-tangan kekuasaan? Benarkah kekuasaan hari ini ingin menghalangi seseorang untuk berkontestasi dalam pesta demokrasi mendatang?

Narasi negatif tentang KPK menjadi alat untuk “mematikan” lawan politik kerap kali berkelindan di tengah masyarakat. Saya akan coba beri contoh kasus Anas Urbaningrum yang juga mantan Ketua Umum Partai Demokrat yang terlibat dalam korupsi Hambalang.

Kasus ini santer disebut-sebut sebagai cara untuk menjegal Anas yang makin hari makin moncer di dunia politik. Bahkan setelah menghirup udara bebas, pihak Anas siap untuk menjelaskan secara terang benderang tentang kasus yang berhasil mengurungnya di Lapas Sukamiskin selama hampir 10 tahun lamanya.

Penggunaan instrumen hukum untuk “mematikan” lawan politik bukanlah hal baru. Dalam banyak kesempatan, hal ini tidak jarang disampaikan oleh politisi-politisi kawakan di negeri ini.

Kecurigaan ini juga berangkat dari begitu banyak pihak yang menyoroti penguasa dalam hal ini adalah Presiden Joko Widodo yang dianggap terlalu ikut campur atau “cawe-cawe” dalam proses suksesi kekuasaan pada Pemilu 2024 mendatang.

Tentu dapat dimaklumi apabila seorang pemimpin menginginkan penerusnya adalah orang yang satu pemikiran dengannya—hal tersebut juga rasanya yang diinginkan oleh Joko Widodo. Tapi apabila kecurigaan tentang perpanjangan masa jabatan pimpinan KPK adalah salah satu bentuk cawe-cawe penguasa, maka hal ini tentu akan mengancam demokrasi di Indonesia.

Meski banyak pihak yang menampik hal tersebut dan memberi argumen bahwa KPK adalah lembaga yang murni mengurusi kasus hukum dan tidak terlibat dalam pusaran politik, tetapi hal yang juga tidak bisa dipungkiri, bahwa KPK adalah lembaga yang dihasilkan dari produk politik (baca: undang-undang), dan pimpinannya pun dipilih dari proses lobi-lobi politik di DPR yang isinya adalah orang-orang partai politik. Begitu pun dengan MK.

Semoga saja dugaan saya tidak benar dan saya juga mengajak untuk bersama-sama menjaga KPK dan MK agar tetap menjadi lembaga yang netral, tak terbawa dalam pusaran politik yang makin ke sini, makin kencang dinamikanya.[T]

Artis Nyaleg: Bentuk Nyata Pragmatisme Partai Politik
Kerabat Pejabat Menuju Gelanggang Politik
Jokowisme, Strategi Politik PSI Jelang Pemilu 2024
Tags: KPKPemilu 2024Politik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Drama Gong Sancaya Era Baru, Mewangi Kini dan Nanti

Next Post

Cerita Daun dan Warna Alami: Pagi Moetly, Slow Fashion dan Mindfull Fashion | Catatan Tatkala May May May 2023

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Cerita Daun dan Warna Alami: Pagi Moetly, Slow Fashion dan Mindfull Fashion | Catatan Tatkala May May May 2023

Cerita Daun dan Warna Alami: Pagi Moetly, Slow Fashion dan Mindfull Fashion | Catatan Tatkala May May May 2023

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co