12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Drama Gong Sancaya Era Baru, Mewangi Kini dan Nanti

Ni Luh Meisa Wulandari by Ni Luh Meisa Wulandari
May 31, 2023
in Ulas Pentas
Drama Gong Sancaya Era Baru, Mewangi Kini dan Nanti

Drama Gong Sancaya Era Baru, Bangli | Foto: Meisa Wulandari

PERJALANAN PANJANG sebuah pementasan selalu diisi dengan berbagai karakter manusia yang kaya dan unik dengan ceritanya masing-masing. Suara-suara itu tak bisa dipenjarakan dari kerutan waktu.

Selebrasi dan keriuhannya begitu hangat dan memikat sebuah karya pertunjukan yang berusaha menghidupkan keragaman masa lalu dengan melibatkan para seniman legendaris asal Bangli yang pentas pada Minggu, 28 Mei 2023, sebagai suguhan penutup dari rangkaian gelaran HUT Kota Bangli ke-819 sekaligus menjadi obat rindu bagi para penikmat seni.

Drama Gong menjadi salah satu laboratorium pertunjukan tertua sebagai ajang penguatan karakter, jejaring kreatif hingga media rehabilitasi sebagai upaya menempatkan fungsi seni pertunjukan sebagai bagian dari cerminan manusia modern. Yang kemudian dibingkai dalam medium digital.

Dulu, Bangli terkenal dengan Drama Gong Sancaya Dwipa. Kini drama gong itu hidup lagi di era baru ini. Pada penutup dari rangkaian gelaran HUT Kota Bangli ke-819 ini, drama gong itu mendapat sambutan meriah. Drama Gong Sancaya Era Baru.

Pijaran kreativitas para seniman Drama Gong itu mengeskplorasi hal-hal menarik, dan semua itu tidak terlepas dari peranan Ni Ketut Yudani. Ia memiliki pengabdian tinggi dalam seni Drama Gong sehingga beliau memperoleh Penghargaan Adi Sewaka Nugraha oleh Pemerintah Provinsi Bali dalam serangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-44 tahun 2022.

Pada kesempatan ini ia didapuk untuk menulis naskah yang berjudul “Petruk Mecangkling (Selendang Sutra Pitolo Bolong). Ide-ide bermunculan dan tak dibiarkan lewat begitu saja, sehingga dalam kurun waktu tiga hari naskah tersebut bisa dirampungkan.

Cerita ini bertemakan Keraton Sentris dengan berlatar tiga kerajaan yaitu Kerajaan Koripan, Daha dan Pejarakan yang penuh plot twist sehingga perlu ditelisik, dicermati serta dimaknai dengan baik.

Drama Gong Sancaya Era Baru | Foto: Meisa Wulandari

Secara sederhana, proses kreatif penggarapan Drama Gong ini sebagai media transfer pengalaman dan pengetahuan tentang segala aspek pertunjukan yang dilakoni oleh masing-masing tokoh, dengan menelusuri kemungkinan penggalian ekspresi artistik melalui potongan-potongan adegan sehingga memunculkan emosi otentik.

Tujuannya untuk membawa penonton seakan-akan terbawa dengan situasi yang dipaparkan. Bagi Yudani, setiap proses penciptaan adalah pembelajaran. “Saya kuak satu fakta menarik yaitu setiap pijakan dan percakapan antara kami seolah menjadi guru tanpa ruang kelas, saya menyadari bahwa jalan-jalan baik juga harus mulai kita tulis sendiri khususnya sebagai generasi penerus Bangsa ini,” katanya.

Ruang kolaborasi terbuka bagi mereka yang tumbuh. Banyak nama kolaborator dalam jajaran tim kerja yang terlibat.

Ada sekitar 19 orang seniman yang namanya sudah terkenal sedari dulu seperti I Nyoman Subrata alias Petruk, Sang Ketut Arsa alias Perak, Sang Made Juni Putra alias Blauk.

Adapun Raja Buduh diperankan oleh Dewa Ketut Sabar. Pemeran di kerajaan Koripan adalah Ni Ketut Yudani, Dewa Anom Putra, Gede Yulia Wardana, Sang Ayu Tirtawati, Gunada, I Nyoman Sukarya, Gusti Putu Tinggal, I Wayan Kajeng.

Sedangkan peran di Kerajaan Daha oleh Wayan Wirya, Jero Nengah Madya Yani, Ni Wayan Sirat. Pemeran Patih Anom adalah Mangku Sugiarta dan pemeran Patih Agung adalah Jhon Babe, I Dewa Nyoman Oka dan Sang Ayu Ganti sebagai liku. Iringan tetabuhan oleh Sekaa Gong Putra Jelantik, Banjar Apuan Kaja.

Mereka telah bersepakat membangun peradaban untuk saling bahu-membahu membumikan kearifan, membangun inovasi, menyikapi persoalan dan tantangan pemahaman secara komprehensif sehingga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kepedulian terhadap unsur seni budaya dan tradisi. Membangun relasi kreatif sebagai upaya penempatan fungsi pertunjukan sebagai bagian dari komitmen bersama.

Salah satu upaya untuk terus bergerak dalam keterbatasan itu adalah dengan terbentuknya Paseban (Paiketan Seni Bangli)  yang dikukuhkan pada 1 Juni 2022 sekaligus menggagas terbentuknya Drama Gong Sancaya Era Baru, yang lebih menekankan kearifan lokal Bangli sesuai arahan Bapak Bupati Bangli.

Harapannya, masyarakat lebih mencintai seni dan budaya sendiri, khususnya Drama Gong serta semoga bisa mengawali kebangkitan dan kejayaan Drama Gong, kata Jhon Babe seorang seniman asal Bayung Gede.

Drama Gong Sancaya Era Baru | Foto: Meisa Wulandari

Adapun titipan pesan bagi generasi muda  disampaikan oleh Sang Ayu Tirtawati agar generasi muda mau mengikuti jejak-jejaknya untuk ikut andil melestarikan Drama Gong. “Karena tanpa generasi muda siapa lagi yang akan melestarikan seni dan budaya Bali khususnya Drama Gong, apalagi oleh pemerintah Bali sudah disediakan wadah untuk berkompetisi sekaligus menyalurkan bakat melalui ajang perlombaan yang digelar pada Pesta Kesenian Bali”, ujarnya.

Seperti yang dituturkan oleh para seniman bahwa dunia ini butuh ruang lebih besar untuk kita memberi pengakuan perihal keterbatasan, yang justru memberikan esensi keutuhan entitas diri. Melalui kisah inspiratif inilah figur ideal generasi muda bali dapat terbentuk. Karya akan terus merekah dan mewangi. Terimakasih telah bersungguh menyentuh kesenian. Mari rawat bersama setiap langkah yang tangguh, menutup malam apresiasi dengan mengasah intuisi lanskap kehidupan. [T]

Pekik Semangat Krtaning Panarajon dari Perbukitan Cintamani Mmal
Dari Drama Gong Lawas Kita Belajar Kembali Bahasa Bali yang Baik
Menerka Nasib Drama Gong Lewat Koetkoetbi
Tags: Banglidrama gongHUT Kota Banglikesenian baliseni pertunjukan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Media Sosial dan Pengaruhnya dalam Perkembangan Bahasa

Next Post

MK dan KPK dalam Pusaran Politik

Ni Luh Meisa Wulandari

Ni Luh Meisa Wulandari

Lahir di Batur Tengah, 9 Mei 1998. Kini mahasiswa Jurusaan Kesehatan Gigi Poltekkes Denpasar

Related Posts

Sinaps Ingatan dari Pertunjukan Rawa Gambut Teater Potlot

by Asmaran Dani
September 4, 2026
0
Sinaps Ingatan dari Pertunjukan Rawa Gambut Teater Potlot

Catatan pendek, sebagai pengantar diskusi menonton ulang dokumentasi pertunjukan Rawa Gambut Teater Potlot melalui Youtube, Sabtu 05 Septemper 2026 di...

Read moreDetails

Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah

by Yanik Parta
August 24, 2026
0
Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah

SEBAGAI penari, aku bergerak dari kode satu ke kode gerak lainnya, sementara ayahku yang merupakan seorang pematung, bergerak dalam duduknya....

Read moreDetails

Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita

by Dewa Made Ari Kurniawan
August 4, 2026
0
Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita

Di Ambang Dualitas Eksistensial Dalam ruang pertunjukan yang temaram, pendar cahaya proyektor perlahan menghidupkan bidang panggung. Karya pertunjukan bertajuk DWI...

Read moreDetails

Pada Akhirnya Eksperimentasi Napas, Tubuh, dan Gerak Itu Berjudul Igel Prana ——Catatan Pasca Pertunjukan dan Sidang Tertutup Gus Sena

by Dewa Purwita Sukahet
July 31, 2026
0
Pada Akhirnya Eksperimentasi Napas, Tubuh, dan Gerak Itu Berjudul Igel Prana ——Catatan Pasca Pertunjukan dan Sidang Tertutup Gus Sena

MALAM itu, 20 Juli 2026, jam di ponsel menunjukan pukul 18:52 Wita, di depan gedung Ni Ketut Reneng, kampus Institut...

Read moreDetails

Paradoks Pengkhianatan dan Teologi Tubuh dalam ‘The Last Poison’

by Anselmus Dore Woho Atasoge
July 31, 2026
0
Paradoks Pengkhianatan dan Teologi Tubuh dalam ‘The Last Poison’

MALAM pembukaan Festival Bale Nagi 2026 di Taman Kota Felix Fernandez, Larantuka, Flores Timur, NTT, menyuguhkan sebuah pertunjukan yang memicu...

Read moreDetails

Fragmentari “Jro Luh” dan Sinkronisitas: Sebuah Pembacaan Estetika atas Pertemuan Dramaturgi dan Fenomena Alam

by I Gusti Made Darma Putra
July 28, 2026
0
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh

PANGGUNG seni pertunjukan pada dasarnya merupakan ruang rekayasa artistik. Di dalamnya, setiap unsur dirancang dengan cermat, struktur dramatik disusun melalui...

Read moreDetails

Melarut di Bali Utara: No-Audience Performance, Tubuh, dan Lanskap Menjadi Saksi

by I Wayan Sujana Suklu
July 25, 2026
0
Melarut di Bali Utara: No-Audience Performance, Tubuh, dan Lanskap Menjadi Saksi

  Tubuh berjalan pelandi antara bukit, rumah, dan laut yang tidak selesai. Angin membawa nama-namayang pernah singgah di pelabuhan,lalu hilang...

Read moreDetails

Murka Durpadi Mengutuk Dunia Lelaki, Tetapi Dengan Bahasa Siapa?  —Catatan dari Monolog Durpadi di Singaraja Literary Festival 2026

by Chandra Manikan
July 22, 2026
0
Murka Durpadi Mengutuk Dunia Lelaki, Tetapi Dengan Bahasa Siapa?  —Catatan dari Monolog Durpadi di Singaraja Literary Festival 2026

Asap mengepul perlahan hingga menutupi sebagian panggung, sementara cahaya merah merambat dan menerangi Ocha Diartini yang saat itu berperan sebagai...

Read moreDetails

Tubuh yang Dilukiskan, Tak Pernah Dimiliki —Membaca “Agem Ni Pollok” dalam Parade Monolog Festival Seni Bali Jani 2026

by Satria Aditya
July 20, 2026
0
Tubuh yang Dilukiskan, Tak Pernah Dimiliki —Membaca “Agem Ni Pollok” dalam Parade Monolog Festival Seni Bali Jani 2026

PARADE Monolog dalam Festival Seni Bali Jani 2016 yang digelar pada 14 Juli  di Gedung Ksirarnawa, dibuka pukul 17.00 Wita,...

Read moreDetails

Setiap Gerakan Punya Cerita  —Ulas Pentas Tari di Undiksha dan Terima Kasih Dua Hari Pengalamannya

by Putu Intan Juliantika
July 19, 2026
0
Setiap Gerakan Punya Cerita  —Ulas Pentas Tari di Undiksha dan Terima Kasih Dua Hari Pengalamannya

 “Teng! Tong! Teng! Tong! Teng! Tung! Pagi tiba alarm berbunyi...” Itu adalah suara dering alarm saya pukul tiga pagi yang...

Read moreDetails
Next Post
MK dan KPK dalam Pusaran Politik

MK dan KPK dalam Pusaran Politik

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co