2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pembelajaran Moral dari Buku “Kisah Seekor Camar dan Kucing yang Mengajarinya Terbang” Karya Luis Sepulveda

Satria Aditya by Satria Aditya
June 1, 2023
in Ulas Buku
Pembelajaran Moral dari Buku “Kisah Seekor Camar dan Kucing yang Mengajarinya Terbang” Karya Luis Sepulveda

Buku Kisah Seekor Camar Dan Kucing Yang Mengajarinya Terbang karya Luis Sepulveda

“Bahwa hanya mereka yang berani terbang yang bisa terbang.”

CERITA INI DIMULAI dari seekor kucing hitam gemuk bernama Zorbas yang sedang berjemur di balkon rumahnya mendapati seekor burung camar terjatuh kepayahan di dekatnya.

Sekujur tubuh camar itu dipenuhi dengan minyak yang membuatnya tak bisa terbang lagi.  Sebelum meninggal, ia menitipkan tiga pesan kepada Zorbas. Yang pertama adalah jangan makan telurnya, kedua adalah berjanji untuk merawat anaknya dan ketiga adalah mengajarinya terbang sedelah dewasa.

Janji satu kucing pelabuhan adalah janji semua kucing di sana. Zorbas lantas bergegas mencari temannya yang mungkin bisa menolong. Ia ke sebuah restoran Italia di dekat dermaga, di sana ada kucing yang bernama Secretario dan juga Kolonel –kucing paling tua di Pelabuhan sampai banyak kucing yang masih mengira bahwa umur Kolonel sama dengan ketika restoran itu baru berdiri dan ada yang mengira lebih tua dari itu—setelah bertemu mereka berdua, Zorbar lantas menceritakan kejadian yang terjadi di balkon rumahnya ketika ia sedang asik berjemur.

Secretario dan Kolonel tak bisa banyak membantu, mereka mengusulkan untuk mencari Profesor–kucing yang paling pintar dan menguasai banyak buku Ensiklopedia—sampai di sebuah toko barang antik yang di jaga oleh Simpanse pemabuk dan di dalam Profesor tengah asik mencari buku-buku Ensoklopedianya, lantas ia menyambut ketiga kucing itu.

Zorbas kembali menceritakan apa yang terjadi di balkon rumahnya ketika ia berjemur. Profesor setelah mendengar cerita Zorbas langsung mencari solusi dalam buku Ensiklopedia. Setelah menemukan solusi itu, mereka berempat langsung menuju balkon rumah Zorbas. Tetapi naas, camar itu tidak bisa diselamatkan. Di sebelah camar itu, Zorbas menemukan sebuah telur putih bersih. Camar mati setelah melahirkan telur itu.

Lantas Zorbas muali menepati janjinya. Telur itu ia sembunyikan di sebuah pot tepat di balkon rumahnya, agar tak ada manusia yang mengetahui ada telur camar di sana. Pikir Zorbas, telur itu bisa-bisa digoreng oleh manusia. Gangguan demi gangguan dilewati telur itu. Zorbas sangat hati-hati, bepikir bahwa balkon bukan tempat yang aman lagi, ia kadang menyembunyikan telur itu di bawah sofa, kadang juga di bawah perutnya.

Sampai akhirnya, telur itu menetas dan melahirkan seekor camar. Zorbas lantas membawa camar kecil itu ke tempat Profesor, di sana ia pikir adalah tempat yang paling aman untuk menyembunyikan camar itu.

Kolonel dan Secretario datang ikut menyambut kelahiran camar itu. Kolonel, Secretario dan juga Zorbas berhari-hari tinggal di sana. Kadang mereka pulang hanya saat jam makan mereka, agar pemilik mereka tak curiga ketika mereka meninggalkan rumah berhari-hari.

Mereka sempat bingung dengan jenis kelamin camar itu, apakah ia betina atau jantan. Kolonel lantas menyarankan lagi untuk mencari Banyubiru –kucing dermaga yang sering ikut melaut dan menembus banyak badai—sesampainya Banyubiru di tempat Profesor, ia lantas menyimpulkan bahwa camar itu adalah betina. Setelahnya, kelima kucing itu memikirkan nama untuk camar itu. Sampai akhirnya diputuskan bahwa nama camar itu adalah Fortuna.

Singkat cerita, camar itu siap untuk terbang. Kelima kucing itu kembali berdiskusi. Dan akhirnya Profesor siap mengajarinya terbang. Dengan tertumpu tetap pada buku Ensiklopedianya, ia membuka halaman dengan mengulas “Leonardo Da Vinci” dengan gambar aneh yang dinamakan “Mesin Terbang”.

Tak kunjung mendapatkan hasil yang baik, akhirnya mereka membuat sebuah keputusan besar dengan melanggar pemali untuk berbicara kepada manusia. Zorbas mencari seekor kucing bernama Bubulina–kucing betina yang selalu berjemur di balkon rumahnya.

Zorbas menceritakan hal yang terjadi di rumah professor, sampai akhirnya, Bubulina marah dan tak mengizinkan Zorbas untuk berbicara dengan pemiliknya yang seorang penyair.

Zorbas tak meperdulikan Bubulina, ia lantas mendobrak masuk dan berbicara dengan penyair itu. Setelah percakapan Panjang dan ketidakpercayaan penyair itu, akhirnya ia setuju untuk membantu Zorbas.

Malam hari, tibalah waktunya untuk memulai sebuah pekerjaan besar. Penyair itu tiba di rumah Profesor saat hujan dan mencari Zorbas juga camar itu. Sedikit percakapan di sana, sampai akhirnya penyair itu memutuskan untuk menuju ke puncak menara yang ada di kota itu.

Di atas menara itu, penyair melepaskan camar itu, Zorbas sangat khawatir dan sabar menyakinkan camar bahwa ia akan bisa terbang. “Terbang!” teriak Zorbas. Camar itu secara tak sadar mengepakkan sayapnya dan terbang mengitari menara.

***

Ini adalah cerita yang sangat menarik untuk dibaca oleh semua kalangan, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Di dalam cerita itu juga, kita bisa mempelajari banyak hal. Tentang persahabat kucing Zorbas, Kolonel, Secretario, Profesor dan juga Banyubiru yang selalu saling menguntungkan satu sama lain.

Yang sangat aku kagumi dari cerita ini adalah ketika mereka mengajari seekor camar untuk terbang, karena mereka tentu saja tidak bisa terbang. Tetapi dengan segala macam pemikiran dan juga penemuan yang menarik, mereka dengan tidak sengaja selalu mengajari camar itu terbang walaupun selalu gagal.

Tak hayal juga bahwa janji satu kucing Pelabuhan adalah janji semua kucing. Mereka sangat menepati janji, sampai-sampai melanggar sebuah pamali untuk berbicara kepada manusia.

Luis Sepelveda sangat menarik menuliskan novel ini. Dengan bahasa yang mudah dipahami dan dapat dibaca sebuah kalangan, ia juga dapat menuliskan pesan yang begitu dalam pada setiap pembaca.

Dari perusakan laut yang terus terjadi hingga saat ini, dari tumpahan minyak, limbah pabrik, sampah dan perusakan lingkungan di dalam laut yang selalu terjadi setiap harinya. Lalu tentang sebuah kesetiaan, persahabatan dan menepati janji yang memang harus ditanamkan pada setiap orang.

Jika buku ini juga tersebar di dalam sekolah-sekolah, guru tentu juga dapat memberikan sebuah imajinasi kepada anak didik untuk menumbuhkan nilai-nilai persahabatan, kesetiaan dan juga menepati janji di dalam lingkungan mereka.

Sastra selalu dapat mengajarkan banyak hal dalam Pendidikan. Walaupun sampai sekarang, sastra masih dikesampingkan keberadaannya. Perpustakaan di sekolah-sekolah tak pernah ramai, pun juga setiap hari senin yang selalu dilaksanakan literasi tak begitu efektif karena mereka hanya membaca buku itu-itu saja yang ada di dalam kelas mereka.[T]

Sastra Merekam dan Melahirkan Kemungkinan-kemungkinan | Catatan Membaca Buku Kumpulan Naskah Drama Raya-raya Cinta  
Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas: Potret Kekerasan Terhadap Perempuan
Novel Sutasoma Karya Cok Sawitri dan Bingkai Kebhinekaan
Tags: Bukunovelresensi bukusastra
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Cerita Daun dan Warna Alami: Pagi Moetly, Slow Fashion dan Mindfull Fashion | Catatan Tatkala May May May 2023

Next Post

Jaranan di Tanah Borneo, “Kesurupan” dan Perpindahan Budaya

Satria Aditya

Satria Aditya

Alumni Universitas Pendidikan Ganesha. Kini tinggal di Denpasar, jadi guru

Related Posts

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026
0
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

Read moreDetails

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
0
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

Read moreDetails

Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

by Chusmeru
September 3, 2026
0
Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

Judul Buku: HERMENEUSICAL Menafsir Musik dalam Komunikasi Manusia Penulis      : Prof.Dr. Ahmad Sihabudin, M.Si Penerbit    : Indigo Media, Kota Tangerang...

Read moreDetails

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

by IRZI
August 3, 2026
0
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

Read moreDetails

Tuhan Yang Maha Puisi

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
0
Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

Read moreDetails

SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

by I Wayan Sujana Suklu
July 26, 2026
0
SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

SEBUAH buku yang selesai dibaca ketika halaman terakhir ditutup. Ada pula buku yang baru mulai dibaca justru setelah kita menutupnya....

Read moreDetails

Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

by Azwar
July 17, 2026
0
Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

Singkarak, Riang dan Sendunya merupakan kumpulan cerpen karya Ragdi F Daye yang diterbitkan Rumahkayu Pustaka pada Mei 2026. Buku ini...

Read moreDetails

“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

by I Made Sujaya
July 16, 2026
0
“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

Novel Koloni pertama kali diluncurkan oleh Gramedia pada 22 Agustus 2025. Sejak diluncurkan hingga kini, novel ini terus mendapat perhatian...

Read moreDetails

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

by IRZI
July 12, 2026
0
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

Read moreDetails

Mahindu, Si Perempuan Tembikar

by Mas Ruscitadewi
July 10, 2026
0
Mahindu, Si Perempuan Tembikar

Risalah Perempuan-Perempuan Tembikar yang dipakai sebagai judul kumpulan puisi ini mengisyaratkan pilihan, penilaian dan sudut pandang penyair dalam membahas masalah...

Read moreDetails
Next Post
Jaranan di Tanah Borneo, “Kesurupan” dan Perpindahan Budaya

Jaranan di Tanah Borneo, “Kesurupan” dan Perpindahan Budaya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co