24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pembelajaran Moral dari Buku “Kisah Seekor Camar dan Kucing yang Mengajarinya Terbang” Karya Luis Sepulveda

Satria Aditya by Satria Aditya
June 1, 2023
in Ulas Buku
Pembelajaran Moral dari Buku “Kisah Seekor Camar dan Kucing yang Mengajarinya Terbang” Karya Luis Sepulveda

Buku Kisah Seekor Camar Dan Kucing Yang Mengajarinya Terbang karya Luis Sepulveda

“Bahwa hanya mereka yang berani terbang yang bisa terbang.”

CERITA INI DIMULAI dari seekor kucing hitam gemuk bernama Zorbas yang sedang berjemur di balkon rumahnya mendapati seekor burung camar terjatuh kepayahan di dekatnya.

Sekujur tubuh camar itu dipenuhi dengan minyak yang membuatnya tak bisa terbang lagi.  Sebelum meninggal, ia menitipkan tiga pesan kepada Zorbas. Yang pertama adalah jangan makan telurnya, kedua adalah berjanji untuk merawat anaknya dan ketiga adalah mengajarinya terbang sedelah dewasa.

Janji satu kucing pelabuhan adalah janji semua kucing di sana. Zorbas lantas bergegas mencari temannya yang mungkin bisa menolong. Ia ke sebuah restoran Italia di dekat dermaga, di sana ada kucing yang bernama Secretario dan juga Kolonel –kucing paling tua di Pelabuhan sampai banyak kucing yang masih mengira bahwa umur Kolonel sama dengan ketika restoran itu baru berdiri dan ada yang mengira lebih tua dari itu—setelah bertemu mereka berdua, Zorbar lantas menceritakan kejadian yang terjadi di balkon rumahnya ketika ia sedang asik berjemur.

Secretario dan Kolonel tak bisa banyak membantu, mereka mengusulkan untuk mencari Profesor–kucing yang paling pintar dan menguasai banyak buku Ensiklopedia—sampai di sebuah toko barang antik yang di jaga oleh Simpanse pemabuk dan di dalam Profesor tengah asik mencari buku-buku Ensoklopedianya, lantas ia menyambut ketiga kucing itu.

Zorbas kembali menceritakan apa yang terjadi di balkon rumahnya ketika ia berjemur. Profesor setelah mendengar cerita Zorbas langsung mencari solusi dalam buku Ensiklopedia. Setelah menemukan solusi itu, mereka berempat langsung menuju balkon rumah Zorbas. Tetapi naas, camar itu tidak bisa diselamatkan. Di sebelah camar itu, Zorbas menemukan sebuah telur putih bersih. Camar mati setelah melahirkan telur itu.

Lantas Zorbas muali menepati janjinya. Telur itu ia sembunyikan di sebuah pot tepat di balkon rumahnya, agar tak ada manusia yang mengetahui ada telur camar di sana. Pikir Zorbas, telur itu bisa-bisa digoreng oleh manusia. Gangguan demi gangguan dilewati telur itu. Zorbas sangat hati-hati, bepikir bahwa balkon bukan tempat yang aman lagi, ia kadang menyembunyikan telur itu di bawah sofa, kadang juga di bawah perutnya.

Sampai akhirnya, telur itu menetas dan melahirkan seekor camar. Zorbas lantas membawa camar kecil itu ke tempat Profesor, di sana ia pikir adalah tempat yang paling aman untuk menyembunyikan camar itu.

Kolonel dan Secretario datang ikut menyambut kelahiran camar itu. Kolonel, Secretario dan juga Zorbas berhari-hari tinggal di sana. Kadang mereka pulang hanya saat jam makan mereka, agar pemilik mereka tak curiga ketika mereka meninggalkan rumah berhari-hari.

Mereka sempat bingung dengan jenis kelamin camar itu, apakah ia betina atau jantan. Kolonel lantas menyarankan lagi untuk mencari Banyubiru –kucing dermaga yang sering ikut melaut dan menembus banyak badai—sesampainya Banyubiru di tempat Profesor, ia lantas menyimpulkan bahwa camar itu adalah betina. Setelahnya, kelima kucing itu memikirkan nama untuk camar itu. Sampai akhirnya diputuskan bahwa nama camar itu adalah Fortuna.

Singkat cerita, camar itu siap untuk terbang. Kelima kucing itu kembali berdiskusi. Dan akhirnya Profesor siap mengajarinya terbang. Dengan tertumpu tetap pada buku Ensiklopedianya, ia membuka halaman dengan mengulas “Leonardo Da Vinci” dengan gambar aneh yang dinamakan “Mesin Terbang”.

Tak kunjung mendapatkan hasil yang baik, akhirnya mereka membuat sebuah keputusan besar dengan melanggar pemali untuk berbicara kepada manusia. Zorbas mencari seekor kucing bernama Bubulina–kucing betina yang selalu berjemur di balkon rumahnya.

Zorbas menceritakan hal yang terjadi di rumah professor, sampai akhirnya, Bubulina marah dan tak mengizinkan Zorbas untuk berbicara dengan pemiliknya yang seorang penyair.

Zorbas tak meperdulikan Bubulina, ia lantas mendobrak masuk dan berbicara dengan penyair itu. Setelah percakapan Panjang dan ketidakpercayaan penyair itu, akhirnya ia setuju untuk membantu Zorbas.

Malam hari, tibalah waktunya untuk memulai sebuah pekerjaan besar. Penyair itu tiba di rumah Profesor saat hujan dan mencari Zorbas juga camar itu. Sedikit percakapan di sana, sampai akhirnya penyair itu memutuskan untuk menuju ke puncak menara yang ada di kota itu.

Di atas menara itu, penyair melepaskan camar itu, Zorbas sangat khawatir dan sabar menyakinkan camar bahwa ia akan bisa terbang. “Terbang!” teriak Zorbas. Camar itu secara tak sadar mengepakkan sayapnya dan terbang mengitari menara.

***

Ini adalah cerita yang sangat menarik untuk dibaca oleh semua kalangan, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Di dalam cerita itu juga, kita bisa mempelajari banyak hal. Tentang persahabat kucing Zorbas, Kolonel, Secretario, Profesor dan juga Banyubiru yang selalu saling menguntungkan satu sama lain.

Yang sangat aku kagumi dari cerita ini adalah ketika mereka mengajari seekor camar untuk terbang, karena mereka tentu saja tidak bisa terbang. Tetapi dengan segala macam pemikiran dan juga penemuan yang menarik, mereka dengan tidak sengaja selalu mengajari camar itu terbang walaupun selalu gagal.

Tak hayal juga bahwa janji satu kucing Pelabuhan adalah janji semua kucing. Mereka sangat menepati janji, sampai-sampai melanggar sebuah pamali untuk berbicara kepada manusia.

Luis Sepelveda sangat menarik menuliskan novel ini. Dengan bahasa yang mudah dipahami dan dapat dibaca sebuah kalangan, ia juga dapat menuliskan pesan yang begitu dalam pada setiap pembaca.

Dari perusakan laut yang terus terjadi hingga saat ini, dari tumpahan minyak, limbah pabrik, sampah dan perusakan lingkungan di dalam laut yang selalu terjadi setiap harinya. Lalu tentang sebuah kesetiaan, persahabatan dan menepati janji yang memang harus ditanamkan pada setiap orang.

Jika buku ini juga tersebar di dalam sekolah-sekolah, guru tentu juga dapat memberikan sebuah imajinasi kepada anak didik untuk menumbuhkan nilai-nilai persahabatan, kesetiaan dan juga menepati janji di dalam lingkungan mereka.

Sastra selalu dapat mengajarkan banyak hal dalam Pendidikan. Walaupun sampai sekarang, sastra masih dikesampingkan keberadaannya. Perpustakaan di sekolah-sekolah tak pernah ramai, pun juga setiap hari senin yang selalu dilaksanakan literasi tak begitu efektif karena mereka hanya membaca buku itu-itu saja yang ada di dalam kelas mereka.[T]

Sastra Merekam dan Melahirkan Kemungkinan-kemungkinan | Catatan Membaca Buku Kumpulan Naskah Drama Raya-raya Cinta  
Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas: Potret Kekerasan Terhadap Perempuan
Novel Sutasoma Karya Cok Sawitri dan Bingkai Kebhinekaan
Tags: Bukunovelresensi bukusastra
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Cerita Daun dan Warna Alami: Pagi Moetly, Slow Fashion dan Mindfull Fashion | Catatan Tatkala May May May 2023

Next Post

Jaranan di Tanah Borneo, “Kesurupan” dan Perpindahan Budaya

Satria Aditya

Satria Aditya

Alumni Universitas Pendidikan Ganesha. Kini tinggal di Denpasar, jadi guru

Related Posts

Makassar yang Sempat Terabaikan

by Moch. Ferdi Al Qadri
April 16, 2026
0
Makassar yang Sempat Terabaikan

Judul: Makasssar Nol Kilometer Penulis: Anwar J. Rahman, dkk. Penerbit: Tanahindie Press Tahun: 2014 Halaman: xviii + 255 MAKASSAR-NYA satu,...

Read moreDetails

Menggugat Kanon, Mengarsip yang Obskur

by Farhan M. Adyatma
March 27, 2026
0
Menggugat Kanon, Mengarsip yang Obskur

Judul: Terdepan, Terluar, Tertinggal: Antologi Puisi Obskur Indonesia 1945-2045 Penulis: Martin Suryajaya Penerbit: Anagram Tahun terbit: Agustus 2020 Jumlah halaman:...

Read moreDetails

‘Coming Up For Air’, Menghirup Udara yang Tak Lagi Sama

by Radha Dwi Pradnyani
March 25, 2026
0
‘Coming Up For Air’, Menghirup Udara yang Tak Lagi Sama

Judul: Menghirup Udara Segar Judul Asli: Coming Up For Air Penulis: George Orwell Penerjemah: Berliani M. Nugraha Tahun Terbit: 2021...

Read moreDetails

Tubuh, Ingatan, dan Sebuah Paradoks —Membaca Kembali ‘Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer’

by Inno Koten
March 22, 2026
0
Tubuh, Ingatan, dan Sebuah Paradoks —Membaca Kembali ‘Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer’

YANG orang ingat dari Pramoedya Ananta Toer (Pram) adalah ikhtiarnya untuk menyelamatkan martabat manusia. Ia menulis tentang mereka yang kalah,...

Read moreDetails

Di Hati Kami Orang Indonesia —Perempuan Swiss di Sumatra dan Jawa Selama 25 tahun: 1920-1945

by Sigit Susanto
March 17, 2026
0
Di Hati Kami Orang Indonesia —Perempuan Swiss di Sumatra dan Jawa Selama 25 tahun: 1920-1945

Judul: Im Herzen waren wir Indonesier Penulis: Gret Surbeck Penerbit: Limmat Verag, 2007 Tebal: 508 Bahasa : Jerman Christa Miranda, menemukan...

Read moreDetails

Membaca Luka Digital dan Kegelisahan Zaman  —Ulasan Buku Puisi ‘Anak-anak Luka di Dunia Maya’ Karya Yahya Umar

by Dian Suryantini
March 13, 2026
0
Membaca Luka Digital dan Kegelisahan Zaman  —Ulasan Buku Puisi ‘Anak-anak Luka di Dunia Maya’ Karya Yahya Umar

SASTRA sering kali menjadi cermin paling jujur bagi kehidupan sosial. Sastra tidak selalu menyampaikan fakta dalam bentuk angka, statistik, atau...

Read moreDetails

Ingatan, Kehilangan, dan Perlawanan dalam ‘Laut Bercerita’

by Muhammad Khairu Rahman
March 8, 2026
0
Ingatan, Kehilangan, dan Perlawanan dalam ‘Laut Bercerita’

NOVEL Laut Bercerita karya Leila S. Chudori merupakan salah satu karya sastra Indonesia kontemporer yang menghadirkan luka sejarah sebagai ruang...

Read moreDetails

Sugianto Membongkar Bali

by Wayan Esa Bhaskara
March 8, 2026
0
Sugianto Membongkar Bali

Judul Buku    : Aib Penulis          : I Made Sugianto Penerbit        : Pustaka Ekspresi Cetakan         : Pertama, Januari 2026 Tebal              :...

Read moreDetails

Catatan Kecil Tentang ‘Dokter Gila’ Karya Putu Arya Nugraha

by Putu Lina Kamelia
February 28, 2026
0
Catatan Kecil Tentang ‘Dokter Gila’ Karya Putu Arya Nugraha

Judul Buku : Dokter Gila Penulis : dr. Putu Arya Nugraha Penerbit : Tatkala Tahun : 2025 RUMAH itu mungil...

Read moreDetails

Membaca ‘Lampah Sang Pragina’, Membicarakan Kasta yang Itu-itu Saja  

by Wayan Esa Bhaskara
February 20, 2026
0
Membaca ‘Lampah Sang Pragina’, Membicarakan Kasta yang Itu-itu Saja  

Judul Buku: Lampah Sang Pragina Penulis: Ketut Sugiartha Penerbit: Pustaka Ekspresi Cetakan: Pertama, November 2025 Tebal: 116 halaman ISBN: 978-634-7225-31-3...

Read moreDetails
Next Post
Jaranan di Tanah Borneo, “Kesurupan” dan Perpindahan Budaya

Jaranan di Tanah Borneo, “Kesurupan” dan Perpindahan Budaya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co