4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sastra Merekam dan Melahirkan Kemungkinan-kemungkinan | Catatan Membaca Buku Kumpulan Naskah Drama Raya-raya Cinta  

Kadek Desi Nurani by Kadek Desi Nurani
May 27, 2023
in Ulas Buku
Sastra Merekam dan Melahirkan Kemungkinan-kemungkinan | Catatan Membaca Buku Kumpulan Naskah Drama Raya-raya Cinta  

Sampul buku Raya Raya Cinta

RAYA-RAYA CINTA. Kumpulan naskah yang ditulis Kadek Sonia Piscayanti pada, Februari 2023 ini tampak menggoda tangan siapa saja untuk menjamah dan meminangnya. Tampilannya yang segar seolah menawar banyak hal indah di dalamnya.

Biasanya kita sering suka menduga sesuatu dari hal-hal yang tampak bukan? Bahkan pada memilih buku sekalipun. Demikian dalam semalam saya larut tak habis membaca kumpulan kisah di dalamnya. Benar saja, cara perempuan menduga dan menebak sesuatu kemungkinan tak tepat adalah 0,5% dari 100% yang ada. Sebagai penikmat karya sastra dan menulis juga, hubungan saya dengan Kadek Sonia Piscayanti tertaut dalam banyak hal.

Sonia Piscayanti boleh dikatakan adalah guru, rekan komunitas, teman bercerita, ibu yang mengasuh, kakak yang menuntun, dia juga sutradara dalam beberapa pertunjukan yang saya mainkan. Hubungan yang banyak tertaut ini barangkali bisa menjadi awal cara saya membaca kehadiran kumpulan naskah drama Raya-raya Cinta. Yang bisa saja hal ini kemudian terasa begitu subjektif atau juga tidak.

Pengarang adalah Kendali Utama Cerita

Seni menjadi bagian penting yang hadir dalam kehidupan manusia. Sebab banyak hal yang ditampilkan oleh karya-karya seni tak hanya menawar soal bentuk dan keindahan semata. Namun tak jarang, karya seni mengungkap identitas kekaryaan seperti, cara pandang atau pola pikir dari penciptanya, mengungkap sejarah identitas suatu daerah, dan hal lainnya yang kemudian bisa ditelisik dari unsur-unsur yang dihadirkan dalam cerita seperti tokoh, dialog, setting tempat, waktu, dan gaya bahasa yang digunakan.

Hal itu tentu juga berlaku dan hadir dalam karya-karaya Kadek Sonia Piscayanti.  Dari kelima karya yang dimuat di dalamnya, menghadirkan lima variasi kisah yang menarik untuk tak jemu menikmatinya. Dan menjadi tak jemu lagi membaca kelima kisah itu saat saya menemukan bagaimana Kadek Sonia Piscayanti hadir di dalamnya sebagai kendali utama atas cerita yang dihadirkan.

Saya katakana kendali utama. Sebab bagaimana tokoh hadir dan bertindak pun, bagaimana kisah akan berawal dan berakhir adalah atas dasar dari penulisnya. Tak ada yang tak mendapat tempat dalam kisah. Bahkan jika kehadiranya untuk mati dalam cerita, ia menjadi penting dan memiliki posisi yang sama. Demikianlah tokoh-tokoh diciptakan dalam keseluruhan naskah. Tak memandang ia adalah perempuan atau lelaki, orang tua atau anak-anak, kaya atau miskin, jatuh cinta atau bersedih, pelajar atau bukan, tokoh di dalam cerita dihadirkan menjadi pemikir semua. Menjadi peran yang skeptis dalam mengambil tindakan dan keputusan.

Pada kisah Raya-raya Cinta misalnya, ada sembilan tokoh yang hadir di dalamnya. Meski Cinta adalah fokus utama dalam cerita, namun bagaimana cinta berpikir dan bertindak juga hadir pada tokoh lainnya.

Cinta: Ya itulah, aku tahu, semua terasa tak akan bisa sebab perempuan hanya punya satu pilihan saja, tak boleh salah melangkah.

Itu ungkapkan tokoh Cinta saat mengambil keputusan untuk bersama Raya. Dalam konflik cerita, setiap tokoh berperan memiliki posisi bertanggung jawab untuk menyelesaikan konflik. Ibu yang berperan memikirkan perasaan Cinta juga Ayah serta kondisi keluarga, Ayah yang menangguhkan keyakinan Cinta dalam mengambil keputusan agar tak ada yang dirugikan, Raya yang memberi berbagai keyakinan untuk merasa aman, serta adik-adik yang berupaya mengatasi keterhimpitan dan ketegangan situasi keluarga.

Pada kisah lain ‘Legenda Rasa Kopi Banyuatis deskripsi tokoh telah mencerminkan tak ada seorang pun tokoh yang tak cakap di dalamnya. Demikian jika saya memebaca sosok Sonia. Dalam kenyataannya terlepas dari naskah dan karya-karyanya, ia adalah karakter yang selalu memosisikan semua hal adalah penting.

Mencatat dan Melahirkan Sejarah

Sebuah karya juga bisa mengungkap sejarah identitas suatu daerah. Di sinilah kemudian menjadi penting kehadiran kumpulan naskah ini. Sebab meski sejarah telah dicatat rapi dalam buku-buku pelajaran dasar, namun selalu ada yang luput dikemas jadi catattan penting. Dalam kumpulan naskah ini ada dua penanda lahirnya sejarah suatu daerah.

Karya pertama berjudul Nyoman Rai Srimben. Adalah naskah yang berhasil Menyusun akar awal mula Bangsa Indonesia lahir. Tokoh Ir. Soekarno yang diketahui berdarah Bali dari sosok ibunya adalah titik awal lahirnya pemikiran-pemikiran bersejarah Bangsa Indonesia. Dari kisah ini Pancasila bermula menjadi Bhineka Tunggal Ika.

Selain itu, sebuah desa di Bali Utara menjadi begitu terkenal lantaran sejarah kopi yang lahir mejadi penandanya. Tak hanya lahirnya sebuah daerah atau wilayah. Pada naskah Timang Ibu Sinang, dialog anatar tokoh ibu dan anak juga menajdi catatatn sejarah, bagaimana identitas ibu lahir dari seorang perempuan.pada titik ini penulis justru menjadi bagian pencipta sejarah tentang bagaimana perempuan mampu merumuskan transformasinya menjadi ibu. Meski secara judul naskah ini meminjam penamaan tokoh yang akrab secara personal penulis, namun bukan berarti naskah ini juga tak berlaku untuk orang lain.

Sebab pada kanyataannya apa yang diungkapkan penulis di dalam cerita adalah kenyataan yang dialami oleh sebagian besar perempuan yang mengalami tahap menjadi seorang ibu.

Tawaran Permainan dalam Naskah

Ketika membaca, isi dalam bacaan akan menjadi sketsa gambar atas pemahaman pembaca.  Pada kumpulan naskah ini, meski penulis memberi penanda latar dalam setiap cerita, rupa-rupanya kumpulan naskah Raya-raya Cinta memberi kemungkinan yang lebih luas dan bebas dalam penyutradaraan. Hal ini bisa ditarik dari penciptaan dialog-dialog tokoh. Pemilihan kalimat yang berima dan puitik dapat menjadi peluang dialog diolah menjadi lirik lagu.

Cinta:

Aku tidak sedang menguji kata-kata
Aku menguji hidup
Yang demikian keras
Tak bisa hanya tunduk pada kata-kata
Aku belajar menerima diriku apa adanya
Aku tak sedang bermain-main pada hidup

Aku tak sedang bermain-main pada hidup

Penulis mengatur dialognya sebaris demi sebari. Percakapan antar tokoh kemudian tampak serupa lagu yang bersahutan. Dalam pertunjukan drama modern. Naskah ini akan menjadi begitu menarik Ketika digarap menjadi drama musikal. Tawaran lainnya adalah permainan tokoh. Dalam seni drama, tokoh adalah keharusan yang dipikirkan paling penting. Sebab tokoh adalah pembawa pesan utama cerita. Pada Sebagian besar naskah yang hadir, naskah-naskah ini juga memiliki peluang besar dimainkan secara monolog oleh aktor.

Sebagai pembaca, karya-karya ini tak hanya berhasil menghadirkan gagasan besarnya dalam tokoh-tokoh yang diciptakan, kemungkinan pengadegan oleh tokoh dan sutradara, namun juga berhasil lepas dari beban metafora dalam mengungkapkan gagasan-gagasan dalam cerita. Hal tersebut kemudian memperkuat ide cerita secara utuh dan menjadi pembuktian bahwa proses membuat orang lain mampu memahaminya karena kita berhasil menyederhanakannya. [T]

Menafsir Romantisme Pada Pementasan Raya Raya Cinta
Suara dari Sulung yang Lain: Merayakan Raya Raya Cinta
Mengintip Proses Teater Legenda Rasa Kopi Banyuatis | Catatan Penulis Naskah dan Sutradara
Tags: Bukunaskah dramasastraTeater
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bukit Cintamani Mmal: Minoritas Wacana dan Stigmatisasi di Dalamnya

Next Post

Puisi-puisi Rai Sri Artini | Gerimis Belum Usai

Kadek Desi Nurani

Kadek Desi Nurani

Pemain teater, juga menulis puisi dan cerpen. Puisinya terkumpul dalam antologi "Hadiah untuk Langit". Alumni Fakultas Bahasa dan Seni, Undiksha, Singaraja. Kini tinggal di Denpasar

Related Posts

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026
0
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

Read moreDetails

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
0
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

Read moreDetails

Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

by Chusmeru
September 3, 2026
0
Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

Judul Buku: HERMENEUSICAL Menafsir Musik dalam Komunikasi Manusia Penulis      : Prof.Dr. Ahmad Sihabudin, M.Si Penerbit    : Indigo Media, Kota Tangerang...

Read moreDetails

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

by IRZI
August 3, 2026
0
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

Read moreDetails

Tuhan Yang Maha Puisi

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
0
Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

Read moreDetails

SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

by I Wayan Sujana Suklu
July 26, 2026
0
SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

SEBUAH buku yang selesai dibaca ketika halaman terakhir ditutup. Ada pula buku yang baru mulai dibaca justru setelah kita menutupnya....

Read moreDetails

Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

by Azwar
July 17, 2026
0
Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

Singkarak, Riang dan Sendunya merupakan kumpulan cerpen karya Ragdi F Daye yang diterbitkan Rumahkayu Pustaka pada Mei 2026. Buku ini...

Read moreDetails

“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

by I Made Sujaya
July 16, 2026
0
“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

Novel Koloni pertama kali diluncurkan oleh Gramedia pada 22 Agustus 2025. Sejak diluncurkan hingga kini, novel ini terus mendapat perhatian...

Read moreDetails

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

by IRZI
July 12, 2026
0
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

Read moreDetails

Mahindu, Si Perempuan Tembikar

by Mas Ruscitadewi
July 10, 2026
0
Mahindu, Si Perempuan Tembikar

Risalah Perempuan-Perempuan Tembikar yang dipakai sebagai judul kumpulan puisi ini mengisyaratkan pilihan, penilaian dan sudut pandang penyair dalam membahas masalah...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Rai Sri Artini | Gerimis Belum Usai

Puisi-puisi Rai Sri Artini | Gerimis Belum Usai

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co