25 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sastra Merekam dan Melahirkan Kemungkinan-kemungkinan | Catatan Membaca Buku Kumpulan Naskah Drama Raya-raya Cinta  

Kadek Desi Nurani by Kadek Desi Nurani
May 27, 2023
in Ulas Buku
Sastra Merekam dan Melahirkan Kemungkinan-kemungkinan | Catatan Membaca Buku Kumpulan Naskah Drama Raya-raya Cinta  

Sampul buku Raya Raya Cinta

RAYA-RAYA CINTA. Kumpulan naskah yang ditulis Kadek Sonia Piscayanti pada, Februari 2023 ini tampak menggoda tangan siapa saja untuk menjamah dan meminangnya. Tampilannya yang segar seolah menawar banyak hal indah di dalamnya.

Biasanya kita sering suka menduga sesuatu dari hal-hal yang tampak bukan? Bahkan pada memilih buku sekalipun. Demikian dalam semalam saya larut tak habis membaca kumpulan kisah di dalamnya. Benar saja, cara perempuan menduga dan menebak sesuatu kemungkinan tak tepat adalah 0,5% dari 100% yang ada. Sebagai penikmat karya sastra dan menulis juga, hubungan saya dengan Kadek Sonia Piscayanti tertaut dalam banyak hal.

Sonia Piscayanti boleh dikatakan adalah guru, rekan komunitas, teman bercerita, ibu yang mengasuh, kakak yang menuntun, dia juga sutradara dalam beberapa pertunjukan yang saya mainkan. Hubungan yang banyak tertaut ini barangkali bisa menjadi awal cara saya membaca kehadiran kumpulan naskah drama Raya-raya Cinta. Yang bisa saja hal ini kemudian terasa begitu subjektif atau juga tidak.

Pengarang adalah Kendali Utama Cerita

Seni menjadi bagian penting yang hadir dalam kehidupan manusia. Sebab banyak hal yang ditampilkan oleh karya-karya seni tak hanya menawar soal bentuk dan keindahan semata. Namun tak jarang, karya seni mengungkap identitas kekaryaan seperti, cara pandang atau pola pikir dari penciptanya, mengungkap sejarah identitas suatu daerah, dan hal lainnya yang kemudian bisa ditelisik dari unsur-unsur yang dihadirkan dalam cerita seperti tokoh, dialog, setting tempat, waktu, dan gaya bahasa yang digunakan.

Hal itu tentu juga berlaku dan hadir dalam karya-karaya Kadek Sonia Piscayanti.  Dari kelima karya yang dimuat di dalamnya, menghadirkan lima variasi kisah yang menarik untuk tak jemu menikmatinya. Dan menjadi tak jemu lagi membaca kelima kisah itu saat saya menemukan bagaimana Kadek Sonia Piscayanti hadir di dalamnya sebagai kendali utama atas cerita yang dihadirkan.

Saya katakana kendali utama. Sebab bagaimana tokoh hadir dan bertindak pun, bagaimana kisah akan berawal dan berakhir adalah atas dasar dari penulisnya. Tak ada yang tak mendapat tempat dalam kisah. Bahkan jika kehadiranya untuk mati dalam cerita, ia menjadi penting dan memiliki posisi yang sama. Demikianlah tokoh-tokoh diciptakan dalam keseluruhan naskah. Tak memandang ia adalah perempuan atau lelaki, orang tua atau anak-anak, kaya atau miskin, jatuh cinta atau bersedih, pelajar atau bukan, tokoh di dalam cerita dihadirkan menjadi pemikir semua. Menjadi peran yang skeptis dalam mengambil tindakan dan keputusan.

Pada kisah Raya-raya Cinta misalnya, ada sembilan tokoh yang hadir di dalamnya. Meski Cinta adalah fokus utama dalam cerita, namun bagaimana cinta berpikir dan bertindak juga hadir pada tokoh lainnya.

Cinta: Ya itulah, aku tahu, semua terasa tak akan bisa sebab perempuan hanya punya satu pilihan saja, tak boleh salah melangkah.

Itu ungkapkan tokoh Cinta saat mengambil keputusan untuk bersama Raya. Dalam konflik cerita, setiap tokoh berperan memiliki posisi bertanggung jawab untuk menyelesaikan konflik. Ibu yang berperan memikirkan perasaan Cinta juga Ayah serta kondisi keluarga, Ayah yang menangguhkan keyakinan Cinta dalam mengambil keputusan agar tak ada yang dirugikan, Raya yang memberi berbagai keyakinan untuk merasa aman, serta adik-adik yang berupaya mengatasi keterhimpitan dan ketegangan situasi keluarga.

Pada kisah lain ‘Legenda Rasa Kopi Banyuatis deskripsi tokoh telah mencerminkan tak ada seorang pun tokoh yang tak cakap di dalamnya. Demikian jika saya memebaca sosok Sonia. Dalam kenyataannya terlepas dari naskah dan karya-karyanya, ia adalah karakter yang selalu memosisikan semua hal adalah penting.

Mencatat dan Melahirkan Sejarah

Sebuah karya juga bisa mengungkap sejarah identitas suatu daerah. Di sinilah kemudian menjadi penting kehadiran kumpulan naskah ini. Sebab meski sejarah telah dicatat rapi dalam buku-buku pelajaran dasar, namun selalu ada yang luput dikemas jadi catattan penting. Dalam kumpulan naskah ini ada dua penanda lahirnya sejarah suatu daerah.

Karya pertama berjudul Nyoman Rai Srimben. Adalah naskah yang berhasil Menyusun akar awal mula Bangsa Indonesia lahir. Tokoh Ir. Soekarno yang diketahui berdarah Bali dari sosok ibunya adalah titik awal lahirnya pemikiran-pemikiran bersejarah Bangsa Indonesia. Dari kisah ini Pancasila bermula menjadi Bhineka Tunggal Ika.

Selain itu, sebuah desa di Bali Utara menjadi begitu terkenal lantaran sejarah kopi yang lahir mejadi penandanya. Tak hanya lahirnya sebuah daerah atau wilayah. Pada naskah Timang Ibu Sinang, dialog anatar tokoh ibu dan anak juga menajdi catatatn sejarah, bagaimana identitas ibu lahir dari seorang perempuan.pada titik ini penulis justru menjadi bagian pencipta sejarah tentang bagaimana perempuan mampu merumuskan transformasinya menjadi ibu. Meski secara judul naskah ini meminjam penamaan tokoh yang akrab secara personal penulis, namun bukan berarti naskah ini juga tak berlaku untuk orang lain.

Sebab pada kanyataannya apa yang diungkapkan penulis di dalam cerita adalah kenyataan yang dialami oleh sebagian besar perempuan yang mengalami tahap menjadi seorang ibu.

Tawaran Permainan dalam Naskah

Ketika membaca, isi dalam bacaan akan menjadi sketsa gambar atas pemahaman pembaca.  Pada kumpulan naskah ini, meski penulis memberi penanda latar dalam setiap cerita, rupa-rupanya kumpulan naskah Raya-raya Cinta memberi kemungkinan yang lebih luas dan bebas dalam penyutradaraan. Hal ini bisa ditarik dari penciptaan dialog-dialog tokoh. Pemilihan kalimat yang berima dan puitik dapat menjadi peluang dialog diolah menjadi lirik lagu.

Cinta:

Aku tidak sedang menguji kata-kata
Aku menguji hidup
Yang demikian keras
Tak bisa hanya tunduk pada kata-kata
Aku belajar menerima diriku apa adanya
Aku tak sedang bermain-main pada hidup

Aku tak sedang bermain-main pada hidup

Penulis mengatur dialognya sebaris demi sebari. Percakapan antar tokoh kemudian tampak serupa lagu yang bersahutan. Dalam pertunjukan drama modern. Naskah ini akan menjadi begitu menarik Ketika digarap menjadi drama musikal. Tawaran lainnya adalah permainan tokoh. Dalam seni drama, tokoh adalah keharusan yang dipikirkan paling penting. Sebab tokoh adalah pembawa pesan utama cerita. Pada Sebagian besar naskah yang hadir, naskah-naskah ini juga memiliki peluang besar dimainkan secara monolog oleh aktor.

Sebagai pembaca, karya-karya ini tak hanya berhasil menghadirkan gagasan besarnya dalam tokoh-tokoh yang diciptakan, kemungkinan pengadegan oleh tokoh dan sutradara, namun juga berhasil lepas dari beban metafora dalam mengungkapkan gagasan-gagasan dalam cerita. Hal tersebut kemudian memperkuat ide cerita secara utuh dan menjadi pembuktian bahwa proses membuat orang lain mampu memahaminya karena kita berhasil menyederhanakannya. [T]

Menafsir Romantisme Pada Pementasan Raya Raya Cinta
Suara dari Sulung yang Lain: Merayakan Raya Raya Cinta
Mengintip Proses Teater Legenda Rasa Kopi Banyuatis | Catatan Penulis Naskah dan Sutradara
Tags: Bukunaskah dramasastraTeater
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bukit Cintamani Mmal: Minoritas Wacana dan Stigmatisasi di Dalamnya

Next Post

Puisi-puisi Rai Sri Artini | Gerimis Belum Usai

Kadek Desi Nurani

Kadek Desi Nurani

Pemain teater, juga menulis puisi dan cerpen. Puisinya terkumpul dalam antologi "Hadiah untuk Langit". Alumni Fakultas Bahasa dan Seni, Undiksha, Singaraja. Kini tinggal di Denpasar

Related Posts

Makassar yang Sempat Terabaikan

by Moch. Ferdi Al Qadri
April 16, 2026
0
Makassar yang Sempat Terabaikan

Judul: Makasssar Nol Kilometer Penulis: Anwar J. Rahman, dkk. Penerbit: Tanahindie Press Tahun: 2014 Halaman: xviii + 255 MAKASSAR-NYA satu,...

Read moreDetails

Menggugat Kanon, Mengarsip yang Obskur

by Farhan M. Adyatma
March 27, 2026
0
Menggugat Kanon, Mengarsip yang Obskur

Judul: Terdepan, Terluar, Tertinggal: Antologi Puisi Obskur Indonesia 1945-2045 Penulis: Martin Suryajaya Penerbit: Anagram Tahun terbit: Agustus 2020 Jumlah halaman:...

Read moreDetails

‘Coming Up For Air’, Menghirup Udara yang Tak Lagi Sama

by Radha Dwi Pradnyani
March 25, 2026
0
‘Coming Up For Air’, Menghirup Udara yang Tak Lagi Sama

Judul: Menghirup Udara Segar Judul Asli: Coming Up For Air Penulis: George Orwell Penerjemah: Berliani M. Nugraha Tahun Terbit: 2021...

Read moreDetails

Tubuh, Ingatan, dan Sebuah Paradoks —Membaca Kembali ‘Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer’

by Inno Koten
March 22, 2026
0
Tubuh, Ingatan, dan Sebuah Paradoks —Membaca Kembali ‘Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer’

YANG orang ingat dari Pramoedya Ananta Toer (Pram) adalah ikhtiarnya untuk menyelamatkan martabat manusia. Ia menulis tentang mereka yang kalah,...

Read moreDetails

Di Hati Kami Orang Indonesia —Perempuan Swiss di Sumatra dan Jawa Selama 25 tahun: 1920-1945

by Sigit Susanto
March 17, 2026
0
Di Hati Kami Orang Indonesia —Perempuan Swiss di Sumatra dan Jawa Selama 25 tahun: 1920-1945

Judul: Im Herzen waren wir Indonesier Penulis: Gret Surbeck Penerbit: Limmat Verag, 2007 Tebal: 508 Bahasa : Jerman Christa Miranda, menemukan...

Read moreDetails

Membaca Luka Digital dan Kegelisahan Zaman  —Ulasan Buku Puisi ‘Anak-anak Luka di Dunia Maya’ Karya Yahya Umar

by Dian Suryantini
March 13, 2026
0
Membaca Luka Digital dan Kegelisahan Zaman  —Ulasan Buku Puisi ‘Anak-anak Luka di Dunia Maya’ Karya Yahya Umar

SASTRA sering kali menjadi cermin paling jujur bagi kehidupan sosial. Sastra tidak selalu menyampaikan fakta dalam bentuk angka, statistik, atau...

Read moreDetails

Ingatan, Kehilangan, dan Perlawanan dalam ‘Laut Bercerita’

by Muhammad Khairu Rahman
March 8, 2026
0
Ingatan, Kehilangan, dan Perlawanan dalam ‘Laut Bercerita’

NOVEL Laut Bercerita karya Leila S. Chudori merupakan salah satu karya sastra Indonesia kontemporer yang menghadirkan luka sejarah sebagai ruang...

Read moreDetails

Sugianto Membongkar Bali

by Wayan Esa Bhaskara
March 8, 2026
0
Sugianto Membongkar Bali

Judul Buku    : Aib Penulis          : I Made Sugianto Penerbit        : Pustaka Ekspresi Cetakan         : Pertama, Januari 2026 Tebal              :...

Read moreDetails

Catatan Kecil Tentang ‘Dokter Gila’ Karya Putu Arya Nugraha

by Putu Lina Kamelia
February 28, 2026
0
Catatan Kecil Tentang ‘Dokter Gila’ Karya Putu Arya Nugraha

Judul Buku : Dokter Gila Penulis : dr. Putu Arya Nugraha Penerbit : Tatkala Tahun : 2025 RUMAH itu mungil...

Read moreDetails

Membaca ‘Lampah Sang Pragina’, Membicarakan Kasta yang Itu-itu Saja  

by Wayan Esa Bhaskara
February 20, 2026
0
Membaca ‘Lampah Sang Pragina’, Membicarakan Kasta yang Itu-itu Saja  

Judul Buku: Lampah Sang Pragina Penulis: Ketut Sugiartha Penerbit: Pustaka Ekspresi Cetakan: Pertama, November 2025 Tebal: 116 halaman ISBN: 978-634-7225-31-3...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Rai Sri Artini | Gerimis Belum Usai

Puisi-puisi Rai Sri Artini | Gerimis Belum Usai

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins
Esai

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”
Pop

Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

“Untuk saat ini, single-single saja dulu, sama seperti status saya,” ujar Tika Pagraky sambil tertawa, memecah suasana sore itu. Kalimat...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah
Khas

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co