24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sastra Merekam dan Melahirkan Kemungkinan-kemungkinan | Catatan Membaca Buku Kumpulan Naskah Drama Raya-raya Cinta  

Kadek Desi Nurani by Kadek Desi Nurani
May 27, 2023
in Ulas Buku
Sastra Merekam dan Melahirkan Kemungkinan-kemungkinan | Catatan Membaca Buku Kumpulan Naskah Drama Raya-raya Cinta  

Sampul buku Raya Raya Cinta

RAYA-RAYA CINTA. Kumpulan naskah yang ditulis Kadek Sonia Piscayanti pada, Februari 2023 ini tampak menggoda tangan siapa saja untuk menjamah dan meminangnya. Tampilannya yang segar seolah menawar banyak hal indah di dalamnya.

Biasanya kita sering suka menduga sesuatu dari hal-hal yang tampak bukan? Bahkan pada memilih buku sekalipun. Demikian dalam semalam saya larut tak habis membaca kumpulan kisah di dalamnya. Benar saja, cara perempuan menduga dan menebak sesuatu kemungkinan tak tepat adalah 0,5% dari 100% yang ada. Sebagai penikmat karya sastra dan menulis juga, hubungan saya dengan Kadek Sonia Piscayanti tertaut dalam banyak hal.

Sonia Piscayanti boleh dikatakan adalah guru, rekan komunitas, teman bercerita, ibu yang mengasuh, kakak yang menuntun, dia juga sutradara dalam beberapa pertunjukan yang saya mainkan. Hubungan yang banyak tertaut ini barangkali bisa menjadi awal cara saya membaca kehadiran kumpulan naskah drama Raya-raya Cinta. Yang bisa saja hal ini kemudian terasa begitu subjektif atau juga tidak.

Pengarang adalah Kendali Utama Cerita

Seni menjadi bagian penting yang hadir dalam kehidupan manusia. Sebab banyak hal yang ditampilkan oleh karya-karya seni tak hanya menawar soal bentuk dan keindahan semata. Namun tak jarang, karya seni mengungkap identitas kekaryaan seperti, cara pandang atau pola pikir dari penciptanya, mengungkap sejarah identitas suatu daerah, dan hal lainnya yang kemudian bisa ditelisik dari unsur-unsur yang dihadirkan dalam cerita seperti tokoh, dialog, setting tempat, waktu, dan gaya bahasa yang digunakan.

Hal itu tentu juga berlaku dan hadir dalam karya-karaya Kadek Sonia Piscayanti.  Dari kelima karya yang dimuat di dalamnya, menghadirkan lima variasi kisah yang menarik untuk tak jemu menikmatinya. Dan menjadi tak jemu lagi membaca kelima kisah itu saat saya menemukan bagaimana Kadek Sonia Piscayanti hadir di dalamnya sebagai kendali utama atas cerita yang dihadirkan.

Saya katakana kendali utama. Sebab bagaimana tokoh hadir dan bertindak pun, bagaimana kisah akan berawal dan berakhir adalah atas dasar dari penulisnya. Tak ada yang tak mendapat tempat dalam kisah. Bahkan jika kehadiranya untuk mati dalam cerita, ia menjadi penting dan memiliki posisi yang sama. Demikianlah tokoh-tokoh diciptakan dalam keseluruhan naskah. Tak memandang ia adalah perempuan atau lelaki, orang tua atau anak-anak, kaya atau miskin, jatuh cinta atau bersedih, pelajar atau bukan, tokoh di dalam cerita dihadirkan menjadi pemikir semua. Menjadi peran yang skeptis dalam mengambil tindakan dan keputusan.

Pada kisah Raya-raya Cinta misalnya, ada sembilan tokoh yang hadir di dalamnya. Meski Cinta adalah fokus utama dalam cerita, namun bagaimana cinta berpikir dan bertindak juga hadir pada tokoh lainnya.

Cinta: Ya itulah, aku tahu, semua terasa tak akan bisa sebab perempuan hanya punya satu pilihan saja, tak boleh salah melangkah.

Itu ungkapkan tokoh Cinta saat mengambil keputusan untuk bersama Raya. Dalam konflik cerita, setiap tokoh berperan memiliki posisi bertanggung jawab untuk menyelesaikan konflik. Ibu yang berperan memikirkan perasaan Cinta juga Ayah serta kondisi keluarga, Ayah yang menangguhkan keyakinan Cinta dalam mengambil keputusan agar tak ada yang dirugikan, Raya yang memberi berbagai keyakinan untuk merasa aman, serta adik-adik yang berupaya mengatasi keterhimpitan dan ketegangan situasi keluarga.

Pada kisah lain ‘Legenda Rasa Kopi Banyuatis deskripsi tokoh telah mencerminkan tak ada seorang pun tokoh yang tak cakap di dalamnya. Demikian jika saya memebaca sosok Sonia. Dalam kenyataannya terlepas dari naskah dan karya-karyanya, ia adalah karakter yang selalu memosisikan semua hal adalah penting.

Mencatat dan Melahirkan Sejarah

Sebuah karya juga bisa mengungkap sejarah identitas suatu daerah. Di sinilah kemudian menjadi penting kehadiran kumpulan naskah ini. Sebab meski sejarah telah dicatat rapi dalam buku-buku pelajaran dasar, namun selalu ada yang luput dikemas jadi catattan penting. Dalam kumpulan naskah ini ada dua penanda lahirnya sejarah suatu daerah.

Karya pertama berjudul Nyoman Rai Srimben. Adalah naskah yang berhasil Menyusun akar awal mula Bangsa Indonesia lahir. Tokoh Ir. Soekarno yang diketahui berdarah Bali dari sosok ibunya adalah titik awal lahirnya pemikiran-pemikiran bersejarah Bangsa Indonesia. Dari kisah ini Pancasila bermula menjadi Bhineka Tunggal Ika.

Selain itu, sebuah desa di Bali Utara menjadi begitu terkenal lantaran sejarah kopi yang lahir mejadi penandanya. Tak hanya lahirnya sebuah daerah atau wilayah. Pada naskah Timang Ibu Sinang, dialog anatar tokoh ibu dan anak juga menajdi catatatn sejarah, bagaimana identitas ibu lahir dari seorang perempuan.pada titik ini penulis justru menjadi bagian pencipta sejarah tentang bagaimana perempuan mampu merumuskan transformasinya menjadi ibu. Meski secara judul naskah ini meminjam penamaan tokoh yang akrab secara personal penulis, namun bukan berarti naskah ini juga tak berlaku untuk orang lain.

Sebab pada kanyataannya apa yang diungkapkan penulis di dalam cerita adalah kenyataan yang dialami oleh sebagian besar perempuan yang mengalami tahap menjadi seorang ibu.

Tawaran Permainan dalam Naskah

Ketika membaca, isi dalam bacaan akan menjadi sketsa gambar atas pemahaman pembaca.  Pada kumpulan naskah ini, meski penulis memberi penanda latar dalam setiap cerita, rupa-rupanya kumpulan naskah Raya-raya Cinta memberi kemungkinan yang lebih luas dan bebas dalam penyutradaraan. Hal ini bisa ditarik dari penciptaan dialog-dialog tokoh. Pemilihan kalimat yang berima dan puitik dapat menjadi peluang dialog diolah menjadi lirik lagu.

Cinta:

Aku tidak sedang menguji kata-kata
Aku menguji hidup
Yang demikian keras
Tak bisa hanya tunduk pada kata-kata
Aku belajar menerima diriku apa adanya
Aku tak sedang bermain-main pada hidup

Aku tak sedang bermain-main pada hidup

Penulis mengatur dialognya sebaris demi sebari. Percakapan antar tokoh kemudian tampak serupa lagu yang bersahutan. Dalam pertunjukan drama modern. Naskah ini akan menjadi begitu menarik Ketika digarap menjadi drama musikal. Tawaran lainnya adalah permainan tokoh. Dalam seni drama, tokoh adalah keharusan yang dipikirkan paling penting. Sebab tokoh adalah pembawa pesan utama cerita. Pada Sebagian besar naskah yang hadir, naskah-naskah ini juga memiliki peluang besar dimainkan secara monolog oleh aktor.

Sebagai pembaca, karya-karya ini tak hanya berhasil menghadirkan gagasan besarnya dalam tokoh-tokoh yang diciptakan, kemungkinan pengadegan oleh tokoh dan sutradara, namun juga berhasil lepas dari beban metafora dalam mengungkapkan gagasan-gagasan dalam cerita. Hal tersebut kemudian memperkuat ide cerita secara utuh dan menjadi pembuktian bahwa proses membuat orang lain mampu memahaminya karena kita berhasil menyederhanakannya. [T]

Menafsir Romantisme Pada Pementasan Raya Raya Cinta
Suara dari Sulung yang Lain: Merayakan Raya Raya Cinta
Mengintip Proses Teater Legenda Rasa Kopi Banyuatis | Catatan Penulis Naskah dan Sutradara
Tags: Bukunaskah dramasastraTeater
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bukit Cintamani Mmal: Minoritas Wacana dan Stigmatisasi di Dalamnya

Next Post

Puisi-puisi Rai Sri Artini | Gerimis Belum Usai

Kadek Desi Nurani

Kadek Desi Nurani

Pemain teater, juga menulis puisi dan cerpen. Puisinya terkumpul dalam antologi "Hadiah untuk Langit". Alumni Fakultas Bahasa dan Seni, Undiksha, Singaraja. Kini tinggal di Denpasar

Related Posts

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

by Hartanto
October 21, 2026
0
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

Read moreDetails

Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari

by Ahmad Hirzan Anwari
October 13, 2026
0
Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari

BUKU Rusdi Mathari berjudul Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya, genap berusia 10 tahuan. Buku Mojok, sebagai penerbit, merayakan ulang...

Read moreDetails

Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti

by Emi Suy
October 8, 2026
0
Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti

KITA sering berangkat dengan tujuan yang telah ditentukan, seolah jalan hanya perlu mengantar tubuh sampai ke sebuah tempat. Padahal, perjalanan...

Read moreDetails

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026
0
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

Read moreDetails

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

by Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
0
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

Read moreDetails

Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

by Chusmeru
September 3, 2026
0
Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

Judul Buku: HERMENEUSICAL Menafsir Musik dalam Komunikasi Manusia Penulis      : Prof.Dr. Ahmad Sihabudin, M.Si Penerbit    : Indigo Media, Kota Tangerang...

Read moreDetails

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

by IRZI
August 3, 2026
0
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

Read moreDetails

Tuhan Yang Maha Puisi

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
0
Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

Read moreDetails

SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

by I Wayan Sujana Suklu
July 26, 2026
0
SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

SEBUAH buku yang selesai dibaca ketika halaman terakhir ditutup. Ada pula buku yang baru mulai dibaca justru setelah kita menutupnya....

Read moreDetails

Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

by Azwar
July 17, 2026
0
Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

Singkarak, Riang dan Sendunya merupakan kumpulan cerpen karya Ragdi F Daye yang diterbitkan Rumahkayu Pustaka pada Mei 2026. Buku ini...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Rai Sri Artini | Gerimis Belum Usai

Puisi-puisi Rai Sri Artini | Gerimis Belum Usai

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co