2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menafsir Romantisme Pada Pementasan Raya Raya Cinta

Wulan Dewi Saraswati by Wulan Dewi Saraswati
November 7, 2021
in Ulasan
Menafsir Romantisme Pada Pementasan Raya Raya Cinta

Pementasan Raya Raya Cinta oleh Komunitas Mahima

Ada banyak pertanyaan yang berkelidan dibenak saya saat menyaksikan pementasan Raya Raya Cinta oleh Komunitas Mahima pada Jumat, 29 Oktober 2021 serangkaian Festival Bali Jani III, di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Denpasar. Pertama, bagaimana suatu naskah mampu dibangun dengan dasar mindfulness? Kedua, bagaimana kerangka kerja mental pemain menyeimbangkan titik chaos dan cosmos? Serta bagaimana romantisme ditafsir oleh masing-masing pemain?

Seperti yang telah ditulis oleh sutradara sekaligus penulis naskah Sonia Piscayanti tentang proses persiapan pementasan (klik https://bit.ly/3mQ7dED) bahwa Raya Raya Cinta adalah bentuk keseimbangan antara chaos dan cosmos. Artikel selanjutnya yang ditulis oleh Carma Citra (klik https://bit.ly/3k8af5e) tentang peran perempuan yang selalu harus sadar pada setiap kekacauan.

Pada kedua artikel itu banyak memaparkan tentang peran seorang wanita yang mampu mengambil sikap dan bersuara di tengah himpitan kewajibannya. Raya Raya Cinta yang dibuka dengan sangat teatrikal dan khyusuk. Dari awal hingga akhir strukturnya cerita terjaga hingga membuat pementasan ini layak menjadi tontonan yang kritis juga romantis.

Perayaan Pertemuan yang Dipertanyakan

Sonia Piscayanti memang sedang getol-getulanya bergulat dengan mindfulness. Hal itu nampak pada kerja-kerja berkeseniannya yang ditulis dan yang disuarakan. Selain itu, hal-hal terkait kesadaran bersikap juga tercermin dalam berbagai dialog. Pertemuan tokoh Raya dan Cinta adalah pertanyaan-pertanyaann yang sublim tentang pengambilan keputusan dan jatuh cinta yang tak tergesa. Kesadaran tokoh Cinta menerima perasaan Raya penuh dengan pertanyaan dan pertentangan. Semua hal itu tumpah ruah dalam dialog-dialog Cinta dan Raya. Dialog yang pepat dan terukur membuat alurnya terjaga sehingga penonton khusyuk mengikuti jalannya cerita.

Pementasan Raya Raya Cinta oleh Komunitas Mahima pada Festival Seni Bali Jani III/2021

Raya Raya Cinta mengandung premis tentang seorang perempuan yang terjebak pada kewajiban yang chaos namun mampu menemukan titik cosmosnya. Seperti yang diungkapkan Lajos Egri bahwa manusia adalah sebuah labirin dari kontradiksi-kontradiksi yang terlihat jelas. Hal-hal kontradiksi dalam Raya Raya Cinta memberikan pengertian tentang bentuk mencintai kekasih, keluarga, sahabat, juga budaya. Misteri ketangguhan tokoh Cinta semakin menarik ketika banyak hal yang berubah dalam dirinya. Bagaimana seorang sulung perempuan mampu memahami alasan-alasannya bertahan atau berubah.

Kualitas Aktor yang Konsisten

Keseimbangan chaos dan cosmos yang diharapkan sutradara tentu berakar pada kepiawaian para pemain. Kerja mental aktor dibentuk mencapai titik seimbangnya sehingga dapat menyuguhkan kualitas keaktoran yang konsisten dan tidak ‘kehabisan napas’. Rajutan demi rajutan yang diperhitungkan sutradara tak akan apik tanpa pencapaian kesadaran dari para aktor yang terlibat. Terlebih, beberapa koreografi kontemporer menjadi bagian dari pemanggungan.

Tubuh aktor menerjemahkan dengan baik setiap emosi-emosi yang ingin diungkapkan. Nampak keberhasilan pemain menafsir romantisme yang ingin dibangun adalah dengan pilihan-pilihan gerakan dan sopan santun bercinta yang terlihat apik disetiap adegan.

Yang menarik dari stuktur pembentukan aktor yakni lima unsur yang ditokohkan yakni Cinta, Asa, Kala, Cahaya, dan Laut. Sayangnya, kelima tokoh ini tidak digarap dalam medium yang lebih dalam. Saya rasa kelima tokoh ini bisa diulik lebih intim sehingga kemunculan tokoh-tokoh ini semakin penting.

Sinergi Musik Pembentuk Dramatik

Penafisiran romantisme tersebut juga dilakukan di ranah pemusik. Musik membentuk ruang menjadi magis dan mencapai titik dramatik. Di sinilah sangat diperlukan peran pemusik yang mampu membedah naskah dan mendekati setiap dialog-dialognya. Para pemusik juga sangat perlu hadir dalam setaip proses latihan sehingga mampu menciptakan cahaya cosmos. Penerjemahan yang telah dilakukan pemusik telah berhasil mengugah batin penonton. Kecermatan penata artistik memberikan kesempatan pada penonton untuk memahami pementasan lebih dalam.

Dengan upaya kesadaran-kesadaran ruang dan bentuk pemanggungan, serta olahan-olahan rasa yang membantin, maka proses penyembuhan dari kekacauan sudah terjadi dengan utuh. Pementasan ini berpotensi besar dialihwahanakan ke dalam bentuk film.

Keberhasilan Sonia Piscayanti menrancang sebuah pementasan Raya Raya Cinta tidak terlepas dari upaya-upayanya menggaungkan konsep mindfulness dalam setiap dialog dan setiap proses latihan. Keberhasilan mengolah sudut peristiwa dan menakar stuktur dramatik berkat kecakapan menemukan titik seimbangnya. Cahaya cosmos yang cermelang nampaknya akan mampu membawa penonton pada bentuk kesadaran baru menafsir romantisme. [T]

Tags: Festival Seni Bali JaniKomunitas MahimasastraTeater
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ditanam, Sudah Jadi Taman | Tribute To Umbu Landu Paranggi di Festival Seni Bali Jani

Next Post

Olah Pikir dalam “Hero on the Way” Teater Kalangan | Catatan Tercecer dari Pimpro

Wulan Dewi Saraswati

Wulan Dewi Saraswati

Penulis, sutradara, dan pengajar. Saat ini tengah mendalami praktik kesenian berdasarkan tarot dengan pendekatan terapiutik partisipatoris

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post
Olah Pikir dalam “Hero on the Way” Teater Kalangan | Catatan Tercecer dari Pimpro

Olah Pikir dalam “Hero on the Way” Teater Kalangan | Catatan Tercecer dari Pimpro

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co