14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Olah Pikir dalam “Hero on the Way” Teater Kalangan | Catatan Tercecer dari Pimpro

Devy Gita by Devy Gita
November 7, 2021
in Ulasan
Olah Pikir dalam “Hero on the Way” Teater Kalangan | Catatan Tercecer dari Pimpro

Teater Kalangan mementaskan Hero on the Way #1 dalam Festival Bali Jani III [Foto Teater Kalangan]

Beberapa hari sudah berlalu sejak Teater Kalangan mementaskan Hero on the Way #1 dalam Festival Bali Jani III yang mendedah dan mengeksplorasi Jalan Veteran, Denpasar, sebagai situs pertunjukkan. Sebuah jalan di kawasan Denpasar, Bali yang merupakan salah satu jalan paling bersejarah di kota ini. Bagaimana tidak, dulunya di sini adalah situs perang Puputan melawan Badung.

Pementasan yang berlangsung 2 November 2021 malam, di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Denpasar, Bali, itu pun telah berakhir diiringi riuh tepuk tangan penonton yang memadati ruang pertunjukan gedung Ksirarnawa Art Center. Artistik, koreo, skenografi dan adegan demi adegan yang apik membius penonton untuk setia menikmati pertunjukan yang berlangsung lebih dati satu jam. Decak kagum dan komentar positif dari kawan-kawan yang hadir pada saat itu menutup pementasan dengan kelegaan dan kebanggaan atas karya yang masih berupa work in progress atau karya yang masih akan dikulik dan disempurnakan oleh Teater Kalangan.

Penonton tidak hanya mengobati kerinduan akan pementasan dari Teater Kalangan, tetapi juga membawa pulang sesuatu dalam pikiran mereka. Itu yang dikatakan beberapa teman yang terhipnotis oleh narasi yang dikembangkan dalam naskah dan disampaikan oleh aktor-aktor yang berperan di atas panggung. Bukan hanya dialog-dialog yang akan terlupa setelah pertunjukan usai, namun kalimat-kalimat yang telah melewati serangkaian riset dari para kolaborator yang juga merupakan aktor dalam pementasan Hero on the Way sendiri.

Setelah tepuk tangan terdengar riuh dan melihat wajah-wajah terkesan dari penonton, saya merasa terharu. Sebagai pimpinan produksi yang tidak berada di atas panggung, saya merasa bangga akan teman-teman aktor. Namun, saya tidak kalah bangganya kepada tim produksi yang membantu saya mempersiapkan hal-hal yang tidak terlihat di bawah sorotan lampu panggung.

Saya tidak akan menuliskan proses produksi secara teknis di sini. Tentu akan membosankan membaca bagaimana membagi tugas perdivisi, kemudian mencari dan merekrut teman-teman yang bersedia membantu, memberikan detail apa yang harus mereka kerjakan, memeriksa kembali dan memastikan semua sudah terlaksana dengan baik lalu menghitung biaya produksi yang dikeluarkan. Biar saja itu saya yang merekamnya menjadi ingatan yang tentu bisa memberikan banyak pelajaran dalam mengatur sebuah produksi lebih baik lagi ke depannya.

Apa yang akan saya tuliskan di sini adalah hasil olah pikir saya di luar rutinitas produksi yang sudah tersusun dan mempunyai alurnya sendiri. Jalannya pikiran yang berlari kesana kemari melompat lalu berguling dan kembali lagi. Bagaimana saya sebagai pimpinan produksi memaknai tugas dan tanggung jawab yang sangat krusial ini sekaligus juga sebagai anggota Teater Kalangan.

Menjadi pimpinan produksi tidak serta merta membuat saya menanggung beban sendirian. Apalagi ini adalah produksi yang cukup besar dan melibatkan banyak orang di dalamnya.  Di Teater Kalangan kami tidak menganut paham satu sosok menjadi pusat semesta, satu orang menggendong beban sendirian atau menjadi satu-satunya pusat perhatian, tentu tidak. Setiap anggota mempunyai kesadaran mengembangkan komunitas dengan kemampuan masing-masing. Bagi kami mengembangkan potensi diri kami adalah mengembangkan komunitas. Mengingat anggota Teater Kalangan berasal dari lintas disiplin ilmu yang beragam.

Teater Kalangan mementaskan Hero on the Way #1 dalam Festival Bali Jani III [Foto: Teater Kalangan]

Hero on the Way menjadi berkesan karena ini garapan besar kami Teater Kalangan yang ditampilkan secara luring/offline setelah selama pandemi hanya bisa menyapa kawan-kawan melalui pertunjukan daring/online. Walaupun saya bertanggung jawab menjadi pimpinan produksi, keputusan dan kebijakan yang saya ambil selalu melalui proses diskusi dengan anggota yang lain. Kesadaran demokratis dan merangkum argumen selalu dimaksimalkan dalam setiap produksi kami. Begitu pula kolaborasi lintas disiplin dan lintas generasi bersama komunitas-komunitas teater maupun di luar teater tetap dijaga kesinambungannya. Seperti pementasan besar kami sebelumnya, Sukreni Wong Sistri Listu Ayu yang digarap sebelum pandemi dan berkolaborasi dengan komunitas lain, begitu pula Hero on the Way terlaksana.

Kami sadar kolaborasi dalam sebuah pertunjukan menjembatani juga mempertajam wacana yang ingin disampaikan dan memperkaya warna dalam pementasan. Tidak hanya di atas panggung namun  juga dalam tim produksi sebelum pementasan. Kesempatan belajar dan bantuan timbal balik saling mengisi dilakukan demi lancarnya pementasan.

Dalam produksi Hero on the Way kali ini saya dibantu oleh kawan-kawan yang gercep atau gerak cepat dan memang mempunyai kesadaran akan tanggung jawab yang harus dijalankan. Beberapa dari mereka memang bertugas sesuai dengan profesionalitas mereka. Seperti pada musik pengiring, kami dibantu oleh Barga yang merupakan anggota Kadapat bersama Yogi salah satu kolaborator Hero on the Way sendiri. Mapping dan visual, Nanda membantu kami menampilkan visual pendukung di atas layar sebagai background. Begitu pula dalam pendokumentasian pentas, Adi Putra Pratama merekam setiap adegan dalam video sedangkan Prema Ananda mengabadikan gerak kami melalui foto.

Teater Kalangan mementaskan Hero on the Way #1 dalam Festival Bali Jani III [Foto; Teater Kalangan]

Selain itu, sebagian besar dari tim produksi dan aktor adalah siswa sekolah menengah atas dan mahasiswa dengan kemauan belajar tinggi, berdedikasi juga bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. Walaupun kadang sebagian kecil dari mereka seperti mengevaluasi tingkat kesabaran kami dengan tingkah khas remaja yang di sisi lain juga membuat kami tertawa. Hari-hari pra-produksi tentu akan menjadi momen yang dirindukan. Keterbukaan, kemauan belajar dan inisiatif sangat terlihat dari tim produksi yang bertugas. Hal tersebut juga menjadi perhatian kami, karena kami berharap kolaborasi tidak hanya bertujuan untuk menghasilkan pementasan yang berkesan, namun juga pengembangan kepribadian dan potensi untuk masing-masing individu yang terlibat di dalamnya.

Saya sadar dilabeli sebagai Pimpinan Produksi merupakan tanggung jawab yang besar untuk membuat sebuah produksi pementasan berjalan sebagaimana mestinya. Memberikan instruksi sesuai dengan pembagian tugas divisi masing-masing. Dalam hal ini, saya bekerja dengan banyak orang, banyak kepala, berbagai macam karakter. Tentu saja dengan tingkat pemahaman instruksi dan kebaperan yang beragam. 

Menjadi pimpinan produksi (pimpro) membuat saya belajar lebih memahami karakter individu yang berbeda-beda namun di sisi lain tetap tegas terhadap timeline dan tenggat waktu yang sudah ditentukan. Juga berlatih lagi membagi bagian-bagian otak agar mampu mengerjakan dan memikirkan banyak hal dalam waktu yang bersamaan. Pengalaman adalah guru yang terbaik dan saya mengamini peribahasa ini dengan khusyuk.

Dalam tulisan ini pula saya ingin berterima kasih kepada semua pihak yang turut membantu terselenggaranya pementasan Hero on the Way #1. Sampai jumpa lagi dalam pementasan-pementasan Teater Kalangan di masa mendatang. Tiada kesan tanpa kehadiranmu. [T]

Tags: Festival Seni Bali JaniTeater Kalangan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menafsir Romantisme Pada Pementasan Raya Raya Cinta

Next Post

Hadiah Nobel Sastra 2021, Apresiasi Terhadap Sastra Kontekstual

Devy Gita

Devy Gita

Mantan guru yang kini nyasar jadi HR di sekolah internasional. Pernah main teater, gemar menulis, mudah berteman, dan secara misterius penikmat horror garis keras. Kombinasi yang kadang membuat hidupnya sendiri terasa seperti genre campuran. instagram: @devygita

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post
Hadiah Nobel Sastra 2021, Apresiasi Terhadap Sastra Kontekstual

Hadiah Nobel Sastra 2021, Apresiasi Terhadap Sastra Kontekstual

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co