23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cinta dan Ilusi | Cerpen Ikrom F.

Ikrom F. by Ikrom F.
May 20, 2023
in Cerpen
Cinta dan Ilusi | Cerpen Ikrom F.

Ilustrasi tatkala.co

KETIKA MARIA berkata padaku bahwa hubungan kami hanyalah sebatas teman, aku tidak berpikir tentang ilusi. Dia berkata begitu dengan tiba-tiba, amat lancar, saat kami makan malam dan seharusnya merayakan ulang tahun kebersamaan kami yang pertama sejak awal kenal.

Aku baru saja berdiri, mengangkat gelas, dan menyatakan hendak bersulang, saat dia memotong, “Turunkan gelas dan tutup mulutmu—aku punya hal penting yang mau kutakan kepadamu.”

Suaranya sekonyong-konyong jadi terdengar dingin sehingga aku merasa kupingku membeku. Aku duduk, menaruh gelas, dan menatap Maria. Tak bisa kuterka apa yang bakal dikatakannya. Seulas senyum masih saja bermain di bibirku. Maria menggeser letak botol anggur, bubuk garam, asbak, vas bunga—pokoknya segala yang terletak di antara kami—lalu berkata, “Kurasa sebaiknya kamu berhenti cengengesan.”

Suaranya begitu dingin sehingga aku tahu aku tak punya pilihan lain. Dengan jemariku kuusap bibirku yang membeku dan terus menatapnya. “Ini tak akan lama,” ucapnya lalu melanjutkan berbicara selama lebih dari dua puluh menit.

Dia mengatakan hal-hal yang biasa diucapkan orang dalam situasi semacam itu: bahwa kami pernah bahagia bersama, sungguh luar biasa kami pernah punya kesempatan untuk lebih saling mengenal, ada saat-saat yang akan dia kenang selamanya, betapa memalukan kami sampai harus meyakini itu hanya ilusi, tapi hidup ini punya aturan-aturan tertentu yang harus dipenuhi.

“Pendeknya,” dia bilang, “Hubungan kita adalah teman dan kini aku harus pergi.” Dia kembali memindahkan asbak sehingga berada di antara kami, mematikan rokoknya di asbak, dan beranjak pergi.

Pelayan menghampiri meja setelahnya dan bertanya kepadaku apakah aku mau memesan sesuatu untuk hidangan penutup. “Kenapa tidak,” ujarku dan memesan kopi. Pelayan itu mengangguk, mengosongkan asbak lalu menaruhnya di dekatku. Tak ada orang lain sama sekali di seberang meja. Saat itulah, tepatnya, gagasan tentang ilusi melintas dibenakku.

Itu semua bermula kala aku berpikir dalam lamunanku bahwa dia menyukaiku. Sebenarnya, lamunan itu dimulai oleh tanda-tanda. Tandanya cukup jelas dan menyakiniku bahwa Maria suka padaku. Aku juga tidak tahu, apakah dia benar-benar mencintaiku atau tidak. Sebab, cinta dan suka adalah dua bahasa yang berbeda. Tapi aku yakin, seyakin pemuda di desaku, saat orang suka terhadap pasangan, mula-mula mereka akan melakukan seperti apa yang pasangan lakukan: pakaiannya sama, kesukaannya sama, dan hampir dunia mereka sama.

Demikianlah ilusiku bagaimana aku bisa tertarik pada Maria dan terus memantau hubungan kami berdua. Setiap kata, kalimat, bahasa, rasa, titik, koma, gambar, video, audio—kusimpan dengan rapi ke galeriku dan kusimpan di dalam kotak penyimpanan gawai.

Aku membingkai dan menata semua itu layaknya perpustakaan, atau bahkan seperti labirin. Ya, meski tak punya tempat yang dapat mengawetkan itu semua, setidaknya labirinku bisa menampung kisahku—atau kisah kami—dalam berbagai peristiwa. Di sebuah gawai, aku simpan kisah itu ke tempat yang orang lain, jika melihatnya bakal bersusah payah mencarinya. Kukunci dengan gembok besar karena orang lain tak boleh mengetahuinya. Dalam berbagai fail, catatan dan rekam data tak lupa kurinci dengan amat tentang semua itu: selain deskripsi tentang percapakan kami, kucatat juga di mana dan bagaimana hingga percakapan itu menjadi bagian museum kami, serta di mana tepatnya letak kalimat-kalimat tersebut di hpku.

Hal terakhir itu sungguh amat penting karena baru pertama kalinya—yang berarti seumurku hidup belum melakukan hal tergila itu—hpku telah menjadi gudang beragam kantong, kotak, fail, lemari penyimpanan data, dan rak, atau—seperti yang sering kuatakan pada Maria—“labirin buku yang bisa dibaca tanpa jadi kenangan belaka.”

Kini aku berdiri di dalam labirin itu—dan rupanya Maria tidak pernah menemukan jalan masuk ke situ—dan menatap heran saat ternyata semua kalimat-kalimat itu kini telah kehilangan bahasanya. Segala yang hingga kemarin merupakan pengingat dan rekaman percakapan kami, kini telah menjadi sekadar beban kenangan, limbah tak berguna, sampah. Dan jika sebelumnya hatiku akan terenyuh setiap kali teringat pada, katakanlah, sebait kata yang digunakan olehku sendiri untuk dekat padamu, kini yang ada hanyalah kata omong kosong yang meruap dari sebuah kantong yang dipenuhi ilusi-ilusi bekas. Kusadari, cinta ternyata tak hanya buta, tapi tuli, menumpulkan penciuman, serta menghambat indra perasa dan peraba.

Rumahku kecil dan jauh dari tempat Maria. Saat aku membuangi apa yang hingga belum lama ini menjadi koleksi museum cintaku, otot-ototku terasa ngilu akibat kerja keras. Kukutuk cinta dan Maria dan takdir yang telah mempertemukan kami. Diriku sendiri, secara alamiah, tak kusebut di dalamnya. Sebab setahuku, ini bukanlah salahku atau Maria. Memang benar, seiring bertambah kedekatan kita dalam bercanda ria, aku lebih berkembang menjadi seorang sahabat ketimbang seorang kekasih. Tapi aku melakukan semua itu justru demi cinta, bukan yang lain. Seandainya Maria bersedia menerimaku, segalanya pasti akan jauh berbeda. Tapi kini semua sudah terlambat.     

Aku takjub sendiri pada betapa cepatnya saat cinta lenyap bersamaan dengan hati yang berbalik seperti kaos kaki, meski aku yakin ini bukanlah salahku. Ilusi itu berguna, terutama jika bisa berubah jadi mimpi. Namun, cinta yang tak berbalas sungguh tak ada gunanya. Itu hanyalah dedak yang bisa membelenggu hati. Tak lebih. Ilusi masih jauh lebih baik. [T]

— KLIK untuk BACA cerpen-cerpen lainnya

Rembulan di Bukit Asah | Cerpen Gede Aries Pidrawan
Kebaya | Cerpen Ikrom F.
Kisah Singa dan Kucing Tua | Cerpen Kadek Susila Priangga
Tags: Cerpen
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sajak-sajak Angga Wijaya | Bulan Mati di Kota

Next Post

Drupadi Menggugat Kemapanan Kekuasaan Lelaki: Setelah di Bali, Kini di Jakarta

Ikrom F.

Ikrom F.

Pemuda kelahiran Jember. Saat ini sedang mengabdi di pondok pesantren Annuqayah daerah Lubangsa. Aktif di beberapa komunitas, seperti Komunitas Penulis Kreatif (KPK) Iksaj, IPJ, LPM Fajar dan PMII. IG @ikrom_f1234.

Related Posts

Sang Penunggang Botol Bensin | Cerpen Sigit Susanto

by Sigit Susanto
October 18, 2026
0
Sang Penunggang Botol Bensin | Cerpen Sigit Susanto

“Bensin, bensin, cukup tiga puluh ribu satu botol,” seru suara Made Budija dari atas. Seorang anak muda berseragam cokelat sedang...

Read moreDetails

Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

by Made Bryan Mahararta
September 27, 2026
0
Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

GHAZALI menatap langit-langit rumah kecilnya bersama Bilqis sambil mendengarkan detik jam dinding yang seolah semakin keras tiap malam. Usianya kini...

Read moreDetails

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
0
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

Read moreDetails

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
0
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

Read moreDetails

Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

by Nur Kamilia
September 6, 2026
0
Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

MUSIM kemarau di kampung kami tidak datang dengan membawa angin kering atau debu jalanan yang mengepul. Ia datang lewat suara...

Read moreDetails

Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

by Nanda Gayatri
September 5, 2026
0
Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

GENDING. Namanya didendangkan berulang kali di sudut-sudut perkumpulan warga di kompleks perumahan tempat aku tinggal. Ada yang bilang ia adalah...

Read moreDetails

Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

by Ari Murdimanto
August 30, 2026
0
Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

Sahabatku, Di tempatku yang baru kini, jauh dari pelukan kabut tebal dan wangi dupa Hyang Dwipa, aku sering duduk terdiam...

Read moreDetails

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
August 16, 2026
0
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

Read moreDetails

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails
Next Post
Drupadi Menggugat Kemapanan Kekuasaan Lelaki: Setelah di Bali, Kini di Jakarta

Drupadi Menggugat Kemapanan Kekuasaan Lelaki: Setelah di Bali, Kini di Jakarta

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co