26 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kisah Singa dan Kucing Tua | Cerpen Kadek Susila Priangga

I Kadek Susila Priangga by I Kadek Susila Priangga
February 11, 2023
in Cerpen
Kisah Singa dan Kucing Tua | Cerpen Kadek Susila Priangga

Ilustrasi tatkala.co | Wiradinata

MALAM MINGGU. Kami berkumpul. Kami hanya berempat: Aku, Agus, Adi dan Janu.

Tempat kami berkumpul di bawah pohon mangga di depan rumah Adi. Janu, seperti biasa, mengeluarkan arak dari tas plastik. Kami menyambut arak dengan hangat.

Minuman dituang. Kami bergilir menenggak dan merasakan kehangatan di luar, dan kehangatan di tubuh. Sembari minum, kami membahas abanyak topik. Mulai dari politik, gossip artis, anime, sampai masalah permainan lato-lato.

Ketika malam mulai larut, persediaan topic sudah mulai menipis. Aku mencoba memulai perbincangan dengan topik baru.

“Aku tertarik dengan sebuah quotes dari sastrawan Sujiwo Tejo, tadi aku lihat di tiktok. Dalam sebuah podcast dia berkata tentang kewibaaan seekor singa dan kucing yng belum banyak diketahui,” kataku.

 “Tentang apa itu? Coba ceritakan pada kami,” kata Adi.

 “Ini cukup panjang, seperti sebuah dongeng,” kataku.

 “Iya, coba ceritakan,” kata Janu.

Iya, quotes itu memang pendek, namun aku narasikan agar malam itu kami bisa pulang lebih larut lagi. Kami bertiga sudah berkeluarga, tinggal Janu yang masih belum menikah, dan sibuk meniti karir dalam berkesian.

Begini ceritanya:

Di sebuah hutan yang belum terjamah tangan jahil manusia, suatu hari, ada sebuah pertemuan antarseluruh penghuni hutan.

Semua binatang berkumpul, dari binatang yang paling kecil, sampai yang terbesar. Mereka saling bertegur sapa satu sama lain, menanyakan kabar dan saling bercanda. Mereka memperlihatkan keakraban mereka setelah sekian hari tidak bertemu dan berkumpul seperti saat itu.

Selang beberapa lama, tiba-tiba keheningan mulai menyelimuti pertemuan itu. Hal itu terjadi bersamaan dengan datangnya sang penguasa hutan. Dialah sang raja rimba, singa yang perkasa.

Tak ada satu pun hewan yang berani menegur sapa, semua hening dan tak berani bergerak bak sekumpulan hewan yang diawetkan. Tidak ada aktivitas selama sang raja melangkahkan kakinya menuju singgasana. Langkah penuh wibawa terdengar sangat keras karena keheningan yang terjadi. Bahkan angin yang biasanya berhembus menggugurkan daun, ikut mengheningkan aktivitasnya.

Beberapa hewan merasa langkah demi langkah dari sang raja seakan sangat lambat, entah karena ketakutan yang menyelimuti mereka, atau memang sang raja dengan sengaja ingin memperlihatkan kewibawaannya di tengah penghuni hutan.

 Setelah sang raja sampai di singgasana, keheningan masih menyelimuti, bahkan hela napas dari seekor kelinci pun terdengar begitu keras di telinga seluruh penghuni hutan. Dapat dibayangkan betapa heningnya suasana saat itu. Sang raja pun enggan mengeluarkan sepatah kata untuk memulai pertemuan itu dan membiarkan suasana tetap hening. Tak ada satu pun binatang di sana yang berani memulai pertemuan itu.

Akhirnya dari balik kerumunan binatang itu, berjalanlah si kucing hutan masuk di sela-sela kerumunan mendekati singgasana sang raja. Semua binatang terheran-heran, sambil saling lirik satu sama lain. Namun tak ada yang berani mengeluarkan sepatah kata pun. Raut pertanyaan dapat terlihat jelas dari guratan di wajah binatang-binatang itu.

Andaikan mereka dapat mengeluarkan komentar, seluruh hutan akan gemuruh dengan tindakan yang dilakukan si kucng yang berani atau bertindak ceroboh itu, yang mencoba mendekati sang raja yang terlihat sangat garang di atas singgasana, sambil menjilati bulu-bulu di tubuhnya.

Kucing itu berjalan dengan santai, melenggang dan sesekali melihat binatang-binatang di sekitarnya. Dia tahu, banyak yang kagum dengan tindakannya. Dia kini merasa setara dengan sang raja. Hening ketika melewati penghuni hutan dan decak-kagum terarah kepadanya.

Tak lama, kucing tiba di dekat singgasana, tak terhenti disana, sang kucing naik ke singgasana dan berdiri di samping sang raja hutan. Kura-kura yang melihat kejadian itu, langsung masuk ke cangkang miliknya karena ketakutan dan tak sanggup melihat apa yang akan terjadi kepada si kucing.

“Ayo cepat mulai rapatnya, Yang Mulia,”  kata kucing menggema di keheningan hutan.

“Siapa kau berani memerintah aku?” kata singa dengan garang.

“Saya, si kucing. Teman Yang Mulia dulu. Dulu kita sering main bersama,” kata si kucing dengan suara yang tenang.

“oh, ya, ya. Ke mana saja kau selama ini, tak pernah kelihatan?”

“Eh, anu, Yang Mulia, saya, saya sibuk di rumah,” kata si kucing agak gelagapan.

Semuanya bengong dengan mulut menganga melihat dan mendengar keberanian yang dilakukan sang kucing. Kura-kura yang sedari tadi bersembunyi di cangkangnya, semakin merasa ketakutan mendengar ucapan kucing di samping sang raja yang garang.

“Baiklah penghuni hutan, kita mulai pertemuan ini karena sudah semua berkumpul untuk menghadiri pertemuan hari ini,” kata singa.

Kura-kura yang mendengar ucapan sang raja hutan akhirnya merasa lega, dan mulai mengeluarkan kepalanya untuk mengikuti rapat itu. Semua binatang kecil yang tadinya bersembunyi di balik tubuh binatang besar di depannya, mulai memperlihatkan kepalanya untuk mengikuti rapat hutan itu.

Setelah diskusi dan usul saran terjadi secara kondusif, rapat akhirnya selesai dengan kembali hening mengikuti langkah sang raja meninggalkan singgasana dan diakhiri dengan lompatan panjang dari sang raja masuk ke dalam lebatnya hutan.

Suasana hening masih terasa walau sang raja sudah tak di sana. Monyet yang sedari tadi di atas pohon turun dan mendekati si kucing.

 “Kucing, aku tak menyangka, kau begitu berani berbicara dengan singa, mantap, Cing,” kata monyet dengan nada cengengesan kepada si kucing yang sibuk menjilati bulu di tubuhnya.

 Semua binatang yang ada di sana mengiyakan perkataan si monyet dan ikut meberikan pujian kepada sang kucing.

“Apa yang membuatmu berani seperti itu, Cing?” tanya si landak yang penasaran dengan tindakan si kucing.

“Oh itu, begini . . .,” jawab si kucing sembari masih sibuk menjilati bulu di punggungnya.

Semua binatang hening, menanti jawaban dari si kucing.

“Aku memang berani pada sang singa, tak ada yang aku takutkan. Karena dulu aku juga garang dan berwibawa seperti dia. Dulu, kami berteman,” kata si kucing dengan santai di hadapan kerumunan binatang hutan.

 “Kau pernah berwibawa seperti sang singa?” tanya kura-kura yang ikut penasaran dengan perkataan sang kucing.

 “Iya, dulu aku garang seperti sang singa, semua takut padaku. Sekali tengok, semua akan hening seperti yang terjadi tadi,” jawab sang kucing masih dengan santai dan tenang.

 “Terus, kenapa sekarang kau tak memiliki karisma itu lagi?” Pertanyaan muncul dari balik kerumunan binatang hutan.

 “Iya, dulu waktu aku masih muda, begitu garang dan berwibawa. Bahkan singa pun segan kepadaku, dan mau berteman dengan aku. Namun kini kalian bisa lihat, aku sudah tak memiliki karisma itu, karena aku sudah menikah,” lanjut kucing.

Semua binatang terhening sejenak dan gelak tawa mulai terdengar di seluruh hutan itu. Semua binatang tak mampu menahan tawa mereka, pecah dan seakan membuat keheningan karena kehadiran sang raja yang terjadi sebelumnya terlupakan semuanya.

Agus mulai tertawa di sela-sela keasyikannya menenggak minuman. Janu senyum-senyum dan ikut tertawa lepas. Adi tetap dengan ekspresi datarnya. Aku senyum dan tertawa kecil sambil menghisap rokok yang hampir habis.

Si monyet yang tertawa lepas dari atas pohon sampai terjatuh karena tak kuat menahan tawa. Si kura-kura yang belum mengerti tentang apa yang dimaksud kucing. Monyet tolah-toleh kebingungan. Akhirnya dia bertanya kepada kelinci di sampingnya.

“Kenapa semua tertawa, apa yang salah dari kata-kata sang kucing?” tanya kura-kura kepada kelinci.

Aku melihat Adi yang masih belum dapat tersenyum. Padahal ceritaku ini kukemas agar lucu. Kutambahkan lagi ceritaku dengan spontan agar Adi juga merasakan leluconku.

“Kau tak mengerti?” tanya kelinci sambil setengah tertawa melihat kepolosan sang kura-kura.

“Bantu aku, jelaskan sedikit,” rengek sang kura-kura.

 “Ketika si kucing muda, dia merasa sangat tangguh dan ditakuti semua binatang, namun kini dia ciut dan takut sama istri. Istri membuat wibawa dan karismanya hilang dan kini lihatlah si kucing tak dapat segarang singa.”  Kelinci menjelaskan sambil di selingi tawa dari mulutnya.”

Kura-kura mulai terlihat tersenyum dan tertawa lepas ketika semua binatang sudah mulai merasa lelah tertawa dari awal cerita si kucing. Alhasil semua tatapan tertuju ke sang kura-kura yang terguling-guling tertawa terbahak-bahak. Suasana kembali riuh dengan gelak tawa melihat sang kura-kura yang terlalu polos.

Aku, Agus dan janu, terus saja tertawa. Kendaraan yang lewat sesekali menghentikan tawa kami, namun tawa berlanjut ketika kendaraan berlalu dan menjauh.

Adi tetap saja terdiam dan lebih memilih melihat layar HP.

Aku bertanya-tanya. Kenapa Adi? Apakah ceritaku terlalu biasa dan sudah sempat ia dengarkan? Apa nada suara karakterku yang kurang pas? Banyak pertanyaan muncul di tengah-tengah gelak tawaku.

“Si Kucing itu bernasib sama denganku saat ini,” kata Adi bagai Satpol PP yang membubarkan tawa kita bertiga.

Kita bertiga langsung terdiam. Tak ada satu aktivitas pun yang dilakukan. Abu rokok terjatuh di terpa angin. Gelas minuman hanya dipegang oleh Janu. Dan bahkan kendaraan yang lewat seakan memilih jalan lain. Hening hampa, hanya menundukkan kepala. Cerita yang kukarang dengan spontan kini membuat suasana malam minggu menjadi tidak enak.

Untuk menetralkan suasana, aku merasa sebaiknya ceritaku aku tambahi lagi. Dan aku mulai bercerita lagi.

“Cerita ini belum selesai,” kataku.

Agus dan Janu memandangku. Adi seakan tak peduli.

Kucing kemudian naik ke singgasana yang sebelumnya diduduki oleh singa. Binatang lain kembali tertegun. Mereka takut perbuatan kucing akan diketahui oleh singa, dan singa menjadi marah.

Dari atas singgasana kucing berkata.

“Teman-temanku sesama binatang, tadi aku sengaja mendekati singa di atas singgasana karena aku ingin mengembalikan keperkasaanku sebagai binatang yang jantan. Meski aku sudah kawin, aku tak ingin keluarga dan istri jadi alasan atas kelemahanku, atas ketidakberdayaanku. Aku ingin kembali berteman dengan siapa saja, termasuk dengan singa,” kata si kucing.

Binatang lain bengong. Binatang-binatang jantan yang lain seperti menyadari sesuatu. Dan mereka pun bubar.

Aku melirik Adi. Ia tampak sedikit tersenyum. [T]

[][][]

KLIK untuk BACA cerpen-cerpen lain

Penghibur 204 | Cerpen Satria Aditya
Rahasia Gambuh | Cerpen Made Adnyana Ole
Sang Meraga Melik | Cerpen Made Eva Trisna Dewi
Tags: Cerpen
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Juni Widiantari, Mahasiswi Akhir Undiksha, Jadi Pengawas Pemilu di Desa Tigawasa

Next Post

Puisi-puisi I Made Astika | Segurat Senja Perjalanan

I Kadek Susila Priangga

I Kadek Susila Priangga

Lahir di Karangasem. Guru seni budaya di SMPN 3 Sukasada, Buleleng, Bali

Related Posts

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
June 21, 2026
0
Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

Read moreDetails

Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

by Aksara Caramellia
June 20, 2026
0
Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

DARAH itu bukan milik kurban, melainkan milik kesabaran yang sudah lama membusuk di bawah tapel kayu pulai. Sejak kecil aku...

Read moreDetails

Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
June 14, 2026
0
Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

TERDAPAT petak tanah di samping rumah yang selalu membuat tetangga gatal ingin berkomentar. "Sayang sekali, Bram, tanah sesubur ini dibiarkan...

Read moreDetails

Metode Khusus bagi Ann yang Cantik | Cerpen Bella Paring Gusti

by Bella Paring Gusti
June 13, 2026
0
Metode Khusus bagi Ann yang Cantik | Cerpen Bella Paring Gusti

“Cause there’ll be no sunlight if I lose you, baby … there’ll be no clear skies if I lose you,...

Read moreDetails

Mbak Erna | Cerpen Krisogonus Kusman

by Krisogonus Kusman
June 7, 2026
0
Mbak Erna | Cerpen Krisogonus Kusman

DALAM keluarganya, Mbak Erna adalah anak pertama dari empat bersaudara. Ketiga adiknya laki-laki; adik kedua kelas XII yang hampir lulus,...

Read moreDetails

Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
June 6, 2026
0
Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin

KABUT turun seperti tirai sutra yang disobek dari langit. Pagi itu, udara di kaki Gunung Cikurai tidak sekadar dingin; ia...

Read moreDetails

Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

by Wayan Gde Yudane
June 6, 2026
0
Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

JANU datang ke Bali dengan koper besar, tiga buku filsafat yang belum selesai dibaca, dan keyakinan yang jauh lebih besar...

Read moreDetails

Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi

by Ayu Ugie Pratiwi
May 31, 2026
0
Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi

DULU ketika aku masih kecil, aku mendengar kisah tentang cinta pertama Ayah. Aku tidak tahu apa aku boleh mendengar kisah...

Read moreDetails

Pria-Pria yang Kau Semayamkan di Awan Kita

by Hidayatul Ulum
May 30, 2026
0
Pria-Pria yang Kau Semayamkan di Awan Kita

PRIA-PRIA yang kau semayamkan di awan kita, tak satu pun Mas kenal—awalnya. Setelah Mas membaca jejak hatimu yang kau tinggalkan...

Read moreDetails

Koran Minggu dan Sebungkus Nasi | Cerpen Aksara Caramellia

by Aksara Caramellia
May 29, 2026
0
Koran Minggu dan Sebungkus Nasi | Cerpen Aksara Caramellia

JAM menunjukkan pukul 05.15 pagi ketika kaki renta Pak Syukur mulai menyusuri gang sempit menuju pinggir jalan raya. Embun belum...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi I Made Astika | Segurat Senja Perjalanan

Puisi-puisi I Made Astika | Segurat Senja Perjalanan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pengabdian Internasional Undiksha & Ubon Ratchathani University —Perkuat Kesadaran Antarbudaya Bali-Thailand
Pendidikan

Pengabdian Internasional Undiksha & Ubon Ratchathani University —Perkuat Kesadaran Antarbudaya Bali-Thailand

SINGARAJA – TATKALA.CO | Tim Pengabdi Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Undiksha sukses menggelar International Community Service-Based Workshop bertajuk “PROMOTING...

by tatkala
June 25, 2026
Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket
Bahasa

Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket

BAGI orang awam di bidang kargo seperti saya, kata kargo selalu memantik imajinasi tentang gudang yang pengap, deru mesin, aroma...

by I Made Sudiana
June 25, 2026
Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?
Khas

Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?

DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang...

by Dede Putra Wiguna
June 25, 2026
‘A Night of Broadway’: Ketika Anak-Anak Janawati Academy of Performing Arts (JAPA) Bawakan Kisah-Kisah Dunia dalam Satu Panggung Musikal
Panggung

‘A Night of Broadway’: Ketika Anak-Anak Janawati Academy of Performing Arts (JAPA) Bawakan Kisah-Kisah Dunia dalam Satu Panggung Musikal

PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini...

by Dede Putra Wiguna
June 25, 2026
Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska
Khas

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)  pada Selasa, 23 Juni 2026...

by I Nyoman Tingkat
June 24, 2026
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil
Persona

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

by Jaswanto
June 24, 2026
Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring
Esai

Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut...

by Azhari M. Latief
June 24, 2026
‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Pentas

‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026

RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di...

by Yudi Laksana
June 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Topeng Politik dan Ujian Demokrasi Indonesia

SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan...

by I Made Pria Dharsana
June 24, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Membaca Demokrasi Abu-Abu Indonesia

LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis...

by Chusmeru
June 24, 2026
Duri Akar dan “Sungga”
Bahasa

Duri Akar dan “Sungga”

SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan...

by Komang Berata
June 24, 2026
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi
Opini

Penangguhan Tahanan dan Ujian Kesetaraan Hukum

PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam...

by Ruben Cornelius Siagian
June 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co