16 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi I Made Astika | Segurat Senja Perjalanan

I Made Astika by I Made Astika
February 11, 2023
in Puisi
Puisi-puisi I Made Astika | Segurat Senja Perjalanan

I Made Astika/FB

SENJA BURUNG TUALANG

Hujan kali ini tak ‘kan menghentikan apa pun
apalagi rindu yang terlanjur jadi bentang kabut
di bukit-bukit tandus diri
mendingin tulang di batu-batu penantian

Selalu saja ada harapan merima-rima
di liuk lembahnya bersajak senja merah
sejenak melereng jadi belalang dedaunan

Melirik hati yang kadang menyendiri
jadi nyanyian syahdu memandu segala rindu

Jika diamku adalah asa ingin bertemu
aku masih yakin harapmu adalah sua yang tertunda sekaligus tertuju padaku
menjelma jadi merpati tualang kembali pulang
membawa segenap cerita ke beranda pinta
hendak bertandang lagi saban waktu
di ketuk pintu semesta yang paling terkunci;
hatimu

SENJA KOTA LAMA

Pada akhirnya, kita kembali ke kota yang sama
tempat segala macam senja tumpah
di haru waktu
menderaskan segala macam kata
yang dikirim pada butiran hujan kemarin
entah akan jadi genang telaga di beranda
atau jadi sungai-sungai pastu kepergian
menghanyutkan segala luka ke baruna

Di sampan itu kita coba babarkan layar
mencari sisa rona langit doa-doa usia
pada siasat cakrawala pengharapan
sebelum turun di genggam tanganmu
jadi remas jiwa yang selalu saja melemahkanku
di beriak ombak kedatangan
jika deburnya adalah debar yang menghindar
aku rela hanyut, asal menuju arah yang sama
ke sambut jiwa cintamu

SENJA KECEMASAN

Sepagi ini, hujan melerai embun kerinduan
pada bening gelayut dedaunan
dan batu-batu peradaban
ada semu wajahmu di butirnya paling ranum
memantulkan sekian kecemasan
tentang senja yang tiada datang kembali nanti
merestu sua sejuta harapan

Pada gigil capung hijau, ada tangkap cinta
memantrakan segala waktu
jika nanti akan tetap ada senja
beradu padu genggam jiwa
mengilham bias warna asmara
juga puncak renung: ke mana pertalian ini
akan menari-nari?

Pada akar-akar pohon hutan hujan
kita tambatkan segala rangkul keinginan
menjadi lebih ikhlas

WANGI SENJA KASTALA

Alkamar memancar di atas ancala
jadi serat cinta di ketinggian parwata raja-raja

Di gemulai cemara muda itulah
kurawat-rawat selancar wajah penuh binar
meninggalkan senja sewangi kastala
di relung bisik jiwamu
pertanda malam semakin dewasa
melepas sejuta kunang-kunang
lahir dari persemedian kamar lelahmu
sebelum hinggap di gerai rambutmu
jadi cahaya semesta

Adalah bayangku yang kemudian membekas
pada tembok yang retak
menyelinapkan desah gurau hati
di bintik pori imaji

Adalah inginku kemudian meruangkan
segala peluk yang merelakan segalanya
jadi rangkul paling hangat di kesendirianmu

SENJA SEMAYAM HATI

Kupu-kupu merajam putaran hari
jadi bentang senja
menuruni lekuk sempurna tubuhmu
mewarna diri, semayam hati
lirihnya kadang jadi bait lagu
lebih sering jelma rindu

Di satu kepak sayapnya kemudian ada cerita
tentang gugur kembang saptarupa
mengalasi setiap juntai mimpi yang kautawarkan
pada ikat senyum di lentik putik tarianmu
meliu-liuk kidang kencana di bawah cakrawala
selincah itukah godamu atas cintaku?

Di bulir pasir putih, senjaku adalah isak kelabu mengapung di ruas pecah ombak
di titik kesedihan paling melayar
adalah sampan cintamu yang paling ingin kukayuh

SENJA SUMBERKIMA

Kugenggam tanganmu pada turunan senja
bukan di bentang pasir yang melandai
sebab kali ini kupinta rebahanmu di pundakku
melihat rona yang kedatangannya sementara
seperti katamu saban malam
sepemulang arakan awan di langit Sumberkima
tubuhku hanyalah isak tangis kegelisahan
telah kudayung-dayung sampan perihnya
ke laut mahaluas yang kita ratapi muaranya
di biru legam ganggang tua

Sedang dengan kata tak berbatas
susah kudengar riak riuh angin di dadamu
apalagi hanya sebatas laut
yang tepinya sejarak mata
tak ada gugah diri mengombak bicara
sebab di kepak bangau putih itu
kepulangannya senantiasa berkabar
kesunyianmu adalah ragu yang sesungguhnya

BELANTARA SENJA

Di tasik itu, sebelum hari melepas senja
kurangkul senyummu dalam satu peluk tangan
merambah ke tengah-tengah belantaraku
jadi pohon-pohon eram matahari
sedikit pun tak kuberi waktu
kepada angin yang menerpa lapang pipimu
sebab segalanya adalah kepunyaanku

Sekalipun aku tahu
pada tepian biak riak itu, selalu ada dermaga menunggumu
tempat segala kepastian akan tertambat
sedang di sela-sela jemarimu
adalah aku kabut itu, melepas dalam genggam
mendingin di batu-batu humus
sebentar menyelinap di hujan pegunungan
meresap ke ritus jiwa paling kultus
mengalirkan sejuta cinta paling hening
di bahu lelahmu

LINGKAR SENJA CINTA

Lihat sejenak bulan di pekarangan
hendak bertamu di ketuk pintumu
berkabar tentang senja yang lewat
tanpa ada aku di ujung cakrawalanya

Di temaramnya, wajahmu adalah benderang
menuju puja terang purnama
di sinar raya akasa paling cinta

Kubayangkan di salah satu lingkarnya
diam-diam mengelus jejak sepi di rambutku
jadi kata paling syahdu; merindukanmu
kubiarkan hangat bulan di telapak tanganmu
mengusap selalu lapang dadaku
mengantarkan setiap curah mimpi di bujur malamku,
sekalipun aku tahu
susah jadi tebaran bintang abadi atas langitku

Namun,
bukankah aku masih punya bulat matamu itu?

Catatan: Puisi-puisi ini diambil dari buku kumpulan puisi “Historia Senja” karya I Made Astika, terbitan Mahima Institute Indonesia, 2020

[][][]

Puisi-puisi IGA Maya Kurnia | Rindu Cinta Matiku
Puisi-puisi Abed Ilyas | Ombak Pasang, Di Timur Pulau
Puisi-puisi Wayan Esa Bhaskara | Menari, Menarilah Kau
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kisah Singa dan Kucing Tua | Cerpen Kadek Susila Priangga

Next Post

Siap-siaplah Menyaksikan Konser The Aristocrats di Gedung Dharma Negara Alaya Denpasar

I Made Astika

I Made Astika

I Made Astika, S.Pd., M.A. adalah dosen di Fakultas Bahasa dan Seni, Undiksha, Singaraja. Ia penulis puisi, esai dan cerpen, dalam bahasa Indoneisa dan Bali. Juga rajin bikin status inspiratif di Facebook. Jika kepo, akun Facebook-nya bernama Astika Tulang Gadang

Related Posts

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

by Chusmeru
June 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

by Putu Intan Juliantika
June 14, 2026
0
Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak...

Read moreDetails

Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

by IRZI
June 13, 2026
0
Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

JESS BUAT PRANITA DEWI Meong-meong alih je bikule—suara itu melintas dari pelataran purake satelit, kabel bawah laut, ruang transit;atma mengikutinya...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

by Selendang Sulaiman
June 7, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

sore di gerbang tim. jam tiga sore, matahari pucat di belakang mendung,angin kencang menyapu sisa pohonan di cikini.aku duduk di...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

by Angga Wijaya
June 6, 2026
0
Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

DOA UNTUK TETANGGA Di beranda kos, aku kerap duduk sendiri. Dalam hatimengucap doa. Aku berdoa, semoga semua tetanggadiberi rezeki yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ama Gaspar

by Ama Gaspar
June 5, 2026
0
Puisi-puisi Ama Gaspar

Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah,...

Read moreDetails
Next Post
Siap-siaplah Menyaksikan Konser The Aristocrats di  Gedung Dharma Negara Alaya Denpasar

Siap-siaplah Menyaksikan Konser The Aristocrats di Gedung Dharma Negara Alaya Denpasar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Korupsi, Kekuasaan dan Keserakahan —Ketika Alam Sedang Bersih-Bersih
Esai

Korupsi, Kekuasaan dan Keserakahan —Ketika Alam Sedang Bersih-Bersih

"Power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely." Kalimat legendaris dari Lord Acton itu kembali terasa relevan ketika bangsa...

by Agung Sudarsa
July 15, 2026
Sekolah Rakyat Vs Sekolah Reguler   
Esai

Dari Sekolah Sepi Menuju Sekolah Rakyat: Pendidikan Bukan Sekadar Transfer Informasi, tetapi Transformasi Kesadaran

Ironi Pendidikan di Tengah Semangat Membangun Masa Depan Berita tentang SDN 6 Bhuana Giri di Bali yang selama empat tahun...

by Agung Sudarsa
July 15, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Lelang Bank dan Kepastian Hukum: Antara Peluang Investasi dan Risiko Lapangan

BARANG lelang bank sering dipandang sebagai peluang mendapatkan aset murah dengan potensi keuntungan besar. Rumah, tanah, ruko, kendaraan, hingga aset...

by I Made Pria Dharsana
July 15, 2026
Nyoman Suma Argawa, Penjaga Rupa Utara —Menelusuri Jejak Maestro yang Setia pada Karakter Buleleng
Khas

Nyoman Suma Argawa, Penjaga Rupa Utara —Menelusuri Jejak Maestro yang Setia pada Karakter Buleleng

RUMAH itu kembali ramai, tetapi bukan karena bunyi pahat atau aroma cat yang biasa mengisi ruang-ruangnya. Sabtu, 11 Juli 2026...

by Komang Puja Savitri
July 15, 2026
Membaca Hiper-Femininitas Melalui Lensa Politik Tubuh di Era Digital
Esai

Membaca Hiper-Femininitas Melalui Lensa Politik Tubuh di Era Digital

DALAM beberapa tahun terakhir, lanskap media sosial seperti Instagram dan TikTok didominasi oleh proliferasi estetika “baddie”. Secara visual, seorang baddie...

by Surfian Rahmat AP
July 15, 2026
Kajian 100 Tahun Kepariwisataan Budaya Bali (1927–2027)
Khas

Kajian 100 Tahun Kepariwisataan Budaya Bali (1927–2027)

Tema: Menelusuri Jejak Awal Kepariwisataan Budaya Bali dalam Perspektif Sejarah dan Kebudayaan Focus Group Discussion (FGD) Kajian 100 Tahun Pariwisata...

by Nyoman Mariyana
July 15, 2026
Kitab yang Ditulis Alam —Membaca “The Sacred Text of Padma” karya Sumino dan Sarah Kasuhardi
Ulas Rupa

Kitab yang Ditulis Alam —Membaca “The Sacred Text of Padma” karya Sumino dan Sarah Kasuhardi

TIDAK semua pengetahuan lahir dari buku. Jauh sebelum manusia mengenal aksara, alam telah lebih dahulu menjadi ruang belajar. Pohon mengajarkan...

by Angga Wijaya
July 15, 2026
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka
Esai

Membaca Made Budhiana dari Sebuah Puisi

SAYA tidak mengenal Made Budhiana pertama kali melalui sebuah pameran lukisan. Bukan pula dari buku sejarah seni rupa Bali. Saya...

by Angga Wijaya
July 15, 2026
Hari Pertama Sekolah, Awal Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Inklusif
Esai

Hari Pertama Sekolah, Awal Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Inklusif

Pagi itu, gerbang-gerbang sekolah kembali dipenuhi wajah-wajah penuh harap. Ada anak yang dengan antusias mengenakan seragam baru, ada yang menggenggam...

by Lailatus Sholihah
July 15, 2026
Ketika Kisah CEO Menyamar ala Drama Korea Hadir dalam Lawak Bali
Panggung

Ketika Kisah CEO Menyamar ala Drama Korea Hadir dalam Lawak Bali

KISAH CEO yang menyamar lazimnya identik dengan drama Korea yang dipenuhi ketegangan, romansa, dan konflik keluarga. Namun, cerita yang akrab...

by Nyoman Budarsana
July 15, 2026
“Unity in Harmony”Orkestra Brass Band ISI Bali dan Crescendo, Energi Baru di Festival Seni Bali Jani 2026
Panggung

“Unity in Harmony”Orkestra Brass Band ISI Bali dan Crescendo, Energi Baru di Festival Seni Bali Jani 2026

Gemuruh tiupan saksofon, dentuman drum, dan lengking gitar listrik memenuhi Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Senin (13/7/2026) malam. Melalui pertunjukan...

by Nyoman Budarsana
July 15, 2026
Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang
Pameran

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

MEMASUKI Gedung Kriya, Taman Budaya Provinsi Bali, pengunjung seolah diajak melintasi beragam dunia. Di satu sudut, akar kayu menjelma simbol...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co