23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sajak-sajak Angga Wijaya | Bulan Mati di Kota

Angga Wijaya by Angga Wijaya
May 20, 2023
in Puisi
Sajak-sajak Angga Wijaya | Bulan Mati di Kota

Angga Wijaya | FB

BULAN MATI DI KOTA

Matahari kupuja saat malam gelap
Kuharap bisa menghalau sedihku

Upacara masih ada walau pulau ini
Semakin sesak oleh para pelancong

Kami adalah penjaga tradisi agung
Dihantam kiri-kanan dan terlempar

Wangi bunga dan dupa di pura-pura
Pertanda kami masih setia pada jalan

Seperti ponsel pintar kehabisan ruang
Kami bersiasat dengan perubahan ini

Meditasi kami berada di keramaian
Kidung dari ibu terdengar menyayat

Dengan upah minimum kami bertahan
Berbagi roti dengan orang-orang jauh

Bagaimana kami akan bertahan esok
Suara-suara tenggelam di sudut hati

Tak ada yang memperjuangkan kami
Politisi asyik dengan konten mereka

Untuk kepentingan menjelang pemilu
Kami diperlukan lalu akan dilupakan

Kami yakin ada tangan lebih berkuasa
Dialah tuhan penentu segala kemauan

2023

KETIKA KALIAN PERGI


Kumasuki lagi rumah tua kita
Suasana tidak seperti dulu lagi
Kalian tidak lagi bersama kami
Kenangan tersisa dalam benak

Aku pulang tapi kalian pergi
Lahir entah dimana saat ini
Kuasa tuhan tak kami tahu
Kami juga akan pergi nanti

Cinta kalian kami kenang
Hikmah hidup penuh arti
Petunjuk jalan rantauan
Agar tidak lupa pada diri

Banyak orang salah paham
Mengira diriku masih sakit
Berkat doa kalian semua
Pulih kembali seperti dulu

Tiga hari lagi bus menanti
Menuju kampung halaman
Kerinduan tak tertahan lagi
Kita bertemu dalam hening

Kalian melihatku dari sana
Memberi kemudahan hidup
Tangan-tangan menolongku
Itu semua bukan kebetulan

Kalian memang sudah pergi
Namun sejatinya tidak pergi
Kita percaya kelahiran kembali
Selesaikan urusan belum selesai

Tak baik hanya bisa berfilsafat
Praktik keseharian lebih penting
Hidup kalian juga pesan buatku
Mengajarkan banyak pelajaran

2023

SERENADE PAGI

Di toko modern, penyair itu memesan kopi.
Dia bangun dini hari, ingin menikmati pagi

Jalanan gelap, lampu-lampu dipadamkan.
Pengemudi memacu kencang kendaraan.

Tadi dia sempat merapikan buku-bukunya.
Hendak dijual semua untuk penuhi hidup.

Istrinya tak suka ia mencintai buku-buku
Tak mendatangkan uang tidak berguna

Dia suka kalau penyair itu banyak menulis
Perlu membaca jika ingin mewujudkan itu.

Logika sering memusuhi perasaan penyair
Membuat mereka sering berselisih paham.

Penyair itu ingin berpisah dengan istrinya
Istrinya menolak tidak mau meninggalkan

Ada yang mesti diperjuangkan selama ini
Pergi bukan jawaban yang bijaksana kini

Mereka hanya perlu memperbaiki cinta
Memahami bahwa semua akan baik saja.

Di meja ia teringat istrinya masih terlelap
Dibelinya roti coklat juga susu lalu pulang

2023

KEMU-MAI

Ada yang menyebutku kesana-kesini
Hidup berantakan tidak jelas arahnya

Itu dulu saat aku muda dan bergejolak
Skizofrenia membuat dipandang buruk

Aku hanya diam saja tidak membalas
Aku yakin suatu hari keadaan berubah

Kini terbukti omongan mereka salah
Aku bisa berkarya seperti dulu lagi

Penonton memang selalu lebih ribut
Menganggu apalagi tidak membantu

Adakalanya kita perlu bekerja keras
Percaya pada diri dan juga semesta

Mereka yang sehat akan pasti sakit
Mereka yang sakit juga akan sehat

Jadi berhati-hatilah dengan lisanmu
Agar tidak malu pada kemudian hari

Bijaksana tidak semudah perkataan
Perlu berlatih sepanjang hayat kita

2023

RUMPUT PALSU

“Tanyakan pada rumput yang bergoyang,” katamu saat
aku berpikir banyak hal yang tak bisa kau jawab semua.

Rumput alami makin sulit kutemui. Di kota ini banyak
orang menggunakan rumput palsu; hijau terhampar mirip
karpet, dibuat dari bahan sintetis, untuk estetika semata.

Anak-anak kita suka bermain pada rumput itu, sebab
mereka tak pernah tahu rumput yang asli. Taman kota
kehilangan pengunjung; hanya orang tua yang kesana.

Kamu dan aku makin terbiasa hidup pada kepalsuan
Mungkin juga cinta; hanya transaksi semata saat ini.

Ada yang tidak suka karena tak diundang pertemuan.
Kata kawanku; “berhenti menganggap diri penting!”
Dia benar, selama ini kita kerap merasa diperlukan.

Kucingku seharian tidur di bawah meja, takut saat
orang asing masuk kamar; aku jarang menerima tamu.
Tadi keponakanku datang melihatku. Kami berbincang.

Rasa cemas dikhianati membuat manusia gelisah.
Mereka melihat diri pada perlakuan orang lain.
Takut yang terlihat nyata tapi sebenarnya tiada.

“Kamu merasakannya juga?”
Ya, seperti menginjak rumput palsu di bangku toko modern.
Terlihat seperti taman, ternyata bukan. Hanya hiasan pemanis;
segar, tapi penuh kepalsuan. Sintetis. Terbuat dari plastik.

2023

— BACA puisi-puisi lain dari penyair Indonesia

Puisi-puisi Gimien Artekjursi | Legenda Harimau Jawa
Puisi-puisi GM Sukawidana | Pulang ke Ubud, Sajak Tanah Ibu
9 Sajak IDK Raka Kusuma | Menara Cinta, Hutan Hujan
Puisi-puisi Pranita Dewi | Episode, Melingkar, Ding
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Krisna Satya, Parama Kesawa, dan Kevin Muliarta : Tiga Penari Mencari Sang Aku | Pentaskan “Jelajah Sarira” di Antida Music Production, 21 Mei 2023

Next Post

Cinta dan Ilusi | Cerpen Ikrom F.

Angga Wijaya

Angga Wijaya

Penulis dan jurnalis asal Jembrana, Bali. Aktif menulis esai kebudayaan dan kehidupan urban Bali di berbagai media. Ia juga dikenal sebagai penyair dan telah menulis belasan buku puisi serta buku kumpulan esai.

Related Posts

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

by Chusmeru
September 27, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails
Next Post
Cinta dan Ilusi | Cerpen Ikrom F.

Cinta dan Ilusi | Cerpen Ikrom F.

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co