28 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Refleksi Keluarga Dalam Kumpulan Cerpen “Politik Kasur, Dengkur dan Kubur” Karya I Made Suarbawa

Narenthy Satya Dewi. by Narenthy Satya Dewi.
December 27, 2022
in Ulas Buku
Refleksi Keluarga Dalam Kumpulan Cerpen “Politik Kasur, Dengkur dan Kubur” Karya I Made Suarbawa

Buku kumpulan cerpen Politik Kasur Dengkur dan Kubur

KUMPULAN CERPEN “Politik Kasur, Dengkur dan Kubur” merupakan buku yang ditulis oleh I Made Suarbawa. Sebuah buku kumpulan cerpen yang sebagian besar mengangkat cerita mengenai  keluarga.

Cerpen ini mengajak pembaca untuk  merasa lebih dekat dengan kehidupan pengarang. Dilihat dari apa yang menjadi landasan pengarang lebih memilih untuk mengangkat tema keluarga pada cerpen tersebut, mungkin bagi pengarang cerita-cerita buku cerpen “Politik Kasur,Dengkur dan Kubur” adalah refleksi dari gambaran keluarga yang pernah pengarang temui ataupun pengarang sendiri yang mengalami cerita tersebut.

Berbagai konflik yang dialami tokoh dalam cerpen di buku ini sangat beragam, mulai dari pertengkaran suami istri di dalam cerpen “Secangkir Kopi Pagi” yang terasa sangat dekat dengan kehidupan nyata. Bahkan beberapa cerpen yang mengandung humor seperti cerpen “Langkah Besar Suri“ yang membuat pembaca merasa terhibur dan juga heran dengan tokoh Suri yang mencoba menjadi pahlawan bagi keluarganya namun lupa akan apa yang sudah dimilikinya.

Cerita  di dalam kumpulan cerpen karya Made Suarbawa ini tidak hanya sekedar fantasi semata, namun juga mengandung kisah-kisah nyata yang sering terjadi  di dalam kehidupan dan juga masyarakat. 

Dalam buku  “Politik Kasur,Dengkur, dan Kubur” ini terdapat sebelas cerpen dengan jumlah halaman 114 lembar. Permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh tokoh dalam cerpen-cerpen di dalamnya  pun juga banyak mengambil dari kehidupan sehari-hari.

Dalam buku ini pengarang banyak mengangkat tema keluarga serta permasalahan yang sering dihadapi oleh suami- istri. Hal yang paling menonjol adalah buku cerpen ini banyak sekali menggunakan tokoh laki-laki sebagai tokoh utamanya. Namun tidak sedikit juga Made Suarbawa menggunakan tokoh utama perempuan di beberapa cerpennya seperti cerpen yang berjudul “Langkah Besar Suri dan Kawan Tiba (Suatu) Senja” yang ceritanya sangat menarik untuk dibaca.

Cerpen dalam buku “Politik Kasur,Dengkur, dan Kubur” karya Made Suarbawa ini sangat menguras emosi pembaca, seperti halnya roller coaster yang membuat emosi pembaca menjadi naik turun. Yang pada awalnya pembaca disuguhi oleh cerita yang sedih kemudian cerpen selanjutnya dibuat lebih lucu sehingga pembaca merasa terhibur.

Bahkan ada pula cerpen yang mengajak pembaca untuk serius dan tetap fokus agar dapat memahami isi buku cerpen ini, seperti cerpen yang berjudul “Menanti Senyum Pelangi” yang membuat kita harus fokus memahami isi ceritanya.

Cerpen-cerpen dalam buku ini membuat pembaca menjadi sadar, konflik harus dibuat senyata mungkin agar bisa menggelitik pikiran serta merenungkan pesan yang ingin disampaikan oleh pembaca. Begitupun juga yang bisa membangunkan pembaca / penulisnya dari rasa nyaman itu sendiri. Di dalam buku cerpen ini, pengarang sering menggambarkan cerita yang banyak ditemui di kehidupan sehari-hari.

Penggambaran pasangan suami istri di dalam cerpen sangat romantis seolah-olah tokoh di dalam cerpen dihadiri sosok penulis, karena sebagian besar cerpen yang terdapat dalam buku kumpulan cerpen ini menceritakan tentang keluarga yang tidak jauh dari cerita-cerita di masyarakat yang sering kita temui.

Seperti halnya cerpen “Secangkir Kopi Pagi” yang mengisahkan seorang laki-laki bertengkar dengan istrinya hanya karena persoalan kopi. Permasalahannya pun dibuat semakin besar dan serius hingga tokoh dibuat sangat frustasi. Sebenarnya masalahnya hanya sepele namun malah dibuat rumit oleh tokoh itu sendiri. Namun di akhir cerita istrinya menjelaskan penyebab timbulnya permasalahan tersebut seperti dalam kutipan berikut:

“Jangankan kata sayang bahkan secangkir kopi pun mulutmu tidak pernah sudi memintanya dariku.”

Permasalahan diakhiri dengan penjelasan Reni kepada suaminya Kayan yang membuat cerita makin mengharukan.

Pada awalnya, saat melihat judul buku ini pembaca mungkin akan merasa kurang minat untuk membaca cerpen ini. Sebab pengarang memilih menggunakan judul “Politik” yang membuat cerpen kurang diminati terutama pada zaman sekarang ini.

Namun, Made Suarbawa sangat berani memakai judul tersebut yang dibumbui dengan kata kasur,dengkur dan kubur yang membuat pembaca bertanya-tanya apa hubungan hal tersebut dengan politik, yang membuat pembaca menjadi penasaran.

Bahkan setelah dibaca pun, ceritanya ternyata sangat menarik seperti cerpen yang berjudul “Kisah Peniup Seruling” misalnya, pembaca seolah-olah seperti menonton orang yang sedang mendongeng. Hal itu karena cara pengarang yang menyampaikan cerpen seperti tanya- jawab hingga cerpen itu selesai.

Cerita yang sesungguhnya sederhana ini diramu dengan dialog tanya-jawab yang terkesan monoton, tetapi penulis cukup lihai menyusunnya sehingga pembaca menjadi penasaran dan membaca hingga usai. 

Dalam buku cerpen ini pengarang banyak menggunakan istilah-istilah dalam bahasa Bali namun pengarang membuat kata-kata itu tersusun rapi dan menarik sehingga pembaca tidak merasa bosan untuk membacanya. Bahasa yang digunakan mudah dipahami oleh pembaca meskipun ada kata sulit dari bahasa Bali seperti pada cerpen yang berjudul “Politik Kasur dan Dengkur” namun pengarang telah menambahkan kata kunci di bawahnya sehingga makna yang ingin disampaikan oleh pengarang dapat diserap oleh pembaca.

Meski beberapa cerita memiliki tema yang sederhana, bahkan terkadang terlihat  klise, misalnya pada cerpen yang berjudul “Anak Pertama Kita” yang menceritakan soal diskriminasi anak perempuan dalam keluarga di Bali, namun pengarang memiliki teknik penyelesaian sendiri yang sangat bagus dan tidak bisa ditebak.

Saat sepasang suami istri yang bahagia atas kelahiran anak pertama mereka, namun di sisi lain anak perempuan tidak membuat keluarga besar mereka bahagia karena penerus keluarga hanya berhak kepada anak laki-laki saja.

Seperti halnya sekarang, anak perempuan masih dianggap remeh yang terpenting adalah kelahiran anak laki-laki bahkan hal ini masih sering terjadi di masyarakat. Pengarang juga dapat menyelesaikan cerpen tersebut dengan santai namun juga menimbulkan keharuan dan pesan terselubung yang cukup mendalam kepada pembaca.

Secara keseluruhan buku kumpulan cerpen berjudul “Politik Kasur,Dengkur dan Kubur” karya Made Suarbawa yang diterbitkan Mahima Institute Indonesia ini sangat bagus, baik dari segi jalan ceritanya maupun penulisan dan visualisasi yang digambarkan di dalamnya.

Ceritanya sangat ringkas dan juga tidak bertele-tele dengan alur yang sederhana. Karakter tokoh yang digambarkan sudah cukup kuat disampaikan oleh penulis. Seperti cerpen yang berjudul “Langkah Besar Suri” yang ceritanya digambarkan lucu oleh penulis, akan lebih baik apabila ditampilkan dengan humor- humor yang lebih berwarna dan mendominasi.

Atau seperti cerita cerpen “Anak Kita Selamat” yang mampu menguras emosi pembaca akan lebih baik lagi bila ditambahkan dengan hal-hal yang menyimbolkan kesedihan serta kecemasan yang tidak hanya monoton itu saja. Ada beberapa cerpen juga yang diceritakan cukup panjang seperti cerpen “Balada Lumpur dan Seorang Petani” yang membuat pembaca kurang memahami isi ceritanya, sehingga para pembaca harus membaca berulang-kali agar mampu menangkap pesan yang terkandung di dalam cerpen tersebut.

Buku cerpen ini sangat menarik untuk dibaca oleh berbagai kalangan dan begitu banyak pesan yang dapat kita petik dari cerpen tersebut. Keluarga adalah orang-orang yang paling dekat dengan kita tentu saja cerita dalam kumpulan cerpen ini memiliki daya tarik sendiri bagi pembaca.[T]

Representasi Laut dalam Kumpulan Puisi “Upacara Terakhir” Karya GM Sukawidana
Ngurah Parsua dan Karyanya: Prosa yang Reflektif, Puisi yang Jernih
Dunia Penuh Luka Dalam Kumpulan Cerpen “Luka Batu” Karya Komang Adnyana
Tags: Bukubuku kumpulan cerpenCerpenresensi bukusastraUniversitas PGRI Mahadewa Indonesia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketegangan dan Sukacita dalam Simulasi Menjadi Anak Asrama Baru di SMA Taruna Mandara

Next Post

Prambanan Tidak Hanya Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso

Narenthy Satya Dewi.

Narenthy Satya Dewi.

Lahir di Jangu, 29 April 2002. Menempuh pendidikan di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia mengambil jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daera. Suka mendengarkan musik dan membaca novel. Contact: narenthysatya29@gmail.com . IG: narenthysatyadewi

Related Posts

Makassar yang Sempat Terabaikan

by Moch. Ferdi Al Qadri
April 16, 2026
0
Makassar yang Sempat Terabaikan

Judul: Makasssar Nol Kilometer Penulis: Anwar J. Rahman, dkk. Penerbit: Tanahindie Press Tahun: 2014 Halaman: xviii + 255 MAKASSAR-NYA satu,...

Read moreDetails

Menggugat Kanon, Mengarsip yang Obskur

by Farhan M. Adyatma
March 27, 2026
0
Menggugat Kanon, Mengarsip yang Obskur

Judul: Terdepan, Terluar, Tertinggal: Antologi Puisi Obskur Indonesia 1945-2045 Penulis: Martin Suryajaya Penerbit: Anagram Tahun terbit: Agustus 2020 Jumlah halaman:...

Read moreDetails

‘Coming Up For Air’, Menghirup Udara yang Tak Lagi Sama

by Radha Dwi Pradnyani
March 25, 2026
0
‘Coming Up For Air’, Menghirup Udara yang Tak Lagi Sama

Judul: Menghirup Udara Segar Judul Asli: Coming Up For Air Penulis: George Orwell Penerjemah: Berliani M. Nugraha Tahun Terbit: 2021...

Read moreDetails

Tubuh, Ingatan, dan Sebuah Paradoks —Membaca Kembali ‘Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer’

by Inno Koten
March 22, 2026
0
Tubuh, Ingatan, dan Sebuah Paradoks —Membaca Kembali ‘Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer’

YANG orang ingat dari Pramoedya Ananta Toer (Pram) adalah ikhtiarnya untuk menyelamatkan martabat manusia. Ia menulis tentang mereka yang kalah,...

Read moreDetails

Di Hati Kami Orang Indonesia —Perempuan Swiss di Sumatra dan Jawa Selama 25 tahun: 1920-1945

by Sigit Susanto
March 17, 2026
0
Di Hati Kami Orang Indonesia —Perempuan Swiss di Sumatra dan Jawa Selama 25 tahun: 1920-1945

Judul: Im Herzen waren wir Indonesier Penulis: Gret Surbeck Penerbit: Limmat Verag, 2007 Tebal: 508 Bahasa : Jerman Christa Miranda, menemukan...

Read moreDetails

Membaca Luka Digital dan Kegelisahan Zaman  —Ulasan Buku Puisi ‘Anak-anak Luka di Dunia Maya’ Karya Yahya Umar

by Dian Suryantini
March 13, 2026
0
Membaca Luka Digital dan Kegelisahan Zaman  —Ulasan Buku Puisi ‘Anak-anak Luka di Dunia Maya’ Karya Yahya Umar

SASTRA sering kali menjadi cermin paling jujur bagi kehidupan sosial. Sastra tidak selalu menyampaikan fakta dalam bentuk angka, statistik, atau...

Read moreDetails

Ingatan, Kehilangan, dan Perlawanan dalam ‘Laut Bercerita’

by Muhammad Khairu Rahman
March 8, 2026
0
Ingatan, Kehilangan, dan Perlawanan dalam ‘Laut Bercerita’

NOVEL Laut Bercerita karya Leila S. Chudori merupakan salah satu karya sastra Indonesia kontemporer yang menghadirkan luka sejarah sebagai ruang...

Read moreDetails

Sugianto Membongkar Bali

by Wayan Esa Bhaskara
March 8, 2026
0
Sugianto Membongkar Bali

Judul Buku    : Aib Penulis          : I Made Sugianto Penerbit        : Pustaka Ekspresi Cetakan         : Pertama, Januari 2026 Tebal              :...

Read moreDetails

Catatan Kecil Tentang ‘Dokter Gila’ Karya Putu Arya Nugraha

by Putu Lina Kamelia
February 28, 2026
0
Catatan Kecil Tentang ‘Dokter Gila’ Karya Putu Arya Nugraha

Judul Buku : Dokter Gila Penulis : dr. Putu Arya Nugraha Penerbit : Tatkala Tahun : 2025 RUMAH itu mungil...

Read moreDetails

Membaca ‘Lampah Sang Pragina’, Membicarakan Kasta yang Itu-itu Saja  

by Wayan Esa Bhaskara
February 20, 2026
0
Membaca ‘Lampah Sang Pragina’, Membicarakan Kasta yang Itu-itu Saja  

Judul Buku: Lampah Sang Pragina Penulis: Ketut Sugiartha Penerbit: Pustaka Ekspresi Cetakan: Pertama, November 2025 Tebal: 116 halaman ISBN: 978-634-7225-31-3...

Read moreDetails
Next Post
Prambanan Tidak Hanya Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso

Prambanan Tidak Hanya Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sensasi dan Kejutan Seba Baduy 2026 sebagai Diplomasi Budaya
Esai

Sensasi dan Kejutan Seba Baduy 2026 sebagai Diplomasi Budaya

TAK dapat dipungkiri lagi bahwa Seba Baduy bukan lagi dimaknai hanya sebagai acara ritual sakral semata, tapi sudah melebihi dari...

by Asep Kurnia
April 27, 2026
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali
Persona

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
Peringatan Hari Tari Sedunia di UPMI: Lomba Tari Bali Jadi Ruang Menjaga Tradisi dan Menggerakkan Generasi
Panggung

Peringatan Hari Tari Sedunia di UPMI: Lomba Tari Bali Jadi Ruang Menjaga Tradisi dan Menggerakkan Generasi

LOMBA Tari Bali yang digelar pada 25–26 April 2026 di Auditorium Redha Gunawan, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali), menjadi...

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
Bulan Pemberdayaan Perempuan Melalui Pendidikan
Esai

Bulan Pemberdayaan Perempuan Melalui Pendidikan

DUNIA mengakui1 April adalah tanggal olok-olok. Orang boleh berbohong pada 1 April yang disebut dengan April Mop. Tidak demikian dengan...

by I Nyoman Tingkat
April 27, 2026
“Self-Diagnosis” atau “Self-Awareness”?:  Navigasi Kesehatan Mental di Era TikTok dan Instagram
Esai

Masalahnya Bukan Hanya Anggaran

SETIAP kali angka besar muncul di ruang publik, reaksi yang mengikuti hampir selalu serupa, yakni cepat, emosional, dan penuh kecurigaan....

by Isran Kamal
April 27, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

Ketika Orang Bali Terpapar Jadi Pasukan Payuk Jakan & Cicing Borosan

— Catatan Harian Sugi Lanus, 27 April 2027 Lihatlah berbagai kejadian orang Bali cekcok, adu mulut terbuka, saling berhadapan-hadapan, berkelahi...

by Sugi Lanus
April 27, 2026
Menghitung Kekuatan Politik Giri Prasta
Esai

Teatrikal Politik Lingkungan di Bali

BALI sedang tidak baik-baik saja. Setidaknya pernyataan tersebut valid dalam perspektif lingkungan. Telah menjadi diskursus publik bahwa Bali saat ini...

by Teddy Chrisprimanata Putra
April 26, 2026
Payung Pantai Menjamur, Pohon Memudar: Menurunnya Keindahan Alam Bali
Esai

Payung Pantai Menjamur, Pohon Memudar: Menurunnya Keindahan Alam Bali

KEDATANGAN wisatawan ke Bali pada dasarnya bukan semata-mata karena hotel mewah, pusat hiburan, atau tempat belanja. Mereka datang karena ingin...

by Nyoman Mariyana
April 26, 2026
Sekolah Siaga Kependudukan, Apa Pula Itu?
Esai

Sekolah Siaga Kependudukan, Apa Pula Itu?

SEKOLAH selalu menjadi objek sosialisasi bagi kesuksesan program pemerintah, baik pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Gaungnya makin kencang setelah reformasi...

by I Nyoman Tingkat
April 26, 2026
Aksi Kemanusiaan pada HUT ke-9 AMSI Bali
Berita

Aksi Kemanusiaan pada HUT ke-9 AMSI Bali

Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Bali merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-9 dengan menggelar serangkaian kegiatan sosial yang menyentuh langsung...

by tatkala
April 25, 2026
Serangga dalam Piring Makan Kita
Kuliner

Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

by Jaswanto
April 25, 2026
Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan
Cerpen

Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan

CAKEH yang baru dilarikan ke rumah Pak Ik merintih kesakitan. Anak perempuan berumur 14 tahun itu baru digigit ular kobra...

by Depri Ajopan
April 25, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co