2 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lahan Basah  Sebagai Ginjal Bumi

Doni Sugiarto Wijaya by Doni Sugiarto Wijaya
June 28, 2026
in Esai
Lahan Basah  Sebagai Ginjal Bumi

Lukisan Landscape With Goose berukuran panjang 42 cm dan lebar 35 cm.

PADA tanggal 14 Juni 2026, saya mengikuti acara kolaborasi Grab Bali Nusra dengan Bali Book Party. Museum Pasifika Nusa Dua adalah lokasi acara diselenggarakan. Siang hari,  sekitar jam 3 sore, cuaca relatif panas. Angin laut dari pantai sedikit membawa hawa sejuk, yang mana mengurangi rasa kegerahan. Saya bersama kawan kawan bali book party menunggu di ruang kafetaria dan taman museum yang berumput bernama Kobot Garden Venue. Bangunan besar di Kobot Garden Vanue menunjukkan gaya ukiran khas Bali pada pintu dan dindingnya . Memancarkan suasana Bali yang khas. Tiga puluh menit kemudian, pihak museum dan  koordinator Bali Book Party mengumumkan acara menjelajahi museum dimulai.

Museum pasifika memiliki sebanyak 600 Koleksi karya seni lukisan, ukiran dan patung. Merupakan karya  200 Seniman dari negara-negara Asia-Pasifik. Museum ini resmi berdiri tahun 2006. Popo Danes merupakan arsitek Bali yang merancang museum Pasifika. Moetaryanto P dan Philippe Augier adalah pendiri museum ini.

Menjelajahi museum bersama kawan-kawan Bali Book Party, saya memasuki galeri III yaitu galeri tempat menampilkan lukisan lukisan yang merupakan karya seniman Belanda yang pernah tinggal di Indonesia. Di  galeri III saya menjumpai lukisan berjudul Landscape with Goose. Merupakan Karya Arie Smit , seorang seniman asal Belanda. Karya lukis ini dibuat dengan cat akrilik di atas media kanvas.

Ketika mengamati karya ini dengan saksama, saya melihat warna-warni lukisan  yang terdiri dari hijau, biru dan putih. Bentuk-bentuk paling menonjol yang ada pada lukisan adalah rerumputan yang terendam air,  dua ekor angsa dan semak semak di tepi rerumputan terendam air.

Lukisan ini menggambarkan bentang lahan basah. Warna putih diantara warna hijau rerumputan menandakan pantulan dan pembiasan cahaya matahari pada  permukaan air yang tenang memperlihatkan warna mengkilap berfungsi sebagai cermin. Perbedaan indeks bias antara  udara dan air menciptakan pantulan yang menyerupai cermin. Warna pantulan yang bervariasi dari permukaan air relative tenang berasal dari gelombang kecil di permukaan air memecah pantulan sinar matahari menjadi titik-titik kilauan.

Lahan Basah

Pernahkan melihat rerumputan, semak dan pepohonan yang tumbuh di tanah dengan genangan air? Dimana akar , bagian bawah tanaman and bahan seluruh tanaman terendam air dan tetap tumbuh berembang?  Itulah lahan basah. Biasanya lahan basah berada di tempat yang lebih rendah dari sekeliling daratan. Sebagaimana air selalu mengalir dari tempat lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah, air akan mengisi tempat yang lebih rendah daripada sekelilingnya. Ini membuat lahan basah menjadi daerah peralihan antara lingkungan perairan permanen seperti sungai, danau dan laut dengan daratan yang memiliki drainase.

Salah satu keunikan lahan basah sebagai habitat peralihan adalah banyak serangga darat yang biasanya dijumpai di hutan , padang rumput dan pemukiman dan  serangga semi aquatic yang hidup di sungai dan danau secara bersama sama tinggal dan menggunakan habitat lahan basah1.

Wilayah lahan basah berkontribusi terhadap beragam manfaat sosial, biologis, ekologis dan ekonomi. Tak jauh dari museum Pasifika kita melihat dua jenis lahan basah yaitu padang lamun dan hutan bakau. Padang lamun dan hutan bakau berfungsi sebagai pelindung ekosistem pantai dari abrasi air laut. Akar dari padang lamun dan bakau menahan sedimen tanah sehingga stabil dan mencegah intrusi air laut ke darat sehingga menjaga air tanah di pemukiman dekat pesisir relatif aman digunakan. Tidak asin atau payau.  Jadi bakau dan lamun berfungsi sebagai hutan dan padang rumput di pesisir.

Bayangkan jika tanah tidak diselimuti rumput dan pohon. Air dan angin akan mengikis tanah sehingga terjadi tanah longsor karena tidak stabil dan hanyut ke tempat yang lebih rendah. Begitu pula pesisir dan laut yang kedalamannya kurang dari enam meter dimana lamun dan bakau tumbuh. Batang dan kanopi hijau pada lamun dan bakau berfungsi untuk memecah gelombang laut saat gelombang laut menghantam lamun dan bakau. Karena gelombang laut pecah , ini membuat daya erosinya lemah saat mencapai pesisir.  

Sebagaimana lahan basah yang terletak antara peralihan ekosistem darat dan akuatik, hutan bakau dan padang lamun berfungsi sebagai ginjal yaitu menyaring air yang berasal dari daratan yang sering berisi nitrat, zat kimia, sedimen dan limbah sebelum mencapai laut. Ini mengurangi polutan dan zat kimia yang mencapai laut. Ketika hutan bakau dan lamut dirusak, polutan dan sedimen langsung mengalir ke laut. Sehingga dasar laut tertutupi sedimen dalam jumlah melebihi batas layak dan permukaan laut deat pesisir menerima zat kimia secara berlebihan.

Pada ekosistem air tawar seperti sungai dan danau lahan basah bisa jadi jauh lebih penting sebab sungai dan danau merupakan air tawar yang sering jadi sumber air minum dan air untuk mandi dan mencuci. Air hujan yang jatuh ke lahan pertanian, jalan dan bangunan mengalir ke selokan yang mana selokan mengarah ke sungai dan danau. Air yang mengalir ini jelas mengandung berbagai zat kimia organik, inorganik dan sedimen. Kalau ini sampai di sungai dan danau sebelum disaring, sungai dan danau akan mengalami ledakan populasi ganggang yang mematikan biota sungai dan danau sebab sungai dan danau kelebihan nutrient. Menimbulkan bau tak sedap karena ganggang yang mati mengeluarkan gas metana.

Gas metana ini adalah sumber pemanasan global. Beda halnya jika air yang penuh nutrient mengalir ke lahan basah dahulu karena zat kimia organic dan inorganik digunakan oleh tanaman rawa , mikro organisme ,tanah dan biota rawa sehingga saat air mengalir dari rawa ke sungai dan danau, kadar zat kimia organik dan inorganik telah berkurang. Tanaman , mikroba dan hewan yang mati di rawa  terurai menadi unsur hara bagi tanah sehingga menyuburkan tanah. Sedimen yang mengalir sering menimbulkan pendangkalan sungai dan danau. Membuat perahu sulit menjelajahinya, sungai sulit berfungsi menggerakkan tenaga mikrohidro dan ikan yang butuh sungai dan danau dalam sulit hidup.

Air yang mengalir dari bangunan dan jalanan sering kali lebih hangat daripada air sungai dan danau karena bangunan dan jalanan menyerap panas jauh lebih banyak. Ketika air yang lebih hangat ini memasuki sungai dan danau, permukaan air sungai dan danau mengalami kenaikan suhu air yang drastis. Ini mengakibatkan ikan di sungai dan danau mati. Berbeda halnya jika air tersebut mengalir melewati lahan basah sebelum mencapai sungai dan danau sebab lahan basah mengurangi suhu air tersebut dengan melewati tanaman-tanaman yang tumbuh di lahan basah.

Lahan basah yang memperlambat aliran air dan ditambah dengan tanah berselimut vegetasi berfungsi untuk menampung air dan memulihkan air tanah. Air mendapat akses lebih banyak untuk menyerap ke dalam tanah.Ini jelas vital dalam menanggulangi banjir dan kekeringan secara bersamaan.  Inilah bukti lahan basah merupakan ginjal bumi.

Dari fungsi ekologis ini, lahan basah juga punya fungsi ekonomi. Sebagai tempat pembiakan ikan , kepiting dan udang, yang menjadi sumber protein, Bahan baku kerajinan tikar, dan anyaman dari alang-alang, dan bahan bangunan dari tanaman rawa lainnya. Sayuran dan buah sebagai makanan. Lalu, keragaman burung di lahan basah menjadi daya atraksi ekowisata selama kelestarian terjaga. Oleh karena itu, perlu pendekatan integratif dan interkonektivitas dalam mengelola lahan basah. Ekologi ekonomi, sosial, budaya dan hukum harus bersinergi. Ini bukanlah investasi jangka pendek, melainkan jangka panjang.[T]

 Sumber:

J.Mitsch, William. “Wetland: Human Use and Science.” Dalam buku berjudul Wetlands Fifth Edition, Chapter 1. New Jersey: Wiley & Sons,Inc.,Hoboken, 2015.

Penulis: Doni Sugiarto Wijaya
Editor: Adnyana Ole

Tags: alihfungsi lahanbumilingkunganSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

NGANDANG NGANJUH: ‘Unconscious Incompetence’ dalam Masyarakat Bali —Renungan Malam Kuningan

Next Post

Masalah Kita Bukan Kekurangan, Melainkan Pemborosan

Doni Sugiarto Wijaya

Doni Sugiarto Wijaya

Lulus Kuliah tahun 2017 dari Universitas Pendidikan Nasional jurusan ekonomi manajemen dengan IPK 3,54. Mendapat penghargaan Paramitha Satya Nugraha sebagai mahasiswa yang menulis skripsi dengan bahasa Inggris. Sejak tahun 2019 pertengahan bulan Oktober, Doni mulai belajar menulis di blog secara otodidak. Doni menulis untuk bersuara kepada publik mengenai isu isu lingkungan hidup, sosial dan satwa liar.

Related Posts

Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

by I Ketut Suar Adnyana
November 1, 2026
0
Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

ADA yang ganjil dalam kehidupan demokrasi kita ketika identitas mahasiswa dapat dipakai sebagaimana seseorang mengenakan kostum untuk memainkan sebuah peran....

Read moreDetails

Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual

by I Wayan Artika
November 1, 2026
0
Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual

SETIAP kali melihat lukisan sapi, ingatan saya selalu kembali ke masa kecil di Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali....

Read moreDetails

Saraswati dan Kenaikan Kelas

by I Wayan Yudana
October 31, 2026
0
Saraswati dan Kenaikan Kelas

ADA suasana yang hampir selalu sama setiap kali tahun pelajaran berakhir. Wajah-wajah murid tampak sumringah ketika menerima rapor. Sebagian tersenyum...

Read moreDetails

Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital

by tatkala
October 31, 2026
0
Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital

BAGAIMANA jika perpustakaan sekolah tidak lagi sekadar ruang sunyi berisi rak buku, tetapi tempat yang "hidup" dan ada di genggaman...

Read moreDetails

Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026
0
Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?

ADA satu hari ketika buku-buku diupacarai. Buku pelajaran, buku cerita, kitab suci, hingga lontar-lontar tua mendapat perlakuan istimewa. Semuanya ditata...

Read moreDetails

Saraswati dan Wajah Kedamaian Bali — Ketika Ilmu Pengetahuan Diuji oleh Realitas Kehidupan

by Luh Irma Susanthi
October 31, 2026
0
Saraswati dan Wajah Kedamaian Bali — Ketika Ilmu Pengetahuan Diuji oleh Realitas Kehidupan

BALI dikenal sebagai Pulau Dewata, sebuah pulau yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga kekayaan tradisi, spiritualitas, dan nilai-nilai...

Read moreDetails

Di Ruang Tunggu Kehidupan

by Ahmad Sihabudin
October 30, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

PAGI itu, saya kembali terbangun dengan pikiran yang sama: hari ini harus ke rumah sakit mana lagi? Hampir setengah tahun...

Read moreDetails

Elegi Rumah Pusaka Bernama Papua

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, saya mengajak anda semua main ke sebuah rumah yang sangat luas. Rumah ini sangat asri, halamannya...

Read moreDetails

Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

by Agung Sudarsa
October 29, 2026
0
Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

Potensi Manusia dan Lingkungan yang Membentuknya Kisah Alvin Tedjo menarik untuk direnungkan, bukan semata-mata karena ia merupakan keturunan Indonesia yang...

Read moreDetails

Dari Ujian Menuju Kedewasaan: Saat  Cinta Tidak Lagi Menuntut Kesempurnaan

by Tri Nugroho Adi
October 29, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Tidak semua masalah dalam hubungan dapat diselesaikan dengan percakapan ringan atau kompromi sederhana. Fase Ujian Perjalanan relasi cinta pasangan yang...

Read moreDetails
Next Post
Masalah Kita Bukan Kekurangan, Melainkan Pemborosan

Masalah Kita Bukan Kekurangan, Melainkan Pemborosan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur
Pameran

Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur

SUASANA ARTOTEL Sanur Bali tampak ramai pada Jumat (30/10/2026). Sejumlah pengunjung, baik masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara, terlihat mengamati berbagai...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional
Khas

“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama
Panggung

Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama

Sekitar 6.000 pengunjung menghadiri hari pertama Jembrana Creative Festival (JCF) 2026 di Taman Pecangakan, Negara, Sabtu (31/10/2026). Berdasarkan catatan panitia,...

by tatkala
November 1, 2026
Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026
Bahasa

Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026

SAYA merasa bangga dan terharu melihat pemuda Bali dalam ajang Konferensi Pemuda Bali (KPB 2026). Betapa tidak, tagar #PemudaBersuaraBerdaya ini membuat...

by I Made Sudiana
November 1, 2026
Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik
Esai

Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

ADA yang ganjil dalam kehidupan demokrasi kita ketika identitas mahasiswa dapat dipakai sebagaimana seseorang mengenakan kostum untuk memainkan sebuah peran....

by I Ketut Suar Adnyana
November 1, 2026
Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual
Esai

Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual

SETIAP kali melihat lukisan sapi, ingatan saya selalu kembali ke masa kecil di Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali....

by I Wayan Artika
November 1, 2026
Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak
Khas

Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak

SEBUAH kota tidak hanya dibangun dari beton, aspal, jembatan, dan gedung-gedung yang meninggi. Ada sesuatu yang tidak selalu terlihat dalam...

by Emi Suy
November 1, 2026
Saraswati dan Kenaikan Kelas
Esai

Saraswati dan Kenaikan Kelas

ADA suasana yang hampir selalu sama setiap kali tahun pelajaran berakhir. Wajah-wajah murid tampak sumringah ketika menerima rapor. Sebagian tersenyum...

by I Wayan Yudana
October 31, 2026
Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital
Esai

Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital

BAGAIMANA jika perpustakaan sekolah tidak lagi sekadar ruang sunyi berisi rak buku, tetapi tempat yang "hidup" dan ada di genggaman...

by tatkala
October 31, 2026
Legenda Warung Kopi Tak Bernama di Kota Pelabuhan, Seberang Gardu Listrik Belanda
Kuliner

Legenda Warung Kopi Tak Bernama di Kota Pelabuhan, Seberang Gardu Listrik Belanda

PAGI-PAGI, Jalan Surapati di Singaraja memiliki kehidupan yang berbeda. Di antara bangunan-bangunan tua yang menyimpan ingatan masa kolonial, ada sebuah...

by I Wayan Artika
October 31, 2026
Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung
Panggung

Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung

HUJAN deras mengguyur Ubud pada Sabtu sore, 24 Oktober 2026. Namun, di Rumah Kayu, Taman Baca Ubud, suasana tetap hangat...

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026
Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?
Esai

Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?

ADA satu hari ketika buku-buku diupacarai. Buku pelajaran, buku cerita, kitab suci, hingga lontar-lontar tua mendapat perlakuan istimewa. Semuanya ditata...

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co