21 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lahan Basah  Sebagai Ginjal Bumi

Doni Sugiarto Wijaya by Doni Sugiarto Wijaya
June 28, 2026
in Esai
Lahan Basah  Sebagai Ginjal Bumi

Lukisan Landscape With Goose berukuran panjang 42 cm dan lebar 35 cm.

PADA tanggal 14 Juni 2026, saya mengikuti acara kolaborasi Grab Bali Nusra dengan Bali Book Party. Museum Pasifika Nusa Dua adalah lokasi acara diselenggarakan. Siang hari,  sekitar jam 3 sore, cuaca relatif panas. Angin laut dari pantai sedikit membawa hawa sejuk, yang mana mengurangi rasa kegerahan. Saya bersama kawan kawan bali book party menunggu di ruang kafetaria dan taman museum yang berumput bernama Kobot Garden Venue. Bangunan besar di Kobot Garden Vanue menunjukkan gaya ukiran khas Bali pada pintu dan dindingnya . Memancarkan suasana Bali yang khas. Tiga puluh menit kemudian, pihak museum dan  koordinator Bali Book Party mengumumkan acara menjelajahi museum dimulai.

Museum pasifika memiliki sebanyak 600 Koleksi karya seni lukisan, ukiran dan patung. Merupakan karya  200 Seniman dari negara-negara Asia-Pasifik. Museum ini resmi berdiri tahun 2006. Popo Danes merupakan arsitek Bali yang merancang museum Pasifika. Moetaryanto P dan Philippe Augier adalah pendiri museum ini.

Menjelajahi museum bersama kawan-kawan Bali Book Party, saya memasuki galeri III yaitu galeri tempat menampilkan lukisan lukisan yang merupakan karya seniman Belanda yang pernah tinggal di Indonesia. Di  galeri III saya menjumpai lukisan berjudul Landscape with Goose. Merupakan Karya Arie Smit , seorang seniman asal Belanda. Karya lukis ini dibuat dengan cat akrilik di atas media kanvas.

Ketika mengamati karya ini dengan saksama, saya melihat warna-warni lukisan  yang terdiri dari hijau, biru dan putih. Bentuk-bentuk paling menonjol yang ada pada lukisan adalah rerumputan yang terendam air,  dua ekor angsa dan semak semak di tepi rerumputan terendam air.

Lukisan ini menggambarkan bentang lahan basah. Warna putih diantara warna hijau rerumputan menandakan pantulan dan pembiasan cahaya matahari pada  permukaan air yang tenang memperlihatkan warna mengkilap berfungsi sebagai cermin. Perbedaan indeks bias antara  udara dan air menciptakan pantulan yang menyerupai cermin. Warna pantulan yang bervariasi dari permukaan air relative tenang berasal dari gelombang kecil di permukaan air memecah pantulan sinar matahari menjadi titik-titik kilauan.

Lahan Basah

Pernahkan melihat rerumputan, semak dan pepohonan yang tumbuh di tanah dengan genangan air? Dimana akar , bagian bawah tanaman and bahan seluruh tanaman terendam air dan tetap tumbuh berembang?  Itulah lahan basah. Biasanya lahan basah berada di tempat yang lebih rendah dari sekeliling daratan. Sebagaimana air selalu mengalir dari tempat lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah, air akan mengisi tempat yang lebih rendah daripada sekelilingnya. Ini membuat lahan basah menjadi daerah peralihan antara lingkungan perairan permanen seperti sungai, danau dan laut dengan daratan yang memiliki drainase.

Salah satu keunikan lahan basah sebagai habitat peralihan adalah banyak serangga darat yang biasanya dijumpai di hutan , padang rumput dan pemukiman dan  serangga semi aquatic yang hidup di sungai dan danau secara bersama sama tinggal dan menggunakan habitat lahan basah1.

Wilayah lahan basah berkontribusi terhadap beragam manfaat sosial, biologis, ekologis dan ekonomi. Tak jauh dari museum Pasifika kita melihat dua jenis lahan basah yaitu padang lamun dan hutan bakau. Padang lamun dan hutan bakau berfungsi sebagai pelindung ekosistem pantai dari abrasi air laut. Akar dari padang lamun dan bakau menahan sedimen tanah sehingga stabil dan mencegah intrusi air laut ke darat sehingga menjaga air tanah di pemukiman dekat pesisir relatif aman digunakan. Tidak asin atau payau.  Jadi bakau dan lamun berfungsi sebagai hutan dan padang rumput di pesisir.

Bayangkan jika tanah tidak diselimuti rumput dan pohon. Air dan angin akan mengikis tanah sehingga terjadi tanah longsor karena tidak stabil dan hanyut ke tempat yang lebih rendah. Begitu pula pesisir dan laut yang kedalamannya kurang dari enam meter dimana lamun dan bakau tumbuh. Batang dan kanopi hijau pada lamun dan bakau berfungsi untuk memecah gelombang laut saat gelombang laut menghantam lamun dan bakau. Karena gelombang laut pecah , ini membuat daya erosinya lemah saat mencapai pesisir.  

Sebagaimana lahan basah yang terletak antara peralihan ekosistem darat dan akuatik, hutan bakau dan padang lamun berfungsi sebagai ginjal yaitu menyaring air yang berasal dari daratan yang sering berisi nitrat, zat kimia, sedimen dan limbah sebelum mencapai laut. Ini mengurangi polutan dan zat kimia yang mencapai laut. Ketika hutan bakau dan lamut dirusak, polutan dan sedimen langsung mengalir ke laut. Sehingga dasar laut tertutupi sedimen dalam jumlah melebihi batas layak dan permukaan laut deat pesisir menerima zat kimia secara berlebihan.

Pada ekosistem air tawar seperti sungai dan danau lahan basah bisa jadi jauh lebih penting sebab sungai dan danau merupakan air tawar yang sering jadi sumber air minum dan air untuk mandi dan mencuci. Air hujan yang jatuh ke lahan pertanian, jalan dan bangunan mengalir ke selokan yang mana selokan mengarah ke sungai dan danau. Air yang mengalir ini jelas mengandung berbagai zat kimia organik, inorganik dan sedimen. Kalau ini sampai di sungai dan danau sebelum disaring, sungai dan danau akan mengalami ledakan populasi ganggang yang mematikan biota sungai dan danau sebab sungai dan danau kelebihan nutrient. Menimbulkan bau tak sedap karena ganggang yang mati mengeluarkan gas metana.

Gas metana ini adalah sumber pemanasan global. Beda halnya jika air yang penuh nutrient mengalir ke lahan basah dahulu karena zat kimia organic dan inorganik digunakan oleh tanaman rawa , mikro organisme ,tanah dan biota rawa sehingga saat air mengalir dari rawa ke sungai dan danau, kadar zat kimia organik dan inorganik telah berkurang. Tanaman , mikroba dan hewan yang mati di rawa  terurai menadi unsur hara bagi tanah sehingga menyuburkan tanah. Sedimen yang mengalir sering menimbulkan pendangkalan sungai dan danau. Membuat perahu sulit menjelajahinya, sungai sulit berfungsi menggerakkan tenaga mikrohidro dan ikan yang butuh sungai dan danau dalam sulit hidup.

Air yang mengalir dari bangunan dan jalanan sering kali lebih hangat daripada air sungai dan danau karena bangunan dan jalanan menyerap panas jauh lebih banyak. Ketika air yang lebih hangat ini memasuki sungai dan danau, permukaan air sungai dan danau mengalami kenaikan suhu air yang drastis. Ini mengakibatkan ikan di sungai dan danau mati. Berbeda halnya jika air tersebut mengalir melewati lahan basah sebelum mencapai sungai dan danau sebab lahan basah mengurangi suhu air tersebut dengan melewati tanaman-tanaman yang tumbuh di lahan basah.

Lahan basah yang memperlambat aliran air dan ditambah dengan tanah berselimut vegetasi berfungsi untuk menampung air dan memulihkan air tanah. Air mendapat akses lebih banyak untuk menyerap ke dalam tanah.Ini jelas vital dalam menanggulangi banjir dan kekeringan secara bersamaan.  Inilah bukti lahan basah merupakan ginjal bumi.

Dari fungsi ekologis ini, lahan basah juga punya fungsi ekonomi. Sebagai tempat pembiakan ikan , kepiting dan udang, yang menjadi sumber protein, Bahan baku kerajinan tikar, dan anyaman dari alang-alang, dan bahan bangunan dari tanaman rawa lainnya. Sayuran dan buah sebagai makanan. Lalu, keragaman burung di lahan basah menjadi daya atraksi ekowisata selama kelestarian terjaga. Oleh karena itu, perlu pendekatan integratif dan interkonektivitas dalam mengelola lahan basah. Ekologi ekonomi, sosial, budaya dan hukum harus bersinergi. Ini bukanlah investasi jangka pendek, melainkan jangka panjang.[T]

 Sumber:

J.Mitsch, William. “Wetland: Human Use and Science.” Dalam buku berjudul Wetlands Fifth Edition, Chapter 1. New Jersey: Wiley & Sons,Inc.,Hoboken, 2015.

Penulis: Doni Sugiarto Wijaya
Editor: Adnyana Ole

Tags: alihfungsi lahanbumilingkunganSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

NGANDANG NGANJUH: ‘Unconscious Incompetence’ dalam Masyarakat Bali —Renungan Malam Kuningan

Next Post

Masalah Kita Bukan Kekurangan, Melainkan Pemborosan

Doni Sugiarto Wijaya

Doni Sugiarto Wijaya

Lulus Kuliah tahun 2017 dari Universitas Pendidikan Nasional jurusan ekonomi manajemen dengan IPK 3,54. Mendapat penghargaan Paramitha Satya Nugraha sebagai mahasiswa yang menulis skripsi dengan bahasa Inggris. Sejak tahun 2019 pertengahan bulan Oktober, Doni mulai belajar menulis di blog secara otodidak. Doni menulis untuk bersuara kepada publik mengenai isu isu lingkungan hidup, sosial dan satwa liar.

Related Posts

Siapa yang Berhak Menentukan Kebebasan Tubuh Perempuan? —-[Menanggapi Tulisan Surfian Rahmat AP]

by Early NHS
July 20, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

SEJAK dulu, tubuh perempuan selalu menjadi objek analisis dan justifikasi orang lain. Kita sering mendengar komentar terhadap cara seorang perempuan...

Read moreDetails

Trauma KUD dan Hasrat Politik 2029 Lewat KDMP

by Chusmeru
July 20, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

POLEMIK seputar Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) hingga kini belum juga surut. Namun the show must go on. Program andalan...

Read moreDetails

Nasib Antek-Antek Ronaldo dan Real Madrid di Piala Dunia 2026

by Rusdy Ulu
July 20, 2026
0
Nasib Antek-Antek Ronaldo dan Real Madrid di Piala Dunia 2026

ISTILAH antek-antek Ronaldo bukan saya yang bikin. Saya mencurinya dari unggahan akun virdian_aurellio di media sosial. Waktu Argentina comeback melawan...

Read moreDetails

Krisis Baru Abad 21: Ketika Mesin Berpikir, Manusia Berhenti Merenung?

by Hairunnisa Br. Sagala
July 19, 2026
0
Krisis Baru Abad 21: Ketika Mesin Berpikir, Manusia Berhenti Merenung?

KONON, yang membedakan manusia dari makhluk lain bukan semata kemampuan berbicara, melainkan kemampuan merenung. Dari renungan lahir kebijaksanaan. Dari kebijaksanaan...

Read moreDetails

Langsung ke Intinya: Siapa Juara Piala Dunia?

by Nur Inayah Yushar
July 19, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

BAGI kelompok orang yang tidak mengikuti sepak bola, riuh rendah Piala Dunia sering kali terasa seperti latar belakang suara yang...

Read moreDetails

Bangkitlah Bali: Kesadaran Selalu Dimulai dari Keberanian Mengakui Kenyataan

by Agung Sudarsa
July 19, 2026
0
Bangkitlah Bali: Kesadaran Selalu Dimulai dari Keberanian Mengakui Kenyataan

"People will do anything, no matter how absurd, in order to avoid facing their own souls." Manusia rela melakukan apa...

Read moreDetails

Dari Stres Jadi Rileks: Menjadikan Musik Sebagai Pertolongan Pertama Emosi

by Muhammad Syahrul Wafda
July 19, 2026
0
Mengapa Desain ‘User Interface’ Aplikasi Meditasi Selalu Bernuansa Pastel?

MENGINGAT banyaknya pengguna media sosial saat ini, orang-orang gemar membagikan musik yang mereka dengarkan di platform seperti Instagram, WhatsApp, dan...

Read moreDetails

Kepemimpinan Transformasional sebagai Jantung Kebijakan Publik dan Komunikasi Politik Modern

by Jerry Indrawan
July 16, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

TANTANGAN birokrasi di era disrupsi global saat ini menuntut perubahan fundamental dalam paradigma pengelolaan pemerintahan dan cara pemimpin berinteraksi dengan...

Read moreDetails

Dunia adalah Cermin Kesadaran Manusia

by Agung Sudarsa
July 16, 2026
0
Dunia adalah Cermin Kesadaran Manusia

Kita Melihat Dunia Sebagaimana Diri Kita Mengamati perilaku sang istri selama belasan tahun sebagai guru TK, saya punya ungkapan: Seorang...

Read moreDetails

Satu Bahasa Dua Realitas: Mengapa Roy Suryo dan Jokowi Mustahil Saling Memahami?

by Nur Inayah Yushar
July 16, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

DALAM panggung politik kontemporer Indonesia, perseteruan antara mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, dan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi)...

Read moreDetails
Next Post
Masalah Kita Bukan Kekurangan, Melainkan Pemborosan

Masalah Kita Bukan Kekurangan, Melainkan Pemborosan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sastra Masuk Kurikulum: Guru Menjadi Kunci Penguatan Literasi di Sekolah
Khas

Sastra Masuk Kurikulum: Guru Menjadi Kunci Penguatan Literasi di Sekolah

PROGRAM Sastra Masuk Kurikulum menjadi salah satu isu penting yang mengemuka dalam rangkaian Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun...

by Nyoman Budarsana
July 21, 2026
“Di Bawah Pohon Sukun”, Teater Selem Putih Menghidupkan Kembali Pergulatan Lahirnya Pancasila
Panggung

“Di Bawah Pohon Sukun”, Teater Selem Putih Menghidupkan Kembali Pergulatan Lahirnya Pancasila

TEATER Selem Putih kembali menunjukkan kekuatan estetikanya dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026. Melalui pementasan Di Bawah...

by Nyoman Budarsana
July 21, 2026
Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Berikan Catatan Penting Mengenai Postur APBD serta Fenomena Pencatatan SiLPA
Pemerintahan

Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Berikan Catatan Penting Mengenai Postur APBD serta Fenomena Pencatatan SiLPA

SINGARAJA | TATKALA.CO -- Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan penting mengenai postur APBD serta fenomena pencatatan...

by tatkala
July 20, 2026
Tubuh yang Dilukiskan, Tak Pernah Dimiliki —Membaca “Agem Ni Pollok” dalam Parade Monolog Festival Seni Bali Jani 2026
Ulas Pentas

Tubuh yang Dilukiskan, Tak Pernah Dimiliki —Membaca “Agem Ni Pollok” dalam Parade Monolog Festival Seni Bali Jani 2026

PARADE Monolog dalam Festival Seni Bali Jani 2016 yang digelar pada 14 Juli  di Gedung Ksirarnawa, dibuka pukul 17.00 Wita,...

by Satria Aditya
July 20, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

Siapa yang Berhak Menentukan Kebebasan Tubuh Perempuan? —-[Menanggapi Tulisan Surfian Rahmat AP]

SEJAK dulu, tubuh perempuan selalu menjadi objek analisis dan justifikasi orang lain. Kita sering mendengar komentar terhadap cara seorang perempuan...

by Early NHS
July 20, 2026
Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja
Opini

Potensi Ekonomi yang Menguap di Titik 0 Singaraja

PADA awal tahun 2026, sebuah proyek bernilai fantastis menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan masyarakat Buleleng. Nama proyek itu sebenarnya...

by I Gede Sena Putrawan
July 20, 2026
Ketika Barang Bekas Menjelma Produk Bernilai Guna di Pameran Kreativitas Ignite Fest Kesbam 2026
Khas

Ketika Barang Bekas Menjelma Produk Bernilai Guna di Pameran Kreativitas Ignite Fest Kesbam 2026

KALA itu, pada hari keempat Ignite Fest, Kamis, 16 Juli 2026, kawasan di depan aula hingga halaman SMKS Kesehatan Bali...

by Dede Putra Wiguna
July 20, 2026
Genesis: Rahim Bumi, Rahim Kehidupan —[Membaca Karya Keramik Ida Ayu Gede Artayani]
Ulas Rupa

Genesis: Rahim Bumi, Rahim Kehidupan —[Membaca Karya Keramik Ida Ayu Gede Artayani]

"Kita tidak mewarisi bumi dari leluhur. Kita meminjamnya dari anak cucu." Kalimat yang sering dikutip dalam berbagai diskusi lingkungan itu...

by Angga Wijaya
July 20, 2026
Anak Sang Zaman —[Tafsir ‘Child in Time’ dari Deep Purple]
Ulas Musik

Anak Sang Zaman —[Tafsir ‘Child in Time’ dari Deep Purple]

DALAM musik rock, ada lagu-lagu yang tidak hanya didengar, tetapi direnungkan. Salah satunya adalah Child in Time dari band legendaris...

by Ahmad Sihabudin
July 20, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Trauma KUD dan Hasrat Politik 2029 Lewat KDMP

POLEMIK seputar Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) hingga kini belum juga surut. Namun the show must go on. Program andalan...

by Chusmeru
July 20, 2026
Nasib Antek-Antek Ronaldo dan Real Madrid di Piala Dunia 2026
Esai

Nasib Antek-Antek Ronaldo dan Real Madrid di Piala Dunia 2026

ISTILAH antek-antek Ronaldo bukan saya yang bikin. Saya mencurinya dari unggahan akun virdian_aurellio di media sosial. Waktu Argentina comeback melawan...

by Rusdy Ulu
July 20, 2026
Menelisik Napas Puisi di Bali, Ketika Kata-Kata Bertahan Melawan Zaman
Khas

Menelisik Napas Puisi di Bali, Ketika Kata-Kata Bertahan Melawan Zaman

DI Beranda Pustaka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII tahun 2026 yang dipenuhi percakapan hangat pada Sabtu (18/7), para penyair...

by Nyoman Budarsana
July 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co