11 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lahan Basah  Sebagai Ginjal Bumi

Doni Sugiarto Wijaya by Doni Sugiarto Wijaya
June 28, 2026
in Esai
Lahan Basah  Sebagai Ginjal Bumi

Lukisan Landscape With Goose berukuran panjang 42 cm dan lebar 35 cm.

PADA tanggal 14 Juni 2026, saya mengikuti acara kolaborasi Grab Bali Nusra dengan Bali Book Party. Museum Pasifika Nusa Dua adalah lokasi acara diselenggarakan. Siang hari,  sekitar jam 3 sore, cuaca relatif panas. Angin laut dari pantai sedikit membawa hawa sejuk, yang mana mengurangi rasa kegerahan. Saya bersama kawan kawan bali book party menunggu di ruang kafetaria dan taman museum yang berumput bernama Kobot Garden Venue. Bangunan besar di Kobot Garden Vanue menunjukkan gaya ukiran khas Bali pada pintu dan dindingnya . Memancarkan suasana Bali yang khas. Tiga puluh menit kemudian, pihak museum dan  koordinator Bali Book Party mengumumkan acara menjelajahi museum dimulai.

Museum pasifika memiliki sebanyak 600 Koleksi karya seni lukisan, ukiran dan patung. Merupakan karya  200 Seniman dari negara-negara Asia-Pasifik. Museum ini resmi berdiri tahun 2006. Popo Danes merupakan arsitek Bali yang merancang museum Pasifika. Moetaryanto P dan Philippe Augier adalah pendiri museum ini.

Menjelajahi museum bersama kawan-kawan Bali Book Party, saya memasuki galeri III yaitu galeri tempat menampilkan lukisan lukisan yang merupakan karya seniman Belanda yang pernah tinggal di Indonesia. Di  galeri III saya menjumpai lukisan berjudul Landscape with Goose. Merupakan Karya Arie Smit , seorang seniman asal Belanda. Karya lukis ini dibuat dengan cat akrilik di atas media kanvas.

Ketika mengamati karya ini dengan saksama, saya melihat warna-warni lukisan  yang terdiri dari hijau, biru dan putih. Bentuk-bentuk paling menonjol yang ada pada lukisan adalah rerumputan yang terendam air,  dua ekor angsa dan semak semak di tepi rerumputan terendam air.

Lukisan ini menggambarkan bentang lahan basah. Warna putih diantara warna hijau rerumputan menandakan pantulan dan pembiasan cahaya matahari pada  permukaan air yang tenang memperlihatkan warna mengkilap berfungsi sebagai cermin. Perbedaan indeks bias antara  udara dan air menciptakan pantulan yang menyerupai cermin. Warna pantulan yang bervariasi dari permukaan air relative tenang berasal dari gelombang kecil di permukaan air memecah pantulan sinar matahari menjadi titik-titik kilauan.

Lahan Basah

Pernahkan melihat rerumputan, semak dan pepohonan yang tumbuh di tanah dengan genangan air? Dimana akar , bagian bawah tanaman and bahan seluruh tanaman terendam air dan tetap tumbuh berembang?  Itulah lahan basah. Biasanya lahan basah berada di tempat yang lebih rendah dari sekeliling daratan. Sebagaimana air selalu mengalir dari tempat lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah, air akan mengisi tempat yang lebih rendah daripada sekelilingnya. Ini membuat lahan basah menjadi daerah peralihan antara lingkungan perairan permanen seperti sungai, danau dan laut dengan daratan yang memiliki drainase.

Salah satu keunikan lahan basah sebagai habitat peralihan adalah banyak serangga darat yang biasanya dijumpai di hutan , padang rumput dan pemukiman dan  serangga semi aquatic yang hidup di sungai dan danau secara bersama sama tinggal dan menggunakan habitat lahan basah1.

Wilayah lahan basah berkontribusi terhadap beragam manfaat sosial, biologis, ekologis dan ekonomi. Tak jauh dari museum Pasifika kita melihat dua jenis lahan basah yaitu padang lamun dan hutan bakau. Padang lamun dan hutan bakau berfungsi sebagai pelindung ekosistem pantai dari abrasi air laut. Akar dari padang lamun dan bakau menahan sedimen tanah sehingga stabil dan mencegah intrusi air laut ke darat sehingga menjaga air tanah di pemukiman dekat pesisir relatif aman digunakan. Tidak asin atau payau.  Jadi bakau dan lamun berfungsi sebagai hutan dan padang rumput di pesisir.

Bayangkan jika tanah tidak diselimuti rumput dan pohon. Air dan angin akan mengikis tanah sehingga terjadi tanah longsor karena tidak stabil dan hanyut ke tempat yang lebih rendah. Begitu pula pesisir dan laut yang kedalamannya kurang dari enam meter dimana lamun dan bakau tumbuh. Batang dan kanopi hijau pada lamun dan bakau berfungsi untuk memecah gelombang laut saat gelombang laut menghantam lamun dan bakau. Karena gelombang laut pecah , ini membuat daya erosinya lemah saat mencapai pesisir.  

Sebagaimana lahan basah yang terletak antara peralihan ekosistem darat dan akuatik, hutan bakau dan padang lamun berfungsi sebagai ginjal yaitu menyaring air yang berasal dari daratan yang sering berisi nitrat, zat kimia, sedimen dan limbah sebelum mencapai laut. Ini mengurangi polutan dan zat kimia yang mencapai laut. Ketika hutan bakau dan lamut dirusak, polutan dan sedimen langsung mengalir ke laut. Sehingga dasar laut tertutupi sedimen dalam jumlah melebihi batas layak dan permukaan laut deat pesisir menerima zat kimia secara berlebihan.

Pada ekosistem air tawar seperti sungai dan danau lahan basah bisa jadi jauh lebih penting sebab sungai dan danau merupakan air tawar yang sering jadi sumber air minum dan air untuk mandi dan mencuci. Air hujan yang jatuh ke lahan pertanian, jalan dan bangunan mengalir ke selokan yang mana selokan mengarah ke sungai dan danau. Air yang mengalir ini jelas mengandung berbagai zat kimia organik, inorganik dan sedimen. Kalau ini sampai di sungai dan danau sebelum disaring, sungai dan danau akan mengalami ledakan populasi ganggang yang mematikan biota sungai dan danau sebab sungai dan danau kelebihan nutrient. Menimbulkan bau tak sedap karena ganggang yang mati mengeluarkan gas metana.

Gas metana ini adalah sumber pemanasan global. Beda halnya jika air yang penuh nutrient mengalir ke lahan basah dahulu karena zat kimia organic dan inorganik digunakan oleh tanaman rawa , mikro organisme ,tanah dan biota rawa sehingga saat air mengalir dari rawa ke sungai dan danau, kadar zat kimia organik dan inorganik telah berkurang. Tanaman , mikroba dan hewan yang mati di rawa  terurai menadi unsur hara bagi tanah sehingga menyuburkan tanah. Sedimen yang mengalir sering menimbulkan pendangkalan sungai dan danau. Membuat perahu sulit menjelajahinya, sungai sulit berfungsi menggerakkan tenaga mikrohidro dan ikan yang butuh sungai dan danau dalam sulit hidup.

Air yang mengalir dari bangunan dan jalanan sering kali lebih hangat daripada air sungai dan danau karena bangunan dan jalanan menyerap panas jauh lebih banyak. Ketika air yang lebih hangat ini memasuki sungai dan danau, permukaan air sungai dan danau mengalami kenaikan suhu air yang drastis. Ini mengakibatkan ikan di sungai dan danau mati. Berbeda halnya jika air tersebut mengalir melewati lahan basah sebelum mencapai sungai dan danau sebab lahan basah mengurangi suhu air tersebut dengan melewati tanaman-tanaman yang tumbuh di lahan basah.

Lahan basah yang memperlambat aliran air dan ditambah dengan tanah berselimut vegetasi berfungsi untuk menampung air dan memulihkan air tanah. Air mendapat akses lebih banyak untuk menyerap ke dalam tanah.Ini jelas vital dalam menanggulangi banjir dan kekeringan secara bersamaan.  Inilah bukti lahan basah merupakan ginjal bumi.

Dari fungsi ekologis ini, lahan basah juga punya fungsi ekonomi. Sebagai tempat pembiakan ikan , kepiting dan udang, yang menjadi sumber protein, Bahan baku kerajinan tikar, dan anyaman dari alang-alang, dan bahan bangunan dari tanaman rawa lainnya. Sayuran dan buah sebagai makanan. Lalu, keragaman burung di lahan basah menjadi daya atraksi ekowisata selama kelestarian terjaga. Oleh karena itu, perlu pendekatan integratif dan interkonektivitas dalam mengelola lahan basah. Ekologi ekonomi, sosial, budaya dan hukum harus bersinergi. Ini bukanlah investasi jangka pendek, melainkan jangka panjang.[T]

 Sumber:

J.Mitsch, William. “Wetland: Human Use and Science.” Dalam buku berjudul Wetlands Fifth Edition, Chapter 1. New Jersey: Wiley & Sons,Inc.,Hoboken, 2015.

Penulis: Doni Sugiarto Wijaya
Editor: Adnyana Ole

Tags: alihfungsi lahanbumilingkunganSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

NGANDANG NGANJUH: ‘Unconscious Incompetence’ dalam Masyarakat Bali —Renungan Malam Kuningan

Next Post

Masalah Kita Bukan Kekurangan, Melainkan Pemborosan

Doni Sugiarto Wijaya

Doni Sugiarto Wijaya

Lulus Kuliah tahun 2017 dari Universitas Pendidikan Nasional jurusan ekonomi manajemen dengan IPK 3,54. Mendapat penghargaan Paramitha Satya Nugraha sebagai mahasiswa yang menulis skripsi dengan bahasa Inggris. Sejak tahun 2019 pertengahan bulan Oktober, Doni mulai belajar menulis di blog secara otodidak. Doni menulis untuk bersuara kepada publik mengenai isu isu lingkungan hidup, sosial dan satwa liar.

Related Posts

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
0
Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

Read moreDetails

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

by Angga Wijaya
October 10, 2026
0
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

Read moreDetails

China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

by Agung Sudarsa
October 10, 2026
0
China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

China yang Membuat Dunia Terpesona China hari ini sulit untuk tidak dikagumi. Dalam beberapa dekade, negeri itu berubah menjadi salah...

Read moreDetails

“In Money We Trust”, Kembalikan Baliku Padaku

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 9, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...

Read moreDetails

Kita Semua Sehat, Sampai Tubuh Menuntut Tagihannya

by Tri Nugroho Adi
October 8, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

KAPAN terakhir kali kita bertanya, "Gimana kabar mental gue hari ini?" Kita hafal jadwal servis motor. Kita ingat tanggal bayar...

Read moreDetails

Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 8, 2026
0
Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

MEMBACA selama ini kerap diposisikan sebagai keterampilan reseptif dalam pembelajaran bahasa. Bersama menyimak, membaca dipahami sebagai keterampilan untuk menerima bahasa,...

Read moreDetails

Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal

by Wayan Diana Putra
October 8, 2026
0
Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal

LOMBA ceng-ceng kreasi diselenggarakan oleh Kelurahan Kapal sebagai bagian dari rangkaian Porseni dan Jong Fest 2026. Sebagai salah satu tangkai...

Read moreDetails

Gen Alpha sebagai Penentu Destinasi Wisata

by Chusmeru
October 7, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MEMBINCANG pariwisata, nyaris tak pernah dibahas keberadaan generasi Alpha atau Gen Alpha. Padahal secara statistik Gen Alpha di Indonesia memiliki...

Read moreDetails

Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

by I Gede Yuni Eka Primawata
October 6, 2026
0
Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

PERNIKAHAN dalam kosmologi Hindu bukan sekadar sebuah legitimasi hukum sipil atau konsensus sosial sekuler antara dua individu. Lebih jauh, pernikahan...

Read moreDetails

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
0
Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

Read moreDetails
Next Post
Masalah Kita Bukan Kekurangan, Melainkan Pemborosan

Masalah Kita Bukan Kekurangan, Melainkan Pemborosan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin
Esai

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?
Ulas Rupa

Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

KITA yang terlampau serius atau memang ongkos sebuah industri adalah kekakuan kreatifitas. Barangkali unek-unek semacam ini yang berputar-putar di kepalaku...

by Made Chandra
October 10, 2026
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara
Esai

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

by Angga Wijaya
October 10, 2026
China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga
Esai

China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

China yang Membuat Dunia Terpesona China hari ini sulit untuk tidak dikagumi. Dalam beberapa dekade, negeri itu berubah menjadi salah...

by Agung Sudarsa
October 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

“In Money We Trust”, Kembalikan Baliku Padaku

SIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 9, 2026
Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik
Buku Tatkala

Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik

Judul: Sandyakalaning Demokrasi - Sekumpulan Esai Sosial dan Politik Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Teddy Chrisprimanata Putra ISBN: Masih...

by Buku Tatkala
October 9, 2026
 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki
Ulas Film

 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki

SUDAH bertahun-tahun semenjak film ini lahir, saya tak pernah sekalipun menonton film-film Ghibli. Karena terhalang kendala biaya, juga karena saya...

by Wisnu Oktaditya
October 9, 2026
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University
Persona

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya
Panggung

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Kita Semua Sehat, Sampai Tubuh Menuntut Tagihannya

KAPAN terakhir kali kita bertanya, "Gimana kabar mental gue hari ini?" Kita hafal jadwal servis motor. Kita ingat tanggal bayar...

by Tri Nugroho Adi
October 8, 2026
Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca
Esai

Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

MEMBACA selama ini kerap diposisikan sebagai keterampilan reseptif dalam pembelajaran bahasa. Bersama menyimak, membaca dipahami sebagai keterampilan untuk menerima bahasa,...

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 8, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co