8 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

NGANDANG NGANJUH: ‘Unconscious Incompetence’ dalam Masyarakat Bali —Renungan Malam Kuningan

Sugi Lanus by Sugi Lanus
June 27, 2026
in Esai
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Sugi Lanus

Kenapa jagat sosmed Bali semakin dijangkiti fenomena: Ngandang Nganjuh.

Secara harfiah, istilah ini menggambarkan tindakan yang melintang (ngandang) dan mendorong atau memaksakan diri maju (nganjuh).

Dalam konteks perilaku, istilah Ngandang Nganjuh disematkan kepada seseorang yang sebenarnya tidak memahami suatu perkara atau tidak memiliki keahlian, namun dengan sangat percaya diri mendesak masuk, memotong pembicaraan, mendebat asal mendebat, atau merasa paling tahu dalam sebuah forum. Di dunia medsos prilaku ini dicirikan dengan seringnya merekam diri mengomentari dan mendebat semua hal yang sebenarnya tidak ia pahami, tapi merasa diri ahli yang wajib didengar oleh masyarakat luas. Padahal, masyarakat yang memantau seperti sepakat jika omongan Si Ngandang Nganjuh ini isi hanya bualan dan semburan sampah yang muncuat dari kebingungannya sendiri.

Dunning-Kruger Effect — Fase Bodoh tapi Percaya Diri Penuh

Jika ditarik ke dalam ranah psikologi perkembangan kognitif modern, Ngandang Nganjuh adalah pengejawantahan sempurna dari fase Unconscious Incompetence (Ketidakmampuan yang Tidak Disadari).

Ini adalah fase di mana seseorang tidak hanya kekurangan informasi atau membawa informasi yang keliru, tetapi mereka juga sepenuhnya buta terhadap ketidaktahuan mereka sendiri. Celakanya, kebutaan kognitif ini sering kali memicu tingkat rasa percaya diri yang melambung tinggi—sebuah fenomena yang dalam dunia sains populer dikenal sebagai Dunning-Kruger Effect.

Akar Universal dan Manifestasi Lokal

Unconscious Incompetence bukanlah cacat kultural masyarakat Bali saja; ini adalah cacat bawaan dalam struktur kognitif seluruh umat manusia.

Namun, manifestasinya selalu mengambil bentuk sesuai dengan panggung budaya tempat manusia itu berpijak. Dalam masyarakat Bali yang kental dengan budaya komunal (krama), ruang-ruang diskusi seperti paruman (rapat desa), balai banjar, hingga ‘door-stop’ pejabat, kolom komentar media sosial lokal, menjadi arena di mana fenomena ‘Ngandang Nganjuh’ ini kerap makin kentara meluas di Bali.

Ketika sebuah isu sensitif mencuat—mulai dari tata ruang pariwisata, ritual keagamaan, hingga regulasi ekonomi kreatif—sering kali suara yang paling lantang bukan datang dari para ahli yang merunduk dalam kontemplasi, melainkan dari individu yang berada di puncak “Gunung Kebodohan” (Peak of Mount Stupid). Si Ngandang Nganjuh berbicara tanpa landasan data, mereduksi kompleksitas masalah, dan dengan keras kepala ‘nganjuh’ (memaksakan) argumennya yang ‘ngandang‘ (melintang/tidak nyambung).

Kenapa Makin Meluas di Bali?

Secara psikologis, ada dua faktor utama yang menyuburkan perilaku Ngandang Nganjuh di era modern:

  1. Media sosial memberikan akses instan terhadap cuplikan informasi. Seseorang yang membaca satu utas di X (Twitter), mendengar cuplikan berita FB, atau menonton video singkat di TikTok selama 30 detik merasa telah menguasai satu disiplin ilmu utuh. Mereka tidak tahu betapa dalamnya jurang keilmuan tersebut, sehingga mereka melompat langsung untuk berargumen.
  2. Kesadaran Da Ngaden Awak Bisa — Jangan Mengaku Diri Paham — sepertinya telah sirna di Bali. Sosmed memberikan panggung bahkan kepada si paling tidak paham untuk mengungkapkan pendapatnya. Ini memberikan peluang pada orang tidak berkompeten ingin terlihat dan merasa “harus” terlihat tahu segalanya. Mengakui kalimat “Tiang nenten uning” (Saya tidak tahu) kini dianggap menjatuhkan wibawa diri, sehingga opsi yang ditempuh adalah ‘nganjuh’ alias memaksakan diri kelihatan gagah dan kompeten — padahal hanya bermain drama di ruang medsos.

Mulat Sarira & Melajahang Dewek

Istilah ‘Ngandang Nganjuh’ lahir sebagai kritik sosial dan self critic dalam budaya Bali. Kebudayaan Bali sendiri sebenarnya telah menyediakan penawar internal yang sangat kuat untuk mengobati Unconscious Incompetence ini. Filosofi itu adalah Mulat Sarira (introspeksi diri secara mendalam).

Ketika seseorang mempraktikkan ‘Mulat Sarira’, ia dituntun naik dari fase Unconscious Incompetence menuju Conscious Incompetence —sebuah fase krusial di mana manusia dengan berani dan jujur berkata: “Saya sadar bahwa saya belum tahu banyak hal.”

Dalam tradisi intelektual Bali tradisional, proses belajar dinamakan sebagai usaha untuk Melajahang Dewek (membuka diri untuk pembelajaran diri). Seseorang yang benar-benar belajar akan menyadari bahwa realitas itu berlapis-lapis. Kesadaran inilah yang melahirkan timbang rasa secara kognitif: menghargai perspektif orang lain karena tahu dan sadar akan keterbatasan diri sendiri.

Eling ring Dewek

Ungkapan ‘Ngandang Nganjuh’ adalah tamparan yang tajam bagi orang Bali yang merasa diri paham, padahal “beginner” dan sedang menyebarkan informasi dan opini sesat. Ungkapan ‘Ngandang-Nganjuh’ mendeskripsikan betapa memprihatinkan jika seseorang mengedepankan diri sendiri dengan jalan melintang menghalang jalan orang lain demi memuaskan ego ketidaktahuannya.

Menghadapi era informasi yang kian bising, tantangan terbesar masyarakat modern—termasuk masyarakat Bali—bukan lagi memerangi buta aksara, melainkan memerangi ilusi pengetahuan.

Orang yang sudah mulai sadar diri akan segera menyudahi dorongan untuk bersikap ‘ngandang-nganjuh’ dalam hal-hal yang tidak kita kuasai. Sebaliknya, mari kita kembali duduk di balai-balai banjar pemikiran kita, melakukan Mulat Sarira, dan dengan lapang dada membuka ruang bagi diri kita masing-masing untuk tidak terjebak ‘Ngandang-Nganjuh’, dan berlapang dada membelajarkan diri sebelum berkomentar baik di ranah keluarga ataupun di ranah sosmed atau ranah lainnya.

Semoga renungan malam Kuningan bukan merefleksikan diri penulisnya ‘Ngandang-Nganjuh’: Selamat Hari Raya Kuningan. Waras Seger Oger. Rahayu. [T]

Tags: balifilosofi bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tergopoh-gopoh di Hari Kuningan

Next Post

Lahan Basah  Sebagai Ginjal Bumi

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Gen Alpha sebagai Penentu Destinasi Wisata

by Chusmeru
October 7, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MEMBINCANG pariwisata, nyaris tak pernah dibahas keberadaan generasi Alpha atau Gen Alpha. Padahal secara statistik Gen Alpha di Indonesia memiliki...

Read moreDetails

Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

by I Gede Yuni Eka Primawata
October 6, 2026
0
Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

PERNIKAHAN dalam kosmologi Hindu bukan sekadar sebuah legitimasi hukum sipil atau konsensus sosial sekuler antara dua individu. Lebih jauh, pernikahan...

Read moreDetails

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
0
Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

Read moreDetails

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
0
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

Read moreDetails

Penyair Kelas Teri

by Arief Rahzen
October 4, 2026
0
Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

Read moreDetails

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails
Next Post
Lahan Basah  Sebagai Ginjal Bumi

Lahan Basah  Sebagai Ginjal Bumi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Permata Bali — Kumpulan Cerita Pendek
Buku Tatkala

Permata Bali — Kumpulan Cerita Pendek

Judul: Permata Bali -- kumpulan cerita pendek Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Putu Oka Sukanta ISBN: Masih dalam proses...

by Buku Tatkala
October 7, 2026
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa
Opini

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Gen Alpha sebagai Penentu Destinasi Wisata

MEMBINCANG pariwisata, nyaris tak pernah dibahas keberadaan generasi Alpha atau Gen Alpha. Padahal secara statistik Gen Alpha di Indonesia memiliki...

by Chusmeru
October 7, 2026
10 Perspektif tentang Bali dalam Pameran Seni di Sthala Ubud
Pameran

10 Perspektif tentang Bali dalam Pameran Seni di Sthala Ubud

SUDAH mengunjungi pameran Ten Ubud Local Artists di Sthala Ubud Bali? Jumlah karya yang disajikan tidak terlalu banyak memang, namun...

by Nyoman Budarsana
October 7, 2026
Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi
Esai

Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

PERNIKAHAN dalam kosmologi Hindu bukan sekadar sebuah legitimasi hukum sipil atau konsensus sosial sekuler antara dua individu. Lebih jauh, pernikahan...

by I Gede Yuni Eka Primawata
October 6, 2026
Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra
Esai

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop
Panggung

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik
Ulas Musik

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co