30 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

NGANDANG NGANJUH: ‘Unconscious Incompetence’ dalam Masyarakat Bali —Renungan Malam Kuningan

Sugi Lanus by Sugi Lanus
June 27, 2026
in Esai
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Sugi Lanus

Kenapa jagat sosmed Bali semakin dijangkiti fenomena: Ngandang Nganjuh.

Secara harfiah, istilah ini menggambarkan tindakan yang melintang (ngandang) dan mendorong atau memaksakan diri maju (nganjuh).

Dalam konteks perilaku, istilah Ngandang Nganjuh disematkan kepada seseorang yang sebenarnya tidak memahami suatu perkara atau tidak memiliki keahlian, namun dengan sangat percaya diri mendesak masuk, memotong pembicaraan, mendebat asal mendebat, atau merasa paling tahu dalam sebuah forum. Di dunia medsos prilaku ini dicirikan dengan seringnya merekam diri mengomentari dan mendebat semua hal yang sebenarnya tidak ia pahami, tapi merasa diri ahli yang wajib didengar oleh masyarakat luas. Padahal, masyarakat yang memantau seperti sepakat jika omongan Si Ngandang Nganjuh ini isi hanya bualan dan semburan sampah yang muncuat dari kebingungannya sendiri.

Dunning-Kruger Effect — Fase Bodoh tapi Percaya Diri Penuh

Jika ditarik ke dalam ranah psikologi perkembangan kognitif modern, Ngandang Nganjuh adalah pengejawantahan sempurna dari fase Unconscious Incompetence (Ketidakmampuan yang Tidak Disadari).

Ini adalah fase di mana seseorang tidak hanya kekurangan informasi atau membawa informasi yang keliru, tetapi mereka juga sepenuhnya buta terhadap ketidaktahuan mereka sendiri. Celakanya, kebutaan kognitif ini sering kali memicu tingkat rasa percaya diri yang melambung tinggi—sebuah fenomena yang dalam dunia sains populer dikenal sebagai Dunning-Kruger Effect.

Akar Universal dan Manifestasi Lokal

Unconscious Incompetence bukanlah cacat kultural masyarakat Bali saja; ini adalah cacat bawaan dalam struktur kognitif seluruh umat manusia.

Namun, manifestasinya selalu mengambil bentuk sesuai dengan panggung budaya tempat manusia itu berpijak. Dalam masyarakat Bali yang kental dengan budaya komunal (krama), ruang-ruang diskusi seperti paruman (rapat desa), balai banjar, hingga ‘door-stop’ pejabat, kolom komentar media sosial lokal, menjadi arena di mana fenomena ‘Ngandang Nganjuh’ ini kerap makin kentara meluas di Bali.

Ketika sebuah isu sensitif mencuat—mulai dari tata ruang pariwisata, ritual keagamaan, hingga regulasi ekonomi kreatif—sering kali suara yang paling lantang bukan datang dari para ahli yang merunduk dalam kontemplasi, melainkan dari individu yang berada di puncak “Gunung Kebodohan” (Peak of Mount Stupid). Si Ngandang Nganjuh berbicara tanpa landasan data, mereduksi kompleksitas masalah, dan dengan keras kepala ‘nganjuh’ (memaksakan) argumennya yang ‘ngandang‘ (melintang/tidak nyambung).

Kenapa Makin Meluas di Bali?

Secara psikologis, ada dua faktor utama yang menyuburkan perilaku Ngandang Nganjuh di era modern:

  1. Media sosial memberikan akses instan terhadap cuplikan informasi. Seseorang yang membaca satu utas di X (Twitter), mendengar cuplikan berita FB, atau menonton video singkat di TikTok selama 30 detik merasa telah menguasai satu disiplin ilmu utuh. Mereka tidak tahu betapa dalamnya jurang keilmuan tersebut, sehingga mereka melompat langsung untuk berargumen.
  2. Kesadaran Da Ngaden Awak Bisa — Jangan Mengaku Diri Paham — sepertinya telah sirna di Bali. Sosmed memberikan panggung bahkan kepada si paling tidak paham untuk mengungkapkan pendapatnya. Ini memberikan peluang pada orang tidak berkompeten ingin terlihat dan merasa “harus” terlihat tahu segalanya. Mengakui kalimat “Tiang nenten uning” (Saya tidak tahu) kini dianggap menjatuhkan wibawa diri, sehingga opsi yang ditempuh adalah ‘nganjuh’ alias memaksakan diri kelihatan gagah dan kompeten — padahal hanya bermain drama di ruang medsos.

Mulat Sarira & Melajahang Dewek

Istilah ‘Ngandang Nganjuh’ lahir sebagai kritik sosial dan self critic dalam budaya Bali. Kebudayaan Bali sendiri sebenarnya telah menyediakan penawar internal yang sangat kuat untuk mengobati Unconscious Incompetence ini. Filosofi itu adalah Mulat Sarira (introspeksi diri secara mendalam).

Ketika seseorang mempraktikkan ‘Mulat Sarira’, ia dituntun naik dari fase Unconscious Incompetence menuju Conscious Incompetence —sebuah fase krusial di mana manusia dengan berani dan jujur berkata: “Saya sadar bahwa saya belum tahu banyak hal.”

Dalam tradisi intelektual Bali tradisional, proses belajar dinamakan sebagai usaha untuk Melajahang Dewek (membuka diri untuk pembelajaran diri). Seseorang yang benar-benar belajar akan menyadari bahwa realitas itu berlapis-lapis. Kesadaran inilah yang melahirkan timbang rasa secara kognitif: menghargai perspektif orang lain karena tahu dan sadar akan keterbatasan diri sendiri.

Eling ring Dewek

Ungkapan ‘Ngandang Nganjuh’ adalah tamparan yang tajam bagi orang Bali yang merasa diri paham, padahal “beginner” dan sedang menyebarkan informasi dan opini sesat. Ungkapan ‘Ngandang-Nganjuh’ mendeskripsikan betapa memprihatinkan jika seseorang mengedepankan diri sendiri dengan jalan melintang menghalang jalan orang lain demi memuaskan ego ketidaktahuannya.

Menghadapi era informasi yang kian bising, tantangan terbesar masyarakat modern—termasuk masyarakat Bali—bukan lagi memerangi buta aksara, melainkan memerangi ilusi pengetahuan.

Orang yang sudah mulai sadar diri akan segera menyudahi dorongan untuk bersikap ‘ngandang-nganjuh’ dalam hal-hal yang tidak kita kuasai. Sebaliknya, mari kita kembali duduk di balai-balai banjar pemikiran kita, melakukan Mulat Sarira, dan dengan lapang dada membuka ruang bagi diri kita masing-masing untuk tidak terjebak ‘Ngandang-Nganjuh’, dan berlapang dada membelajarkan diri sebelum berkomentar baik di ranah keluarga ataupun di ranah sosmed atau ranah lainnya.

Semoga renungan malam Kuningan bukan merefleksikan diri penulisnya ‘Ngandang-Nganjuh’: Selamat Hari Raya Kuningan. Waras Seger Oger. Rahayu. [T]

Tags: balifilosofi bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tergopoh-gopoh di Hari Kuningan

Next Post

Lahan Basah  Sebagai Ginjal Bumi

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

by Agung Sudarsa
October 29, 2026
0
Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

Potensi Manusia dan Lingkungan yang Membentuknya Kisah Alvin Tedjo menarik untuk direnungkan, bukan semata-mata karena ia merupakan keturunan Indonesia yang...

Read moreDetails

Dari Ujian Menuju Kedewasaan: Saat  Cinta Tidak Lagi Menuntut Kesempurnaan

by Tri Nugroho Adi
October 29, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Tidak semua masalah dalam hubungan dapat diselesaikan dengan percakapan ringan atau kompromi sederhana. Fase Ujian Perjalanan relasi cinta pasangan yang...

Read moreDetails

Tembok Besar Indonesia Itu Bernama Etnosentrisme [Catatan Hari Sumpah Pemuda]

by Chusmeru
October 28, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BANYAK yang mengira, setelah Sumpah Pemuda tahun 1928 persoalan bangsa yang majemuk ini telah selesai. Banyak pula yang berharap, setelah...

Read moreDetails

Sudah di Lajur Kiri, Malah Mau Disalip dari Kiri

by Angga Wijaya
October 27, 2026
0
Sudah di Lajur Kiri, Malah Mau Disalip dari Kiri

BERKENDARA di jalanan Denpasar dan Badung, Bali, belakangan ini membuat saya ketar-ketir. Saya beberapa kali mengalami situasi ketika sudah berkendara...

Read moreDetails

Bulan Bahasa: Jangan Hanya Ramai di Atas Panggung

by I Wayan Yudana
October 27, 2026
0
Bulan Bahasa: Jangan Hanya Ramai di Atas Panggung

Oktober selalu menjadi bulan istimewa bagi dunia pendidikan. Sekolah-sekolah menyelenggarakan Bulan Bahasa melalui berbagai kegiatan, mulai dari lomba membaca puisi,...

Read moreDetails

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
0
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

Read moreDetails

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

Read moreDetails

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
0
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

Read moreDetails

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails
Next Post
Lahan Basah  Sebagai Ginjal Bumi

Lahan Basah  Sebagai Ginjal Bumi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu
Esai

Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

Potensi Manusia dan Lingkungan yang Membentuknya Kisah Alvin Tedjo menarik untuk direnungkan, bukan semata-mata karena ia merupakan keturunan Indonesia yang...

by Agung Sudarsa
October 29, 2026
Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam
Panggung

Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam

BAGAIMANA menuliskan luka yang sulit diungkapkan? Ketika trauma, kehilangan, dan ketidakadilan terasa begitu berat, mampukah kata-kata menggambarkan pengalaman yang menyakitkan...

by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia
Panggung

Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia

PERAGAAN busana yang mengusung konsep tekstil berkelanjutan tampil memikat dalam Labdanation Fashion Week Season III di panggung terbuka Sira Village,...

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan
Khas

Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan

ALUNAN lembut gamelan gangsa dan moncong reong berpadu dengan tembang-tembang klasik nan sakral, menghadirkan suasana khidmat yang sarat nuansa spiritual....

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
Melancaran ke Desa Les: Melihat Les dari Sisi yang Lain
Liputan Khusus

Pemberdayaan Produk Lokal Setelah Desa Les Diganjar Penghargaan ADWI 2024

“MAKANYA, pengembangannya lebih kepada CBT sebenarnya—Community Based Tourism.” Nyoman Nadiana, yang akrab disapa Don Rare, mengucapkan kalimat itu ketika menjelaskan...

by Jaswanto
October 29, 2026
Luncurkan “Penasaran”, Henry Manampiring Ingin Marah-Marah Lewat Cerpen
Panggung

Luncurkan “Penasaran”, Henry Manampiring Ingin Marah-Marah Lewat Cerpen

SELAMA ini Henry Manampiring dikenal sebagai penulis nonfiksi, terutama melalui Filosofi Teras yang mengupas filsafat Stoikisme. Namun, lewat kumpulan cerpen...

by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Ujian Menuju Kedewasaan: Saat  Cinta Tidak Lagi Menuntut Kesempurnaan

Tidak semua masalah dalam hubungan dapat diselesaikan dengan percakapan ringan atau kompromi sederhana. Fase Ujian Perjalanan relasi cinta pasangan yang...

by Tri Nugroho Adi
October 29, 2026
B-GIDME 2026 Hadirkan 46 Karya dari 52 Desainer Lima Negara
Pameran

B-GIDME 2026 Hadirkan 46 Karya dari 52 Desainer Lima Negara

Bali-Global Innovative Design Map Exhibition (B-GIDME) 2026 resmi dibuka pada Senin, 26 Oktober 2026, di Neka Art Museum (NAM), Ubud,...

by Nyoman Budarsana
October 28, 2026
Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya
Panggung

Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya

GUNAWAN Wicaksono membawakan tokoh Purusada dengan riasan tebal, didominasi garis merah dan hitam yang mempertegas wajahnya. Matanya melotot, suaranya menggelegar...

by tatkala
October 28, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Tembok Besar Indonesia Itu Bernama Etnosentrisme [Catatan Hari Sumpah Pemuda]

BANYAK yang mengira, setelah Sumpah Pemuda tahun 1928 persoalan bangsa yang majemuk ini telah selesai. Banyak pula yang berharap, setelah...

by Chusmeru
October 28, 2026
Taksi Ferrari-Lamborghini ala Kawah Ijen
Tualang

Taksi Ferrari-Lamborghini ala Kawah Ijen

MENDENGAR kata Ferrari atau Lamborghini, bayangan kita mungkin langsung tertuju pada mobil mewah berharga selangit dengan fitur-fitur canggih. Namun, Ferrari...

by Kadek Sri Widiastuti
October 28, 2026
Panji Lestari, Wanita Tani, dan Warga Penggerak Desa Wisata Panji
Liputan Khusus

Panji Lestari, Wanita Tani, dan Warga Penggerak Desa Wisata Panji

“DI DESA PANJI, kami tidak menjual pemandangan, kami menjual cara hidup.” Kalimat itu ditulis Jro Mangku Made Ariawan, Perbekel Desa...

by Jaswanto
October 28, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co