31 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ketegangan dan Sukacita dalam Simulasi Menjadi Anak Asrama Baru di SMA Taruna Mandara

I Kadek Dandy Kusuma by I Kadek Dandy Kusuma
December 27, 2022
in Khas
Ketegangan dan Sukacita dalam Simulasi Menjadi Anak Asrama Baru di SMA Taruna Mandara

Simulasi Menjadi Anak Asrama Baru di SMA Taruna Mandara

PERNAHKAH KALIAN BERPIKIR, jika lulus sekolah nanti ke mana harus melanjutkan jenjang pendidikan? Hal itu aku rasakan ketika aku lulus dari jenjang Sekolah Menengah Pertama.

Ya, memang sih, walaupun ada sekolah yang dekat dengan rumah, akan tetapi ketika mendengar teman-teman membicarakan sekolah favorit dan juga sekolah impian masing-masing, aku hanya bisa terdiam dan mengangguk sambil senyum sedikit.

Ketika mendengar bahwa ada pengumuman penerimaan siswa baru sekolah asrama, pandanganku pun tertuju pada pengumuman itu. Setelah mendengar beberapa ketentuan dan juga persyaratan yang dibutuhkan, aku langsung bergegas untuk menyiapkan syarat-syarat yang dibutuhkan oleh sekolah itu.

Syarat-syarat yang sudah ditentukan aku kumpulkan hari demi hari sebelum seleksi penerimaan siswa baru dimulai, baik itu dari persiapan diri, belajar sampai latihan fisik di rumah.

Sekolah asrama yang aku maksud ialah salah satu sekolah asrama yang baru berdiri pada tahun 2018, bernaung di bawah Yayasan Mandara Sejati dan dinamakan SMA Taruna Mandara. Jadi secara kebetulan aku masuk pada tahun 2018 dan merupakan angkatan pertama yang akan masuk di sekolah tersebut.

Seleksi penerimaan siswa baru akan berlangsung selama tiga hari yang disebut dengan bootcamp dan di sinilah dimulainya awal simulasi menjadi anak asrama baru, Pada hari pertama kami akan melakukan registrasi awal dengan didampingi orang tua sebagai penanggungjawab. Setelah itu calon siswa dipersilakan untuk masuk ke dalam ruangan kecil untuk melakukan tes urine serta pengecekan badan dan kesehatan. Nah pada pengecekan badan ini calon siswa diminta untuk telanjang alias buka baju dan celana untuk mengetahui kondisi fisik dari calon siswa.

Hadirnya lingkungan serta suasana yang baru membuat badanku merasa gemetar dan penuh dengan rasa kekhawatiran karena ini merupakan pengalaman pertamaku memasuki jenjang pendidikan SMA. Dalam hati aku berpikir, “Ini tes untuk mencari polisi atau mencari sekolah sih?”

Tes dan juga seleksi yang diselenggarakan memang benar-benar seperti mencari sekolah kepolisian.

Ternyata ketika aku bertanya kepada guru-guru di SMA Taruna Mandara, mereka mengatakan bahwa sekolah asrama SMA Taruna Mandara adalah salah satu sekolah yang menerapkan sistem kemiliteran dan kepolisian.

“Tidak hanya berpatokan pada pembelajaran, sekolah Taruna Mandara juga membentuk karakter dan pendidikan berbasis kesadaran diri,” ucap Meliani selaku guru dari SMA Taruna Mandara.

>>>

Selama bootcamp, aku menjadi banyak mendapatkan pelajaran, pengalaman, serta bagaimana pentingnya memaknai hidup yang sebenarnya. Mulai dari cara berjalan hingga makan pun ada etikanya, memang sulit tetapi jika dijalani dengan teman-teman yang lain akan terasa ringan.

Kami diajarkan untuk hidup dengan jiwa korsa, jadi satu orang yang membuat kesalahan maka yang lain akan ikut salah. Bayangkan saja ketika calon siswa berasal dari daerah yang berbeda-beda tentunya memiliki sifat yang berbeda-beda. Namun hal itu akan terbiasa jika dijalani dengan sepenuh hati dan saling merangkul satu sama lain.

Banyak hal yang lucu terjadi selama bootcamp, mulai dari peraturan mandi berbarengan sampai melihat teman yang lupa memakai handuk dan akhirnya memakai lap motor untuk mengeringkan badannya, hahaha. Maksud dari mandi berbarengan ini bukan laki-laki dan wanita dijadikan satu ya, karena taka da siswa perempuan di sekolah itu.

Seusai mandi kami akan bergegas untuk persiapan apel makan malam. Tidak seperti makan di rumah yang tinggal ambil nasi, lauk dan tinggal makan, melainkan ketika makan seperti anak asrama kita akan diajarkan untuk makan yang benar dan juga cara duduk yang tegak.

Slogannya seperti ini “Sendok yang mencari bibir, bukan bibir yang mencari sendok”. Bukan hanya itu, waktu yang diberikan untuk makan pun terbatas, jadi bayangkan saja bagaimana caranya supaya tidak ada suara lain selain bunyi sendok pada saat makan.

Kegiatan selanjutnya adalah apel untuk istirahat malam, apel ini bertujuan untuk mengabsen semua anggota calon siswa, dan calon siswa akan dibagi menjadi 5 Pleton/kelompok yang berjumlah masing-masing 30 orang. Waktu yang ditunjukkan untuk istirahat malam ialah pukul 21.00 malam.

 “Hmm, biasanya sih anak-anak di luar jam segini masih main-main keluar, ini malah udah tidur,” ucapku dalam hati.

Pada pukul 04.15 pagi, calon siswa akan dibangunkan dengan tanda terompet yang menandakan waktu tidur sudah usai. Calon siswa disuruh bergegas untuk mengikuti tes fisik, sebelum melakukan tes fisik seperti biasa gerakan yang dilakukan ialah pemanasan agar badan dan juga tubuh kita menjadi tidak kaku. Setelah itu baru akan diarahkan untuk kumpul di beberapa titik sesuai dengan pleton yang dibagi, tes fisik yang dilaksanakan diantaranya ialah lari 12 menit keliling sekolah, push up, sit up, dan juga back up.

Tes fisik bukan merupakan hal yang sulit bagiku, terlebih lagi di rumah aku sering melakukan aktivitas berolahraga, jadi di dalam tes fisik ini dapat aku lalui dengan lancar dan sempurna. Setelah tes fisik selanjutnya akan ada tes akhir yaitu tes akademik yang akan berlangsung pada pukul 07:30. Nah, di dalam tes akademik ini ada beberapa mata pelajaran di antaranya Matematika, Pendidikan Kewarganegaraan, dan Bahasa.

Aku bukan tipe orang yang pandai dalam hal akademik, tapi di dalam pikiran terdapat dorongan yang mengatakan aku harus bisa melewati ini dan membuat orang tua bangga karena masuk sekolah asrama adalah tujuanku.

Pada saat semua tes berakhir, aku hanya berusaha, pasrah, dan berdoa agar diberi kelancaran. Pada saat guru mengumumkan siapa yang akan lolos menjadi siswa, dalam hati hanya bisa pasrah dan rasa deg-degan yang tiada henti. Pada saat satu persatu nama dipanggil, ternyata namaku ada di antara semua calon siswa yang lolos menjadi calon taruna SMA Taruna Mandara.

Perasaan senang, sedih dan haru pecah pada saat itu, mengingat senangnya karena lolos seleksi, dan juga sedihnya akan berpisah dengan orang tua dirumah. Tantangan kedepannya akan lebih berat, aktivitas bootcamp selama tiga hari akan berubah menjadi tiga tahun selama menempuh pendidikan di sekolah asrama.

Dengan hidup di asrama aku akan lebih tahu bagaimana pentingnya memaknai hidup yang sebenarnya, pelajaran yang aku dapatkan selama tiga tahun selalu aku terapkan hingga saat ini, baik itu dari sikap maupun etika. Jadi, sukses bukan berasal dari mana latar belakang orang tersebut, melainkan sukses itu berasal dari bagaimana usaha yang dilakukan oleh orang tersebut, semua orang pastinya memiliki impian dan juga sekolah yang diinginkan jadi semua orang dapat meraihnya. [T]

Kepala SMAN Bali Mandara I Nyoman Darta Purnabakti | Inilah Sosok dan Liku Pendidikannya
Pasek Nurhyang, Alumni SMAN Bali Mandara: Kecilnya Kerja Bikin “Payas Penjor”, Kini Dokter Muda
Menyemai Asa di Ufuk Timur – Catatan dari Bootcamp di SMAN Bali Mandara
Tags: Pendidikansekolah asramaSMA Taruna Mandara
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

KUHP Baru, Tahun Politik dan Media | Catatan Akhir Tahun PWI Pusat

Next Post

Refleksi Keluarga Dalam Kumpulan Cerpen “Politik Kasur, Dengkur dan Kubur” Karya I Made Suarbawa

I Kadek Dandy Kusuma

I Kadek Dandy Kusuma

Related Posts

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails
Next Post
Refleksi Keluarga Dalam Kumpulan Cerpen “Politik Kasur, Dengkur dan Kubur” Karya I Made Suarbawa

Refleksi Keluarga Dalam Kumpulan Cerpen "Politik Kasur, Dengkur dan Kubur" Karya I Made Suarbawa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Apakah Buku Fisik Masih Asik?
Esai

Apakah Buku Fisik Masih Asik?

KITA mungkin mengingat bahwa pandemi membekaskan banyak hal dalam kehidupan hari ini. Saat-saat dimana secara fisik tubuh kita diharuskan terpisah...

by Made Chandra
August 31, 2026
Dongeng Sebelum Tidur: Simfoni Abu-Abu di Pelataran Kota
Esai

Dongeng Sebelum Tidur: Simfoni Abu-Abu di Pelataran Kota

KOTA ini tidak pernah benar-benar tidur; ia hanya ditenangkan oleh dongeng-dongeng yang ditulis oleh jemari tak berwajah. Di atas aspalnya...

by Wayan Gde Yudane
August 31, 2026
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan
Tualang

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
Berhenti Menjadikan Hidup Sebagai Ruang Tunggu
Esai

Berhenti Menjadikan Hidup Sebagai Ruang Tunggu

SEMAKIN kita menginginkan sesuatu, semakin jelas pula rasanya bahwa kita tidak memilikinya. Ada ironi yang cukup melelahkan dalam cara kerja...

by T.H. Hari Sucahyo
August 31, 2026
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana
Khas

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan
Khas

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
Perkara Anarkis dan Anarkistis
Bahasa

Perkara Anarkis dan Anarkistis

Pernahkah Anda berpikir bahwa kata anarkis dan anarkistis itu sama saja? Walaupun kedua kata anarkis dan anarkistis sudah banyak ditulis,...

by I Made Sudiana
August 30, 2026
Anak-anak yang Beruntung: Mendengar Cerita Klasik Barat atau Cerita Klasik Timur?
Esai

Anak-anak yang Beruntung: Mendengar Cerita Klasik Barat atau Cerita Klasik Timur?

SAYA memiliki seorang keponakan perempuan, ia kini memasuki umur 5 tahun. Beberapa bulan terakhir keponakan saya mulai belajar membaca, menggabungkan...

by Teguh Wahyu Pranata,
August 30, 2026
Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto
Cerpen

Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

Sahabatku, Di tempatku yang baru kini, jauh dari pelukan kabut tebal dan wangi dupa Hyang Dwipa, aku sering duduk terdiam...

by Ari Murdimanto
August 30, 2026
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas
Puisi

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

by Supali Kasim
August 30, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [8]: Ketika AI Ikut Menulis: Kata-kata Tanpa Manusia

SETIAP era memiliki ancamannya masing-masing terhadap proses berpikir yang dalam. Pada masa otoritarianisme, ancamannya adalah sensor. Negara menentukan apa yang...

by Andre Syahreza
August 30, 2026
Apa yang (Sebaiknya) Kita Bicarakan saat Membicarakan Masa Depan Transportasi Publik di Bali?
Esai

Apa yang (Sebaiknya) Kita Bicarakan saat Membicarakan Masa Depan Transportasi Publik di Bali?

KAMI duduk di ruangan auditorium. Di atas panggung, seorang moderator memandu diskusi dengan empat orang narasumber yang secara bergantian memaparkan...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co