3 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ketegangan dan Sukacita dalam Simulasi Menjadi Anak Asrama Baru di SMA Taruna Mandara

I Kadek Dandy Kusuma by I Kadek Dandy Kusuma
December 27, 2022
in Khas
Ketegangan dan Sukacita dalam Simulasi Menjadi Anak Asrama Baru di SMA Taruna Mandara

Simulasi Menjadi Anak Asrama Baru di SMA Taruna Mandara

PERNAHKAH KALIAN BERPIKIR, jika lulus sekolah nanti ke mana harus melanjutkan jenjang pendidikan? Hal itu aku rasakan ketika aku lulus dari jenjang Sekolah Menengah Pertama.

Ya, memang sih, walaupun ada sekolah yang dekat dengan rumah, akan tetapi ketika mendengar teman-teman membicarakan sekolah favorit dan juga sekolah impian masing-masing, aku hanya bisa terdiam dan mengangguk sambil senyum sedikit.

Ketika mendengar bahwa ada pengumuman penerimaan siswa baru sekolah asrama, pandanganku pun tertuju pada pengumuman itu. Setelah mendengar beberapa ketentuan dan juga persyaratan yang dibutuhkan, aku langsung bergegas untuk menyiapkan syarat-syarat yang dibutuhkan oleh sekolah itu.

Syarat-syarat yang sudah ditentukan aku kumpulkan hari demi hari sebelum seleksi penerimaan siswa baru dimulai, baik itu dari persiapan diri, belajar sampai latihan fisik di rumah.

Sekolah asrama yang aku maksud ialah salah satu sekolah asrama yang baru berdiri pada tahun 2018, bernaung di bawah Yayasan Mandara Sejati dan dinamakan SMA Taruna Mandara. Jadi secara kebetulan aku masuk pada tahun 2018 dan merupakan angkatan pertama yang akan masuk di sekolah tersebut.

Seleksi penerimaan siswa baru akan berlangsung selama tiga hari yang disebut dengan bootcamp dan di sinilah dimulainya awal simulasi menjadi anak asrama baru, Pada hari pertama kami akan melakukan registrasi awal dengan didampingi orang tua sebagai penanggungjawab. Setelah itu calon siswa dipersilakan untuk masuk ke dalam ruangan kecil untuk melakukan tes urine serta pengecekan badan dan kesehatan. Nah pada pengecekan badan ini calon siswa diminta untuk telanjang alias buka baju dan celana untuk mengetahui kondisi fisik dari calon siswa.

Hadirnya lingkungan serta suasana yang baru membuat badanku merasa gemetar dan penuh dengan rasa kekhawatiran karena ini merupakan pengalaman pertamaku memasuki jenjang pendidikan SMA. Dalam hati aku berpikir, “Ini tes untuk mencari polisi atau mencari sekolah sih?”

Tes dan juga seleksi yang diselenggarakan memang benar-benar seperti mencari sekolah kepolisian.

Ternyata ketika aku bertanya kepada guru-guru di SMA Taruna Mandara, mereka mengatakan bahwa sekolah asrama SMA Taruna Mandara adalah salah satu sekolah yang menerapkan sistem kemiliteran dan kepolisian.

“Tidak hanya berpatokan pada pembelajaran, sekolah Taruna Mandara juga membentuk karakter dan pendidikan berbasis kesadaran diri,” ucap Meliani selaku guru dari SMA Taruna Mandara.

>>>

Selama bootcamp, aku menjadi banyak mendapatkan pelajaran, pengalaman, serta bagaimana pentingnya memaknai hidup yang sebenarnya. Mulai dari cara berjalan hingga makan pun ada etikanya, memang sulit tetapi jika dijalani dengan teman-teman yang lain akan terasa ringan.

Kami diajarkan untuk hidup dengan jiwa korsa, jadi satu orang yang membuat kesalahan maka yang lain akan ikut salah. Bayangkan saja ketika calon siswa berasal dari daerah yang berbeda-beda tentunya memiliki sifat yang berbeda-beda. Namun hal itu akan terbiasa jika dijalani dengan sepenuh hati dan saling merangkul satu sama lain.

Banyak hal yang lucu terjadi selama bootcamp, mulai dari peraturan mandi berbarengan sampai melihat teman yang lupa memakai handuk dan akhirnya memakai lap motor untuk mengeringkan badannya, hahaha. Maksud dari mandi berbarengan ini bukan laki-laki dan wanita dijadikan satu ya, karena taka da siswa perempuan di sekolah itu.

Seusai mandi kami akan bergegas untuk persiapan apel makan malam. Tidak seperti makan di rumah yang tinggal ambil nasi, lauk dan tinggal makan, melainkan ketika makan seperti anak asrama kita akan diajarkan untuk makan yang benar dan juga cara duduk yang tegak.

Slogannya seperti ini “Sendok yang mencari bibir, bukan bibir yang mencari sendok”. Bukan hanya itu, waktu yang diberikan untuk makan pun terbatas, jadi bayangkan saja bagaimana caranya supaya tidak ada suara lain selain bunyi sendok pada saat makan.

Kegiatan selanjutnya adalah apel untuk istirahat malam, apel ini bertujuan untuk mengabsen semua anggota calon siswa, dan calon siswa akan dibagi menjadi 5 Pleton/kelompok yang berjumlah masing-masing 30 orang. Waktu yang ditunjukkan untuk istirahat malam ialah pukul 21.00 malam.

 “Hmm, biasanya sih anak-anak di luar jam segini masih main-main keluar, ini malah udah tidur,” ucapku dalam hati.

Pada pukul 04.15 pagi, calon siswa akan dibangunkan dengan tanda terompet yang menandakan waktu tidur sudah usai. Calon siswa disuruh bergegas untuk mengikuti tes fisik, sebelum melakukan tes fisik seperti biasa gerakan yang dilakukan ialah pemanasan agar badan dan juga tubuh kita menjadi tidak kaku. Setelah itu baru akan diarahkan untuk kumpul di beberapa titik sesuai dengan pleton yang dibagi, tes fisik yang dilaksanakan diantaranya ialah lari 12 menit keliling sekolah, push up, sit up, dan juga back up.

Tes fisik bukan merupakan hal yang sulit bagiku, terlebih lagi di rumah aku sering melakukan aktivitas berolahraga, jadi di dalam tes fisik ini dapat aku lalui dengan lancar dan sempurna. Setelah tes fisik selanjutnya akan ada tes akhir yaitu tes akademik yang akan berlangsung pada pukul 07:30. Nah, di dalam tes akademik ini ada beberapa mata pelajaran di antaranya Matematika, Pendidikan Kewarganegaraan, dan Bahasa.

Aku bukan tipe orang yang pandai dalam hal akademik, tapi di dalam pikiran terdapat dorongan yang mengatakan aku harus bisa melewati ini dan membuat orang tua bangga karena masuk sekolah asrama adalah tujuanku.

Pada saat semua tes berakhir, aku hanya berusaha, pasrah, dan berdoa agar diberi kelancaran. Pada saat guru mengumumkan siapa yang akan lolos menjadi siswa, dalam hati hanya bisa pasrah dan rasa deg-degan yang tiada henti. Pada saat satu persatu nama dipanggil, ternyata namaku ada di antara semua calon siswa yang lolos menjadi calon taruna SMA Taruna Mandara.

Perasaan senang, sedih dan haru pecah pada saat itu, mengingat senangnya karena lolos seleksi, dan juga sedihnya akan berpisah dengan orang tua dirumah. Tantangan kedepannya akan lebih berat, aktivitas bootcamp selama tiga hari akan berubah menjadi tiga tahun selama menempuh pendidikan di sekolah asrama.

Dengan hidup di asrama aku akan lebih tahu bagaimana pentingnya memaknai hidup yang sebenarnya, pelajaran yang aku dapatkan selama tiga tahun selalu aku terapkan hingga saat ini, baik itu dari sikap maupun etika. Jadi, sukses bukan berasal dari mana latar belakang orang tersebut, melainkan sukses itu berasal dari bagaimana usaha yang dilakukan oleh orang tersebut, semua orang pastinya memiliki impian dan juga sekolah yang diinginkan jadi semua orang dapat meraihnya. [T]

Kepala SMAN Bali Mandara I Nyoman Darta Purnabakti | Inilah Sosok dan Liku Pendidikannya
Pasek Nurhyang, Alumni SMAN Bali Mandara: Kecilnya Kerja Bikin “Payas Penjor”, Kini Dokter Muda
Menyemai Asa di Ufuk Timur – Catatan dari Bootcamp di SMAN Bali Mandara
Tags: Pendidikansekolah asramaSMA Taruna Mandara
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

KUHP Baru, Tahun Politik dan Media | Catatan Akhir Tahun PWI Pusat

Next Post

Refleksi Keluarga Dalam Kumpulan Cerpen “Politik Kasur, Dengkur dan Kubur” Karya I Made Suarbawa

I Kadek Dandy Kusuma

I Kadek Dandy Kusuma

Related Posts

“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
0
“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...

Read moreDetails

Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak

by Emi Suy
November 1, 2026
0
Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak

SEBUAH kota tidak hanya dibangun dari beton, aspal, jembatan, dan gedung-gedung yang meninggi. Ada sesuatu yang tidak selalu terlihat dalam...

Read moreDetails

Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846-1950 — Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek

by Wahyu Mahaputra
October 30, 2026
0
Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846-1950 — Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek

SETIDAKNYA 7,05 juta wisatawan mancanegara melintasi pintu gerbang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai setiap tahunnya. Bali telah lama...

Read moreDetails

Pekan CERIA di Jimbaran, Merawat Alam dan Budaya dari Imajinasi Anak-Anak

by Nyoman Budarsana
October 30, 2026
0
Pekan CERIA di Jimbaran, Merawat Alam dan Budaya dari Imajinasi Anak-Anak

WAJAH-wajah polos penuh semangat memenuhi Jimbaran Hub, Kuta Selatan, Badung, Bali, pada Kamis pagi, 29 Oktober 2026. Sisa air hujan...

Read moreDetails

Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
0
Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan

ALUNAN lembut gamelan gangsa dan moncong reong berpadu dengan tembang-tembang klasik nan sakral, menghadirkan suasana khidmat yang sarat nuansa spiritual....

Read moreDetails

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
0
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

Read moreDetails

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
0
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

Read moreDetails

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails
Next Post
Refleksi Keluarga Dalam Kumpulan Cerpen “Politik Kasur, Dengkur dan Kubur” Karya I Made Suarbawa

Refleksi Keluarga Dalam Kumpulan Cerpen "Politik Kasur, Dengkur dan Kubur" Karya I Made Suarbawa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026
Esai

Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026

PADA hari ketika manusia diajak menegakkan pagar, sebuah panggung kebudayaan justru dibuka selebar-lebarnya. Rabu, 4 November 2026, menjadi sebuah momentum...

by I Gusti Made Darma Putra
November 2, 2026
Poem by Sugi Lanus | Yamuna
Poetry

Poem by Sugi Lanus | Yamuna

My Yamuna, I bow down to your love,which has kept me awake while drowning in your flow for thousands of...

by Sugi Lanus
November 2, 2026
Bentrok Tafsir: Ketika Teks Membelah Persepsi — Membicarakan Cerpen “Ketika Kentongan Dipukul di Balai Banjar” karya I Nyoman Rasta Sindhu
Kritik Sastra

Bentrok Tafsir: Ketika Teks Membelah Persepsi — Membicarakan Cerpen “Ketika Kentongan Dipukul di Balai Banjar” karya I Nyoman Rasta Sindhu

SATU cerpen mampu menghasilkan dua tafsir yang saling bertolak belakang. Fenomena ini muncul dan menarik perhatian saya ketika melakukan penilaian...

by I Kadek Adhi Dwipayana
November 2, 2026
Hal-Hal Tak Biasa dari Lontar “Kidung Bhuwana Wināśa” sebagai “Memory of the World”
Kritik Sastra

Hal-Hal Tak Biasa dari Lontar “Kidung Bhuwana Wināśa” sebagai “Memory of the World”

Sejarah Ditulis oleh Korban yang Kalah Karya sastra Kidung Bhuwana Wināśa ‘Nyanyian Kehancuran Dunia’ yang ditulis oleh Ida Pedanda Ngurah...

by Putu Eka Guna Yasa
November 2, 2026
Musik, Agama dan Politik
Esai

Musik, Agama dan Politik

ADA sebuah pertanyaan sederhana yang menggelitik di tengah polemik konser Andrea Bocelli di Indonesia: apakah musik itu punya identitas agama...

by Agung Sudarsa
November 2, 2026
Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur
Pameran

Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur

SUASANA ARTOTEL Sanur Bali tampak ramai pada Jumat (30/10/2026). Sejumlah pengunjung, baik masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara, terlihat mengamati berbagai...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional
Khas

“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama
Panggung

Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama

Sekitar 6.000 pengunjung menghadiri hari pertama Jembrana Creative Festival (JCF) 2026 di Taman Pecangakan, Negara, Sabtu (31/10/2026). Berdasarkan catatan panitia,...

by tatkala
November 1, 2026
Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026
Bahasa

Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026

SAYA merasa bangga dan terharu melihat pemuda Bali dalam ajang Konferensi Pemuda Bali (KPB 2026). Betapa tidak, tagar #PemudaBersuaraBerdaya ini membuat...

by I Made Sudiana
November 1, 2026
Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik
Esai

Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

ADA yang ganjil dalam kehidupan demokrasi kita ketika identitas mahasiswa dapat dipakai sebagaimana seseorang mengenakan kostum untuk memainkan sebuah peran....

by I Ketut Suar Adnyana
November 1, 2026
Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual
Esai

Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual

SETIAP kali melihat lukisan sapi, ingatan saya selalu kembali ke masa kecil di Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali....

by I Wayan Artika
November 1, 2026
Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak
Khas

Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak

SEBUAH kota tidak hanya dibangun dari beton, aspal, jembatan, dan gedung-gedung yang meninggi. Ada sesuatu yang tidak selalu terlihat dalam...

by Emi Suy
November 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co