12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kepala SMAN Bali Mandara I Nyoman Darta Purnabakti | Inilah Sosok dan Liku Pendidikannya

tatkala by tatkala
May 31, 2022
in Khas
Kepala SMAN Bali Mandara I Nyoman Darta Purnabakti | Inilah Sosok dan Liku Pendidikannya

I Nyoman Darta | Sumber: Sampul Buku "Belajar dari I Nyoman Darta"

I Nyoman Darta, kepala SMAN Bali Mandara yang bisa disebut guru legendaris itu, memasuki masa purnabakti per 31 Mei 2022. Ia meninggalkan SMAN Bali Mandara ketika sekolah itu sedang panas-panasnya dibincangkan dalam diskusi, juga pada polemik di media sosial dan media massa.

Mulai tahun ajaran 2022/2023 SMAN Bali Mandara yang dikhususkan bagi siswa miskin dengan sistem pendidikan berasrama akan diubah menjadi sekolah biasa, atau menjadi sekolah regular, sama seperti sekolah-sekolah lainnya.

Ada pro dan kontra soal perubahan status ini, tapi tulisan ini tak akan membicarakan soal pro dan kontra itu. Tulisan ini akan fokus pada sosok I Nyoman Darta, seorang guru pada namanya cukup dikenal seiring dengan terkenalnya SMAN Bali Mandara di dunia pendidikan.

Pada saat pensiun, guru-guru di SMAN Bali Mandara menuliskan kesan dan pesannya terhadap Nyoman Darta. Tulisan itu dibukukan dengan judul “Belajar dari I Nyoman Darta”. Sebanyak 27 guru menuliskan kesan mereka dalam buku itu. Dalam tulisan itu semua guru seakan menempatkan Nyoman Darta sebagai sumber inspirasi dan sebagai sumber menimba ilmu. Bukan saja ilmu dalam dunia pendidikan, melainkan juga ilmu dalam menjalankan kehidupan.

***

Cita-cita Jadi Dokter

Nyoman Darta adalah kepala sekolah dengan banyak prestasi. Tak banyak yang membantah soal itu.

Ia mendapatkan Satya Lencana Pendidikan dari Presiden. Kisah kepemimpinannya sebagai kepala sekolah yang inspiratif diapresiasi dalam acara diskusi khusus dengan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim.

Nyoman Darta lahir dari pasangan petani I Nyoman Rengkeg dan Ni Nyoman Nyemprog di Desa Tiyinggading, Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan pada tanggal 20 Mei 1962.

Kehidupan masa kecilnya penuh kesederhanaan layaknya keluarga petani di desa pada masa itu. Ia merupakan anak ke-3 dari 4 bersaudara yang kedua orang tuanya merupakan buta huruf.

Semua saudaranya tidak ada yang melanjutkan ke jenjang SMP, hanya beliau yang bersikeras untuk dapat terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. 

Ia menjalani masa pendidikan formal pertama di desa kelahirannya di SD Negeri 2 Tiyinggading. Semangat belajarnya telah mulai terlihat pada masa pendidikan dasar ini hingga menyelesaikan pendidikan tahun 1974 dan melanjutkan ke SMPN 1 Bajera.

Untuk dapat belajar dengan baik sewaktu SMP, ia memutuskan untuk kost di sekitar sekolah. Waktu itu, ia hanya diperkenankan membayar satu bulan saja sepanjang kost karena sudah dianggap anak olah tuan rumah. Nyoman Darta membantu apa pun pekerjaan tuan rumah seperti ke sawah.

Ketika belajar di SMPN 1 Bajera, ia  dididik oleh kepala sekolah yang sangat disiplin bernama Nyoman Dedeh. Tanpa disadari, hasil didikan ini mampu membentuk karakternya hingga sering memperoleh langganan juara dari 1, 2, 3, secara bergiliran.  

Setelah tamat SMP tahun 1977, ia sempat kebingungan dalam menentukan pilihan ke jenjang pendidikan lanjutan. Ada tiga pilihan sekolah saat itu, yakni SMA, STM, dan Sekolah Pertanian.

Ia bercita-cita menjadi dokter. Tapi ia tak tahu jenjang pendidikan mana yang harus ditempuh agar cita-citanya itu bisa dicapai.

Karena senang juga dengan ilmu ukur dan aljabar, akhirnya guru ilmu ukur yang mengarahkannya ia masuk STM. Bimbingan karier di masa ini juga dianggapnya sangat terbatas diperoleh dalam mewujudkan cita-cita ini hingga memutuskan memilih melanjutkan ke STM Negeri Denpasar.  

Bekerja atau Kuliah?

Di STM Negeri Denpasar ia memilih Jurusan Listrik dengan pola pendidikan di sana 80% praktik dan 20% teori. Kala itu, ia banyak bertugas untuk memasang instalasi listrik di rumah-rumah atau di jalan-jalan.

Akhirnya, ia menyelesaikan pendidikan di STM pada tahun 1981. Karena juga berprestasi di masa pendidikan STM, ia diterima  bekerja di Sulawesi sekaligus diterima kuliah di Politeknik Negeri Yogyakarta. Hanya saja karena tidak diizinkan olah orang tua sebagai anak laki-laki satu-satunya untuk bekerja ke Sulawesi, ia memilih ke Politeknik Negeri Yogyakarata.

Akan tetapi, ada batu sandungan untuk berkuliah di sini. Sebagai anak desa, ia tidak dibuatkan akta kelahiran oleh orang tuanya sebagai syarat administrasi kuliah di sana. Ia pun beralih kuliah ke FKIP UNUD Singaraja.

Sempat Tidur di Emper Toko

Kuliah di FKIP Unud Singaraja (sekarang bernama Undiksha) dilalui dengan penuh perjuangan. Mengawali mulai mendaftar, beliau berangkat ke Singaraja pada pagi hari untuk mencari formulir pendaftaran kuliah. Hal ini ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Formulir pendaftaran yang baru diterima pada sore hari karena berebut dengan para pelamar lainnya, menyebabkan dia terkatung-katung di Singaraja karena kemalaman tidak bisa pulang ke Tabanan.

Ia pun memutuskan tidur di emper toko tepatnya di perempatan pasar Singaraja sebelum ditemukan oleh teman SMP-nya. Akhirnya, dia diterima juga pada Jurusan Fisika di FKIP Unud Singaraja. Semangat belajarnya semasa kuliah ini tergolong tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan raihan IP-nya di akhir studi kuliah pada tahun 1986 yang tergolong tinggi.

Selanjutnya, awal kariernya sebagai guru dimulai tahun 1988, setelah dua kali gagal mencoba peruntungan melamar menjadi dosen. Ia diangkat pertama kali sebagai guru di SMA Saraswati Seririt.

Kepala Sekolah Saat Muda

Baru dua tahun menjadi guru, ia sudah diberikan tugas tambahan sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Akademik. Raihan beberapa prestasi dalam bidang komputer ketika itu, mengantarkannya pada kesempatan Tes Calon Kepala Sekolah di Mataram dan lulus tahun 1994. Namun, karena usianya amat muda sehingga ia belum dipercaya memimpin sebuah sekolah.

Sampai pada tahun 1998 baru diberikan kesempatan menjadi Kepala Sekolah di SMAN 1 Sawan di usia 36 tahun. Kepemimpinannya masih diragukan kala itu karena umumnya para kepala sekolah sudah berusia rata-rata jauh lebih tua dan dianggap matang.

Kesempatan memulai karier sebagai kepala sekolah SMAN 1 Sawan tidak disia-siakannya. Yang dia tunjukkan adalah dedikasi, keuletan, kompetensi, dan kepemimpinan yang sepenuh hati hingga dapat diterima dan mampu memajukan sekolah ini.

Tahun 2001 ia dipindahkan ke SMA Negeri 1 Seririt. Di sekolah ini ia anggap sebagai sekolah dengan input yang agak keras. Keras yang dimaksud adalah sekolah banyak input siswanya berasal dari wilayah yang sering ada gesekan antar desa.

Kemampuan memimpinnya pun diuji. Hal ini ia siasati dengan memilih para wakasek dari desa yang berbeda dengan tujuan dapat meredam konflik jika terjadi gesekan yang melibatkan siswa. Di sekolah ini pun dia bisa dikatakan berhasil memajukan sekolah dengan beberapa capaian prestasi tingkat nasional.

Pada tahun 2004 ia dipindahkan lagi ke SMA Negeri 1 Singaraja, sebuah sekolah favorit di Kabupaten Buleleng. Di sekolah ini, banyak prestasi yang telah diraihnya, termasuk para siswanya. Dengan input yang dianggap baik karena melalui proses seleksi akademik, program “Sapu Bersih” yang dia canangkan untuk menyapu bersih podium setiap kejuaraan dan perlombaan tergolong sukses. Hal ini ia canangkan karena sekolah dengan input yang baik tentunya perlu ditargetkan lebih tinggi dengan target raihan juara di berbagai ajang.

Menjadi Kepala SMAN Bali Mandara

Tahun 2011 atas bujukan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali ketika itu, ia menyanggupi pindah ke SMA Negeri Bali Mandara. Sebuah sekolah yang jauh dari perkotaaan yang khusus menerima siswa miskin di Bali. Ia menyanggupinya karena merasa kapan lagi dapat melayani siswa miskin kalau tidak dimulai sekarang.

Karena sekolah berasrama, tantangan di sekolah ini dibilang cukup berat karena tanggung jawabnya dua, yaitu: nyawa dan mutu. Tanggung jawab nyawa yang dimaksud adalah siswa yang tinggal di asrama dititipkan oleh orang tuanya untuk dijaga sehingga identik dengan menitipkan nyawa anak mereka.

Di sekolah ini, walaupun sekolah baru, dia mampu menjalankan roda kepemimpinannya hingga akhirnya sekolah mampu bergerak lebih cepat dan bersaing dengan sekolah-sekolah lainnya. Prestasi siswanya juga sangat baik. Walaupun menerima siswa dengan keterbatasan ekonomi, mampu diantarkan hingga meraih prestasi yang terbilang banyak di berbagai tingkat, termasuk tingkat internasional.

Inilah sekolah terakhir yang dipimpinnya hingga akhirnya pensiun pada 31 Mei 2022. Meski sudah pension, namanya tetap akan dikenang seiring dengan dikenangnya keberadaan SMAN Bali Mandara sampai bertahun-tahun kemudian. [T][Adnyana Ole]

  • Dikutip dan diolah dari buku “Belajar dari I Nyoman Darta”

______

15 Fakta SMAN Bali Mandara yang Perlu Anda Ketahui

Tags: PendidikanSMAN Bali Mandara
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

BELAJAR DARI DESA PEDAWA: RATU SURAT-MELAYU & RATU NGURAH MELAYU

Next Post

Sistem Persekolahan Bali Mandara: Pembasmi Kemiskinan Absolut | Tinjauan Ekonomi Politik

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails
Next Post
Kawasan Wisata Mandalika, Kawasan “Beyond” Bali

Sistem Persekolahan Bali Mandara: Pembasmi Kemiskinan Absolut | Tinjauan Ekonomi Politik

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co