18 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Refleksi Keluarga Dalam Kumpulan Cerpen “Politik Kasur, Dengkur dan Kubur” Karya I Made Suarbawa

Narenthy Satya Dewi. by Narenthy Satya Dewi.
December 27, 2022
in Ulas Buku
Refleksi Keluarga Dalam Kumpulan Cerpen “Politik Kasur, Dengkur dan Kubur” Karya I Made Suarbawa

Buku kumpulan cerpen Politik Kasur Dengkur dan Kubur

KUMPULAN CERPEN “Politik Kasur, Dengkur dan Kubur” merupakan buku yang ditulis oleh I Made Suarbawa. Sebuah buku kumpulan cerpen yang sebagian besar mengangkat cerita mengenai  keluarga.

Cerpen ini mengajak pembaca untuk  merasa lebih dekat dengan kehidupan pengarang. Dilihat dari apa yang menjadi landasan pengarang lebih memilih untuk mengangkat tema keluarga pada cerpen tersebut, mungkin bagi pengarang cerita-cerita buku cerpen “Politik Kasur,Dengkur dan Kubur” adalah refleksi dari gambaran keluarga yang pernah pengarang temui ataupun pengarang sendiri yang mengalami cerita tersebut.

Berbagai konflik yang dialami tokoh dalam cerpen di buku ini sangat beragam, mulai dari pertengkaran suami istri di dalam cerpen “Secangkir Kopi Pagi” yang terasa sangat dekat dengan kehidupan nyata. Bahkan beberapa cerpen yang mengandung humor seperti cerpen “Langkah Besar Suri“ yang membuat pembaca merasa terhibur dan juga heran dengan tokoh Suri yang mencoba menjadi pahlawan bagi keluarganya namun lupa akan apa yang sudah dimilikinya.

Cerita  di dalam kumpulan cerpen karya Made Suarbawa ini tidak hanya sekedar fantasi semata, namun juga mengandung kisah-kisah nyata yang sering terjadi  di dalam kehidupan dan juga masyarakat. 

Dalam buku  “Politik Kasur,Dengkur, dan Kubur” ini terdapat sebelas cerpen dengan jumlah halaman 114 lembar. Permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh tokoh dalam cerpen-cerpen di dalamnya  pun juga banyak mengambil dari kehidupan sehari-hari.

Dalam buku ini pengarang banyak mengangkat tema keluarga serta permasalahan yang sering dihadapi oleh suami- istri. Hal yang paling menonjol adalah buku cerpen ini banyak sekali menggunakan tokoh laki-laki sebagai tokoh utamanya. Namun tidak sedikit juga Made Suarbawa menggunakan tokoh utama perempuan di beberapa cerpennya seperti cerpen yang berjudul “Langkah Besar Suri dan Kawan Tiba (Suatu) Senja” yang ceritanya sangat menarik untuk dibaca.

Cerpen dalam buku “Politik Kasur,Dengkur, dan Kubur” karya Made Suarbawa ini sangat menguras emosi pembaca, seperti halnya roller coaster yang membuat emosi pembaca menjadi naik turun. Yang pada awalnya pembaca disuguhi oleh cerita yang sedih kemudian cerpen selanjutnya dibuat lebih lucu sehingga pembaca merasa terhibur.

Bahkan ada pula cerpen yang mengajak pembaca untuk serius dan tetap fokus agar dapat memahami isi buku cerpen ini, seperti cerpen yang berjudul “Menanti Senyum Pelangi” yang membuat kita harus fokus memahami isi ceritanya.

Cerpen-cerpen dalam buku ini membuat pembaca menjadi sadar, konflik harus dibuat senyata mungkin agar bisa menggelitik pikiran serta merenungkan pesan yang ingin disampaikan oleh pembaca. Begitupun juga yang bisa membangunkan pembaca / penulisnya dari rasa nyaman itu sendiri. Di dalam buku cerpen ini, pengarang sering menggambarkan cerita yang banyak ditemui di kehidupan sehari-hari.

Penggambaran pasangan suami istri di dalam cerpen sangat romantis seolah-olah tokoh di dalam cerpen dihadiri sosok penulis, karena sebagian besar cerpen yang terdapat dalam buku kumpulan cerpen ini menceritakan tentang keluarga yang tidak jauh dari cerita-cerita di masyarakat yang sering kita temui.

Seperti halnya cerpen “Secangkir Kopi Pagi” yang mengisahkan seorang laki-laki bertengkar dengan istrinya hanya karena persoalan kopi. Permasalahannya pun dibuat semakin besar dan serius hingga tokoh dibuat sangat frustasi. Sebenarnya masalahnya hanya sepele namun malah dibuat rumit oleh tokoh itu sendiri. Namun di akhir cerita istrinya menjelaskan penyebab timbulnya permasalahan tersebut seperti dalam kutipan berikut:

“Jangankan kata sayang bahkan secangkir kopi pun mulutmu tidak pernah sudi memintanya dariku.”

Permasalahan diakhiri dengan penjelasan Reni kepada suaminya Kayan yang membuat cerita makin mengharukan.

Pada awalnya, saat melihat judul buku ini pembaca mungkin akan merasa kurang minat untuk membaca cerpen ini. Sebab pengarang memilih menggunakan judul “Politik” yang membuat cerpen kurang diminati terutama pada zaman sekarang ini.

Namun, Made Suarbawa sangat berani memakai judul tersebut yang dibumbui dengan kata kasur,dengkur dan kubur yang membuat pembaca bertanya-tanya apa hubungan hal tersebut dengan politik, yang membuat pembaca menjadi penasaran.

Bahkan setelah dibaca pun, ceritanya ternyata sangat menarik seperti cerpen yang berjudul “Kisah Peniup Seruling” misalnya, pembaca seolah-olah seperti menonton orang yang sedang mendongeng. Hal itu karena cara pengarang yang menyampaikan cerpen seperti tanya- jawab hingga cerpen itu selesai.

Cerita yang sesungguhnya sederhana ini diramu dengan dialog tanya-jawab yang terkesan monoton, tetapi penulis cukup lihai menyusunnya sehingga pembaca menjadi penasaran dan membaca hingga usai. 

Dalam buku cerpen ini pengarang banyak menggunakan istilah-istilah dalam bahasa Bali namun pengarang membuat kata-kata itu tersusun rapi dan menarik sehingga pembaca tidak merasa bosan untuk membacanya. Bahasa yang digunakan mudah dipahami oleh pembaca meskipun ada kata sulit dari bahasa Bali seperti pada cerpen yang berjudul “Politik Kasur dan Dengkur” namun pengarang telah menambahkan kata kunci di bawahnya sehingga makna yang ingin disampaikan oleh pengarang dapat diserap oleh pembaca.

Meski beberapa cerita memiliki tema yang sederhana, bahkan terkadang terlihat  klise, misalnya pada cerpen yang berjudul “Anak Pertama Kita” yang menceritakan soal diskriminasi anak perempuan dalam keluarga di Bali, namun pengarang memiliki teknik penyelesaian sendiri yang sangat bagus dan tidak bisa ditebak.

Saat sepasang suami istri yang bahagia atas kelahiran anak pertama mereka, namun di sisi lain anak perempuan tidak membuat keluarga besar mereka bahagia karena penerus keluarga hanya berhak kepada anak laki-laki saja.

Seperti halnya sekarang, anak perempuan masih dianggap remeh yang terpenting adalah kelahiran anak laki-laki bahkan hal ini masih sering terjadi di masyarakat. Pengarang juga dapat menyelesaikan cerpen tersebut dengan santai namun juga menimbulkan keharuan dan pesan terselubung yang cukup mendalam kepada pembaca.

Secara keseluruhan buku kumpulan cerpen berjudul “Politik Kasur,Dengkur dan Kubur” karya Made Suarbawa yang diterbitkan Mahima Institute Indonesia ini sangat bagus, baik dari segi jalan ceritanya maupun penulisan dan visualisasi yang digambarkan di dalamnya.

Ceritanya sangat ringkas dan juga tidak bertele-tele dengan alur yang sederhana. Karakter tokoh yang digambarkan sudah cukup kuat disampaikan oleh penulis. Seperti cerpen yang berjudul “Langkah Besar Suri” yang ceritanya digambarkan lucu oleh penulis, akan lebih baik apabila ditampilkan dengan humor- humor yang lebih berwarna dan mendominasi.

Atau seperti cerita cerpen “Anak Kita Selamat” yang mampu menguras emosi pembaca akan lebih baik lagi bila ditambahkan dengan hal-hal yang menyimbolkan kesedihan serta kecemasan yang tidak hanya monoton itu saja. Ada beberapa cerpen juga yang diceritakan cukup panjang seperti cerpen “Balada Lumpur dan Seorang Petani” yang membuat pembaca kurang memahami isi ceritanya, sehingga para pembaca harus membaca berulang-kali agar mampu menangkap pesan yang terkandung di dalam cerpen tersebut.

Buku cerpen ini sangat menarik untuk dibaca oleh berbagai kalangan dan begitu banyak pesan yang dapat kita petik dari cerpen tersebut. Keluarga adalah orang-orang yang paling dekat dengan kita tentu saja cerita dalam kumpulan cerpen ini memiliki daya tarik sendiri bagi pembaca.[T]

Representasi Laut dalam Kumpulan Puisi “Upacara Terakhir” Karya GM Sukawidana
Ngurah Parsua dan Karyanya: Prosa yang Reflektif, Puisi yang Jernih
Dunia Penuh Luka Dalam Kumpulan Cerpen “Luka Batu” Karya Komang Adnyana
Tags: Bukubuku kumpulan cerpenCerpenresensi bukusastraUniversitas PGRI Mahadewa Indonesia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketegangan dan Sukacita dalam Simulasi Menjadi Anak Asrama Baru di SMA Taruna Mandara

Next Post

Prambanan Tidak Hanya Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso

Narenthy Satya Dewi.

Narenthy Satya Dewi.

Lahir di Jangu, 29 April 2002. Menempuh pendidikan di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia mengambil jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daera. Suka mendengarkan musik dan membaca novel. Contact: narenthysatya29@gmail.com . IG: narenthysatyadewi

Related Posts

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
0
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

Read moreDetails

Makassar yang Sempat Terabaikan

by Moch. Ferdi Al Qadri
April 16, 2026
0
Makassar yang Sempat Terabaikan

Judul: Makasssar Nol Kilometer Penulis: Anwar J. Rahman, dkk. Penerbit: Tanahindie Press Tahun: 2014 Halaman: xviii + 255 MAKASSAR-NYA satu,...

Read moreDetails

Menggugat Kanon, Mengarsip yang Obskur

by Farhan M. Adyatma
March 27, 2026
0
Menggugat Kanon, Mengarsip yang Obskur

Judul: Terdepan, Terluar, Tertinggal: Antologi Puisi Obskur Indonesia 1945-2045 Penulis: Martin Suryajaya Penerbit: Anagram Tahun terbit: Agustus 2020 Jumlah halaman:...

Read moreDetails

‘Coming Up For Air’, Menghirup Udara yang Tak Lagi Sama

by Radha Dwi Pradnyani
March 25, 2026
0
‘Coming Up For Air’, Menghirup Udara yang Tak Lagi Sama

Judul: Menghirup Udara Segar Judul Asli: Coming Up For Air Penulis: George Orwell Penerjemah: Berliani M. Nugraha Tahun Terbit: 2021...

Read moreDetails

Tubuh, Ingatan, dan Sebuah Paradoks —Membaca Kembali ‘Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer’

by Inno Koten
March 22, 2026
0
Tubuh, Ingatan, dan Sebuah Paradoks —Membaca Kembali ‘Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer’

YANG orang ingat dari Pramoedya Ananta Toer (Pram) adalah ikhtiarnya untuk menyelamatkan martabat manusia. Ia menulis tentang mereka yang kalah,...

Read moreDetails

Di Hati Kami Orang Indonesia —Perempuan Swiss di Sumatra dan Jawa Selama 25 tahun: 1920-1945

by Sigit Susanto
March 17, 2026
0
Di Hati Kami Orang Indonesia —Perempuan Swiss di Sumatra dan Jawa Selama 25 tahun: 1920-1945

Judul: Im Herzen waren wir Indonesier Penulis: Gret Surbeck Penerbit: Limmat Verag, 2007 Tebal: 508 Bahasa : Jerman Christa Miranda, menemukan...

Read moreDetails

Membaca Luka Digital dan Kegelisahan Zaman  —Ulasan Buku Puisi ‘Anak-anak Luka di Dunia Maya’ Karya Yahya Umar

by Dian Suryantini
March 13, 2026
0
Membaca Luka Digital dan Kegelisahan Zaman  —Ulasan Buku Puisi ‘Anak-anak Luka di Dunia Maya’ Karya Yahya Umar

SASTRA sering kali menjadi cermin paling jujur bagi kehidupan sosial. Sastra tidak selalu menyampaikan fakta dalam bentuk angka, statistik, atau...

Read moreDetails

Ingatan, Kehilangan, dan Perlawanan dalam ‘Laut Bercerita’

by Muhammad Khairu Rahman
March 8, 2026
0
Ingatan, Kehilangan, dan Perlawanan dalam ‘Laut Bercerita’

NOVEL Laut Bercerita karya Leila S. Chudori merupakan salah satu karya sastra Indonesia kontemporer yang menghadirkan luka sejarah sebagai ruang...

Read moreDetails

Sugianto Membongkar Bali

by Wayan Esa Bhaskara
March 8, 2026
0
Sugianto Membongkar Bali

Judul Buku    : Aib Penulis          : I Made Sugianto Penerbit        : Pustaka Ekspresi Cetakan         : Pertama, Januari 2026 Tebal              :...

Read moreDetails

Catatan Kecil Tentang ‘Dokter Gila’ Karya Putu Arya Nugraha

by Putu Lina Kamelia
February 28, 2026
0
Catatan Kecil Tentang ‘Dokter Gila’ Karya Putu Arya Nugraha

Judul Buku : Dokter Gila Penulis : dr. Putu Arya Nugraha Penerbit : Tatkala Tahun : 2025 RUMAH itu mungil...

Read moreDetails
Next Post
Prambanan Tidak Hanya Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso

Prambanan Tidak Hanya Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan
Pendidikan

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan

KETUA MPR RI, Ahmad Muzani memberikan Kuliah Umum Kebangsaan kepada sivitas akademika Institut Mpu Kuturan (IMK) pada Jumat (15/5) sore....

by Son Lomri
May 15, 2026
Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo
Esai

Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo

“The man who wears the shoe knows best that it pinches and where it pinches, even if the expert shoemaker...

by Faris Widiyatmoko
May 15, 2026
Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali
Liputan Khusus

Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali

LIMA tahun lalu, kawan saya, Dian Suryantini—jurnalis sekaligus akademisi yang tinggal di Singaraja, Bali—bercerita tentang neneknya, Nyoman Landri, warga Banjar...

by Jaswanto
May 15, 2026
Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali
Hiburan

Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali

ALBUM penuh terbaru Amplitherapy bertajuk Leak Tanah Bali yang dijadwalkan terbit pada 16 Mei 2026 menandai babak baru perjalanan musikal...

by Nyoman Budarsana
May 15, 2026
Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan
Bahasa

Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan

PERNAHKAH Anda memperhatikan penulisan atau ejaan konten seseorang saat sedang berselancar di media sosial? Kesalahan tik atau saltik yang populer...

by I Made Sudiana
May 15, 2026
Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co