2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Komitmen Prabowo dalam Pertarungan Melawan Korupsi: Antara Harapan Reformasi dan Bayang-bayang Oligarki

Ruben Cornelius Siagian by Ruben Cornelius Siagian
September 3, 2025
in Opini
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi

Ruben Cornelius Siagian

KETIKA Presiden Prabowo Subianto bersumpah di hadapan rakyat bahwa ia “tidak akan mundur” melawan mafia dan koruptor, kata-kata itu bukan sekadar gema politik. Ia adalah artikulasi krisis legitimasi yang tengah dihadapi republik ini. Janji itu lahir bukan di ruang hampa, melainkan dalam konteks sejarah panjang bangsa yang terus dirundung korupsi sistemik sejak era Orde Baru hingga reformasi. Sumpah itu, jika terbukti tulus dan konsisten, bisa menjadi fondasi baru tata kelola negara. Tetapi jika gagal, ia hanya akan menambah daftar panjang retorika tanpa realisasi yang mewarnai perjalanan demokrasi Indonesia.

Luka Lama yang Tak Pernah Sembuh

Studi yang dilakukan oleh (Wasistha, 2025) menempatkan Indonesia di peringkat ke-115 dari 180 negara dalam Indeks Persepsi Korupsi (CPI). Angka ini menandakan bahwa meski telah lebih dari dua dekade reformasi, korupsi tetap mengakar. Penelitian yang dilakukan oleh (Rohmah, 2023) menunjukkan bahwa demokrasi elektoral Indonesia masih dikooptasi oleh praktik money politics dan patronase, yang menjadikan partai politik bergantung pada dana gelap.

Kasus-kasus besar mengonfirmasi temuan itu. Skandal BLBI pada era Habibie dan Gus Dur menguapkan lebih dari Rp138 triliun uang negara, kasus Century Bank pada era SBY menelan Rp6,7 triliun, dan mega-korupsi e-KTP di era Jokowi merugikan negara lebih dari Rp2,3 triliun. Dalam semua peristiwa ini, pola yang berulang adalah kuatnya jaring perlindungan elit politik, lemahnya penegakan hukum, serta frustrasi publik yang merasa dipermainkan.

Mafia Migas yang merupakan Simbol Korupsi Struktural

Dari seluruh wajah korupsi, mafia migas adalah representasi paling telanjang dari oligarki. Sejumlah penelitian, seperti laporan (Warburton, 2023), menunjukkan bahwa tata kelola migas di Indonesia rentan dikendalikan oleh kelompok kecil yang berjejaring dengan elite politik dan birokrasi. Kasus dugaan praktik Riza Chalid yang oleh publik dijuluki “Godfather Migas” membuktikan bahwa sumber daya strategis negara dapat dikuasai jaringan tak kasatmata selama puluhan tahun.

Di sinilah Prabowo mencoba tampil berbeda. Menyebut mafia migas secara terbuka adalah langkah simbolis yang jarang dilakukan presiden sebelumnya. Namun, menurut teori symbolic politics (Posner, 1998), simbol politik hanya efektif bila disertai tindakan konkret. Tanpa operasi penangkapan, reformasi tata kelola, dan keberanian menyentuh pejabat tinggi yang terlibat, sumpah Prabowo berisiko dianggap sekadar political spectacle.

Ujian di Tiga Medan

Opini publik dan teori kelembagaan sama-sama menegaskan bahwa ada tiga medan krusial yang akan menentukan apakah komitmen Prabowo melawan korupsi tercatat sebagai sejarah besar atau hanya berakhir sebagai catatan kaki kekuasaan.

Medan pertama adalah penegakan hukum terhadap oligarki. Selama puluhan tahun, oligarki energi dan impor menjadi “veto player” dalam politik Indonesia, menghalangi reformasi apa pun yang mengancam kepentingan mereka. Jika pemerintah berani menangkap buronan migas yang selama ini kebal hukum dan membongkar praktik rente dalam impor energi, maka langkah itu akan menjadi sinyal kuat lahirnya babak baru. Namun jika tidak, oligarki akan terus berkuasa dengan wajah yang sama, hanya berganti rezim dan bendera politik.

Medan kedua adalah independensi lembaga penegak hukum. Studi (Rahmat, 2018)  menegaskan bahwa keberhasilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di masa awal reformasi bertumpu pada kemandiriannya dari intervensi politik. Sayangnya, revisi UU KPK pada 2019 justru melemahkan fondasi tersebut, membuat publik meragukan efektivitas lembaga ini di era sekarang. Oleh karena itu, Prabowo harus membuktikan bahwa KPK, Kejaksaan Agung, dan Polri tidak dijadikan instrumen kekuasaan, melainkan benar-benar berdiri sebagai garda depan pemberantasan mafia dan korupsi tanpa pandang bulu.

Medan ketiga yang tak kalah penting adalah transparansi partai politik. Teori cartel party yang dikemukakan (Katz & Mair, 1995, 2018) menunjukkan bagaimana partai-partai dalam demokrasi baru cenderung bertransformasi menjadi kartel, yaitu organisasi yang lebih berfungsi sebagai mesin rente untuk mempertahankan dominasi elite daripada wadah aspirasi rakyat. Di Indonesia, fenomena ini terlihat jelas, bahwa kader yang terseret kasus korupsi kerap dilindungi oleh partainya atas nama solidaritas politik. Selama logika itu tetap berlaku, demokrasi akan terus dipandang masyarakat bukan sebagai mekanisme akuntabilitas, melainkan sebagai teater penuh sandiwara.

Harapan, Skeptisisme, dan Potensi Krisis

Sejarah politik Indonesia mengajarkan publik untuk skeptis. SBY pernah berjanji “tidak tebang pilih”, Jokowi menggagas “revolusi mental”. Namun, kedua jargon itu gagal melahirkan reformasi menyeluruh. Ketika Prabowo berjanji “tidak akan mundur”, rakyat menyambut dengan tepuk tangan, tetapi juga dengan waswas.

Kerusuhan sosial yang pecah pada 2025 adalah indikator nyata bahwa publik tidak lagi bisa ditenangkan oleh retorika. Menurut teori relative deprivation (Williams, 2017), ketidakpuasan sosial memuncak ketika jarak antara harapan dan kenyataan semakin lebar. Jika janji melawan mafia hanya berakhir sebagai slogan, krisis legitimasi bisa muncul, persis seperti yang menumbangkan rezim Orde Baru pada 1998.

Jalan Panjang Menuju Reformasi

Pertarungan melawan korupsi bukanlah proyek jangka pendek yang dapat selesai dalam satu periode kekuasaan, melainkan sebuah proses peradaban panjang yang menuntut konsistensi. Dalam kerangka itu, setidaknya ada empat pilar reformasi yang harus diprioritaskan agar komitmen politik tidak berhenti sebagai jargon.

Pertama, reformasi tata kelola energi dan pangan menjadi kunci, sebab di sektor inilah ruang rente dan mafia kerap bercokol. Keterbukaan kontrak, audit independen, serta penerapan sistem digital diperlukan untuk menutup celah yang selama ini dimanfaatkan oleh oligarki.

Kedua, transparansi anggaran negara harus dijadikan standar, di mana inisiatif seperti Open Government Partnership (OGP) dapat dijadikan kerangka agar publik memiliki akses langsung dalam mengawasi belanja negara. Tanpa keterbukaan, setiap komitmen pemberantasan korupsi akan selalu diragukan.

Pilar berikutnya adalah pembenahan partai politik. Partai yang selama ini bergantung pada dana gelap dan sokongan cukong politik harus diperkuat dengan pendanaan negara yang transparan, sehingga mereka bisa melepaskan diri dari jeratan oligarki. Tanpa partai yang sehat, demokrasi akan terus menjadi panggung transaksi.

Terakhir, pendidikan antikorupsi sejak dini harus menjadi investasi jangka panjang bangsa ini. Sebagaimana ditegaskan (Friehe & Tabbach, 2013), pencegahan jauh lebih efektif daripada penindakan. Membangun budaya integritas sejak sekolah dasar akan melahirkan generasi yang tidak lagi menganggap korupsi sebagai hal lumrah, melainkan sebagai pengkhianatan terhadap cita-cita kebangsaan.

Dengan empat pilar ini, perjuangan melawan korupsi bisa bertransformasi dari sekadar agenda politik jangka pendek menjadi proyek peradaban yang benar-benar menancapkan fondasi bagi masa depan republik.

Antara Janji dan Ujian

Komitmen Prabowo melawan korupsi adalah janji politik terbesar di awal pemerintahannya. Sejarah menempatkannya di persimpangan, bahwa apakah ia akan tercatat sebagai presiden yang memutus rantai oligarki, atau sekadar menambah daftar pemimpin yang menjual harapan rakyat?

Kerusuhan 2025 adalah peringatan keras: negeri ini tidak lagi bisa dipimpin dengan retorika. Rakyat menuntut tindakan. Jika Prabowo berani menembus tembok oligarki, ia akan dikenang bukan hanya sebagai presiden, tetapi sebagai negarawan yang mengubah arah sejarah bangsa. [T]

Referensi

Friehe, T., & Tabbach, A. (2013). Preventive enforcement. International Review of Law and Economics, 35, 1–12.

Katz, R. S., & Mair, P. (1995). Changing models of party organization and party democracy: The emergence of the cartel party. Party politics, 1(1), 5–28.

Katz, R. S., & Mair, P. (2018). Democracy and the cartelization of political parties. Oxford University Press.

Posner, E. A. (1998). Symbols, signals, and social norms in politics and the law. The Journal of Legal Studies, 27(S2), 765–797.

Rahmat, A. (2018). Urgensi Pengawasan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia dalam Struktur Ketatanegaraan Indonesia.

Rohmah, E. I. (2023). Praktik Patronase dalam Pemilu dan Implikasinya Terhadap Kredibilitas Demokrasi di Indonesia. Staatsrecht: Jurnal Hukum Kenegaraan dan Politik Islam, 3(1), 91–111.

Warburton, E. (2023). Resource nationalism in Indonesia: Booms, big business, and the state. Cornell University Press.

Wasistha, C. H. (2025). The Role Of Mass Media In Building An Anti-Corruption Culture In Society: Peran Media Massa Dalam Membangun Budaya Anti Korupsi di Masyarakat. Journal Ius Constitutum, 1(2), 49–63.

Williams, R. M. (2017). Relative deprivation. Dalam The idea of social structure (hlm. 355–378). Routledge.

Penulis: Ruben Cornelius Siagian
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi
Tags: Anti KorupsioligarkiPrabowo SubiantoReformasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Maulid dalam Praktik Inklusi: Cerita dari Yogyakarta

Next Post

Kampusku Sarang Hantu [31]: Misteri Penari Lengger Kampus

Ruben Cornelius Siagian

Ruben Cornelius Siagian

Peneliti Independen & Pengamat Kebijakan Publik

Related Posts

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails
Next Post
Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam

Kampusku Sarang Hantu [31]: Misteri Penari Lengger Kampus

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co