Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi

Akar Kemarahan Publik dari Tunjangan hingga Krisis Kepercayaan Seruan “Bubarkan DPR” yang belakangan menggema bukan sekadar letupan emosional, melainkan ekspresi akumulatif dari krisis representasi. Isu tunjangan rumah Rp50 juta per bulan hanyalah pemantik. Ketika mayoritas rakyat masih bergulat dengan harga kebutuhan pokok, wacana fasilitas mewah anggota DPR menjadi cermin tajam tentang jurang sosial antara rakyat … Continue reading Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi