14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mencatat Festival Sebagai Ruang Belajar: Refleksi atas Pemutaran dan Diskusi Film Legiun Tulang Lunak – 20 Centimeters Per Year

Gading Ganesha by Gading Ganesha
August 13, 2025
in Khas
Mencatat Festival Sebagai Ruang Belajar: Refleksi atas Pemutaran dan Diskusi Film Legiun Tulang Lunak – 20 Centimeters Per Year

Pemutaran film Legiun Tulang Lunak – 20 Centimeters Per Year di Kedai Umah Pradja Singaraja | Foto: Singaraja Menonton

DI malam yang hening di Umah Pradja, sebuah ruang kedai di Kelurahan Banyuasri, Singaraja, Buleleng, yang kini sering menjadi titik pertemuan gagasan dan energi kreatif, saya bersama puluhan orang berkumpul, untuk terlibat pada gelaran pemutaran ilmu dan diskusi.  Kegaiatan ini digagas oleh Komunitas Singaraja Menonton berkolaborasi dengan Kolektif Hysteria dalam program Bandeng Keliling.

Dan, tepat pukul 19.30 WITA, layar menyala dan film Legiun Tulang Lunak – 20 Centimeters Per Year mulai diputar. Film dokumenter itu berdurasi 55 menit 32 detik.  Film yang saya tonton ini bukan hanya sekadar arsip visual, tetapi sebuah narasi panjang tentang perjalanan, kolaborasi, dan semangat kolektif yang telah dirajut oleh Kolektif Hysteria selama dua dekade.

Pemutaran film Legiun Tulang Lunak – 20 Centimeters Per Year di Kedai Umah Pradja Singaraja | Foto: Singaraja Menonton

Film ini bukan dokumenter biasa. Ia menggunakan pendekatan partisipatif yang memadukan wawancara, narasi personal, dan elemen artistik yang menyatu dengan sangat baik. Tak hanya menyampaikan informasi, film ini seakan memaksa saya untuk merenung, mempertanyakan, dan mungkin merekonstruksi pemahaman saya tentang komunitas dan festival.

Seusai menontonnya, kepala saya penuh dengan tanya – 20 tahun mereka berkarya, menyusun kegiatan demi kegiatan, membangun festival dan forum diskusi. Bukan waktu yang sebentar, dan jelas bukan perjalanan yang mudah.

Satu hal yang nampak kuat disuarakan oleh film ini adalah pentingnya arsip dan pendokumentasian. Film ini membuka mata saya bahwa dokumentasi bukanlah sekadar catatan; ia adalah ingatan kolektif yang membentuk identitas dan bahkan menentukan arah masa depan sebuah komunitas. Dalam zaman yang begitu cepat, saya merasa  sering terjebak dalam rutinitas dan perayaan sesaat. Banyak hal terjadi, banyak kegiatan berlangsung, namun sedikit sekali yang tercatat dengan baik.

Melalui dokumentasi, karya dan peristiwa tak hanya dikenang, tetapi juga bisa dikritisi, dipelajari, dan dilanjutkan. Festival, diskusi, pameran, semua itu bukan hanya sekadar momen hiburan, tetapi juga bisa menjadi ruang belajar yang penuh nilai.

Seperti yang disampaikan oleh Yuswinardi, salah satu founder dari Kolektif Hysteria yang hadir pada malam itu. Pada diskusi yang dipandu oleh Ni Made Yuli Susilawati, menurut Yuswinardi pengarsipan sangat penting. Tidak hanya sebagai bentuk tanggungjawab atas kegiatan yang telah dilaksanakan, tetapi ia juga jadi pengingat dan menjadi media belajar.

“Saya sadar betul bahwa pengarsipan dan pendokumentasian sangat penting, maka dalam setiap kegiatan selalu ada yang ditugaskan untuk melakukan pendokumentasian, baik berupa foto, video maupun tulisan,” kata Yuswinardi.

Film ini juga mengajak saya dan para penonton melihat kembali makna sebuah festival. Seringkali kita memahami festival hanya sebagai ajang perayaan – penuh panggung, musik, keramaian, dan kembang api. Namun Legiun Tulang Lunak menunjukkan sisi lain: bahwa festival bisa menjadi ruang belajar yang mendalam. Ia membuka ruang pertemuan antara warga, seniman, penggiat komunitas, dan pemangku kepentingan. Ia menjadi wadah kolaborasi lintas sektor, tempat gagasan saling tumbuh bersama. Serta menjadi sarana untuk mencari solusi atas persoalan-persoalan yang ada dimasyarakat.

Festival bukan semata tentang selebrasi, melainkan tentang proses – tentang bagaimana ide dibangun, jaringan diciptakan, dan komunitas diperkuat. Bagaimana sebuah festival dihadirkan bukan sekadar sebagai tontonan, tapi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, lalu ia mampu menjadi alat perubahan sosial yang nyata.

Yuswinardi (kiri depan) dan saya (tengah) pada diskusi film Legiun Tulang Lunak – 20 Centimeters Per Year di Kedai Umah Pradja Singaraja | Foto: Singaraja Menonton

Melihat ke Buleleng, saya jadi bertanya-tanya. Di kota ini, banyak festival yang telah digelar. Namun, entah saya yang kurang tahu. Dari sekian banyak itu, terutama yang dibuat oleh pemerintah daerah, berapa festival itu yang benar-benar tercatat dengan baik? Berapa banyak yang didokumentasikan bukan hanya untuk laporan pertanggungjawaban, tetapi untuk menjadi pelajaran bagi generasi berikutnya?

Apakah karena sebagian besar festival hanya menjadi sebagai sarana hiburan semata? Atau sebatas meyuarakan sesuatu. Apa karena karena festivalnya tidak cukup menarik bagi media dan institusi pencatat sejarah? Atau justru memang kita belum menganggap penting upaya mengarsipkan proses dan narasi di baliknya?

Lewat film dokumenter Legiun Tulang Lunak – 20 Centimeters Per Year ini, saya merasakan bagaimana mengarsip itu bukan hanya soal menyimpan dokumentasi. Ini tentang memberi penghormatan. Memberi tempat bagi ingatan kolektif agar tak lenyap begitu saja. Festival, sekecil apapun, seperti yang digagas oleh Kolektif Hysteria yang ditunjukkan dalam film. Jika festival kecil itu mampu menciptakan dampak bagi masyarakat, maka ia layak dikenang dan dicatat. Bukan semata untuk nostalgia, tapi sebagai bekal untuk menyusun strategi membangun di masa depan.

Dalam pemutaran dan diskusi film ini juga menggugah saya untuk berpikir tentang tantangan dalam berkomunitas. Tentang bagaimana relasi antara komunitas dan kota. Seperti yang ungkapkan oleh Yuswinardi sendiri, ada banyak komunitas yang tumbuh tapi tak mampu bertahan lama. Lalu tentang hubungan komunitas dengan pemerintah dan masyarakat dimana komunitas itu berdiri. Ada banyak keterbatasan yang dihadapi oleh komunitas. Perjalanan Kolektif Hysteria selama 20 tahun lebih juga mengalami pasang surut.

Saya merasakan juga di Kota Singaraja, ada banyak komunitas yang dengan segala keterbatasannya tetap menghidupkan ruang-ruang kota dengan kegiatan, karya, dan gagasan. Tapi pertanyaannya sejauh mana kota telah memberi ruang balik untuk mereka? Apakah kota ini telah cukup hadir sebagai rumah yang menghidupi komunitas-komunitas tersebut.

Dukungan terhadap komunitas tidak hanya soal dana. Ia juga soal kepercayaan, keterbukaan, dan kemauan untuk mendengarkan. Kota yang hidup adalah kota yang tumbuh bersama warganya – termasuk para pegiat komunitas yang selama ini menjadi motor penggerak di berbagai lini.

Yuswinardi (kiri depan) dan saya (tengah) pada diskusi film Legiun Tulang Lunak – 20 Centimeters Per Year di Kedai Umah Pradja Singaraja | Foto: Singaraja Menonton

Legiun Tulang Lunak – 20 Centimeters Per Year adalah lebih dari sekadar film dokumenter. Ia adalah pengingat bahwa proses jauh lebih penting daripada hasil. Ia mengajak saya dan pemirsanya untuk tidak hanya terlibat dalam kegiatan, tetapi juga mencatat, merefleksikan, dan membagikannya sebagai pengetahuan bersama. Dimana kita bisa menjadikan Fesrtival sebagai ruang belajar tidak hanya menjadi panggung hiburan. 

Di Kota Singaraja ini rasanya juga butuh banyak pendokumentasian seperti ini. Kita perlu banyak ruang yang tak hanya menjadi sebuah panggung tapi tempat belajar. Pemutaran dan diskusi film ini pun jadi catatan untuk saya agar tidak lupa mendokumentasikannya. Sebab banyak yang bilang, sejarah bukan hanya milik mereka yang menang atau besar. Sejarah juga milik mereka yang mau mencatat. [T]

Penulis: Gading Ganesha
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Sedih-Tegang dalam Instrumen Film “Metuun” dan “Nyambutin” — Dari Layar Kolektif Bali Utara di Tejakula
Film “Story” dan “AI’r”: Tekhnologi dan Lain-lain | Catatan dari Layar Kolektif Bali Utara
Menonton Seperti Membaca:  Strategi Membaca Film di Kelas Bahasa
Tags: filmfilm dokumenterSingaraja Menonton
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Manusia, Sakit, Obat dan Pengobatan

Next Post

Trauma Masa Kecil yang Diam-Diam Merusak Hubungan Cinta

Gading Ganesha

Gading Ganesha

Lahir dan tinggal di Desa Panji, Buleleng, 11 November 1988. Ia adalah founder Bank Sampah Galang Panji dan Co. Founder Rumah Plastik. Juga Ketua BPD Desa Panji.

Related Posts

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails
Next Post
Kemajuan Manusia dan Kestabilan Mental

Trauma Masa Kecil yang Diam-Diam Merusak Hubungan Cinta

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co