2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mencatat Festival Sebagai Ruang Belajar: Refleksi atas Pemutaran dan Diskusi Film Legiun Tulang Lunak – 20 Centimeters Per Year

Gading Ganesha by Gading Ganesha
August 13, 2025
in Khas
Mencatat Festival Sebagai Ruang Belajar: Refleksi atas Pemutaran dan Diskusi Film Legiun Tulang Lunak – 20 Centimeters Per Year

Pemutaran film Legiun Tulang Lunak – 20 Centimeters Per Year di Kedai Umah Pradja Singaraja | Foto: Singaraja Menonton

DI malam yang hening di Umah Pradja, sebuah ruang kedai di Kelurahan Banyuasri, Singaraja, Buleleng, yang kini sering menjadi titik pertemuan gagasan dan energi kreatif, saya bersama puluhan orang berkumpul, untuk terlibat pada gelaran pemutaran ilmu dan diskusi.  Kegaiatan ini digagas oleh Komunitas Singaraja Menonton berkolaborasi dengan Kolektif Hysteria dalam program Bandeng Keliling.

Dan, tepat pukul 19.30 WITA, layar menyala dan film Legiun Tulang Lunak – 20 Centimeters Per Year mulai diputar. Film dokumenter itu berdurasi 55 menit 32 detik.  Film yang saya tonton ini bukan hanya sekadar arsip visual, tetapi sebuah narasi panjang tentang perjalanan, kolaborasi, dan semangat kolektif yang telah dirajut oleh Kolektif Hysteria selama dua dekade.

Pemutaran film Legiun Tulang Lunak – 20 Centimeters Per Year di Kedai Umah Pradja Singaraja | Foto: Singaraja Menonton

Film ini bukan dokumenter biasa. Ia menggunakan pendekatan partisipatif yang memadukan wawancara, narasi personal, dan elemen artistik yang menyatu dengan sangat baik. Tak hanya menyampaikan informasi, film ini seakan memaksa saya untuk merenung, mempertanyakan, dan mungkin merekonstruksi pemahaman saya tentang komunitas dan festival.

Seusai menontonnya, kepala saya penuh dengan tanya – 20 tahun mereka berkarya, menyusun kegiatan demi kegiatan, membangun festival dan forum diskusi. Bukan waktu yang sebentar, dan jelas bukan perjalanan yang mudah.

Satu hal yang nampak kuat disuarakan oleh film ini adalah pentingnya arsip dan pendokumentasian. Film ini membuka mata saya bahwa dokumentasi bukanlah sekadar catatan; ia adalah ingatan kolektif yang membentuk identitas dan bahkan menentukan arah masa depan sebuah komunitas. Dalam zaman yang begitu cepat, saya merasa  sering terjebak dalam rutinitas dan perayaan sesaat. Banyak hal terjadi, banyak kegiatan berlangsung, namun sedikit sekali yang tercatat dengan baik.

Melalui dokumentasi, karya dan peristiwa tak hanya dikenang, tetapi juga bisa dikritisi, dipelajari, dan dilanjutkan. Festival, diskusi, pameran, semua itu bukan hanya sekadar momen hiburan, tetapi juga bisa menjadi ruang belajar yang penuh nilai.

Seperti yang disampaikan oleh Yuswinardi, salah satu founder dari Kolektif Hysteria yang hadir pada malam itu. Pada diskusi yang dipandu oleh Ni Made Yuli Susilawati, menurut Yuswinardi pengarsipan sangat penting. Tidak hanya sebagai bentuk tanggungjawab atas kegiatan yang telah dilaksanakan, tetapi ia juga jadi pengingat dan menjadi media belajar.

“Saya sadar betul bahwa pengarsipan dan pendokumentasian sangat penting, maka dalam setiap kegiatan selalu ada yang ditugaskan untuk melakukan pendokumentasian, baik berupa foto, video maupun tulisan,” kata Yuswinardi.

Film ini juga mengajak saya dan para penonton melihat kembali makna sebuah festival. Seringkali kita memahami festival hanya sebagai ajang perayaan – penuh panggung, musik, keramaian, dan kembang api. Namun Legiun Tulang Lunak menunjukkan sisi lain: bahwa festival bisa menjadi ruang belajar yang mendalam. Ia membuka ruang pertemuan antara warga, seniman, penggiat komunitas, dan pemangku kepentingan. Ia menjadi wadah kolaborasi lintas sektor, tempat gagasan saling tumbuh bersama. Serta menjadi sarana untuk mencari solusi atas persoalan-persoalan yang ada dimasyarakat.

Festival bukan semata tentang selebrasi, melainkan tentang proses – tentang bagaimana ide dibangun, jaringan diciptakan, dan komunitas diperkuat. Bagaimana sebuah festival dihadirkan bukan sekadar sebagai tontonan, tapi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, lalu ia mampu menjadi alat perubahan sosial yang nyata.

Yuswinardi (kiri depan) dan saya (tengah) pada diskusi film Legiun Tulang Lunak – 20 Centimeters Per Year di Kedai Umah Pradja Singaraja | Foto: Singaraja Menonton

Melihat ke Buleleng, saya jadi bertanya-tanya. Di kota ini, banyak festival yang telah digelar. Namun, entah saya yang kurang tahu. Dari sekian banyak itu, terutama yang dibuat oleh pemerintah daerah, berapa festival itu yang benar-benar tercatat dengan baik? Berapa banyak yang didokumentasikan bukan hanya untuk laporan pertanggungjawaban, tetapi untuk menjadi pelajaran bagi generasi berikutnya?

Apakah karena sebagian besar festival hanya menjadi sebagai sarana hiburan semata? Atau sebatas meyuarakan sesuatu. Apa karena karena festivalnya tidak cukup menarik bagi media dan institusi pencatat sejarah? Atau justru memang kita belum menganggap penting upaya mengarsipkan proses dan narasi di baliknya?

Lewat film dokumenter Legiun Tulang Lunak – 20 Centimeters Per Year ini, saya merasakan bagaimana mengarsip itu bukan hanya soal menyimpan dokumentasi. Ini tentang memberi penghormatan. Memberi tempat bagi ingatan kolektif agar tak lenyap begitu saja. Festival, sekecil apapun, seperti yang digagas oleh Kolektif Hysteria yang ditunjukkan dalam film. Jika festival kecil itu mampu menciptakan dampak bagi masyarakat, maka ia layak dikenang dan dicatat. Bukan semata untuk nostalgia, tapi sebagai bekal untuk menyusun strategi membangun di masa depan.

Dalam pemutaran dan diskusi film ini juga menggugah saya untuk berpikir tentang tantangan dalam berkomunitas. Tentang bagaimana relasi antara komunitas dan kota. Seperti yang ungkapkan oleh Yuswinardi sendiri, ada banyak komunitas yang tumbuh tapi tak mampu bertahan lama. Lalu tentang hubungan komunitas dengan pemerintah dan masyarakat dimana komunitas itu berdiri. Ada banyak keterbatasan yang dihadapi oleh komunitas. Perjalanan Kolektif Hysteria selama 20 tahun lebih juga mengalami pasang surut.

Saya merasakan juga di Kota Singaraja, ada banyak komunitas yang dengan segala keterbatasannya tetap menghidupkan ruang-ruang kota dengan kegiatan, karya, dan gagasan. Tapi pertanyaannya sejauh mana kota telah memberi ruang balik untuk mereka? Apakah kota ini telah cukup hadir sebagai rumah yang menghidupi komunitas-komunitas tersebut.

Dukungan terhadap komunitas tidak hanya soal dana. Ia juga soal kepercayaan, keterbukaan, dan kemauan untuk mendengarkan. Kota yang hidup adalah kota yang tumbuh bersama warganya – termasuk para pegiat komunitas yang selama ini menjadi motor penggerak di berbagai lini.

Yuswinardi (kiri depan) dan saya (tengah) pada diskusi film Legiun Tulang Lunak – 20 Centimeters Per Year di Kedai Umah Pradja Singaraja | Foto: Singaraja Menonton

Legiun Tulang Lunak – 20 Centimeters Per Year adalah lebih dari sekadar film dokumenter. Ia adalah pengingat bahwa proses jauh lebih penting daripada hasil. Ia mengajak saya dan pemirsanya untuk tidak hanya terlibat dalam kegiatan, tetapi juga mencatat, merefleksikan, dan membagikannya sebagai pengetahuan bersama. Dimana kita bisa menjadikan Fesrtival sebagai ruang belajar tidak hanya menjadi panggung hiburan. 

Di Kota Singaraja ini rasanya juga butuh banyak pendokumentasian seperti ini. Kita perlu banyak ruang yang tak hanya menjadi sebuah panggung tapi tempat belajar. Pemutaran dan diskusi film ini pun jadi catatan untuk saya agar tidak lupa mendokumentasikannya. Sebab banyak yang bilang, sejarah bukan hanya milik mereka yang menang atau besar. Sejarah juga milik mereka yang mau mencatat. [T]

Penulis: Gading Ganesha
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Sedih-Tegang dalam Instrumen Film “Metuun” dan “Nyambutin” — Dari Layar Kolektif Bali Utara di Tejakula
Film “Story” dan “AI’r”: Tekhnologi dan Lain-lain | Catatan dari Layar Kolektif Bali Utara
Menonton Seperti Membaca:  Strategi Membaca Film di Kelas Bahasa
Tags: filmfilm dokumenterSingaraja Menonton
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Manusia, Sakit, Obat dan Pengobatan

Next Post

Trauma Masa Kecil yang Diam-Diam Merusak Hubungan Cinta

Gading Ganesha

Gading Ganesha

Lahir dan tinggal di Desa Panji, Buleleng, 11 November 1988. Ia adalah founder Bank Sampah Galang Panji dan Co. Founder Rumah Plastik. Juga Ketua BPD Desa Panji.

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Kemajuan Manusia dan Kestabilan Mental

Trauma Masa Kecil yang Diam-Diam Merusak Hubungan Cinta

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co