2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mencatat Festival Sebagai Ruang Belajar: Refleksi atas Pemutaran dan Diskusi Film Legiun Tulang Lunak – 20 Centimeters Per Year

Gading Ganesha by Gading Ganesha
August 13, 2025
in Khas
Mencatat Festival Sebagai Ruang Belajar: Refleksi atas Pemutaran dan Diskusi Film Legiun Tulang Lunak – 20 Centimeters Per Year

Pemutaran film Legiun Tulang Lunak – 20 Centimeters Per Year di Kedai Umah Pradja Singaraja | Foto: Singaraja Menonton

DI malam yang hening di Umah Pradja, sebuah ruang kedai di Kelurahan Banyuasri, Singaraja, Buleleng, yang kini sering menjadi titik pertemuan gagasan dan energi kreatif, saya bersama puluhan orang berkumpul, untuk terlibat pada gelaran pemutaran ilmu dan diskusi.  Kegaiatan ini digagas oleh Komunitas Singaraja Menonton berkolaborasi dengan Kolektif Hysteria dalam program Bandeng Keliling.

Dan, tepat pukul 19.30 WITA, layar menyala dan film Legiun Tulang Lunak – 20 Centimeters Per Year mulai diputar. Film dokumenter itu berdurasi 55 menit 32 detik.  Film yang saya tonton ini bukan hanya sekadar arsip visual, tetapi sebuah narasi panjang tentang perjalanan, kolaborasi, dan semangat kolektif yang telah dirajut oleh Kolektif Hysteria selama dua dekade.

Pemutaran film Legiun Tulang Lunak – 20 Centimeters Per Year di Kedai Umah Pradja Singaraja | Foto: Singaraja Menonton

Film ini bukan dokumenter biasa. Ia menggunakan pendekatan partisipatif yang memadukan wawancara, narasi personal, dan elemen artistik yang menyatu dengan sangat baik. Tak hanya menyampaikan informasi, film ini seakan memaksa saya untuk merenung, mempertanyakan, dan mungkin merekonstruksi pemahaman saya tentang komunitas dan festival.

Seusai menontonnya, kepala saya penuh dengan tanya – 20 tahun mereka berkarya, menyusun kegiatan demi kegiatan, membangun festival dan forum diskusi. Bukan waktu yang sebentar, dan jelas bukan perjalanan yang mudah.

Satu hal yang nampak kuat disuarakan oleh film ini adalah pentingnya arsip dan pendokumentasian. Film ini membuka mata saya bahwa dokumentasi bukanlah sekadar catatan; ia adalah ingatan kolektif yang membentuk identitas dan bahkan menentukan arah masa depan sebuah komunitas. Dalam zaman yang begitu cepat, saya merasa  sering terjebak dalam rutinitas dan perayaan sesaat. Banyak hal terjadi, banyak kegiatan berlangsung, namun sedikit sekali yang tercatat dengan baik.

Melalui dokumentasi, karya dan peristiwa tak hanya dikenang, tetapi juga bisa dikritisi, dipelajari, dan dilanjutkan. Festival, diskusi, pameran, semua itu bukan hanya sekadar momen hiburan, tetapi juga bisa menjadi ruang belajar yang penuh nilai.

Seperti yang disampaikan oleh Yuswinardi, salah satu founder dari Kolektif Hysteria yang hadir pada malam itu. Pada diskusi yang dipandu oleh Ni Made Yuli Susilawati, menurut Yuswinardi pengarsipan sangat penting. Tidak hanya sebagai bentuk tanggungjawab atas kegiatan yang telah dilaksanakan, tetapi ia juga jadi pengingat dan menjadi media belajar.

“Saya sadar betul bahwa pengarsipan dan pendokumentasian sangat penting, maka dalam setiap kegiatan selalu ada yang ditugaskan untuk melakukan pendokumentasian, baik berupa foto, video maupun tulisan,” kata Yuswinardi.

Film ini juga mengajak saya dan para penonton melihat kembali makna sebuah festival. Seringkali kita memahami festival hanya sebagai ajang perayaan – penuh panggung, musik, keramaian, dan kembang api. Namun Legiun Tulang Lunak menunjukkan sisi lain: bahwa festival bisa menjadi ruang belajar yang mendalam. Ia membuka ruang pertemuan antara warga, seniman, penggiat komunitas, dan pemangku kepentingan. Ia menjadi wadah kolaborasi lintas sektor, tempat gagasan saling tumbuh bersama. Serta menjadi sarana untuk mencari solusi atas persoalan-persoalan yang ada dimasyarakat.

Festival bukan semata tentang selebrasi, melainkan tentang proses – tentang bagaimana ide dibangun, jaringan diciptakan, dan komunitas diperkuat. Bagaimana sebuah festival dihadirkan bukan sekadar sebagai tontonan, tapi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, lalu ia mampu menjadi alat perubahan sosial yang nyata.

Yuswinardi (kiri depan) dan saya (tengah) pada diskusi film Legiun Tulang Lunak – 20 Centimeters Per Year di Kedai Umah Pradja Singaraja | Foto: Singaraja Menonton

Melihat ke Buleleng, saya jadi bertanya-tanya. Di kota ini, banyak festival yang telah digelar. Namun, entah saya yang kurang tahu. Dari sekian banyak itu, terutama yang dibuat oleh pemerintah daerah, berapa festival itu yang benar-benar tercatat dengan baik? Berapa banyak yang didokumentasikan bukan hanya untuk laporan pertanggungjawaban, tetapi untuk menjadi pelajaran bagi generasi berikutnya?

Apakah karena sebagian besar festival hanya menjadi sebagai sarana hiburan semata? Atau sebatas meyuarakan sesuatu. Apa karena karena festivalnya tidak cukup menarik bagi media dan institusi pencatat sejarah? Atau justru memang kita belum menganggap penting upaya mengarsipkan proses dan narasi di baliknya?

Lewat film dokumenter Legiun Tulang Lunak – 20 Centimeters Per Year ini, saya merasakan bagaimana mengarsip itu bukan hanya soal menyimpan dokumentasi. Ini tentang memberi penghormatan. Memberi tempat bagi ingatan kolektif agar tak lenyap begitu saja. Festival, sekecil apapun, seperti yang digagas oleh Kolektif Hysteria yang ditunjukkan dalam film. Jika festival kecil itu mampu menciptakan dampak bagi masyarakat, maka ia layak dikenang dan dicatat. Bukan semata untuk nostalgia, tapi sebagai bekal untuk menyusun strategi membangun di masa depan.

Dalam pemutaran dan diskusi film ini juga menggugah saya untuk berpikir tentang tantangan dalam berkomunitas. Tentang bagaimana relasi antara komunitas dan kota. Seperti yang ungkapkan oleh Yuswinardi sendiri, ada banyak komunitas yang tumbuh tapi tak mampu bertahan lama. Lalu tentang hubungan komunitas dengan pemerintah dan masyarakat dimana komunitas itu berdiri. Ada banyak keterbatasan yang dihadapi oleh komunitas. Perjalanan Kolektif Hysteria selama 20 tahun lebih juga mengalami pasang surut.

Saya merasakan juga di Kota Singaraja, ada banyak komunitas yang dengan segala keterbatasannya tetap menghidupkan ruang-ruang kota dengan kegiatan, karya, dan gagasan. Tapi pertanyaannya sejauh mana kota telah memberi ruang balik untuk mereka? Apakah kota ini telah cukup hadir sebagai rumah yang menghidupi komunitas-komunitas tersebut.

Dukungan terhadap komunitas tidak hanya soal dana. Ia juga soal kepercayaan, keterbukaan, dan kemauan untuk mendengarkan. Kota yang hidup adalah kota yang tumbuh bersama warganya – termasuk para pegiat komunitas yang selama ini menjadi motor penggerak di berbagai lini.

Yuswinardi (kiri depan) dan saya (tengah) pada diskusi film Legiun Tulang Lunak – 20 Centimeters Per Year di Kedai Umah Pradja Singaraja | Foto: Singaraja Menonton

Legiun Tulang Lunak – 20 Centimeters Per Year adalah lebih dari sekadar film dokumenter. Ia adalah pengingat bahwa proses jauh lebih penting daripada hasil. Ia mengajak saya dan pemirsanya untuk tidak hanya terlibat dalam kegiatan, tetapi juga mencatat, merefleksikan, dan membagikannya sebagai pengetahuan bersama. Dimana kita bisa menjadikan Fesrtival sebagai ruang belajar tidak hanya menjadi panggung hiburan. 

Di Kota Singaraja ini rasanya juga butuh banyak pendokumentasian seperti ini. Kita perlu banyak ruang yang tak hanya menjadi sebuah panggung tapi tempat belajar. Pemutaran dan diskusi film ini pun jadi catatan untuk saya agar tidak lupa mendokumentasikannya. Sebab banyak yang bilang, sejarah bukan hanya milik mereka yang menang atau besar. Sejarah juga milik mereka yang mau mencatat. [T]

Penulis: Gading Ganesha
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Sedih-Tegang dalam Instrumen Film “Metuun” dan “Nyambutin” — Dari Layar Kolektif Bali Utara di Tejakula
Film “Story” dan “AI’r”: Tekhnologi dan Lain-lain | Catatan dari Layar Kolektif Bali Utara
Menonton Seperti Membaca:  Strategi Membaca Film di Kelas Bahasa
Tags: filmfilm dokumenterSingaraja Menonton
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Manusia, Sakit, Obat dan Pengobatan

Next Post

Trauma Masa Kecil yang Diam-Diam Merusak Hubungan Cinta

Gading Ganesha

Gading Ganesha

Lahir dan tinggal di Desa Panji, Buleleng, 11 November 1988. Ia adalah founder Bank Sampah Galang Panji dan Co. Founder Rumah Plastik. Juga Ketua BPD Desa Panji.

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Kemajuan Manusia dan Kestabilan Mental

Trauma Masa Kecil yang Diam-Diam Merusak Hubungan Cinta

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co