23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Manusia, Sakit, Obat dan Pengobatan

Mas Ruscitadewi by Mas Ruscitadewi
August 12, 2025
in Esai
Manusia, Sakit, Obat dan Pengobatan

Ilustrasi tatkala.co

Manusia adalah mahluk hidup. Dalam agama Hindu, disebutkan bahwa semua mahluk hidup terdiri dari tiga badan/sarira yaitu: badan kasar/tubuh fisik (stula sarira), badan halus/tubuh suksma (suksma sarira), dan badan penyebab/roh/atman (antah karena sarira).

Sebagai mahluk hidup di bumi, di alam semesta, manusia berhadapan dengan alam ( material padat, zat cair, api/tenpratur, zat gas/udara, ruang dan waktu yang menciptakan kondisi.

Atma dan Moksa

Badan penyebab/atma/roh menjadi faktor utama sesuatu disebut hidup atau mati. Sesuatu yang ber-atma disebut hidup, yang tanpa atma disebut mati.

Lalu bagimana dengan atma pada tubuh kasar dan tubuh halus?

Perbedaan kondisi pada tubuh kasar dan tubuh halus ini membuat seorang manusia disebut sehat atau sakit. Sebelum seseorang itu ada, maka ia juga pernah ada dalam kondisi tiada.
Jadi atma hidup adalah ada pada badan kasar dan badan halus, dan mati/tiada pada badan kasar dan badan halus. Atma mati/tiada tanpa badan kasar dan badan halus. Atma yang tiada ini diteorikan menyatu dengan brahman (esensi Tuhan) yang disebut moksa.

Sakit

Sakit adalah sebuah kondisi ketidakharmonisan yang dihadapi mahluk hidup (manusia, binatang, pohon, dll.) ketika ada atma dalam badan kasar dan badan halusnya.

Manusia konon diberi kelebihan berupa pikiran dibanding mahluk lain. Pikiran inilah yang konon menjadikan manusia lebih maju, lebih berbudaya dan beradab dibanding mahluk lainnya, tapi belum tentu konon lebih sehat, aman, damai dan bahagia lho.

Yang jelas kemampuan berpikir inilah yang kemudian membuat manusia; orang-orang, kita dan saya, bisa berusaha untuk menjadi lebih sehat, aman, damai dan bahagia.

Sakit artinya tidak sehat, membuat orang-orang, kita dan saya merasa sedikit tidak aman, damai, dan bahagia. Kadarnya bisa berbeda-beda sesuai dengan kondisi, situasi (badan kasar maupun badan halus) seseorang.

Belajar Sakit

Kondisi sakit biasanya dirasakan oleh yang bersangkutan, orang dekat yang diajak setiap hari, yang perhatian, menjadi sedikit tahu, bukan benar-benar tahu.

Sakit fisik/badan kasar mudah dikenali, tetapi sakit psikis/badan halus sulit dikenali. Sakit psikis yang tidak diobati/diharmoniskan/dinetralisir oleh yang bersangkutan akan menjadi sakit fisik/badan kasar.

Kenali Sakit

Sebelum kita mencari obat untuk mengobati sakit yang kita derita ada baiknya, kita terlebih dahulu belajar tentang sakit yang kita derita. Dalam proses belajar ini kita bisa memanfaatkan seluruh potensi yang ada pada manusia (indria,pikiran, rasa dan pengetahuan yang bisa kita dapatkan dari leluhur, guru, pengobat, buku dll) dan harus jujur pada diri sendiri.

Misalnya suhu tubuh kita tiba-tiba panas, kita bisa cek bagian-bagian dari tubuh kita, misalnya ada kulit yang bisul, ada gigi yang berlubang dll.

Belajar tentang sakit yang kita derita, kemudian menyampaikannya dengan jujur pada seorang pengobat (modern, tradisional) akan mempermudah penyembuhan dan proses penyembuhan sakit yang kita derita.

Obat dan Pengobatan

Saat ini banyak orang yang bermental Instan dan Hedonis (serba singkat/cepat, mengabaikan tanggungjawab, yang penting menguntungkan, tanpa memikirkan efek jangka panjang). Banyak orang yang tidak mau jujur, tidak mau belajar sungguh-sungguh, tentang sakitnya dan sakit orang lain (pasien), sehingga tempat praktek dokter, puskesmas, rumah sakit-rumah sakit semakin penuh, padahal ilmu pengetahuan tentang obat-obat modern dan tradisional semakin berkembang dan maju.

Tak heran jika Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) selalu mengeluh rugi. Sehingga rumah sakit pemerintah seperti dipaksa untuk melayani peserta BPJS klas biasa, karena yang beruang akan memilih ke rumah sakit swasta.

Rumah Sakit

Tak seorangpun ingin sakit, berobat ke rumah sakit diharaplan agar sakitnya sembuh, agar sehat.

Banyaknya pasien yang berobat ke rumah sakit membuat pelayanan tidak maksimal. Padahal tidak semua orang sakit harus berobat ke rumah sakit/dokter. Sayangnya mental instran/hedonis kita masyarakat yang tidak mau belajar tentang tubuh sendiri tentang sakit, sekitar, obat dan proses pengobatan, membuat rumah sakit negeri, puskesmas seolah-olah paling bertanggung jawab atas kesembuhan orang-orang dan masyarakat.

Kondisi ini diperparah oleh mental instan dan hedonis para pengobat dan jaringan pengobat, yang abai pada sifat pengetahuan dan tugasnya untuk membantu mengobati masyarakat.

Kesehatan Mental dan Pancasila

Kesehatan adalah masalah kita semua, masalah negara dan kemanusiaan.

Mental instan/hedonis dalam ruang yang lebih luas adalah mental yang tidak beradab dan berbudaya karena mengingkari kemanusiaan, hanya memikirkan kepentingan dan keuntungan diri dan kelompoknya.

Di Indonesia, kini banyak pejabat, pemimpin yang bermental instan dan hedonis, yang tanpa dasar, bahkan dengan bangga mempertontonkannya di media sosial. Salah satu wujud mental instan dan hedonis itu adalah membuat tayangan kontroversial, mecaci maki, memfitnah untuk mencari nama. Berbeda dengan pemimpin yang turun ke bawah bekerja sungguh-sungguh, sehingga namanya terangkat dan dipilih jadi pemimpin.

Kini bangsa Indonesia banyak yang sakit secara mental, pasti akan mempengaruhi kesehatan fisik masyarakat secara luas.

Untuk mengobati sakit mental yang mengakibatkan sakit fisik, Pancasila sebagai dasar negara Indonesia, terutama sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa harus kembali diajarkan agar bangsa Indonesia, generasi muda anak-anak Indonesia, belajar, tentang dirinya sebagai manusia, yang percaya pada Kemahakuasaan Tuhan termanisfestasi pada manusia, binatang, pohon, alam semesta, sehingga bisa menghormati dan menghargai manausia lain, mahluk lain dan alam.

Dengan kesadaran sebagai manusia, yang berjiwa-raga memiliki indria-indria, pikiran dan perasaan, kita akan bisa menghargai diri sebagai pribadi, dan orang lain, sehingga bisa terpacu untuk belajar mengetahui, memahami sekitar. Pengetahuan dan pemahaman kita tentang diri dan sekitar, akan merangsang kreatifitas, karena sifat dasar manusia tak bisa diam. Tanpa pengetahuan dan pemahaman kita akan terjebak pada pengingkaran-pengingkaran, pelarian-pelarian, dan permaian- permainan untuk kebahagiaan sesaat. Pengetahuan dan pemahaman sederhana terhadap sesuatu, walaupun kecil dan terbatas, akan melahirkan rasa bahagia. [T]

Penulis: Mas Ruscitadewi
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Manusia, Karya, Tulisan, Penderitaan dan Kebahagiaan
Purnama, Pengetahuan, Profesor dan Pendeta
Tri Hita Karana, Kemalasan Tubuh, dan Kebebasan Pikiran
Uang Bolong dan Kecongkakan Manusia
Tumpek Kandang, Manusia dan Alam Semesta
Tags: kesehatankesehatan mentalsakit
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Frekuensi dan Nasi Goreng: Teori Dasar Penyajian Teater

Next Post

Mencatat Festival Sebagai Ruang Belajar: Refleksi atas Pemutaran dan Diskusi Film Legiun Tulang Lunak – 20 Centimeters Per Year

Mas Ruscitadewi

Mas Ruscitadewi

Sastrawan, dramawan, pecinta anak-anak. Penggagas berbagai acara seni-budaya di Denpasar termasuk Bali Mandara Nawanatya yang digelar pada setiap akhir pecan selama setahun.

Related Posts

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails
Next Post
Mencatat Festival Sebagai Ruang Belajar: Refleksi atas Pemutaran dan Diskusi Film Legiun Tulang Lunak – 20 Centimeters Per Year

Mencatat Festival Sebagai Ruang Belajar: Refleksi atas Pemutaran dan Diskusi Film Legiun Tulang Lunak – 20 Centimeters Per Year

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co