2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Purnama, Pengetahuan, Profesor dan Pendeta

Mas Ruscitadewi by Mas Ruscitadewi
August 8, 2025
in Esai
Purnama, Pengetahuan, Profesor dan Pendeta

Ilustrasi tatkala.co

PURNAMA adalah kondisi saat bulan terlihat bulat sempurna. Leluhur Bali meyakini bulan dan cahayanya adalah pantulan dari matahari cahayanya. Disebut cahaya karena bisa dilihat, diketahui dan dipahami dari pandangan mata biasa. Bentuk cahaya bulan yang berubah-ubah setiap hari, memberi pengetahuan dan pemahaman tentang bentuk utuh bulan yang bulat, seperti halnya bumi dan planet-planet.

Selain bentuk yang bulat, leluhur Bali juga memberi pengetahuan tentang kondisi situasi bulan dalam hubungannya dengan bumi, matahari dan benda-benda angkasa lainnya, yang terlihat lebih kecil, sedang besar, sangat besar, redup, terang dan sangat terang, seperti yang dituliskan dalam lontar dalam bentuk karya-karya sastra . Pengetahuan tentang bulan Purnama ini dengan sangat detail dituliskan oleh sastrawan Bali asal Klungkung, almarhum I Dewa Raka Kusuma dalam cerpennya yang berjudul “Ngambar Bulan” (Menggambar Bulan).

Bulan

Sinar bulan yang lembut, terasa sejuk membuat kita betah berlama-lama memandang dan mengaguminya. Lewat pandangan mata, sinar bulan terserap dan masuk ke dalam jiwa. Menjadi inspirasi bagi manusia dalam mengembangkan pengetahuan lahir maupun batin.

Bulan seperti halnya bumi, matahari, planet-planet, manusia, binatang dan tumbuhan bersifat material dan spiritual.

Manusia modern, terutama para profesor (ilmuan yang sudah profesional di bidangnya) berusaha menggali pengetahuan tentang bulan sebagai material dengan berusaha menyentuh material dan unsur-unsurnya secara langsung, menelitinya untuk mendapatkan pengetahuan tentang benda-benda langit, bumi, manusia, binatang dan tumbuh-tumbuhan sebagai bagian dari alam semesta.

Manusia tradisional, para spiritual (Pendeta di Bali misalnya) berusaha menggali pengetahuan tentang bulan sebagai spiritual, dengan berusaha merasakan, meresapi menikmati sinarnya, untuk mendapatkan pengetahuan tentang sinar bulan, matahari, planet-planet, bumi, manusia, binatang dan tumbuh-tumbuhan sebagai bagian dari alam semesta.

Profesor dan Pendeta

Untuk menjadi seorang Profesor, seorang intelektual /orang yang memiliki kecerdasan tinggi dan kemampuan berpikir kritis, analitis, serta kreatif, terutama dalam memahami dan memecahkan masalah yang kompleks, harus melalui pendidikan formal, melakukan penelitian-penelitian, menemukan dan menyebarkan hasil penelitiannya melalui seminar-seminar, jurnal-jurnal ilmiah, buku dan lain-lain.

Istilah brahmana disebutkan berasal dari akar kata brahman yang berarti realitas tertinggi, sumber segala sesuatu, dan prinsip kosmik yang kekal dan tidak terbatas (Tuhan dengan segala aspeknya material maupun spiritual). Yang menjalani pembelajaran tentang segala aspek brahman disebut brahmana. Dalam kontek agama Hindu di Bali, brahmana kemudian dipergunakan sebagai istilah untuk menyebut seseorang atau sekelompok orang dengan bernama depan ida, yang puncak pencapaian tertingginya disebut Pendeta.

Intelektual dan Brahmana

Manusia adalah pelaku, subyek dari pengetahuan modern maupun tradisionil. Seorang Intelektual umumnya menjadikan bulan, matahari, planet, bumi, manusia binatang, tumbuh-tumbuhan dan semua aspek yang ada dan terkait dengannya obyek penelitian. Seorang “brahmana” konon menjadikan dirinya sendiri sebagai obyek penelitian.

Diri sebagai obyek penelitian untuk mendapatkan pengetahuan didasari oleh keyakinan bahwa Brahman (percikan Brahman) ada dalam diri manusia dan mahluk hidup lainnya, umat Hindu di Bali menyebutnya Atman, umat beragama lain menyebut Roh Kudus, Nur Muhammad Nur Illahi dan lain-lain.

Penelitian ke luar dan ke dalam bertujuan untuk mencapai kebahagian lahir dan batin.

Tantangan bagi Intelektual dan Brahmana adalah bagaimana mempergunakan pengetahuannya untuk memberikan dampak positif bagi dunia, manusia, binatang, pohon, alam sekitar, bumi dan alam semesta. Penggunaan pengetahuan yang hanya untuk menguntungkan diri sendiri dan kelompok, hanya mengakibatkan penderitaan lahir dan batin.

Ajiwera

Mungkin itu sebabnya, pengajaran tentang pengetahuan oleh “brahmana”/ Pendeta, tidak diberikan secara sembarangan (ajiwera), hanya diberikan oleh guru kepada murid melalui tahapan pengujian yang disebut diksa pariksa (pengujian mental spiritual).
Dalam ujian mental-spiritual biasanya yang paling krusial adalah ketulusiklasan yang bersangkutan untuk menjalankan pengetahuan Brahman/Tuhan /Spiritual. Guru biasanya akan mengingatkan agar murid yang telah menguasai pengetahuan agar tidak tergoda menjadi Balian, penyembuh pribadi yang menerima upah.

Tetapi hanya sebagai pengantar/penyampai doa yang hanya menerima sari (seirup nafas yang wangi), bukan menerima pajak sebagai prosentase dari pengelolaan sumber daya (fee), bukan menerima nilai tukar dari kerajinan tubuh, atau bahkan menerima bati (keuntungan dari prosentase penjualan dan pembelian).

Bersyukur

Kita mesti bersyukur beberapa orang di Bali, Nusantara, Asia dan dunia, masih menjaga, memelihara dan mengembangkan adat, tradisi dan budaya dalam sistem belajar untuk mendapatkan, menerapkan dan mengembangkan pengetahuan demi kebaikan manusia alam dan sekitar.

Semoga Perayaan Purnama kali ini bisa menjadi sinar yang memantulkan diri kita sebagai manusia, alam dan semesta, untuk menerima dan memaafkan kesalahan diri, orang lain, bangsa, negara dan alam semesta, agar bisa memperbaiki diri, alam dan semesta untuk menjadi lebih baik, aman, nyaman dan damai. [T]

Denpasar, 08.08.2025

Penulis: Mas Ruscitadewi
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Tri Hita Karana, Kemalasan Tubuh, dan Kebebasan Pikiran
Uang Bolong dan Kecongkakan Manusia
Tumpek Kandang, Manusia dan Alam Semesta
Bali, Pemimpin, Sampah dan “Campah”
Kelapa, Kepala, Warna dan Permainan Makelar
Tags: bulan purnamapendetaPendidikanPengetahuanProfesor
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ngakan Made Kasub Sidan, Peraih Bali Jani Nugraha 2025, Penjaga Sastra  Inspiratif dari Klungkung

Next Post

Membangun Kedamaian dan Konsentrasi Belajar melalui Transcendental Meditation di SMKN 1 Petang

Mas Ruscitadewi

Mas Ruscitadewi

Sastrawan, dramawan, pecinta anak-anak. Penggagas berbagai acara seni-budaya di Denpasar termasuk Bali Mandara Nawanatya yang digelar pada setiap akhir pecan selama setahun.

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Membangun Kedamaian dan Konsentrasi Belajar melalui Transcendental Meditation di SMKN 1 Petang

Membangun Kedamaian dan Konsentrasi Belajar melalui Transcendental Meditation di SMKN 1 Petang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co