14 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kontemplasi Mewujudkan Kehidupan Shanti Jagadhita

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
April 21, 2025
in Khas
Kontemplasi Mewujudkan Kehidupan Shanti Jagadhita

Dharma Shanti Kolaborasi MDA Kuta Selatan dan SMAN 2 Kuta Selatan | Foto : I Nyoman Tingkat

“KONTEMPLASI Mewujudkan Kehidupan Shanti Jagadhita”, demikian tema Dharma Shanti  Kolaborasi antara Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan Kuta Selatan dan  SMA Negeri 2 Kuta Selatan. Dharma Shanti serangkaian Hari Suci Nyepi Isaka Warsa 1947 itu dihadiri oleh 200 peserta dari unsur Kecamatan Kuta Selatan, Perbekel/Lurah se- Kecamatan Kuta Selatan, dan Unsur Adat se-Kecamatan Kuta Selatan, serta guru, tenaga kependidikan, dan perwakilan siswa SMA Negeri 2 Kuta Selatan.

MDA Kecamatan Kuta Selatan menjadikan Dharma Shanti sebagai program rutin setiap tahun. Pada Tahun Isaka Warsa 1947 bertepatan dengan Saniscara Umanis Sungsang, 19 April 2025, untuk pertama kali Dharma Shanti Nyepi dilaksanakan secara kolaboratif antara MDA Kecamatan Kuta Selatan dan SMA Negeri 2 Kuta Selatan. Makna penting dari Dharma Shanti Kolaboratif bersifat mutualistiK. Di satu sisi menjadi ajang belajar bagi siswa SMA Negeri 2 Kuta Selatan dengan terlibat dan berbaur bersama para tetua adat yang tekun menjaga, merawat, dan mengembangkan kearifan lokal di masing-masing desa adat.

Kearifan itu ditransformasikan kepada para siswa remaja yang masih dalam proses pencarian jati diri. Kemantapan dinamis para yowana (remaja) mensyaratkan penguatan ke dalam (kontemplasi) dengan senantiasa berguru ke luar untuk memerkuat jati diri sehingga diperlukan filter selektif. Belajar menerima dari luar tidak asal, apalagi asal-asalan. Diperlukan semangat dharma wiweka sebagaimana itik atau teratai yang akar dan batangnya di lumpur, bunganya mekar tiada ternoda.

Dharma Shanti Kolaborasi MDA Kuta Selatan dan SMAN 2 Kuta Selatan | Foto : I Nyoman Tingkat

Di sisi lain, para tetua menyerap energi para yowana senantiasa menjadi Tut Wuri Handayani. Sesuai dengan ilmu mendidik berkesadaran Hindu, yowana seyogyanya diperlakukan sebagai teman oleh orang tua. Sebagai teman, jarak bahasa jangan menjadi penghambat walaupun umur terpaut jauh. Sebagai orang tua, yang pernah mengalami fase remaja, ia dapat kembali bernostalgia bagaimana masa remaja dulu yang sering juga disalahpahami oleh orang tua.

Tegasnya, orang tua mengidentikasi diri sebagai mana layaknya remaja.  Intensitas dan kualitas komunikasi diperbaiki sampai nemu gelang untuk saling memahami demi kemajuan yowana. Pada akhirnya, jika yowana itu berhasil akan memberi sinar terang cahaya bagi keluarga. Sebaliknya, bila yowana gagal, menjadi gelaplah seisi keluarga.

Begitulah Dharma Shanti yang digelar secara kolaboratif berintikan kerja sama yang harmonis dan saling mendukung untuk berperan aktif mewujudkan suasana shanti sesuai dengan swadharma masing-masing. Sesuai dengan tema, Dharma Shanti ini diniatkan untuk memperdalam nilai-nilai yang terkandung dalam Hari Suci Nyepi. Nilai-nilai itu adalah nang, ning, nung, neng sebagaimana diajarkan oleh Ki Hadjar Dewantara di Taman Siswa. Dalam kearifan lokal Bali, diterjemahkan dalam Catur Brata panyepian yang tiada duanya di dunia.

Nyepi adalah nang dalam arti tenang untuk menang melawan pergulatan dalam diri. Musuh terbesar manusia adalah dirinya sendiri, bukanlah orang lain. “Kemenangan terindah dan tersulit bagi manusia adalah kemenangan atas diri sendiri”, tulis R.A. Kartini dalam Habis Gelap Terbitlah Terang.

Nyepi adalah ning. Ning adalah hening-bening dalam sunyi sepi. Dalam hening-bening, kejernihan pikiran tercerahkan. Pencerahan menjadi penerang kegelapan. Nyalakan pelita wujudkan cita-cita. Pikiran yang hening bening ibarat air yang jernih, bayangan akan tampak utuh laksana ikan di lubuk terpantau dalam kejernihan air, memudahkan nelayan menangkap.

Dharma Shanti Kolaborasi MDA Kuta Selatan dan SMAN 2 Kuta Selatan | Foto : I Nyoman Tingkat

Nyepi adalah Nung. Nung adalah merenung melakukan kontemplasi untuk sampai pada titik kesadaran yang bersemayam di padma hrdaya. Einstein bilang, pusat gravitasi kesadaran manusia ada di hati. Di hati pula, pusat cinta (belajar) bersemi. Jika Mendikdasmen Abdul Mu’ti menghadirkan pendekatan deef learning dalam pembelajaran sesungguhnya sedang mengajak para pembelajar untuk belajar dengan kesadaran diri (mindfull learning) untuk menghasilkan Pendidikan bermutu untuk semua. Nilai-nilai itu tersirat dalam kearifan Nyepi di Bali.

Nyepi adalah neng. Neng adalah meneng (diam, tidak bergerak). Karena tidak bergerak secara pisik, maka petualangan berjalan secara rohani. Menyusuri jalan-jalan gelap dalam goa gue (buana alit) berharap menemukan goa duwe (buana agung) dalam keharmonisan. Langkah yang ditempuh pejalan kehidupan berkearifan Bali adalah tapa, brata, yoga, semadi. Meneng secara fisik, tetapi bergerak secara rohani.

Begitulah Hari Suci Nyepi menyediakan teks kehidupan berkearifan lokal.  Nyepi diwariskan Bali, sebelum  Hindu diakui sebagai Agama oleh negara (1959). Libur umum Nyepi dan Waisak pun baru ditetapkan saat Orde Baru berkuasa berdasarkan Keputusan Presiden Soeharto Nomor 3 Tahun 1983 tanggal 19 Januari 1983 atas usulan Ida Bagus Punia Atmaja (Hindu) dan Pembudi (Budha).

Menurut I Nyoman Lastra, S.Pd., M.Ag. mantan Kakanwil Agama Provinsi Bali, yang menjadi narasumber dalam Dharma Shanti, menyebutkan secara historis, agama-agama yang tumbuh dan berkembang di Indonesia kini adalah agama yang menyerap kearifan lokal sebagai dasar  menguatkan ajarannya. “Kedatangan Mpu Kuturan ke Bali berhasil menyatukan sekte-sekte masyarakat Bali dalam wadah Desa Adat dengan tugas spiritual memuja Tri Murti di Kahyangan Tiga. Walaupun sekte-sekte berhasil dilebur, tetapi jejaknya masih bisa dilacak dalam ritual Hindu kini. Begitu pula kedatangan Dang Hyang Dwijendra, mengembangkan dengan Pelinggih Padmasana sebagai pemujaan untuk membangun harmoni Bali”.

Fakta historis itu membuat Bung Karno sampai pada simpulan, “Bila menjadi Hindu janganlah keindia-indian, bila menjadi Islam jangalah kearab-araban, bila jadi Kristen jangan jadi Yahudi. Jadilah Hindu, Islam, dan Kristen Nusantara”. Semangat serupa digaungkan oleh Kang Dedy Mulyadi Gubernur Jawa Barat yang viral di media sosial. Kang Dedy dalam berbagai kesempatan meletakkan kearifan lokal sebagai piranti komunkasi yang menyentuh sumber peradaban dengan rasa simpati dan empati. Citra dirinya terbangun bahkan, digadang-gadang menjadi calon Presiden Indonesia masa depan.

Dharma Shanti Kolaborasi MDA Kuta Selatan dan SMAN 2 Kuta Selatan | Foto : I Nyoman Tingkat

Terlepas dari politik pencitraan, Nyepi sebagai warisan manusia Bali telah menjadi ispirasi bagi dunia untuk memelihara keharmonisan semesta yang terhubung satu sama lain. Tidak bepergian (amati lelungaan), tidak menghibur (amati lelangon), tidak menyalakan api (amati geni), dan tidak bekerja (amati karya) adalah catur brata yang lahir dari kearifan lokal Bali, sebuah ajakan kepada dunia untuk hening sehari. Hening sehari untuk melakukan penghematan sekaligus memberikan semesta berlibur dari hiruk-pikuk lalu-lintas yang menyumbang polusi.

Nyepi memberikan pesan damai sebagaimana laut dan langit tampak biru tanpa tertutup mendung polutif. Pesan damai menjadi kebutuhan semua umat manusia tanpa memandang asal usul agama. Setiap agama membawa pesan perdamaian, bergantung pada umatnya memaknainya. Kata bijaksanawan, “Perang dan damai bermula dari pikiran. Maka dari pikiran pula, damai disemaikan”. Nyepi dengan catur brata diniatkan untuk mewujudkan damai itu. Shanti jagadhita diwujudkan dengan kontemplasi : nang…ning…nung…neng !

Jika Nyepi beruntun diikuti dengan Hari Suci Galungan sebagai kemenangan Dharma atas adharma, maka seyogyanya dipahami sebagai respon semesta menguatkan spirit beragama tidak berhenti pada tataran ritualistik. Menggali makna dibalik ritual.

Numbas sajeng ke Pedungan,
Ke Denkayu makta salaran mabakti
Rahajeng hari suci Galungan
Mogi rahayu majalaran Dharma Shanti
[T]

Penulis: I Nyoman Tingkat
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis NYOMAN TINGKAT

  • BACA JUGA:
“Return to Innocence”, Nyepi, dan  Sebuah Ajakan Kembali ke Kepolosan Diri
Usai Nyepi pun Masih Ada Atraksi Ogoh-ogoh: Itu di  GWK Cultural Park…
Nyepi di Gumi Delod Ceking Dekade 1970-an
Tags: Hari Raya NyepiSMAN 2 Kuta Selatan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Tedak Siten”: Tradisi dan Komunikasi yang Futuristik

Next Post

Legitimasi Seniman dalam Medan Seni

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
0
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

Read moreDetails

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
0
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

Read moreDetails

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
0
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

Read moreDetails

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

Read moreDetails

Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

by Rohmah Nia Chandra Sari
July 9, 2026
0
Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

RANGKAIAN ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa FISIP (PEKSIMASIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026,...

Read moreDetails

Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

by Chandra Manikan
July 9, 2026
0
Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

SAMPAI HARI INI, pupuh itu mengendap lebih lama di pikiranku. Buku “Bali, Pandemi, Refleksi: Dinamika Politik Kebijakan dan Kritisme Komunitas”,...

Read moreDetails

Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 8, 2026
0
Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

“SETIAP penyair kalau ia menyuarakan lukanya, ia sebenarnya menyuarakan luka manusia.” Kalimat itu meluncur dari Yahya Umar, Sabtu, 4 Juli...

Read moreDetails

Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
0
Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

AROMA kopi yang baru diseduh bercampur dengan wangi siobak dan tipat santok menyambut setiap langkah pengunjung di belakang panggung utama...

Read moreDetails

Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

by Agung Sudarsa
July 7, 2026
0
Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

MINGGU, 21 Juni 2026, di Griya Yangloni milik Dokter Ida Bagus Kesnawa, MM, di Banjar Buruan, Gianyar, sebuah pengalaman sederhana...

Read moreDetails
Next Post
Legitimasi Seniman dalam Medan Seni

Legitimasi Seniman dalam Medan Seni

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co