24 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kontemplasi Mewujudkan Kehidupan Shanti Jagadhita

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
April 21, 2025
in Khas
Kontemplasi Mewujudkan Kehidupan Shanti Jagadhita

Dharma Shanti Kolaborasi MDA Kuta Selatan dan SMAN 2 Kuta Selatan | Foto : I Nyoman Tingkat

“KONTEMPLASI Mewujudkan Kehidupan Shanti Jagadhita”, demikian tema Dharma Shanti  Kolaborasi antara Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan Kuta Selatan dan  SMA Negeri 2 Kuta Selatan. Dharma Shanti serangkaian Hari Suci Nyepi Isaka Warsa 1947 itu dihadiri oleh 200 peserta dari unsur Kecamatan Kuta Selatan, Perbekel/Lurah se- Kecamatan Kuta Selatan, dan Unsur Adat se-Kecamatan Kuta Selatan, serta guru, tenaga kependidikan, dan perwakilan siswa SMA Negeri 2 Kuta Selatan.

MDA Kecamatan Kuta Selatan menjadikan Dharma Shanti sebagai program rutin setiap tahun. Pada Tahun Isaka Warsa 1947 bertepatan dengan Saniscara Umanis Sungsang, 19 April 2025, untuk pertama kali Dharma Shanti Nyepi dilaksanakan secara kolaboratif antara MDA Kecamatan Kuta Selatan dan SMA Negeri 2 Kuta Selatan. Makna penting dari Dharma Shanti Kolaboratif bersifat mutualistiK. Di satu sisi menjadi ajang belajar bagi siswa SMA Negeri 2 Kuta Selatan dengan terlibat dan berbaur bersama para tetua adat yang tekun menjaga, merawat, dan mengembangkan kearifan lokal di masing-masing desa adat.

Kearifan itu ditransformasikan kepada para siswa remaja yang masih dalam proses pencarian jati diri. Kemantapan dinamis para yowana (remaja) mensyaratkan penguatan ke dalam (kontemplasi) dengan senantiasa berguru ke luar untuk memerkuat jati diri sehingga diperlukan filter selektif. Belajar menerima dari luar tidak asal, apalagi asal-asalan. Diperlukan semangat dharma wiweka sebagaimana itik atau teratai yang akar dan batangnya di lumpur, bunganya mekar tiada ternoda.

Dharma Shanti Kolaborasi MDA Kuta Selatan dan SMAN 2 Kuta Selatan | Foto : I Nyoman Tingkat

Di sisi lain, para tetua menyerap energi para yowana senantiasa menjadi Tut Wuri Handayani. Sesuai dengan ilmu mendidik berkesadaran Hindu, yowana seyogyanya diperlakukan sebagai teman oleh orang tua. Sebagai teman, jarak bahasa jangan menjadi penghambat walaupun umur terpaut jauh. Sebagai orang tua, yang pernah mengalami fase remaja, ia dapat kembali bernostalgia bagaimana masa remaja dulu yang sering juga disalahpahami oleh orang tua.

Tegasnya, orang tua mengidentikasi diri sebagai mana layaknya remaja.  Intensitas dan kualitas komunikasi diperbaiki sampai nemu gelang untuk saling memahami demi kemajuan yowana. Pada akhirnya, jika yowana itu berhasil akan memberi sinar terang cahaya bagi keluarga. Sebaliknya, bila yowana gagal, menjadi gelaplah seisi keluarga.

Begitulah Dharma Shanti yang digelar secara kolaboratif berintikan kerja sama yang harmonis dan saling mendukung untuk berperan aktif mewujudkan suasana shanti sesuai dengan swadharma masing-masing. Sesuai dengan tema, Dharma Shanti ini diniatkan untuk memperdalam nilai-nilai yang terkandung dalam Hari Suci Nyepi. Nilai-nilai itu adalah nang, ning, nung, neng sebagaimana diajarkan oleh Ki Hadjar Dewantara di Taman Siswa. Dalam kearifan lokal Bali, diterjemahkan dalam Catur Brata panyepian yang tiada duanya di dunia.

Nyepi adalah nang dalam arti tenang untuk menang melawan pergulatan dalam diri. Musuh terbesar manusia adalah dirinya sendiri, bukanlah orang lain. “Kemenangan terindah dan tersulit bagi manusia adalah kemenangan atas diri sendiri”, tulis R.A. Kartini dalam Habis Gelap Terbitlah Terang.

Nyepi adalah ning. Ning adalah hening-bening dalam sunyi sepi. Dalam hening-bening, kejernihan pikiran tercerahkan. Pencerahan menjadi penerang kegelapan. Nyalakan pelita wujudkan cita-cita. Pikiran yang hening bening ibarat air yang jernih, bayangan akan tampak utuh laksana ikan di lubuk terpantau dalam kejernihan air, memudahkan nelayan menangkap.

Dharma Shanti Kolaborasi MDA Kuta Selatan dan SMAN 2 Kuta Selatan | Foto : I Nyoman Tingkat

Nyepi adalah Nung. Nung adalah merenung melakukan kontemplasi untuk sampai pada titik kesadaran yang bersemayam di padma hrdaya. Einstein bilang, pusat gravitasi kesadaran manusia ada di hati. Di hati pula, pusat cinta (belajar) bersemi. Jika Mendikdasmen Abdul Mu’ti menghadirkan pendekatan deef learning dalam pembelajaran sesungguhnya sedang mengajak para pembelajar untuk belajar dengan kesadaran diri (mindfull learning) untuk menghasilkan Pendidikan bermutu untuk semua. Nilai-nilai itu tersirat dalam kearifan Nyepi di Bali.

Nyepi adalah neng. Neng adalah meneng (diam, tidak bergerak). Karena tidak bergerak secara pisik, maka petualangan berjalan secara rohani. Menyusuri jalan-jalan gelap dalam goa gue (buana alit) berharap menemukan goa duwe (buana agung) dalam keharmonisan. Langkah yang ditempuh pejalan kehidupan berkearifan Bali adalah tapa, brata, yoga, semadi. Meneng secara fisik, tetapi bergerak secara rohani.

Begitulah Hari Suci Nyepi menyediakan teks kehidupan berkearifan lokal.  Nyepi diwariskan Bali, sebelum  Hindu diakui sebagai Agama oleh negara (1959). Libur umum Nyepi dan Waisak pun baru ditetapkan saat Orde Baru berkuasa berdasarkan Keputusan Presiden Soeharto Nomor 3 Tahun 1983 tanggal 19 Januari 1983 atas usulan Ida Bagus Punia Atmaja (Hindu) dan Pembudi (Budha).

Menurut I Nyoman Lastra, S.Pd., M.Ag. mantan Kakanwil Agama Provinsi Bali, yang menjadi narasumber dalam Dharma Shanti, menyebutkan secara historis, agama-agama yang tumbuh dan berkembang di Indonesia kini adalah agama yang menyerap kearifan lokal sebagai dasar  menguatkan ajarannya. “Kedatangan Mpu Kuturan ke Bali berhasil menyatukan sekte-sekte masyarakat Bali dalam wadah Desa Adat dengan tugas spiritual memuja Tri Murti di Kahyangan Tiga. Walaupun sekte-sekte berhasil dilebur, tetapi jejaknya masih bisa dilacak dalam ritual Hindu kini. Begitu pula kedatangan Dang Hyang Dwijendra, mengembangkan dengan Pelinggih Padmasana sebagai pemujaan untuk membangun harmoni Bali”.

Fakta historis itu membuat Bung Karno sampai pada simpulan, “Bila menjadi Hindu janganlah keindia-indian, bila menjadi Islam jangalah kearab-araban, bila jadi Kristen jangan jadi Yahudi. Jadilah Hindu, Islam, dan Kristen Nusantara”. Semangat serupa digaungkan oleh Kang Dedy Mulyadi Gubernur Jawa Barat yang viral di media sosial. Kang Dedy dalam berbagai kesempatan meletakkan kearifan lokal sebagai piranti komunkasi yang menyentuh sumber peradaban dengan rasa simpati dan empati. Citra dirinya terbangun bahkan, digadang-gadang menjadi calon Presiden Indonesia masa depan.

Dharma Shanti Kolaborasi MDA Kuta Selatan dan SMAN 2 Kuta Selatan | Foto : I Nyoman Tingkat

Terlepas dari politik pencitraan, Nyepi sebagai warisan manusia Bali telah menjadi ispirasi bagi dunia untuk memelihara keharmonisan semesta yang terhubung satu sama lain. Tidak bepergian (amati lelungaan), tidak menghibur (amati lelangon), tidak menyalakan api (amati geni), dan tidak bekerja (amati karya) adalah catur brata yang lahir dari kearifan lokal Bali, sebuah ajakan kepada dunia untuk hening sehari. Hening sehari untuk melakukan penghematan sekaligus memberikan semesta berlibur dari hiruk-pikuk lalu-lintas yang menyumbang polusi.

Nyepi memberikan pesan damai sebagaimana laut dan langit tampak biru tanpa tertutup mendung polutif. Pesan damai menjadi kebutuhan semua umat manusia tanpa memandang asal usul agama. Setiap agama membawa pesan perdamaian, bergantung pada umatnya memaknainya. Kata bijaksanawan, “Perang dan damai bermula dari pikiran. Maka dari pikiran pula, damai disemaikan”. Nyepi dengan catur brata diniatkan untuk mewujudkan damai itu. Shanti jagadhita diwujudkan dengan kontemplasi : nang…ning…nung…neng !

Jika Nyepi beruntun diikuti dengan Hari Suci Galungan sebagai kemenangan Dharma atas adharma, maka seyogyanya dipahami sebagai respon semesta menguatkan spirit beragama tidak berhenti pada tataran ritualistik. Menggali makna dibalik ritual.

Numbas sajeng ke Pedungan,
Ke Denkayu makta salaran mabakti
Rahajeng hari suci Galungan
Mogi rahayu majalaran Dharma Shanti
[T]

Penulis: I Nyoman Tingkat
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis NYOMAN TINGKAT

  • BACA JUGA:
“Return to Innocence”, Nyepi, dan  Sebuah Ajakan Kembali ke Kepolosan Diri
Usai Nyepi pun Masih Ada Atraksi Ogoh-ogoh: Itu di  GWK Cultural Park…
Nyepi di Gumi Delod Ceking Dekade 1970-an
Tags: Hari Raya NyepiSMAN 2 Kuta Selatan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Tedak Siten”: Tradisi dan Komunikasi yang Futuristik

Next Post

Legitimasi Seniman dalam Medan Seni

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026
0
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

Read moreDetails

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
0
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

Read moreDetails

Mengagumi Mobil Mini

by Jaswanto
June 22, 2026
0
Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

Read moreDetails

Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

by Dede Putra Wiguna
June 21, 2026
0
Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

 “Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama,...

Read moreDetails

Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

by Dede Putra Wiguna
June 20, 2026
0
Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

SORE itu, Senin, 15 Juni 2026, suasana di Toko Kopi TUKU Renon tampak lebih ramai dari biasanya. Di antara antrean...

Read moreDetails

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 6, 2026
0
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya,...

Read moreDetails

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

by I Wayan Artika
June 6, 2026
0
Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

Read moreDetails

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
0
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

Read moreDetails

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
0
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

Read moreDetails

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails
Next Post
Legitimasi Seniman dalam Medan Seni

Legitimasi Seniman dalam Medan Seni

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

DRAMA gong ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Bali. Hal itu terlihat saat Sanggar Seni Nong Nong Kling dari...

by Nyoman Budarsana
June 23, 2026
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara
Budaya

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

by tatkala
June 23, 2026
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng
Khas

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026
’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co