23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Hendrik Zumario, Sehari-hari Memupuk Bonsai dengan Kesabaran dan Keuletan

Son Lomri by Son Lomri
March 9, 2025
in Persona
Hendrik Zumario, Sehari-hari Memupuk Bonsai dengan Kesabaran dan Keuletan

Hendrik Zumario alias Rio bersama tanaman bonsai yang dipamerkan di Taman Bung Karno, Singaraja, Bali | Foto: tatkala.co/Son

DI sebuah stand tanaman hias, di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Bung Karno, Singaraja, di antara deretan bonsai, ada sebuah spanduk kecil bertuliskan “MBAH YO BLITAR”—dengan nomor hape di bawahnya.

Di situ ada Hendrik Zumario, atau biasa dipanggil Rio. Ia duduk dikelilingi tanaman-tanaman yang kerdil itu, yang tumbuh di pot-pot.

Kepalanya sedikit merunduk di hadapan api kecil, alias korek api, yang dilindunginya dari gibasan angin sore. Jari-jarinya rapat menutup, tak diberi celah angin masuk. Lantas rokok terbakar. Asap mengepul di antara langit mendung. Sambil merokok, Rio menatap tanaman-tanamannya yang dipajang apik itu dengan setting tempat sangat baik.

“Harganya macam-macam, bukan tergantung dari ukuran, tapi dari bentuk pohon dan umurnya,” kata Rio, si penjual bonsai itu, Jumat, 7 Maret 2025.

Rio mengisap rokoknya.

“Semakin pohon meliuk, bercabang-cabang, dan semakin tua umur si pohon, harganya bisa mahal.” lanjut lelaki itu.

Rio di antara tanaman bonsai hasil rancangannya | Foto: tatkala.co/Son

Dalam acara pameran bonsai skala nasional yang digelar oleh Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Buleleng di Taman Bung Karno. Singaraja, Rio dan beserta crew-nya  sudah ada sejak hari pertama dibukanya pameran itu pada tanggal 5 Maret dan akan selesai pada 8 Maret.

Tanaman bonsai itu dibawanya langsung dari Blitar, Jawa Timur. Lebih dari dua puluh tanaman bonsai berukuran besar dan kecil, dengan harga jual yang beragam. Mulai dari seratus ribu hingga dua puluh juta juga ada.

Di sana, ada beberapa pohon yang memang diunggulkan sebagai tanaman hias atau bonsai, antara lain pohon sacang dari Cina, since simbor dari Vietnam, Boxus dari Cina, waru India dan waru Jepang.

Rio yang lahir di Blitar Tahun 1979. Lelaki itu mengaku sejak tahun 2000-an sudah menyukai tanaman bonsai, karena suka sekali dengan alam, terutaman pohon-pohon. “Mungkin karena terpengaruh oleh lingkungan saya di Blitar, karena teman-teman saya juga menyukai bonsai, saya jadi terpengaruh mereka,” kata Rio.

Lantas Rio belajar dengan abang-abangannya, tentang bagaimana membuat bonsai sebelum akhirnya ia jatuh cinta betul pada tanaman ini. “Yang itu harganya dua puluh juta,” tunjuk lelaki itu pada bonsai pohon sacang hasil rancangannya.

Rio memandang sejenak pada bonsai pohon sacang itu.

“Itu masih mentah. Tapi umurnya sekitar dua puluh tahunan,” lanjut lelaki itu.

Dalam membuat bonsai, tidak semudah orang-orang menanam cabe atau tomat dua biji di sebuah pot kecil. Tamanan hias bonsai, atau yang lebih dulu berkembang di Jepang ini merupakan sebuah seni dalam mengkerdilkan pohon lebih kecil untuk diindahkan. Pupuknya adalah kesabaran dan keuletan.

“Menanam bonsai harus ekstra sabar, kalau tidak sabar, jangan harap punya pohon ini,” kata Rio.

Dan yang membuat mahal, lanjut lelaki itu. Karena itu tadi, merawatnya harus seperti merawat anak sendiri. Bahkan bisa melebihi dari anak sendiri, bahkan diri sendiri. “Namanya juga hobi, cinta. ya, susah,” kata Rio humor.

Beberapa orang sedang melihat-lihat tanaman bonsai yang dilombakan di RTH Taman Bung Karno, Singaraja, Bali | Foto: tatkala.co/Son

Sementara di arena lomba, pada pameran di Taman Bung Karno Singaraja itu, tercatat sekitar 550 tanaman bonsai saling bersaing dengan masing-masing kelasnya. Ada kelas prospek, semi pratama, pratama, madya, dan utama.

Kontes ini diikuti oleh peserta dari Sulawesi Selatan, Kalimantan, Jakarta, Bandung dan tentunya Bali itu sendiri sebagai tuan rumah.

Kata ketua pameran Ketut Windu Saputra, pameran bonsai ini telah menjadi agenda tetap jika menjelang HUT Kota Singaraja. Pameran ini bahkan sudah dinanti oleh para pecinta bonsai di seluruh Indonesia jauh-jauh hari.

Bonsai milik Rio | Foto: tatkala.co/Son

Dan setiap kali ada pameran semacam ini, Rio pasti datang. Membawa banyak-banyak bonsai untuk dijualnya di beranda pameran walaupun lokasinya jauh. Mulai dari yang terkecil bentuknya dan harganya, hingga yang terbesar secara bentuk dan harganya. Setelah dari Buleleng, ia akan ke selatan lanjut ke pameran lainnya sampai satu minggu ke depan.

“Pernah dulu di Tangerang, Banten. Waktu saya lagi jualan, terus tak tinggal tidur, hilang tiga bonsai saya. Ruginya itu sekitar 15 belas jutaan,” lanjut Rio cerita hari apes menjual bonsai beberapa tahun silam.

Rio tak hanya membuat sendiri bonsai, tetapi juga membeli dari orang lain, yang kemudian ia rawat dan jual kembali setelah cantik di tangannya. Setelah ia bercerita hari apes tiga bonsai digondol maling itu, ia juga mengenalkan sedikit tentang dirinya. Kata dia, dulu, ia pernah menyabet juara satu di pameran bonsai.

“Sekarang fokus jualan aja kayanya,” kata lelaki itu. “Dulu pernah saya menjual bonsai seharga kisaran 150 juta,” lanjut lelaki itu meyakinan saya bahwa jualan bonsai sangat menguntungkan, dan mengapa orang mencuri bonsai miliknya.

Tetapi, kata dia menambahkan, “Sekarang mulai sepi pembeli. Barangkali karena banyaknya pameran dilakukan nyaris di semua kota, dan semua orang mulai bikin sendiri-sendiri bonsai sebagai hobi!”  [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Muslikhin: Bonsai Bukan Hanya Sekadar Hobi, tapi Juga Terapi
Pj. Bupati Buleleng Lihadnyana: Bonsai Kini Bukan Lagi Sekadar Hobi, Tapi Juga Bisnis  
Awalnya Iseng, Dharma Sentosa Kini Jadi Seniman Bonsai dengan Banyak Penghargaan
Bonsai: Seni, Botani, dan Boleh Sekadar Ikut-Ikutan – [1]

Bonsai: Tentang Memahami Pohon – [2]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Preliminary Show Jegeg Bagus Buleleng 2025: Yang Jegeg Yang Bagus Pakai Kain Tenun Buleleng

Next Post

Kawalu, Bulan Puasanya Suku Baduy

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

by Made Adnyana Ole
October 17, 2026
0
Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

APA hubungan wayang wong Tejakula dengan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali tahun 2027 yang akan digelar di Buleleng? Secara langsung,...

Read moreDetails

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
0
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

Read moreDetails

Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

by Yohana Purnama Fajar
September 2, 2026
0
Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

“Saya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang...

Read moreDetails

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails
Next Post
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

Kawalu, Bulan Puasanya Suku Baduy

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co