23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Warung Nasi Lawar Dugong 21: Kuliner Legendaris dari Guwang dan Kisahnya yang Jarang Diketahui

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
December 7, 2024
in Kuliner
Warung Nasi Lawar Dugong 21: Kuliner Legendaris dari Guwang dan Kisahnya yang Jarang Diketahui

Ni Ketut Sami sedang membuat pesanan nasi bungkus | Foto: tatkala.co/Dede

SETIAP hari, Ni Ketut Sami akan mengaduk lawar sedari petang hingga menuju tengah malam, ia menyiapkan hidangan lawar untuk pelanggan-pelanggannya. Rutinitas itu sudah dilakoninya hampir 40 tahun, sejak memulai bisnis warung makan dari tahun 1980-an.

Dugong 21, begitulah orang-orang mengenal warung nasi lawar tersebut. Warung ini terletak di jalan raya Guwang, Sukawati. Tepatnya di sebelah utara Indomaret Guwang. Tentu, banyak orang yang penasaran mengapa nama Dugong 21 dipilih sebagai nama warung.

Ni Ketut Sami dan I Wayan Balik Dudug selaku owner menjelaskan, Dugong 21 memiliki makna yang mendalam, bukan sekadar nama belaka. Dugong merupakan satwa laut yang diartikan kerap jatuh-bangun, serta senantiasa berjuang untuk bangkit. Kemudian Dua Satu berarti Dudug dan Sami, diambil dari suku kata pertama Du-Sa.

Dugong 21 merupakan bisnis keluarga yang dijalankan langsung oleh satu keluarga, di bawah komando Ni Ketut Sami dan I Wayan Balik Dudug. Semua bahu-membahu membantu menyiapkan piranti untuk berjualan setiap harinya, mulai dari anak, cucu, hingga karyawan, semuanya bekerja sama.

Warung Nasi Lawar Dugong 21 | Foto: tatkala.co/Dede

Sebelum menjadi kuliner malam seperti sekarang, dahulunya warung Dugong 21 beroperasi pada pagi hari, dari jam 5 subuh sampai jam 10 pagi. Pada masa itu, nasi lawar Dugong 21 masih menjadi menu sarapan warga. Kini warung Dugong 21 buka dari jam 5 sore sampai jam 11 malam, atau sampai habis.

Luh Ayu Rai Sulaksmi, cucu dari Ketut Sami dan Balik Dudug mengatakan, warung ini mulai beroperasi pada malam hari sejak tahun 2020. “Awalnya karena buka pada malam Siwaratri, banyak anak-anak muda datang untuk membeli nasi. Bahkan sampai ada yang makan di dalam rumah, karena kehabisan tempat di depan. Sejak saat itu, warung Dugong 21 mulai berkembang, benar-benar menjadi rumah makan.”

“Sensasi makan di rumah itu yang banyak orang suka, mereka merasa lebih santai, seperti makan di rumah sendiri. Terkadang ada juga yang merasa seperti datang ke resepsi pernikahan,” kata Ayu Rai.

Semenjak berjualan pada malam hari, kini warung Dugong 21 semakin ramai dan memerlukan tenaga yang ekstra. Saat ini warung Dugong 21 turut dibantu oleh lima karyawan di luar anggota keluarga. Total orang yang terlibat sebanyak sebelas orang, enam anggota keluarga dan lima karyawan.

Tangan Ni Ketut Sami saat mengadon lawar | Foto: tatkala.co/Dede

Lawar adalah masakan khas Bali yang berupa campuran sayur-sayuran, bumbu Bali, dan Daging Cincang. Di Bali ada banyak jenis-jenis lawar, salah satunya adalah lawar plek. Perbedaan lawar plek dengan lawar-lawar lainnya adalah dari segi penggunaan daging cincang yang lebih banyak daripada sayur-sayuran, serta ditambah dengan campuran darah segar untuk menambah cita rasa.

Bagi Anda yang belum pernah mencoba, bisa langsung datang dan rasakan sendiri. Warung Nasi Lawar Dugong 21 bisa menjadi salah satu tempat untuk mengisi perut Anda ketika sedang melintas atau berkunjung ke desa Guwang.

Jika tidak suka dengan lawar plek, Anda bisa request jenis lawar yang Anda inginkan. Bisa lawar plek, lawar sedikit plek, lawar tidak plek (tidak pakai daging cincang), ataupun lawar putih (tanpa darah).

Jika berbicara soal harga, Anda tidak perlu khawatir, nasi lawar Dugong 21 sangatlah terjangkau. Hanya dengan menyiapkan uang 20 ribu rupiah, Anda sudah mendapatkan satu porsi nasi lawar lengkap dengan soto dan minuman.

Dua Porsi Nasi Lawar di Warung Dugong 21 | Foto: tatkala.co/Dede

Luh Ayu Rai Sulaksmi saat menyiapkan soto | Foto: tatkala.co/Dede

Anda juga bisa memilih, mau menyantap makanan di luar atau di dalam rumah. Ketika makan di dalam rumah, Anda akan diperlihatkan dengan rumah style Bali. Semua hal yang Anda lihat di rumah itu adalah hasil dari bisnis warung nasi itu, karena memang itulah mata pencaharian utama keluarga tersebut.

Menu yang selalu menjadi primadona selain lawar adalah soto dan sate. Orang-orang yang datang berbelanja tak selalu hanya membeli lawar. Ada juga yang hanya membeli sate ataupun soto untuk dijadikan lauk di rumah.

Soto Babi khas Warung Nasi Lawar Dugong 21 | Foto: tatkala.co/Dede

Aneka sate di Warung Nasi Lawar Dugong 21 | Foto: tatkala.co/Dede

Beberapa pelanggan juga tampak mencomot beberapa sate, sembari menunggu pesanan mereka disiapkan. Tetapi tentu, mereka harus membayar lebih untuk sate yang diambil di luar porsi utama.

Pelanggan Dugong 21 kini datang dari seluruh penjuru Bali. Banyak orang yang rela jauh-jauh ke desa Guwang hanya untuk mencicipi adukan lawar dari Ketut Sami. Tak hanya orang Bali, turis-turis mancanegara juga kerap terlihat membeli lawar di sana.

I Wayan Balik Dudug menyebutkan, Warung Nasi Lawar Dugong 21 menghabiskan 50 kilogram daging babi dan 40 kilogram beras setiap harinya. Ia juga mengatakan, Sebelum menjual lawar babi, warung Dugong 21 telah melewati banyak transformasi bisnis. Mulai dari menjual kaset, warung kopi, lawar penyu, lawar ayam, hingga lawar babi.

Suasana di dalam rumah Warung Nasi Lawar Dugong 21 | Foto: tatkala.co/Dede

Semua dimulai saat I Wayan Balik Dudug dan Ni Ketut Sami menikah pada tahun 1974. Setelah menikah, mereka mencoba memulai berbisnis. Kala itu, masih sedang tren kaset, jadi bisnis pertama yang dijalankan adalah menjual kaset. Selama sekian tahun menjual kaset, mereka dianugerahi lima putri, anak pertama lahir pada tahun 1975 sampai anak kelima lahir pada tahun 1984.

Sayangnya, bisnis kaset tersebut kandas ketika anak ketiga mereka meninggal dunia, saat masih duduk di bangku kelas tiga SD. Momen itu menjadi masa yang sulit dan bisnis mereka lambat laun mulai terpuruk, semua uang yang mereka punya habis untuk membeli obat dan biaya perawatan sang anak. Momen itu pula memberikan pukulan yang amat mendalam bagi mereka.

Tak lama setelah peristiwa itu, mereka memulai kembali berbisnis dari nol dengan membuka warung kopi dan menjual bensin eceran (premium). Tetapi karena pengeluaran dan pemasukan dirasa tidak stabil, akhirnya Dugong 21 beralih menjadi warung nasi dengan olahan penyu, dari sanalah Dugong 21 mulai menjadi warung nasi lawar.

Tampak depan Warung Nasi Lawar Dugong 21 | Foto: tatkala.co/Dede

Pada masa itu, penyu masih lazim dijadikan bahan makanan. Tetapi semenjak muncul peraturan daerah (Perda) yang melarang penangkapan penyu, akhirnya Dugong 21 beralih menjual lawar Ayam. Kemudian tak lama setelahnya, munculah isu flu burung, yang membuat Dugong 21 beralih menjual lawar babi, kemudian muncul lagi isu flu babi yang menyebabkan bisnis Dugong 21 menjadi mandet.

Seiring waktu berjalan, kondisi mulai berangsur membaik, Warung Dugong 21 pun konsisten menjual lawar babi sampai sekarang. {T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Bubuh Nyawan Dadong Rinten dari Blahkiuh, Bubur Bali dengan Cita Rasa Autentik
Ketut Suariani, Peramu Loloh Cemcem dari Desa Aan
Ikan Bakar Komel Pengambengan: Kelezatan di Balik Kesederhanaan
Rujak Cingur Bu Mah, Kuliner Hibrid yang Unik dan Legendaris di Pasar Atom Surabaya
Laklak Beras Merah Jatiluwih: Tradisi dan Inovasi dalam Satu Gigitan
Klipes Sune Cekuh, Kumbang Air Goreng Khas Desa Kedis
Menikmati Sate Keladi Khas Pedawa yang Unik
Tags: Desa GuwangGianyarkuliner khas balilawarlawar balimasakan tradisional
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tanah Kuburan Bapak | Cerpen Jaswanto

Next Post

TikTok, Generasi Muda, dan Identitas Digital yang Terkonstruksi

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan

by Rusdy Ulu
October 8, 2026
0
Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan

BAGI orang Indonesia, keju bukan makanan yang hadir setiap hari di meja makan. Karena itu, ketika dua belas peserta berkumpul...

Read moreDetails

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
0
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

Read moreDetails

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
0
Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

Read moreDetails

Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
September 4, 2026
0
Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

MATAHARI pagi belum genap sejengkal naik ketika sebuah gerobak biru berhenti di pinggir Jalan Merak, Singaraja. Di belakangnya, truk-truk besar...

Read moreDetails

Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

by Nyoman Budarsana
September 1, 2026
0
Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

UDARA pagi terasa panas ketika rangkaian Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 memasuki penghujung acara. Usai menutup festival,...

Read moreDetails

Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

by Tri Nugroho Adi
August 9, 2026
0
Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

"BU, kulo mung mbekto kuluban godhong kates nggih? Lha ya mung niku sing wonten teng  nggriyo ." (Bu, saya hanya...

Read moreDetails

Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

by Jaswanto
June 17, 2026
0
Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

“BECEK lagi, becek lagi,” keluh istri saya setiap kali menghadiri hajatan di kampung—entah pernikahan, tujuh bulanan, kematian, sedekah bumi, khitanan,...

Read moreDetails

Serangga dalam Piring Makan Kita

by Jaswanto
April 25, 2026
0
Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

Read moreDetails

Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
April 12, 2026
0
Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

MATAHARI baru saja mengintip di ufuk timur Kota Singaraja. Jarum jam menunjukkan pukul 07.00 WITA, namun denyut nadi di Jalan...

Read moreDetails
Next Post
Refleksi Semangat Juang Bung Tomo dan Kepemimpinan Masa Kini

TikTok, Generasi Muda, dan Identitas Digital yang Terkonstruksi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co