2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ikan Bakar Komel Pengambengan: Kelezatan di Balik Kesederhanaan

Jaswanto by Jaswanto
November 16, 2024
in Kuliner
Ikan Bakar Komel Pengambengan: Kelezatan di Balik Kesederhanaan

Ikan bakar komel Pengambengan | Foto: tatkala.co/Jaswanto

DI Pengambengan, desa yang teronggok di Jembrana, Bali bagian barat, di pinggiran Samudra Hindia itu, terdapat satu olahan ikan dengan tampilan dan perlakuan sederhana—kalau bukan ala kadarnya—tapi memiliki rasa yang otentik, khas, yang tak dimiliki kuliner lain di tempat lain. Namanya ikan bakar komel.

Kuliner tersebut berbahan utama ikan lemuru (Sardinella longiceps) segar—hewan bersirip yang paling banyak ditangkap nelayan Pengambengan. Di perairan Indonesia, ikan ini senang berkembangbiak di Selat Bali, memang. Dan di Pengambengan, menurut warga sekitar, hewan poikilotermik ini banyak memiliki sebutan (nama) berdasarkan ukuran tubuhnya.

Jika masih kecil ia disebut semenit atau sempenit; beranjak dewasa dengan panjang badan sekitar 12 cm dijuluki protolan; ketika badannya mencapai 15 cm disebut lemuru; dan lebih besar dari itu dipanggil ikan kucing. Tapi, di Bali, banyak orang yang menyebut ikan ini sebagai ikan kucing tanpa mengindahkan ukurannya.

Lemuru-lemuru di Selat Bali, di Samudra Hindia, diburu setiap musim. Orang-orang Pengambengan rela mempertaruhkan nyawa hanya untuk menangkapnya. Slerek-slerek nelayan Pengambengan yang besar itu membawanya dari lautan lepas ke pabrik-pabrik sarden, pengepul-pengepul, emperan pasar, sampai ke wajan dapur rumahan. Dalam sekali tangkap, berton-ton lemuru didaratkan.

Ikan bakar komel Pengambengan | Foto: tatkala.co/Jaswanto

“Kelompok [nelayan] saya pernah membawa pulang tiga puluh ton ikan lemuru!” Dawi Ariyanto, nelayan senior Pengambengan, berkata dengan bangga. Itu angka yang fantastis.

Ikan jenis pelagis kecil dengan bentuk tubuh bulat panjang—di bagian perut agak membulat—dan bersisik duri tumpul inilah yang selama ini menghidupi Pengambengan, terlepas dari sektor bidang ekonomi-profesi lainnya. Dan dari ikan ini pula, Pengambengan, khususnya mereka yang hidup di sekitaran pesisirnya, memiliki satu kuliner khas yang mereka sebut: ikan bakar komel—merujuk pada kata “kumal” (renyuk, kotor).

Ikan bakar tersebut dinamai komel karena jeroan lemuru tak dibersihkan. Lemuru-lemuru yang segar cukup dimandikan (dicuci) badannya saja—bahkan sisik-kulitnya tak berusaha dilepaskan. Lalu dibakar dengan taburan garam secukupnya, itu saja, bumbu lain tak dibutuhkan.

Tak terang betul penyebab tak ada bumbu lain selain garam saat membuat ikan bakar komel. Tapi kita dapat mengira-ngira setidaknya dua alasan mengenai hal tersebut. Pertama karena berkaitan dengan kondisi sosial masyarakatnya. Kedua oleh sebab rasanya sendiri.

Sosial masyarakat Pengambengan yang kebanyakan nelayan miskin, dulu, dapat kita sinyalir menjadi alasan kenapa komel hanya berbumbu garam. Pula, saya kira, itu karena alasan efektivitas belaka. Ya, ikan bakar komel sering kali menjadi lauk para nelayan saat melaut. Cukup berbekal garam—dan lemuru hasil tangkapan—mereka sudah mendapat teman makan nasi. Bukankah suatu makanan memang lahir dan tak terlepas dari kondisi geografis, sosial, dan budaya masyarakatnya?

Untuk itulah, memasak, atau mengolah makanan, sebagaimana telah ditulis Mumu Aloha dalam sebuah esainya, tak lagi dianggap sebagai semata kegiatan rekreasional, pengisi waktu senggang di akhir pekan, atau momen untuk menciptakan kebersamaan dalam keluarga. Memasak dan mengolah makanan kini dipandang secara antropologis sebagai bagian dari praktik kebudayaan yang harus terus-menerus dijaga, dilestarikan, dan diwariskan.

Sepiring nasi hangat dengan ikan bakar komel Pengambengan, lengkap dengan sambel korek, kemangi, dan mentimun | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Dapur menjadi pertimbangan penting, sebab dari sinilah perjalanan dimulai, kata Mumu lagi. Dan di mata para juru masak dan pewaris ramuan bumbu-bumbu, kuliner—atau yang berkaitan dengannya—terus-menerus dipertimbangkan sebagai bagian dari memori kolektif, sumber kearifan bersama, juga titik tolak dan sekaligus tempat kembali.

Atau jangan-jangan, terlepas dari anggapan serius semacam itu, tak ada bumbu lain dalam komel itu malah oleh sebab rasanya belaka. Lemuru, meski dimasak tanpa bumbu sekalipun, sudah enak. Saat dibakar atau digoreng, ikan ini akan mengelurkan minyak dari tubuhnya. Oleh sebab itulah ia disebut the indian oil sardine dalam bahasa Inggris.

“Dari dulu memang begitu kami mengolahnya,” ujar Luluk Witarti sambil membakar lemuru di dekat Pelabuhan Perikanan Nusantara Pengambengan.

Menurut Mama Luluk, begitu ia akrab dipanggil, soal rasa, ikan bakar komel tetap yang paling juara dari sekian banyak olahan lemuru lainnya, termasuk sarden. Kuliner sederhana ini memang, sekali lagi, memiliki sensasi yang lain (otentik). Rasa asin dari garam dan gurih minyak-daging lemuru, mencipta tagih yang tak terbendung. Di balik tampilannya yang polosan, apa adanya, ternyata menyimpan kelezatan yang tiada duanya. Benar-benar pengalaman rasa yang tak terduga.

“Ikan bakar komel ini bertambah nikmat kalau ditemani sambal korek—sambal yang hanya terdiri dari cabai, garam, dan perasan jeruk limau,” terang Mama Luluk sembari menghidangkan senampan komel lengkap dengan sambel korek dan lalapannya. “Sedangkan untuk lalapannya, bisa pakai daun kemangi atau irisan mentimun,” sambungnya. Titik.[T]

Rujak Cingur Bu Mah, Kuliner Hibrid yang Unik dan Legendaris di Pasar Atom Surabaya
Laklak Beras Merah Jatiluwih: Tradisi dan Inovasi dalam Satu Gigitan
Klipes Sune Cekuh, Kumbang Air Goreng Khas Desa Kedis
Menikmati Sate Keladi Khas Pedawa yang Unik
Tags: baliIkan bakar komeljembranakulinernegaraPengembangan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Program Gelis Diksi Toska, Usaha Merawat Pohon Literasi

Next Post

Mendefinisikan Ulang Makna Toleransi Melalui Perspektif Cinta Erich Fromm

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
0
Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

Read moreDetails

Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
September 4, 2026
0
Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

MATAHARI pagi belum genap sejengkal naik ketika sebuah gerobak biru berhenti di pinggir Jalan Merak, Singaraja. Di belakangnya, truk-truk besar...

Read moreDetails

Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

by Nyoman Budarsana
September 1, 2026
0
Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

UDARA pagi terasa panas ketika rangkaian Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 memasuki penghujung acara. Usai menutup festival,...

Read moreDetails

Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

by Tri Nugroho Adi
August 9, 2026
0
Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

"BU, kulo mung mbekto kuluban godhong kates nggih? Lha ya mung niku sing wonten teng  nggriyo ." (Bu, saya hanya...

Read moreDetails

Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

by Jaswanto
June 17, 2026
0
Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

“BECEK lagi, becek lagi,” keluh istri saya setiap kali menghadiri hajatan di kampung—entah pernikahan, tujuh bulanan, kematian, sedekah bumi, khitanan,...

Read moreDetails

Serangga dalam Piring Makan Kita

by Jaswanto
April 25, 2026
0
Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

Read moreDetails

Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
April 12, 2026
0
Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

MATAHARI baru saja mengintip di ufuk timur Kota Singaraja. Jarum jam menunjukkan pukul 07.00 WITA, namun denyut nadi di Jalan...

Read moreDetails

Sepincuk Semanggi, Sepotong Kisah dari Surabaya

by Jaswanto
April 2, 2026
0
Sepincuk Semanggi, Sepotong Kisah dari Surabaya

“BELAJAR jualan dari ibu.” Kalimat itu meluncur begitu saja dari sosok perempuan yang sedang berdiri di belakang lapak dagangannya. Pagi...

Read moreDetails

Menikmati Sate Klatak, Menikmati Malam di Pasar Wonokromo Bantul

by Tobing Crysnanjaya
March 15, 2026
0
Menikmati Sate Klatak, Menikmati Malam di Pasar Wonokromo Bantul

Jogja, perjalanan yang tak singkat. Menghabiskan waktu hingga 9 jam lamanya. Beberapa kali singgah di Rest Area sepanjang Toll Cipali,...

Read moreDetails

Pameran Kuliner Bulan Bahasa Bali 2026: Padukan Menu Tradisional dengan Menu Terkini

by Nyoman Budarsana
February 27, 2026
0
Pameran Kuliner Bulan Bahasa Bali 2026:  Padukan Menu Tradisional dengan Menu Terkini

Satu hal yang baru dalam perhelatan Bulan Bahasa Bali VIII tahun 2026 adalah pameran kuliner yang berlokasi sebelah barat Gedung...

Read moreDetails
Next Post
Mendefinisikan Ulang Makna Toleransi Melalui Perspektif Cinta Erich Fromm

Mendefinisikan Ulang Makna Toleransi Melalui Perspektif Cinta Erich Fromm

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co