2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Made Darsana, Kopi, Hutan, dan Ekonomi Berkelanjutan: Inspirasi dari Desa Wanagiri

Ni Kadek Sanchi Krisna Dewi by Ni Kadek Sanchi Krisna Dewi
November 20, 2024
in Persona
Made Darsana, Kopi, Hutan, dan Ekonomi Berkelanjutan: Inspirasi dari Desa Wanagiri

Made Darsana | Foto: Ist

BULELENG punya banyak hutan. Satu di antara terletak di Desa Wanagiri, sebuah wilayah di tepi Danau Buyan bagian utaram di Kecamatan Sukasada.

Wana artinya hutan, giri berarti gunung. Wanagiri bisa diterjemahkan dengan bebas menjadi hutan-gunung. Dan, tentu saja, sesuai namanya, Desa Wanagiri berada di dataran tinggi. Tentu juga, karena lokasinya paling tinggi, Desa Wanagiri menjadi salah satu desa yang mengalirkan air bersih ke desa-desa di bawahnya.

Di bawah Desa Wanagari ada Desa Ambengan, Desa Sambangan, Desa Panji, Desa Paji Anom, Desa Tegallinggah, Desa Selat dan Desa Baktiseraga. Tujuh desa inilah yang mendapat berkah dengan memanfaatkan aliran air dari Wanagiri.

Dalam buku “Atas Nama Air” yang diterbitkan Rumah Intaran disebutkan, Desa Wanagiri dan tujuh desa di bawahnya itu membangun kerjasama dalam menjaga kelestarian air. Menjaga kelestarian air yang sudah tentu tidak lepas dari menjaga kelestarian hutan. Jadi, meski hutan berada di desa bagian atas, desa di bagian bawah juga ikut menjaga hutan itu.   

Hutan, Kopi dan BUMDes Wanagiri

Made Darsana adalah sosok yang menjadi ketua dari kerjasama antar desa yang disebut juga dengan nama Desa Denbukit ini. Darsana menjelaskan, ada tiga area yang mempengaruhi kelestarian air, yakni area hutan, area tanah milik pribadi yang dimanfaatkan sebagai pemukiman, dan area perkebunan. Mengapa demikian? Karena sumber air terletak antara area hutan dengan area pemukiman.

Apabila daerah perkebunan dilimpahi banyak pupuk kimia tentu akan merusak kualitas atau kesuburan tanah, sehingga terjadi pencemaran pada tanah. Saat hujan, tanah yang tercemar itu akan dibawa oleh air melewati tanah hutan, sehingga tanah hutan ikut tercemar. Kondisi ini bisa terjadi, karena kontur di Desa Wanagiri ada di bagian atas, sementara hutan berada di bagian bawah. Selain itu tanah pemukiman juga banyak yang sudah dialihfungsikan baik dengan cara dijual atau dibangun sendiri sehingga mengurangi daerah resapan air.

Berdasarkan kesadaran itulah Desa Wanagiri mulai menata hutannya tanpa mengurangi manfaatnya untuk masyarakat desa. Made Darsana yang juga Ketua BUMDes Wanagiri menjelaskan, dahulu hutan tidak boleh dimanfaatkan oleh masyarakat, namun saat ini sudah diperbolehkan. Komuditas utama yang ada di hutan Desa Wanagiri adalah kopi.

Pohon kopi di hutan dan perkebunan Desa Wanagiri | Foto: Ist

Bagaimana kopi bisa tumbuh di hutan tersebut? “Mungkin karena dibawa oleh hewan,” tutur Made Darsana.

Komuditas kopi inilah yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk bisa menambah pendapatan bagi masyarakat sekitar. Kondisi ini didukung oleh desa dengan mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). BUMDes ini dipimpin dengan serius oleh Made Darsana, seorang pemuda yang memang serius dalam mengembangkan BUMDes itu. Meskipun ia hanya lulusan SMA, namun ia punya tekad  kuat untuk belajar. Terbukti sampai saat ini BUMDes Wanagiri semakin dipercaya masyarakat.

Pertanyaan selanjutnya, mengapa komuditas kopi yang dipilih? Tentu karena tanaman kopi itu sudah ditemukan di kawasan hutan sejak zaman dulu. Melalui berbagai program, BUMDes berinisiatif mengelola tanaman kopi di dalam hutan itu agar bermanfaat sebesar-besarnya dan seluas-luasnya bagi masyarakat. Dilihat dari kondisi geografis hutan yang berada di bawah perkebunan tanah milik pribadi, maka diperkirakan tanaman kopi itu tumbuh setelah biji kopi dibawa binatang atau terbawa air yang mengalir dari atas ke bawah saat hujan.

Kondisi kopi di dalam hutan itu cukup menguntungkan. Karena kopi adalah tumbuhan yang memang membutuhkan naungan dari tumbuhan hutan. Jika hendak menanam pun,  sebaiknya ditanam bersamaan dengan menanam tumbuhan naungan hutan, sehingga tidak akan merusak ekosistem hutan.

Secara ekonomi kopi memiliki nilai yang cukup tinggi dan menjadi konsumsi hampir semua orang. Kopi juga menjadi minuman yang tidak ketinggalan zaman. Maka dari itu kopi dapat meningkatkan pendapatan para petani. Maka, tepatlah, BUMDes Wanagiri mengembangkan kopi, karena sekaligus juga bisa melestarikan hutan.

Kopi dalam kemasan yang diproduksi BUMDes Wanagiri | Foto: Ist

BUMDes Wanagiri berdiri sejak tahun 2015 dengan nama Eka Giri Karya Utama. BUMDes ini dikelola dengan baik oleh Made Darsana dan timnya yang solid. Visi utamanya adalah bagaimana dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa.

Made Darsana adalah salah satu orang yang sempat bekerja di luar desa, lalu kembali ke desa untuk membangun desa. Ia percaya, kembali ke desa tidak bisa dilakukan saat sudah lanjut usia, karena justru di masa produktiflah saatnya kembali ke desa.

Inspirasi dari Desa

Tindakan Made Darsana ini tentu saja sangat menginspirasi generasi muda. Di masa produktif seharusnya generasi muda sudah mulai peduli dan belajar tentang potensi-potensi yang ada di desa.

Seperti pernah dikatakan Guru Gede Kresna, pendiri Rumah Intaran, kitalah yang harus belajar dengan orang desa karena mereka justru sangat berdaya. Mengapa sangat berdaya karena sesungguhnya mereka kaya. Kekayaan yang paling utama menurutnya adalah udara bersih, air bersih dan makanan yang sehat. Saya tentu sepakat, karena tanpa udara, air dan makanan sehat, manusia tidak akan bisa hidup.

Yang dilakukan Made Darsana adalah langkah nyata, bagaimana menjaga kekayaan yang dimiliki desa-desa. Dalam prosesnya Made Darsana juga tidak lupa untuk menjaga hubungan baik dengan Tuhan atau Sang Pencipta. Hal ini dapat tercermin dalam sesajen atau banten sederhana yang ia bawa ketika memulai suatu pekerjaan di hutan. Banten menjadi sarana untuk memohon izin kepada sang pencipta agar segala usaha dapat bermanfaat bagi masyarakat, selain itu banten sebagai wujud komitmen masyarakat untuk menjaga kelestarian hutan.

Pohon kopi di area hutan Wanagiri | Foto: Ist

Dalam konteks ekonomi Made Darsana mengatakan, ia ingin masyarakat memiliki pendapatan harian, bulanan dan tahunan. Karena menurutnya menjadi petani adalah profesi yang pendapatannya tidak menentu dan membutuhkan kesabaran. Seperti halnya menanam kopi, tidak mungkin sehari menanam langsung bisa dipanen, butuh waktu sekitar 3 tahun untuk mendapatkan hasilnya setelah 3 tahun baru dapat dipanen lagi setiap tahunnya. Inilah yang akan menjadi pendapatan tahunan.

Sedangkan pendapatan bulanan dapat diperoleh dari memelihara ternak, seperti kambing yang dapat menghasilkan susu dan ayam yang menghasilkan telur setiap bulannya. Selanjutnya sayuran, bunga dan agrowisata yang mulai dikembangkan bisa menjadi pendapatan harian. Dengan demikian petani dapat menjaga kodisi ekonominya secara berkelanjutan.

Apa yang dilakukan warga di Desa Wanagiri, saya maknai bahwa hutan sangat bermanfaat bagi masyarakat dan menjaga hutan sesungguhnya terkandung nilai-nilai Tri Hita Karana, baik menjaga hubungan baik dengan Tuhan dengan selalu percaya keberadaanya, berhubungan baik sesama masyarakat desa dalam pemanfaatan hasil hutan dan menjaga kondisi alam itu sendiri dengan melestarikan hutan tidak hanya mengambil sumber daya alamnya.

Kita sebagai penikmat dari kerja keras mereka harus memberikan timbal baik yang positif misalnya dengan memberikan subsidi pupuk organik dari hilir ke hulu yang dapat menunjang keberhasilan pertanian di Desa Wanagiri tanpa merusak tanah atau dengan langkah kecil menggunakan air dengan bijak. [T]

Petani Kopi Wanagiri Bikin Film: Kopi Panen, Film Juara
Tentang Kopi [2] – Robusta dan Arabika di Wanagiri
Heritage Coffee Farm & Roastery: Usaha Melestarikan Sejarah dan Menumbuhkan Ekosistem Kopi di Bali Utara
Tags: bulelengDesa Wanagirihutankopikopi balikopi wanagiri
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Manajemen Penanganan Bencana dalam Pariwisata

Next Post

Luncurkan Album AIR, Sandrina Malakiano Rayakan Kisah Diri, Kekuatan, dan Kehidupan Perempuan

Ni Kadek Sanchi Krisna Dewi

Ni Kadek Sanchi Krisna Dewi

Anak dari seorang perajin di Desa Nagasepaha. Suka banget explore ke desa-desa, ketemu orang-orang kreatif, dan ngobrol bareng mereka yang vibes-nya positif. Saat ini sedang menempuh pendidikan sebagai mahasiswi S2 Akuntansi Undiksha.

Related Posts

Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

by Yohana Purnama Fajar
September 2, 2026
0
Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

“Saya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang...

Read moreDetails

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails
Next Post
Luncurkan Album AIR, Sandrina Malakiano Rayakan Kisah Diri, Kekuatan, dan Kehidupan Perempuan

Luncurkan Album AIR, Sandrina Malakiano Rayakan Kisah Diri, Kekuatan, dan Kehidupan Perempuan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co