2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tentang Kopi [2] – Robusta dan Arabika di Wanagiri

tatkala by tatkala
June 26, 2020
in Esai
Pangan, Hidup Mati Bangsa

Tobing Crysnanjaya || Ilustrasi tatkala.co || Nana Partha

Udara yang segar, pemandangan berlembah nan indah, sejauh mata memandang saya melihat hamparan kebun kopi, perjalanan melintasi jalanan berkelok-kelok akhirnya terbayarkan sudah, lelah mata akibat asap dan debu jalanan kini digantikan dengan pemandangan maha sempurna, “nikmat apa yang engkau dustakan” celoteh saya di dalam hati.

Mobil melaju melintasi jalanan Wanagiri, sesekali kami bertanya kepada orang yang kami temui di jalan, mereka menuntun kami kepada titik, dimana saat itu kami berjanji untuk melihat-lihat perkebunan di daerah puncak, yang oleh masyarakat sekitar ditanami berbagai macam jenis tanaman bunga dan kopi antara lainnya.

Mobil menuju ke gang kecil, dekat balai pertemuan warga, saya putuskan untuk memarkir kendaraan disana dan kami semua turun, kami disapa oleh seorang pemuda, dengan rendah hati, dia mengantarkan kami untuk bertemu guru kami Sugi Lanus yang sudah duluan menunggu kami disana, olehnya kami diajak berkeliling kebun sembari mendengarkan cerita tentang kopi.

Menurut beliau Wanagiri memiliki potensi perkebunan kopi yang bagus, ada dua jenis kopi yang dibudidayakan oleh masyarakat, jenis robusta untuk daerah bagian bawah dan arabica untuk daerah atas. Hampir sama dengan komoditas perkebunan lainnya, disaat kondisi pariwisata sedang berada di titik nol, komoditas kopi juga mengalami tekanan tersendiri, apalagi jenis kopi arabica yang harganya relatif tinggi dipasaran, mengingat jenis kopi ini dipasarkan untuk segmen wisatawan, dampakya lebih terasa lagi.

Ngos-ngosan, badan ini terasa agak berat lagi, sebab sudah lama tidak dipanaskan, lama tidak berolahraga. Saya melihat Pak Wan dan Guru Sugi sangat lincah naik turun bukit, sementara kami yang lebih muda nampak pelan, menikmati langkah demi langkah hingga pada akhirnya sampai pada jalanan beraspal, darisana lantas kami sepakat bahwa pertemuan ini mesti dilanjutkan lagi, kami memutuskan untuk ngopi dan menikmati “jaja godoh” di Puncak Wanagiri, dimana kami bisa melihat pemandangan Danau Buyan dan Tamblingan.

Untuk sekadar diketahui oleh kita, khususnya anak muda yang sering menyebutkan diri sebagai generasi milenial, agar jangan terlalu abai dengan kenyataan, danau memiliki fungsi yang amat vital untuk kehidupan, tiada mungkin ada kehidupan tanpa air, sebab dari itu sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk menjaga kelestariannya, bersyukurlah Bali pulau yang kecil, memiliki empat danau yang mampu menghidupi seluruh penghuninya, jika danau diabaikan, sudah pasti bencana di tangan.

Sugi begitu panggilan akrabnya, tentu untuk mereka yang sudah akrab dengan beliau, akan bisa merasakan gambaran suasana yang sarat akan makna, tak terhitung berapa kali kopi di cangkir itu sudah saya seruput, berpindah dari satu posisi ke posisi lain, alur cerita beliau yang sangat rapi, jika dituliskan bukan tidak mungkin pembicaraan beliau menjadi sebuah artikel.

Waktu berlalu begitu cepat, Pak Wan sedari awal berjanji kepada saya, jika semesta mengijinkan, beliau ingin mengajak saya berkunjung ke rumah sahabatnya di Desa Munduk, Guru Sugi yang mendengar rencana itu akhirnya ikut juga bersama kami. Munduk adalah Desa yang terlatak tidak jauh dari Kawasan Danau Tamblingan, dan Desa ini merupakan bagian dari Catur Desa Adat Dalem Tamblingan yang mana sangat memiliki andil yang amat besar dalam upaya konservasi Kawasan Danau Tamblingan.

Putu Ardana, dalam kehidupan nyata saya belum pernah bertemu dengan beliau, walau sebenarnya melaui kanal sosial media, saya sering mengamati aktivitas beliau yang amat substansi dan menginspirasi, salah satunya adalah dengan memperkenalkan potensi kopi yang dikembangkannya dengan nama The Blue Tamblingan. Usut punya usut, ternyata varian ini amat sangat terbatas, hal ini karena jenis kopi yang digunakan memiliki karakteristik, salah satu faktor penyebabnya karena pohon kopi yang ditanam di Areal Kebun The Blue Tamblingan tidak terpapar sinar mentari di pagi hari, oleh karena terhalang perbukitan.

Menurut beliau, produk kopi yang dihasilkan memiliki cita rasa yang unik, sehingga ketika produk ini diperkenalkan langsung mengundang animo yang sangat tinggi dari penikmat kopi di Nusantara. Kualitas kopi terbaik adalah merupakan penggabungan antara budidaya sampai kopi itu menjadi green bean, jika diprosesntase proses ini memengaruhi hampir lima puluh persen kualitas, sementara pembakaran itu mempengaruhi dua puluh persen serta penyeduhan sekitar dua puluh persennya.

Pak Putu, begitu saya memanggilnya, beliau mengatakan kepada kami bahwa kopi yang dikembangkannya pernah dibandrol dengan harga sekitar sebelas juta rupiah perkilo dalam acara lelang amal oleh Keluarga Alumni Gadjah Mada (KAGAMA) yang diselenggarakan saat terjadi bencana banjir di SUMSEL. Dan sangat beruntung, saya bersama teman-teman lainnya mendapatkan kesempatan menyeruput nikmatnya “The Blue Tamblingan”, “jangan bilang penikmat kopi, kalau belum sempat menikmati kopi seharga seekor sapi ini” celoteh saya.

Menurut Pak Putu, kopi masuk ke Munduk sekitaran tahun 1920, hal ini juga diperkuat oleh research Guru Sugi yang menyatakan bahwa sekitar tahun 1930 wisatawan mancanegara mulai berkunjung ke Bali melalui Pelabuhan Buleleng, dan kuliner yang disajikan saat itu sesampainya mereka di Bali adalah dengan suguhan kopi. Di eropa, Belanda mempromosikan Bali di era itu, dengan menyebutkan bahwa Kopi Buleleng adalah jenis kopi paling pahit di Dunia, ini bukti bahwa salah satu cara untuk berdiplomasi adalah dengan menguasai teknik pemrosesan kopi, dan lagi-lagi rujukan kita adalah sejarah masa itu dan hal ini masih relevan sampai saat ini.

Ngobrol santai ini berlangsung sampai larut malam, berbagai macam topik sudah tercatat rapi dalam buku harian yang saya bawa, suatu saat nanti saya akan tuliskan lagi, misalkan tentang peradaban desa misalnya. Sebagai pengantar sahaja, peradaban desa ini merupakan saripati pemikiran dari Putu Ardana dalam kontek mengharmoniskan cara hidup masyakakat dengan nilai-nilai kearifan lokal yang merupakan karakter dan ciri khas Desa tersebut. Berharap suatu saat nanti, saya berkesempatan juga mengundang beliau, dalam acara Wawancara Ekslusif di Bawah Pohon Intaran yang saya pandu, semoga beliau membaca tulisan ini dan berkenan menerima undangan ini. [T]

Tags: bulelengkopi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Polemik RUU Haluan Ideologi Pancasila di Tengah Pandemi Covid-19

Next Post

Seni Dalam Lipatan Pandemi

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Seni Dalam Lipatan Pandemi

Seni Dalam Lipatan Pandemi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co