2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tentang Kopi [2] – Robusta dan Arabika di Wanagiri

tatkala by tatkala
June 26, 2020
in Esai
Pangan, Hidup Mati Bangsa

Tobing Crysnanjaya || Ilustrasi tatkala.co || Nana Partha

Udara yang segar, pemandangan berlembah nan indah, sejauh mata memandang saya melihat hamparan kebun kopi, perjalanan melintasi jalanan berkelok-kelok akhirnya terbayarkan sudah, lelah mata akibat asap dan debu jalanan kini digantikan dengan pemandangan maha sempurna, “nikmat apa yang engkau dustakan” celoteh saya di dalam hati.

Mobil melaju melintasi jalanan Wanagiri, sesekali kami bertanya kepada orang yang kami temui di jalan, mereka menuntun kami kepada titik, dimana saat itu kami berjanji untuk melihat-lihat perkebunan di daerah puncak, yang oleh masyarakat sekitar ditanami berbagai macam jenis tanaman bunga dan kopi antara lainnya.

Mobil menuju ke gang kecil, dekat balai pertemuan warga, saya putuskan untuk memarkir kendaraan disana dan kami semua turun, kami disapa oleh seorang pemuda, dengan rendah hati, dia mengantarkan kami untuk bertemu guru kami Sugi Lanus yang sudah duluan menunggu kami disana, olehnya kami diajak berkeliling kebun sembari mendengarkan cerita tentang kopi.

Menurut beliau Wanagiri memiliki potensi perkebunan kopi yang bagus, ada dua jenis kopi yang dibudidayakan oleh masyarakat, jenis robusta untuk daerah bagian bawah dan arabica untuk daerah atas. Hampir sama dengan komoditas perkebunan lainnya, disaat kondisi pariwisata sedang berada di titik nol, komoditas kopi juga mengalami tekanan tersendiri, apalagi jenis kopi arabica yang harganya relatif tinggi dipasaran, mengingat jenis kopi ini dipasarkan untuk segmen wisatawan, dampakya lebih terasa lagi.

Ngos-ngosan, badan ini terasa agak berat lagi, sebab sudah lama tidak dipanaskan, lama tidak berolahraga. Saya melihat Pak Wan dan Guru Sugi sangat lincah naik turun bukit, sementara kami yang lebih muda nampak pelan, menikmati langkah demi langkah hingga pada akhirnya sampai pada jalanan beraspal, darisana lantas kami sepakat bahwa pertemuan ini mesti dilanjutkan lagi, kami memutuskan untuk ngopi dan menikmati “jaja godoh” di Puncak Wanagiri, dimana kami bisa melihat pemandangan Danau Buyan dan Tamblingan.

Untuk sekadar diketahui oleh kita, khususnya anak muda yang sering menyebutkan diri sebagai generasi milenial, agar jangan terlalu abai dengan kenyataan, danau memiliki fungsi yang amat vital untuk kehidupan, tiada mungkin ada kehidupan tanpa air, sebab dari itu sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk menjaga kelestariannya, bersyukurlah Bali pulau yang kecil, memiliki empat danau yang mampu menghidupi seluruh penghuninya, jika danau diabaikan, sudah pasti bencana di tangan.

Sugi begitu panggilan akrabnya, tentu untuk mereka yang sudah akrab dengan beliau, akan bisa merasakan gambaran suasana yang sarat akan makna, tak terhitung berapa kali kopi di cangkir itu sudah saya seruput, berpindah dari satu posisi ke posisi lain, alur cerita beliau yang sangat rapi, jika dituliskan bukan tidak mungkin pembicaraan beliau menjadi sebuah artikel.

Waktu berlalu begitu cepat, Pak Wan sedari awal berjanji kepada saya, jika semesta mengijinkan, beliau ingin mengajak saya berkunjung ke rumah sahabatnya di Desa Munduk, Guru Sugi yang mendengar rencana itu akhirnya ikut juga bersama kami. Munduk adalah Desa yang terlatak tidak jauh dari Kawasan Danau Tamblingan, dan Desa ini merupakan bagian dari Catur Desa Adat Dalem Tamblingan yang mana sangat memiliki andil yang amat besar dalam upaya konservasi Kawasan Danau Tamblingan.

Putu Ardana, dalam kehidupan nyata saya belum pernah bertemu dengan beliau, walau sebenarnya melaui kanal sosial media, saya sering mengamati aktivitas beliau yang amat substansi dan menginspirasi, salah satunya adalah dengan memperkenalkan potensi kopi yang dikembangkannya dengan nama The Blue Tamblingan. Usut punya usut, ternyata varian ini amat sangat terbatas, hal ini karena jenis kopi yang digunakan memiliki karakteristik, salah satu faktor penyebabnya karena pohon kopi yang ditanam di Areal Kebun The Blue Tamblingan tidak terpapar sinar mentari di pagi hari, oleh karena terhalang perbukitan.

Menurut beliau, produk kopi yang dihasilkan memiliki cita rasa yang unik, sehingga ketika produk ini diperkenalkan langsung mengundang animo yang sangat tinggi dari penikmat kopi di Nusantara. Kualitas kopi terbaik adalah merupakan penggabungan antara budidaya sampai kopi itu menjadi green bean, jika diprosesntase proses ini memengaruhi hampir lima puluh persen kualitas, sementara pembakaran itu mempengaruhi dua puluh persen serta penyeduhan sekitar dua puluh persennya.

Pak Putu, begitu saya memanggilnya, beliau mengatakan kepada kami bahwa kopi yang dikembangkannya pernah dibandrol dengan harga sekitar sebelas juta rupiah perkilo dalam acara lelang amal oleh Keluarga Alumni Gadjah Mada (KAGAMA) yang diselenggarakan saat terjadi bencana banjir di SUMSEL. Dan sangat beruntung, saya bersama teman-teman lainnya mendapatkan kesempatan menyeruput nikmatnya “The Blue Tamblingan”, “jangan bilang penikmat kopi, kalau belum sempat menikmati kopi seharga seekor sapi ini” celoteh saya.

Menurut Pak Putu, kopi masuk ke Munduk sekitaran tahun 1920, hal ini juga diperkuat oleh research Guru Sugi yang menyatakan bahwa sekitar tahun 1930 wisatawan mancanegara mulai berkunjung ke Bali melalui Pelabuhan Buleleng, dan kuliner yang disajikan saat itu sesampainya mereka di Bali adalah dengan suguhan kopi. Di eropa, Belanda mempromosikan Bali di era itu, dengan menyebutkan bahwa Kopi Buleleng adalah jenis kopi paling pahit di Dunia, ini bukti bahwa salah satu cara untuk berdiplomasi adalah dengan menguasai teknik pemrosesan kopi, dan lagi-lagi rujukan kita adalah sejarah masa itu dan hal ini masih relevan sampai saat ini.

Ngobrol santai ini berlangsung sampai larut malam, berbagai macam topik sudah tercatat rapi dalam buku harian yang saya bawa, suatu saat nanti saya akan tuliskan lagi, misalkan tentang peradaban desa misalnya. Sebagai pengantar sahaja, peradaban desa ini merupakan saripati pemikiran dari Putu Ardana dalam kontek mengharmoniskan cara hidup masyakakat dengan nilai-nilai kearifan lokal yang merupakan karakter dan ciri khas Desa tersebut. Berharap suatu saat nanti, saya berkesempatan juga mengundang beliau, dalam acara Wawancara Ekslusif di Bawah Pohon Intaran yang saya pandu, semoga beliau membaca tulisan ini dan berkenan menerima undangan ini. [T]

Tags: bulelengkopi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Polemik RUU Haluan Ideologi Pancasila di Tengah Pandemi Covid-19

Next Post

Seni Dalam Lipatan Pandemi

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Seni Dalam Lipatan Pandemi

Seni Dalam Lipatan Pandemi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co