2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Manajemen Penanganan Bencana dalam Pariwisata

Chusmeru by Chusmeru
November 20, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

PARIWISATA menjadi sektor yang paling sensitif terhadap bencana alam, musibah, dan isu-isu keamanan. Banyak kasus membuktikan, ketika satu destinasi wisata tertimpa bencana akan berdampak besar terhadap angka kunjungan wisatawan dan pendapatan negara.

Banjir bandang yang melanda Spanyol belum lama ini berdampak serius terhadap sektor pariwisatanya. Ratusan nyawa melayang dan infrastruktur kota menjadi porak-poranda. Wisatawan tentu saja membatalkan kunjungan ke negara itu.

Bencana dan cuaca ekstrem acapkali mendorong wisatawan untuk mempertimbangkan kembali rencana perjalanan mereka. Salah satu faktor pertimbangan mereka adalah keselamatan. Menurut World Travel Market sebagaimana diungkap The Independent, sebanyak 29% wisatawan menghindari destinasi tertentu karena kekhawatiran terhadap cuaca ekstrem (traveldetik.com, 11/11/2024).

Indonesia sering ditimpa bencana dan musibah yang berdampak pada lesunya industri pariwisata. Itu semua lantaran Indonesia merupakan negara yang luas dengan potensi alam yang berisiko menimbulkan bencana. Curah hujan yang tinggi akan cepat menyebabkan banjir. Tsunami mengancam sebagian besar pantai. Gunung berapi begitu banyak yang masih aktif, dan dapat meletus setiap saat.

Erupsi Gunung Agung di Bali yang terjadi pada tahun 2017 misalnya, telah berdampak luar biasa terhadap industri pariwisata Tanah Air. Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai ditutup untuk sementara waktu. Itu berarti terhentinya kedatangan wisatawan dari serta menuju Bali. Sejumlah maskapai penerbangan asing menunda penerbangan ke Bali.

Dikutip dari berbagai sumber, erupsi Gunung Agung bukan hanya berdampak pada lingkungan, namun juga membawa implikasi ekonomi yang serius. Kerugian ekonomi dari sektor pariwisata menyentuh angka 11 triliun rupiah. Kunjungan wisatawan mancanegara mengalami penurunan sebesar 4,54 persen.

Kasus terbaru adalah meletusnya Gunung Lewotobi Laki-Laki di Nusa Tenggara Timur pada 3 November 2024. Dampaknya, Bandara Internasional Komodo di Labuhan Bajo ditutup. Angka hunian kamar hotel langsung anjlok drastis. Wisatawan pun harus menggunakan jalur laut untuk menuju Lombok dan Bali, lantaran Bandara di Bali pun menunda beberapa rute penerbangannya.

Penanganan Jangka Pendek

Bencana alam dan musibah memang sulit untuk diprediksi, bisa terjadi kapan saja. Oleh sebab itu diperlukan manajemen penanganan bencana di setiap daerah yang memiliki destinasi wisata. Tujuan utamanya adalah meminimalisasi terjadinya korban jiwa. Apalagi korban jiwa yang menimpa wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Manajemen penanganan bencana di suatu destinasi wisata acapkali dilakukan pasca terjadinya bencana. Padahal jika orientasinya adalah menyelematkan jiwa wisatawan, maka manajemen penanganan bencana juga harus dilakukan sebelum terjadinya bencana.

Penanganan pasca bencana dapat dilakukan dalam jangka pendek dan jangka panjang. Rekonstruksi fisik di destinasi wisata merupakan tahapan penting dalam jangka pendek. Seluruh infrastuktur, sarana dan prasarana pariwisata secepatnya dilakukan perbaikan, agar dapat dimanfaatkan kembali oleh wisatawan.

Dampak bencana alam akan merambah pada bidang sosial, ekonomi, dan budaya. Jasa transportasi terhambat. Pelayanan kepada wisatawan juga terganggu. Begitu pula dengan aktivitas seni dan budaya yang terhenti. Maka tahap penanganan bencana selanjutnya adalah melakukan rehabilitasi berbagai sektor pendukung pariwisata yang terdampak.

Sinergi perlu dibangun secepatnya dengan berbagai pemangku kepentingan pariwisata. Proyek pencitraan (imaging project) pasca bencana harus segera dilakukan. Pencitraan bertujuan untuk menciptakan kesan aman dan nyaman destinasi wisata, sehingga siap untuk dikunjungi pasca bencana.

Langkah penting jangka pendek selanjutnya adalah program promosi wisata secara masif. Sektor akomodasi, transportasi, restoran, dan objek wisata secara bersamaan memberikan potongan harga dan cinderamata kepada wisatawan yang berkunjung. Memang menimbulkan beban biaya tinggi; namun itu perlu dilakukan untuk mengundang kembali wisatawan datang pasca bencana.

Penanganan Jangka Panjang

Langkah penting yang perlu disiapkan dalam jangka panjang adalah membuat sistem manajemen penaganan bencana (disaster management system) di destinasi wisata. Apa yang harus dilakukan komponen pariwisata dan wisatawan saat terjadi bencana. Siapa saja yang perlu bersinergi dalam handling tourist.

Jangan sampai terjadi, saat bencana melanda suatu destinasi, wisatawan terlantar lantaran tidak ada yang menghandel. Bantuan terlambat datang. Kondisi ini akan berdampak pada persepsi pasar wisata yang menganggap manajemen penanganan bencana sangat buruk, sehingga membuat wisatawan tidak mau lagi berkunjung.

Mengutip dari Kompas.com (14/11/2024), sejumlah wisatawan Australia mengeluh di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali karena pembatalan sejumlah penerbangan ke negara asalnya akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki. Mereka tidak mendapat informasi yang baik terkait kepastian penjadwalan ulang penerbangan maupun refund tiket pesawat.

Sesungguhnya manajemen pencegahan dan penanganan bencana di sektor pariwisata secara sistemik sangat diperlukan sebagai salah satu upaya mitigasi bencana. Itu semua karena pariwisata adalah satu sistem yang melibatkan pemerintah, industri pariwisata, dan wisatawan.

Manajemen informasi kebencanaan, misalnya, harus selalu terkoordinasi dan terbarukan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pihak terkait lainnya agar informasi kepada masyarakat dapat tersampaikan dengan optimal. Kalangan industri pariwisata harus memiliki sistem informasi yang terkoneksi dengan lembaga-lembaga terkait cuaca dan kebencanaan. Sehingga, ketika ada informasi awal tentang buruknya cuaca, mereka dapat menginformasikan kepada wisatawan.

Panduan tentang hal-hal yang harus dilakukan jika terjadi bencana di destinasi wisata perlu dibuat. Wisatawan diharapkan menaati informasi yang disampaikan pemerintah terkait bahaya cuaca, maupun imbauan untuk menghindari destinasi yang rawan bencana. Pengelola objek wisata dapat saja menutup atau menghentikan operasionalnya jika memang ada peringatan dini kebencanaan dari sumber yang kredibel dan akurat.

Manajemen penangan bencana di destinasi wisata bukan hanya bertujuan mencegah kerusakan sarana dan prasarana. Lebih dari itu, menghindari jatuhnya korban jiwa wisatawan. Sebab, kenyamanan, keamanan, dan keselamatan adalah hak dasar wisatawan. [T]

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Badan Intelijen Keuangan: Urgensi dan Tantangan Komunikasi
Menguak Janji Prabowo jadikan Bali sebagai “The New Hong Kong”
Wisata Halal, untuk Siapa?
Harapan Pariwisata Indonesia di Tangan Prabowo-Gibran
Lakalantas di Bali: Warisan Tata Kelola Pariwisata yang Salah Arah
Wisata Massal: Godaan Mengundang Kesal
Tags: bencana alamilmu pariwisataPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

B-Part: Raga Ruang Ragam

Next Post

Made Darsana, Kopi, Hutan, dan Ekonomi Berkelanjutan: Inspirasi dari Desa Wanagiri

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Made Darsana, Kopi, Hutan, dan Ekonomi Berkelanjutan: Inspirasi dari Desa Wanagiri

Made Darsana, Kopi, Hutan, dan Ekonomi Berkelanjutan: Inspirasi dari Desa Wanagiri

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co