4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menguak Janji Prabowo jadikan Bali sebagai “The New Hong Kong”

Chusmeru by Chusmeru
November 5, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

PRESIDEN Prabowo Subianto menyatakan hendak menjadikan Bali sebagai “The New Singapore” dan “The New Hong Kong”. Hal itu ia sampaikan dalam satu acara jamuan makan di salah satu restoran di Bali.

Sebagai langkah awal untuk menjadikan Bali sebagaimana Hong Kong dan Singapura, Prabowo akan membangun Bandara Bali Utara di Buleleng. Dengan demikian, Buleleng yang selama ini tidak larut dalam hingar-bingar pariwisata akan dijadikan pusat kawasan pariwisata di Bali.

Akankah janji Prabowo benar-benar direalisasikan? Banyak hal perlu dikuak dan dicermati. Mengingat apa yang disampaikan Prabowo sangat beraroma janji politik berkaitan dengan kontestasi pemilihan gubernur (Pilgub) Bali yang akan segera digelar.

Menguak janji Prabowo menjadikan Bali sebagai Hong Kong Baru dan Singapura Baru juga mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam pembangunan dan pengembangan pariwisata, khususnya di Bali dan Buleleng. Apakah janji itu bentuk komitmen moral seorang kepala negara? Ataukah sekadar euforia kekuasaan baru yang menawarkan janji manis?

Menjadikan Bali seperti Hong Kong, misalnya, perlu penjelasan lebih lanjut dalam hal apa. Apakah dalam bidang politik dan kebebasan pers, di mana Hong Kong sempat berada dalam ketegangan akibat National Security Law? Apakah akan meniru kondisi ekonomi Hong Kong, di mana sempat terjadi krisis ekonomi yang menyebabkan masyarakat kesulitan mendapatkan perumahan?

Tentu saja tidak. Indonesia tidak boleh berjalan mundur. Jika maksud Prabowo menjadikan Bali sebagai Hong Kong Baru dalam pariwisatanya tentu juga perlu dicermati dengan seksama. Terutama untuk Buleleng yang juga akan menjadi pusat kawasan pariwisata dan bagian dari “The New Hong Kong” itu.

Mendukung sepenuhnya janji Prabowo untuk menjadikan Bali dan Buleleng sebagai Hong Kong Baru tentu sikap yang tergesa-gesa. Menolak mentah-mentah gagasan Presiden baru itu juga bukan langkah bijak. Seolah masyarakat Buleleng tak berhak menikmati kue pariwisata layaknya Badung, Denpasar, dan Gianyar. Sama artinya juga membuat Buleleng tetap terisolasi dari gemerlapnya industri pariwisata.

 Janji Prabowo untuk membangun Bandara Bali Utara di Buleleng bukanlah satu-satunya cara untuk menjadikannya pusat kawasan pariwisata. Perenacanaan perlu disiapkan secara komprehensif dan holistik sejak awal.

Bali dan Buleleng perlu belajar banyak dari kawasan pariwisata yang tidak direncanakan dengan baik, seperti Kuta. Begitu pula dengan Ubud, Gianyar yang juga menunjukan perkembangan tak terkendali lantaran mengabaikan perencanaan matang. Bahkan Nusa Dua sebagai kawasan pariwisata yang terencana pun tak luput dari imbas overtourism dari sekelilingnya, seperti Jimbaran, Uluwatu, dan daerah di Kuta Selatan.

Perlu 4 A

Pembangunan satu destinasi wisata selalu akan membawa implikasi positif dan negatif. Positifnya, selalu dikaitkan dengan penyerapan tenaga kerja, peningkatan pendapatan daerah, dan kesejahteraaan masyarakat. Negatifnya, kerusakan lingkungan, kemacetan lalu lintas, dan degradasi budaya.

Menjadikan Buleleng sebagai Hong Kong Baru tidak bisa “sim salabim” dan “adakadabra” dalam hitungan hari, minggu, atau pun bulan. Diperlukan waktu lama bagi Buleleng sebagai pusat kawasan pariwisata sebagaimana di Bali Selatan.

 Perlu kecermatan dalam pengembangan pariwisata, terutama yang berkaitan dengan waktu dan investasi. Contoh kasus Ibu Kota Nusantara (IKN) menggambarkan tidak mudahnya membangun satu kawasan baru. Target tahun 2024 IKN sudah difungsikan, meleset. Begitu pula investasi kawasan baru membutuhkan anggaran puluhan hingga ratusan triliun. Adakah investor yang sanggup menggarap Buleleng dengan jumlah sebesar itu?

 Paling tidak, diperlukan empat hal dalam pengembangan Buleleng sebagai pusat kawasan pariwisata atau biasa disebut 4 A.

Pertama, Aksesibilitas. Bandara Bali Utara hanya sebagian saja dari aksesibilitas. Jika ingin menjadi pusat kawasan pariwisata tentu diperlukan aksesibilitas jalan, jembatan, dan sebagainya. Selain membutuhkan investasi tinggi, aksesibilitas juga rentan menimbulkan konflik pertanahan.

Kedua, Amenitas. Buleleng memerlukan banyak hotel berbintang 5, restoran, dan akomodasi mewah lain untuk menjadi pusat kawasan wisata. Tentu saja ini akan membawa implikasi serius di bidang lingkungan. Akankah sawah dan lahan produktif berubah jadi bangunan hotel? Apakah tebing dan bukit akan digusur menjadi resort wisata?

Ketiga, Atraksi. Menjadi seperti Hong Kong atau Singapura tentu tidak cukup hanya dengan atraksi wisata yang biasa-biasa saja. Perlu digali segala potensi alam, seni, dan budaya agar dapat menjadi daya tarik wisata. Akankah Buleleng  juga menawarkan atraksi wisata kasino sebagaimana Hong Kong dan Singapura?

Keempat, Ancillary atau dukungan kelembagaan. Sejauh mana lembaga-lembaga sosial ekonomi akan dilibatkan dalam pengembangan pariwisata di Buleleng. Apakah BumDes, Pokdarwis, PKK, Karang Taruna, dan berbagai Sekaa akan terlibat dalam pengelolaan pariwisata? Atau justru investor dari luar dan investor asing yang akan mendominasi bisnis pariwisata di Buleleng?

Perlu Komitmen

Menjadikan Bali dan juga Buleleng sebagai Hong Kong Baru perlu komitmen banyak pihak. Komitmen politik sangat diperlukan terkait dengan regulasi di bidang pariwisata, baik berupa peraturan pemerintah, peraturan menteri, maupun peraturan daerah. Bali sendiri telah memiliki Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2020 tentang Standar Penyelenggaraan Kepariwisataan Budaya. Akankah semua pemangku kepentingan pariwisata di Bali tetap komitmen dengan Peraturan daerah itu ketika menjadi Hong Kong Baru?

Komitmen  kementerian dan lembaga, DPR, DPRD, gubernur, dan bupati juga akan sangat menentukan masa depan pariwisata Bali. Selama ini pariwisata Bali dirundung banyak masalah. Namun sepertinya komitmen untuk menyelesaikan masalah belum tampak serius.

Terpenting tentu saja adalah menguak komitmen moral Prabowo untuk menjadikan masyarakat Bali dan Buleleng sejahtera. Meski absurd, komitmen moral ini penting. Dengan demikian bisa dijelaskan indikator dan capaian yang jelas ketika menjadi Hong Kong Baru.

Pilihan konsep pariwisata yang berorientasi Community Based Tourism (CBT) layak dipertimbangkan. Masyarakat Bali, khususnya Buleleng harus diajak bicara ketika hendak membangun Bandara Bali Utara dan menjadikannya Hong Kong Baru dan Singapura Baru.

Jangan sampai kebijakan yang akan menentukan masa depan masyarakat Buleleng itu “ujug-ujug” muncul di tengah kontestasi Pilgub Bali. Jangan pula kebijakan yang “pokoknya” harus dilaksanakan dari pusat kekuasaan, tanpa mendengar suara masyarakat. Jika ini yang terjadi, maka dipastikan “The New Hong Kong” maupun “The New Singapore” hanya sekadar memindahkan masalah di Bali Selatan ke Bali Utara.

Komitmen moral Prabowo tentu sangat ditunggu masyarakat Bali. Tanpa komitmen moral, gagasan “The New Hong Kong” dan “The New Singapore” akan menjadi janji manis dari satu rezim ke rezim berikutnya. [T]

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Wisata Halal, untuk Siapa?
Harapan Pariwisata Indonesia di Tangan Prabowo-Gibran
Lakalantas di Bali: Warisan Tata Kelola Pariwisata yang Salah Arah
Wisata Massal: Godaan Mengundang Kesal
Tags: bandara bali utarabulelengpariwisata baliPrabowo Subianto
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tenun Tebusalah, Mengenang Sejarah Desa Ringdikit Lewat Motif Kain Tenun

Next Post

Menonton Timnas Indonesia Adalah Kecenderungan Menyakiti Diri Sendiri

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
Menonton Timnas Indonesia Adalah Kecenderungan Menyakiti Diri Sendiri

Menonton Timnas Indonesia Adalah Kecenderungan Menyakiti Diri Sendiri

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co