25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menguak Janji Prabowo jadikan Bali sebagai “The New Hong Kong”

Chusmeru by Chusmeru
November 5, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

PRESIDEN Prabowo Subianto menyatakan hendak menjadikan Bali sebagai “The New Singapore” dan “The New Hong Kong”. Hal itu ia sampaikan dalam satu acara jamuan makan di salah satu restoran di Bali.

Sebagai langkah awal untuk menjadikan Bali sebagaimana Hong Kong dan Singapura, Prabowo akan membangun Bandara Bali Utara di Buleleng. Dengan demikian, Buleleng yang selama ini tidak larut dalam hingar-bingar pariwisata akan dijadikan pusat kawasan pariwisata di Bali.

Akankah janji Prabowo benar-benar direalisasikan? Banyak hal perlu dikuak dan dicermati. Mengingat apa yang disampaikan Prabowo sangat beraroma janji politik berkaitan dengan kontestasi pemilihan gubernur (Pilgub) Bali yang akan segera digelar.

Menguak janji Prabowo menjadikan Bali sebagai Hong Kong Baru dan Singapura Baru juga mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam pembangunan dan pengembangan pariwisata, khususnya di Bali dan Buleleng. Apakah janji itu bentuk komitmen moral seorang kepala negara? Ataukah sekadar euforia kekuasaan baru yang menawarkan janji manis?

Menjadikan Bali seperti Hong Kong, misalnya, perlu penjelasan lebih lanjut dalam hal apa. Apakah dalam bidang politik dan kebebasan pers, di mana Hong Kong sempat berada dalam ketegangan akibat National Security Law? Apakah akan meniru kondisi ekonomi Hong Kong, di mana sempat terjadi krisis ekonomi yang menyebabkan masyarakat kesulitan mendapatkan perumahan?

Tentu saja tidak. Indonesia tidak boleh berjalan mundur. Jika maksud Prabowo menjadikan Bali sebagai Hong Kong Baru dalam pariwisatanya tentu juga perlu dicermati dengan seksama. Terutama untuk Buleleng yang juga akan menjadi pusat kawasan pariwisata dan bagian dari “The New Hong Kong” itu.

Mendukung sepenuhnya janji Prabowo untuk menjadikan Bali dan Buleleng sebagai Hong Kong Baru tentu sikap yang tergesa-gesa. Menolak mentah-mentah gagasan Presiden baru itu juga bukan langkah bijak. Seolah masyarakat Buleleng tak berhak menikmati kue pariwisata layaknya Badung, Denpasar, dan Gianyar. Sama artinya juga membuat Buleleng tetap terisolasi dari gemerlapnya industri pariwisata.

 Janji Prabowo untuk membangun Bandara Bali Utara di Buleleng bukanlah satu-satunya cara untuk menjadikannya pusat kawasan pariwisata. Perenacanaan perlu disiapkan secara komprehensif dan holistik sejak awal.

Bali dan Buleleng perlu belajar banyak dari kawasan pariwisata yang tidak direncanakan dengan baik, seperti Kuta. Begitu pula dengan Ubud, Gianyar yang juga menunjukan perkembangan tak terkendali lantaran mengabaikan perencanaan matang. Bahkan Nusa Dua sebagai kawasan pariwisata yang terencana pun tak luput dari imbas overtourism dari sekelilingnya, seperti Jimbaran, Uluwatu, dan daerah di Kuta Selatan.

Perlu 4 A

Pembangunan satu destinasi wisata selalu akan membawa implikasi positif dan negatif. Positifnya, selalu dikaitkan dengan penyerapan tenaga kerja, peningkatan pendapatan daerah, dan kesejahteraaan masyarakat. Negatifnya, kerusakan lingkungan, kemacetan lalu lintas, dan degradasi budaya.

Menjadikan Buleleng sebagai Hong Kong Baru tidak bisa “sim salabim” dan “adakadabra” dalam hitungan hari, minggu, atau pun bulan. Diperlukan waktu lama bagi Buleleng sebagai pusat kawasan pariwisata sebagaimana di Bali Selatan.

 Perlu kecermatan dalam pengembangan pariwisata, terutama yang berkaitan dengan waktu dan investasi. Contoh kasus Ibu Kota Nusantara (IKN) menggambarkan tidak mudahnya membangun satu kawasan baru. Target tahun 2024 IKN sudah difungsikan, meleset. Begitu pula investasi kawasan baru membutuhkan anggaran puluhan hingga ratusan triliun. Adakah investor yang sanggup menggarap Buleleng dengan jumlah sebesar itu?

 Paling tidak, diperlukan empat hal dalam pengembangan Buleleng sebagai pusat kawasan pariwisata atau biasa disebut 4 A.

Pertama, Aksesibilitas. Bandara Bali Utara hanya sebagian saja dari aksesibilitas. Jika ingin menjadi pusat kawasan pariwisata tentu diperlukan aksesibilitas jalan, jembatan, dan sebagainya. Selain membutuhkan investasi tinggi, aksesibilitas juga rentan menimbulkan konflik pertanahan.

Kedua, Amenitas. Buleleng memerlukan banyak hotel berbintang 5, restoran, dan akomodasi mewah lain untuk menjadi pusat kawasan wisata. Tentu saja ini akan membawa implikasi serius di bidang lingkungan. Akankah sawah dan lahan produktif berubah jadi bangunan hotel? Apakah tebing dan bukit akan digusur menjadi resort wisata?

Ketiga, Atraksi. Menjadi seperti Hong Kong atau Singapura tentu tidak cukup hanya dengan atraksi wisata yang biasa-biasa saja. Perlu digali segala potensi alam, seni, dan budaya agar dapat menjadi daya tarik wisata. Akankah Buleleng  juga menawarkan atraksi wisata kasino sebagaimana Hong Kong dan Singapura?

Keempat, Ancillary atau dukungan kelembagaan. Sejauh mana lembaga-lembaga sosial ekonomi akan dilibatkan dalam pengembangan pariwisata di Buleleng. Apakah BumDes, Pokdarwis, PKK, Karang Taruna, dan berbagai Sekaa akan terlibat dalam pengelolaan pariwisata? Atau justru investor dari luar dan investor asing yang akan mendominasi bisnis pariwisata di Buleleng?

Perlu Komitmen

Menjadikan Bali dan juga Buleleng sebagai Hong Kong Baru perlu komitmen banyak pihak. Komitmen politik sangat diperlukan terkait dengan regulasi di bidang pariwisata, baik berupa peraturan pemerintah, peraturan menteri, maupun peraturan daerah. Bali sendiri telah memiliki Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2020 tentang Standar Penyelenggaraan Kepariwisataan Budaya. Akankah semua pemangku kepentingan pariwisata di Bali tetap komitmen dengan Peraturan daerah itu ketika menjadi Hong Kong Baru?

Komitmen  kementerian dan lembaga, DPR, DPRD, gubernur, dan bupati juga akan sangat menentukan masa depan pariwisata Bali. Selama ini pariwisata Bali dirundung banyak masalah. Namun sepertinya komitmen untuk menyelesaikan masalah belum tampak serius.

Terpenting tentu saja adalah menguak komitmen moral Prabowo untuk menjadikan masyarakat Bali dan Buleleng sejahtera. Meski absurd, komitmen moral ini penting. Dengan demikian bisa dijelaskan indikator dan capaian yang jelas ketika menjadi Hong Kong Baru.

Pilihan konsep pariwisata yang berorientasi Community Based Tourism (CBT) layak dipertimbangkan. Masyarakat Bali, khususnya Buleleng harus diajak bicara ketika hendak membangun Bandara Bali Utara dan menjadikannya Hong Kong Baru dan Singapura Baru.

Jangan sampai kebijakan yang akan menentukan masa depan masyarakat Buleleng itu “ujug-ujug” muncul di tengah kontestasi Pilgub Bali. Jangan pula kebijakan yang “pokoknya” harus dilaksanakan dari pusat kekuasaan, tanpa mendengar suara masyarakat. Jika ini yang terjadi, maka dipastikan “The New Hong Kong” maupun “The New Singapore” hanya sekadar memindahkan masalah di Bali Selatan ke Bali Utara.

Komitmen moral Prabowo tentu sangat ditunggu masyarakat Bali. Tanpa komitmen moral, gagasan “The New Hong Kong” dan “The New Singapore” akan menjadi janji manis dari satu rezim ke rezim berikutnya. [T]

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Wisata Halal, untuk Siapa?
Harapan Pariwisata Indonesia di Tangan Prabowo-Gibran
Lakalantas di Bali: Warisan Tata Kelola Pariwisata yang Salah Arah
Wisata Massal: Godaan Mengundang Kesal
Tags: bandara bali utarabulelengpariwisata baliPrabowo Subianto
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tenun Tebusalah, Mengenang Sejarah Desa Ringdikit Lewat Motif Kain Tenun

Next Post

Menonton Timnas Indonesia Adalah Kecenderungan Menyakiti Diri Sendiri

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Menonton Timnas Indonesia Adalah Kecenderungan Menyakiti Diri Sendiri

Menonton Timnas Indonesia Adalah Kecenderungan Menyakiti Diri Sendiri

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co