24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tenun Tebusalah, Mengenang Sejarah Desa Ringdikit Lewat Motif Kain Tenun

Bayu Santoso by Bayu Santoso
November 5, 2024
in Khas
Tenun Tebusalah, Mengenang Sejarah Desa Ringdikit Lewat Motif Kain Tenun

Tenun Tebusalah dari Desa Ringdikit, Buleleng

SUASANA riuh terdengar dari sebuah rumah di Desa Dinas Kuwum, Desa Ringdikit, Kecamatan Seririt, Buleleng, Bali. Para ibu tampak bersemangat mengoperasikan alat tenun tradisional dengan suara-suara unik yang memecah kesunyian pagi.

Suara-suara alat tenun tradisional itu seakan saling bersahutan, seperti manusia, bekerja keras dalam menciptakan kain tenunan yang biasa diproduksi di desa itu.

Kain tenun itu dikenal dengan nama Tenun Tebusalah.

Tenun Tebusalah memang merupakan produk tenun yang berasal dari Desa Ringdikit. Usaha Tenun yang sudah berdiri dari tahun 2018 ini merupakan usaha lokal yang dijalankan secara mandiri oleh masyarakat. Penamaan tenun Tebusalah berasal dari nama asli Desa Ringdikit yaitu Tebusalah.  

Menurut penuturan Putu Arya Nyeneng, selaku salah satu inisiator Tenun Tebusalah, pada zaman dahulu, sebelum berubah nama menjadi Ringdikit, desa itu bernama Tebusalah.

Hal ini dikuatkan dengan adanya bukti sejarah berupa Pura Prajapati yang terdapat di belakang rumahnya.

Perubahan nama Desa Ringdikit diawali peristiwa sejarah di masa lampau ketika merebaknya penyakit menular di Tebusalah. Karena penyakit itu, masyarakat Tebusalah harus berpindah mengungsi ke sebuah tempat yang bernama Rangdu-aakit yang saat ini menjadi Ringdikit.

“Karena hal tersebut agar tidak melupakan sejarah desa, tiang ambil nama awal Desa Ringdikit yaitu Tebusalah sebagai nama dari produk tenunan yang ada di desa kami,” ucap Arya Nyeneng yang juga merupakan Kelian Dinas Desa Dinas Kuwum, Desa Ringdikit.

Proses pengerjaan Tenun Tebusalah masih menggunakan cara tradisional yakni menggunakan alat tenun tradisional atau ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin). Proses pengerjaan tenun Tebusalah dilakukan cukup panjang. Mulai pembentukan benang menjadi kain tenun, kemudian pencelupan kain dengan pewarna sampai penambahan motif berupa bordiran.

Sebagian besar proses pembuatan tenunan dilakukan oleh ibu-ibu yang bertempat tinggal di Dusun Kuwum. Hal tersebut dikarenakan inisiator dari kegiatan tenun yaitu Nyoman Sugiartini yang juga merupakan istri dari Arya Nyeneng menginginkan agar ibu rumah tangga  dapat memiliki pekerjaan tambahan yang menghasilkan.

Berbicara kualitas kain, Tenunan Tebusalah memiliki kualitas kain yang mampu bersaing dengan pasar. Proses pembuatan kain tenun yang masih menggunakan alat tenun tradisional meningkatkan kualitas dari kain tenun itu sendiri.

Menurut Arya Nyeneng proses pembuatan kain tenun Tebusalah dengan cara tradisional mampu meningkatkan nilai jual  dari kain itu sendiri. Ia juga menyampaikan kain tenun Tebusalah bahkan sudah mendapat uji lab guna memastikan kualitas kain tenun yang diproduksi.

“Untuk kain tenun Tebusalah pernah saya bawa ke Jogja untuk dilakukan uji lab, disana diuji kerapatan benangnya, kekuatan warnanya dan juga ketahanan warna pada kainnya, dan saat ini kami sudah memegang surat uji lab sebagai bukti dari kualitas kain tenunan kami,” ujarnya.

Untuk pemasaran kain tenun Tebusalah, Arya Nyeneng menyebutkan bahwa pemasaran kain tenun biasanya didapatkan melalui pemesanan kain tenun dari beberapa daerah di Bali.

Biasanya pembuatan kain tenun didasarkan pada banyaknya pemesanan yang diberikan. Kain tenun Tebusalah biasanya dipasarkan di Kabupaten Tabanan seperti daerah Pujungan hingga Pupuan.

Selain itu kain Tebusalah juga mendapatkan minat dari kelas menengah ke atas seperti pemesanan yang dilakukan oleh pemerintah saat adanya kegiatan pengangkatan anggota dewan. Karena kualitas kainnya yang baik mampu meningkatkan daya jual dari kain tenun Tebusalah.

Kain Tebusalah memiliki empat motif kain yang biasanya dipasarkan. Motif kain yang diproduksi yaitu kain motif sutra dobol, kain endek mastuli, kain endek jumputan dan kain endek motif cakra. Namun terkadang pesanan motif dibuat sesuai permintaan pemesan sehingga Tenun Tebusalah juga melayani pembuatan tenun motif lain.

Kendala yang dirasakan oleh Arya Nyeneng selaku inisiator tenun Tebusalah terdapat pada kurangnya atensi pemerintah dalam pengembangan produk UKM lokal.

Menurutnya, produk tenun ini diharapkan mampu dirasakan oleh masyarakat umum sebagai produk lokal yang tak kalah saing oleh produk kain tenun yang banyak beredar di pasaran.

Selain itu kendala juga terasa pada saat produksi kain tenun. Seperti kurangnya bahan baku cukup membatasi produksi kain tenun Tebusalah. Biasanya bahan baku yang didatangkan dari daerah Klungkung kerap kali kosong sehingga produksi kadang tertunda sampai bahan baku datang.

Selain dari bahan baku dalam tahap pengerjaan seperti bordir kain juga kerap kali menjadi kendala dalam produksi. Hal tersebut karena proses bordir memakan waktu cukup lama sehingga menghambat proses produksi dari kain tenun Tebusalah.

Arya Nyeneng berharap kain tenun Tebusalah mampu dikenal oleh masyarakat umum. Menurutnya pemasaran terkendala karena masyarakat lebih memilih produk kain yang memang sudah terkenal sejak awal sehingga kain Tebusalah kadang kurang dikenal oleh masyarakat. Selain itu dia berharap atensi dari pemerintah terkait produk UKM lokal.

“Tiang berharap dari pemerintah mampu memperhatikan kami sebagai pengerajin kain, walaupun bisa dibilang kami masih pemula namun kami juga berharap dari pemerintah khususnya pemerintah desa mampu mengatensi produk kami sebagai produk lokal asli Desa Ringdikit sehingga produk ini dapat dikenal secara luas oleh masyarakat,” ujarnya. [T]

Tradisi Kain Tenun Khas Loloan yang Tetap Bertahan dari Zaman ke Zaman
Kain Tenun Karya Siswa SMAN 3 Singaraja Pamer di Presidensi G20
Ayu Windi dan Usaha Melestarikan Kain Tenun Tradisional
Tags: bulelengDesa Ringdikitkain tenunTenun Tebusalah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Merajut Keberagaman, Belajar Buddhisme Hingga ke Negeri Gajah Putih Bersama Para Bikkhu

Next Post

Menguak Janji Prabowo jadikan Bali sebagai “The New Hong Kong”

Bayu Santoso

Bayu Santoso

Mahasiswa STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Menguak Janji Prabowo jadikan Bali sebagai “The New Hong Kong”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co