23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Wisata Halal, untuk Siapa?

Chusmeru by Chusmeru
October 30, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

TREN wisata halal (halal tourism) kembali mencuat dalam industri pariwisata dunia, termasuk di Indonesia. Hal ini didorong dengan capaian Indonesia sebagai destinasi wisata halal terbaik di dunia tahun 2023.

Laporan Global Muslim Travel Index (GMTI) menempatkan Indonesia sebagai peringkat pertama destinasi wisata halal terbaik dunia, mengalahkan 140 negara lainnya. Keberhasilan itu atas dasar penilaian empat kategori, yaitu akses, komunikasi, lingkungan, dan pelayanan.

Respons terhadap tren wisata halal atau wisata ramah muslim (muslim friendly tourism) di Indonesia cukup beragam. Beberapa daerah menyambut baik tren ini, seperti Jakarta, Lombok, maupun Aceh, Sumatera Barat, dan Kepulauan Riau. Namun ada pula daerah yang masih pro dan kontra, seperti Bali, Sumatera Utara, dan Nusa Tenggara Timur.

Ada juga daerah yang responsif dengan membuat Peraturan Daerah (Perda) tentang Wisata Ramah Muslim. Lantas apa dan untuk siapa wisata halal? Halal tourism atau wisata halal adalah sebuah model  atau paket layanan tambahan atau extended services amenitas yang ditunjukkan dan diberikan untuk memenuhi pengalaman dan keinginan wisatawan muslim.

 Menurut Alexander Reyaan, Direktur Wisata Minat Khusus Kemenparekraf, layanan tambahan meliputi need to have, seperti makanan halal dan fasilitas untuk salat, dan good to have, seperti toilet yang ramah bagi muslim (Kemenparekraf/Baparekraf RI, 1 Maret 2022). Wisata halal lebih memfokuskan pada layanan tambahan  yang disediakan oleh pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif agar bisa sesuai dengan kategori halal.

 Sebuah hotel yang menyediakan apa pun kebutuhan wisatawan muslim, maka hotel tersebut sudah menjalankan wisata halal. Sedangkan wisata ramah muslim artinya ketika destinasi wisata bisa menyediakan rute atau tempat-tempat yang membuat wisatawan muslim merasa aman dan nyaman, seperti saat beribadah atau makan selama berlibur

Halal Apanya?

Keberhasilan Indonesia sebagai destinasi wisata halal terbaik di dunia tak terlepas dari keunggulan 4 kriteria yang ditetapkan GMTI, yaitu access, communication, environment, services (ACES). Skor penilaian untuk keempat kategori itu Indonesia cukup tinggi.

Akses berkaitan dengan moda dan sistem transportasi yang memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi wisatawan muslim. Sejak berada di atas pesawat, kapal laut, bus, atau kereta api, wisatawan sudah diberikan akses yang ramah muslim. Misalnya saja, pemisahan tempat duduk untuk wisatawan pria dan wanita.

Komunikasi dalam wisata halal bukan hanya tentang ketersediaan jaringan komunikasi, namun juga berkaitan dengan promosi maupun publikasi destinasi wisata yang mengedepankan nilai-nilai kepatutan. Promosi tidak dilakukan dengan mempertontonkan tulisan maupun gambar yang mengandung unsur pornografi. Untuk kategori komunikasi ini Indonesia mendapat skor yang tinggi.

Kategori lingkungan berhubungan dengan kondisi yang islami bagi wisatawan ketika berada di bandara maupun di objek wisata. Misalnya saja, tersedianya tempat wudu dan mushola bagi wisatawan di bandara dan objek wisata. Begitu pun dengan jaminan keamanan bagi wisatawan muslim ketika berada di lingkungan destinasi wisata.

Skor tertinggi juga diperoleh Indonesia dari kategori pelayanan yang ramah wisatawan muslim. Pelayanan berkaitan dengan tersedianya hotel maupun restoran yang bersertifikasi halal. Mulai dari makanan dan minuman yang halal, sampai pada ketersediaan dapur restoran yang bersertifikasi halal.

Termasuk dalam kategori layanan ramah wisatawan muslim adalah atraksi wisata yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Wisatawan disuguhi daya tarik wisata, baik berupa wahana maupun pertunjukan seni budaya yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam.

Untuk Siapa?

Sebagai negara yang mayoritas penduduknya muslim, potensi wisata halal cukup menjanjikan. Beberapa negara yang saat ini menyumbangkan wisatawan muslim ke Indonesia adalah Malaysia dan Singapura. Tentunya juga negara-negara muslim di Timur Tengah.

Selain faktor demografis tersebut, Indonesia juga memiliki alam yang layak dikunjungi wisatawan muslim. Sumber daya manusia di sektor pariwisata Indonesia banyak yang sudah terlatih dalam mendukung wisata halal.

Sektor akomodasi maupun restoran juga memiliki potensi mendukung wisata halal. Beberapa hotel misalnya, sudah memberikan arah kiblat untuk salat di dalam kamar wisatawan. Begitu pula restoran yang menyajikan makanan halal juga cukup banyak.

Mengingat potensi yang dimilikinya, Indonesia perlu mengembangkan pasar wisata halal bukan hanya pada negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. China adalah negara non muslim yang memiliki 17 juta penduduk yang beragama Islam. Jumlah yang menarik jika ditawarkan wisata halal, mengingat Indonesia menjadi salah satu destinasi wisata pilihan bagi wisatawan China.

Tantangan

Memasarkan dan mempromosikan wisata halal tidaklah mudah. Banyak tantangan yang bakal dihadapi, baik berkaitan dengan kompetisi pasar wisata, sosialisasi wisata halal, maupun sensitivitas isu wisata halal yang memiliki kerentanan.

Wisata halal bukan hanya dikembangkan di Indonesia. Kompetitor destinasi wisata halal cukup banyak. Beberapa negara, termasuk negara-negara non muslim juga menyiapkan wisata halal. Sebut saja Jepang, Thailand, Australia, Korea Selatan, Spanyol, dan Filipina. Negara-negara tersebut siap menyambut wisatawan muslim dengan menyediakan masjid, mushola, dan restoran yang menyediakan menu halal.

Sosialisasi wisata halal perlu dilakukan di semua destinasi. Persoalannya, wisata halal masih dipersepsikan secara berbeda di masing-masing daerah. Seolah, pariwisata Indonesia harus semua menerapkan kategori halal di semua sektor.

Tantangan lain datang dari kesiapan destinasi yang mendukung wisata halal. Belum semua destinasi yang mendukung telah memiliki sertifikasi halal dalam produk wisatanya. Padahal ketika satu destinasi mendeklarasikan wisata halal, maka seluruh komponen harus tersertifikasi halal, seperti hotel, restoran, dan produk-produk kerajinan.

Wisata halal sangat rentan terhadap isu eksklusivitas. Indonesia akan mendapat citra sebagai destinasi yang muslim oriented. Sementara destinasi wisata di dunia menuntut adanya inklusivitas, dapat dinikmati oleh semua wisatawan tanpa embel-embel agama.

Isu ekslusivitas juga menimbulkan kerentanan dan isu yang sensitif bagi wisatawan non muslim. Wisatawan akan merasa tidak nyaman, misalnya ketika berada di dalam kamar hotel terdapat sajadah dan perlengkapan salat.

Wisata ramah muslim atau wisata halal memang sedang menjadi tren. Potensi ekonomisnya cukup menggiurkan. Namun kenyamanan wisatawan tetap harus menjadi pertimbangan. Sebab, prinsip pariwisata adalah bukan semata halal dan non halal, tetapi keadilan dalam berwisata. [T]

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Harapan Pariwisata Indonesia di Tangan Prabowo-Gibran
Lakalantas di Bali: Warisan Tata Kelola Pariwisata yang Salah Arah
Wisata Massal: Godaan Mengundang Kesal
“Beach Club”: Wisata Elit bagi yang Berduit
Wisata Sejarah: Merekonstruksi Masa Lalu
Moratorium Hotel di Bali: Seberapa Penting?
Tags: Pariwisatawisata halal
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketika Cinta Seni Bersemi di Jakarta Design Center

Next Post

Menaklukkan Bali: Memoar Perjalanan Tanpa Peta

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Menaklukkan Bali: Memoar Perjalanan Tanpa Peta

Menaklukkan Bali: Memoar Perjalanan Tanpa Peta

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co