2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Wisata Halal, untuk Siapa?

Chusmeru by Chusmeru
October 30, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

TREN wisata halal (halal tourism) kembali mencuat dalam industri pariwisata dunia, termasuk di Indonesia. Hal ini didorong dengan capaian Indonesia sebagai destinasi wisata halal terbaik di dunia tahun 2023.

Laporan Global Muslim Travel Index (GMTI) menempatkan Indonesia sebagai peringkat pertama destinasi wisata halal terbaik dunia, mengalahkan 140 negara lainnya. Keberhasilan itu atas dasar penilaian empat kategori, yaitu akses, komunikasi, lingkungan, dan pelayanan.

Respons terhadap tren wisata halal atau wisata ramah muslim (muslim friendly tourism) di Indonesia cukup beragam. Beberapa daerah menyambut baik tren ini, seperti Jakarta, Lombok, maupun Aceh, Sumatera Barat, dan Kepulauan Riau. Namun ada pula daerah yang masih pro dan kontra, seperti Bali, Sumatera Utara, dan Nusa Tenggara Timur.

Ada juga daerah yang responsif dengan membuat Peraturan Daerah (Perda) tentang Wisata Ramah Muslim. Lantas apa dan untuk siapa wisata halal? Halal tourism atau wisata halal adalah sebuah model  atau paket layanan tambahan atau extended services amenitas yang ditunjukkan dan diberikan untuk memenuhi pengalaman dan keinginan wisatawan muslim.

 Menurut Alexander Reyaan, Direktur Wisata Minat Khusus Kemenparekraf, layanan tambahan meliputi need to have, seperti makanan halal dan fasilitas untuk salat, dan good to have, seperti toilet yang ramah bagi muslim (Kemenparekraf/Baparekraf RI, 1 Maret 2022). Wisata halal lebih memfokuskan pada layanan tambahan  yang disediakan oleh pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif agar bisa sesuai dengan kategori halal.

 Sebuah hotel yang menyediakan apa pun kebutuhan wisatawan muslim, maka hotel tersebut sudah menjalankan wisata halal. Sedangkan wisata ramah muslim artinya ketika destinasi wisata bisa menyediakan rute atau tempat-tempat yang membuat wisatawan muslim merasa aman dan nyaman, seperti saat beribadah atau makan selama berlibur

Halal Apanya?

Keberhasilan Indonesia sebagai destinasi wisata halal terbaik di dunia tak terlepas dari keunggulan 4 kriteria yang ditetapkan GMTI, yaitu access, communication, environment, services (ACES). Skor penilaian untuk keempat kategori itu Indonesia cukup tinggi.

Akses berkaitan dengan moda dan sistem transportasi yang memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi wisatawan muslim. Sejak berada di atas pesawat, kapal laut, bus, atau kereta api, wisatawan sudah diberikan akses yang ramah muslim. Misalnya saja, pemisahan tempat duduk untuk wisatawan pria dan wanita.

Komunikasi dalam wisata halal bukan hanya tentang ketersediaan jaringan komunikasi, namun juga berkaitan dengan promosi maupun publikasi destinasi wisata yang mengedepankan nilai-nilai kepatutan. Promosi tidak dilakukan dengan mempertontonkan tulisan maupun gambar yang mengandung unsur pornografi. Untuk kategori komunikasi ini Indonesia mendapat skor yang tinggi.

Kategori lingkungan berhubungan dengan kondisi yang islami bagi wisatawan ketika berada di bandara maupun di objek wisata. Misalnya saja, tersedianya tempat wudu dan mushola bagi wisatawan di bandara dan objek wisata. Begitu pun dengan jaminan keamanan bagi wisatawan muslim ketika berada di lingkungan destinasi wisata.

Skor tertinggi juga diperoleh Indonesia dari kategori pelayanan yang ramah wisatawan muslim. Pelayanan berkaitan dengan tersedianya hotel maupun restoran yang bersertifikasi halal. Mulai dari makanan dan minuman yang halal, sampai pada ketersediaan dapur restoran yang bersertifikasi halal.

Termasuk dalam kategori layanan ramah wisatawan muslim adalah atraksi wisata yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Wisatawan disuguhi daya tarik wisata, baik berupa wahana maupun pertunjukan seni budaya yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam.

Untuk Siapa?

Sebagai negara yang mayoritas penduduknya muslim, potensi wisata halal cukup menjanjikan. Beberapa negara yang saat ini menyumbangkan wisatawan muslim ke Indonesia adalah Malaysia dan Singapura. Tentunya juga negara-negara muslim di Timur Tengah.

Selain faktor demografis tersebut, Indonesia juga memiliki alam yang layak dikunjungi wisatawan muslim. Sumber daya manusia di sektor pariwisata Indonesia banyak yang sudah terlatih dalam mendukung wisata halal.

Sektor akomodasi maupun restoran juga memiliki potensi mendukung wisata halal. Beberapa hotel misalnya, sudah memberikan arah kiblat untuk salat di dalam kamar wisatawan. Begitu pula restoran yang menyajikan makanan halal juga cukup banyak.

Mengingat potensi yang dimilikinya, Indonesia perlu mengembangkan pasar wisata halal bukan hanya pada negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. China adalah negara non muslim yang memiliki 17 juta penduduk yang beragama Islam. Jumlah yang menarik jika ditawarkan wisata halal, mengingat Indonesia menjadi salah satu destinasi wisata pilihan bagi wisatawan China.

Tantangan

Memasarkan dan mempromosikan wisata halal tidaklah mudah. Banyak tantangan yang bakal dihadapi, baik berkaitan dengan kompetisi pasar wisata, sosialisasi wisata halal, maupun sensitivitas isu wisata halal yang memiliki kerentanan.

Wisata halal bukan hanya dikembangkan di Indonesia. Kompetitor destinasi wisata halal cukup banyak. Beberapa negara, termasuk negara-negara non muslim juga menyiapkan wisata halal. Sebut saja Jepang, Thailand, Australia, Korea Selatan, Spanyol, dan Filipina. Negara-negara tersebut siap menyambut wisatawan muslim dengan menyediakan masjid, mushola, dan restoran yang menyediakan menu halal.

Sosialisasi wisata halal perlu dilakukan di semua destinasi. Persoalannya, wisata halal masih dipersepsikan secara berbeda di masing-masing daerah. Seolah, pariwisata Indonesia harus semua menerapkan kategori halal di semua sektor.

Tantangan lain datang dari kesiapan destinasi yang mendukung wisata halal. Belum semua destinasi yang mendukung telah memiliki sertifikasi halal dalam produk wisatanya. Padahal ketika satu destinasi mendeklarasikan wisata halal, maka seluruh komponen harus tersertifikasi halal, seperti hotel, restoran, dan produk-produk kerajinan.

Wisata halal sangat rentan terhadap isu eksklusivitas. Indonesia akan mendapat citra sebagai destinasi yang muslim oriented. Sementara destinasi wisata di dunia menuntut adanya inklusivitas, dapat dinikmati oleh semua wisatawan tanpa embel-embel agama.

Isu ekslusivitas juga menimbulkan kerentanan dan isu yang sensitif bagi wisatawan non muslim. Wisatawan akan merasa tidak nyaman, misalnya ketika berada di dalam kamar hotel terdapat sajadah dan perlengkapan salat.

Wisata ramah muslim atau wisata halal memang sedang menjadi tren. Potensi ekonomisnya cukup menggiurkan. Namun kenyamanan wisatawan tetap harus menjadi pertimbangan. Sebab, prinsip pariwisata adalah bukan semata halal dan non halal, tetapi keadilan dalam berwisata. [T]

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Harapan Pariwisata Indonesia di Tangan Prabowo-Gibran
Lakalantas di Bali: Warisan Tata Kelola Pariwisata yang Salah Arah
Wisata Massal: Godaan Mengundang Kesal
“Beach Club”: Wisata Elit bagi yang Berduit
Wisata Sejarah: Merekonstruksi Masa Lalu
Moratorium Hotel di Bali: Seberapa Penting?
Tags: Pariwisatawisata halal
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketika Cinta Seni Bersemi di Jakarta Design Center

Next Post

Menaklukkan Bali: Memoar Perjalanan Tanpa Peta

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Menaklukkan Bali: Memoar Perjalanan Tanpa Peta

Menaklukkan Bali: Memoar Perjalanan Tanpa Peta

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co